
522 - Ending.
Kembali ke masa lalu, ketika Benn berumur 7 tahun...
Kala itu di sebuah jalanan yang lumayan sepi namun masih ada orang yang berlalu lalang, dengan langit yang mendung kemudian turunlah hujan deras yang mengguyur kota tersebut. Terlihat Benn yang berjalan sempoyongan dengan mengelus perutnya yang terus berbunyi.
Saat itu Benn sangat kelaparan.. bahkan pandangannya mulai terlihat kabur karena ia sudah tidak makan selama beberapa hari kebelakang.
"... Bocah, makanlah ini, kalau kau tidak makan hari ini sepertinya kau akan segera mati.."
Benn melihat kaki seorang pria yang berdiri tepat dihadapannya. Benn belum sempat melihat wajah dari pria tersebut. Dia juga melihat tangan dari pria itu memberikan roti kepadanya.
"Hah? Ini untukku? Terima kasih-" ucap Benn, ketika dia akan mengambil roti itu, tiba-tiba Benn langsung tersungkur kejalan dan pingsan. Kondisinya semakin memburuk.
Sesaat sebelum pingsan, Benn melihat dengan jelas dari wajah pria yang memberinya roti tersebut, pria itu adalah Konstantine Firehn.
~
Sejak kejadian itu, Benn pun ikut dan bersama Firehn untuk sementara waktu..
Tiga tahun kemudian, ketika Benn berumur 10 tahun. Benn pun berfikir untuk tidak ingin membebani Firehn lagi, lalu dia pun memutuskan untuk melindungi Firehn.
"Tuan Firehn, kumohon izinkan aku untuk melindungimu!!"
Mendengar hal itu, Firehn hanya tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak? Tiba-tiba di siang bolong Benn mengatakan akan melindunginya.
"Melindungiku, katamu? Oey Benn. Memangnya kau sekuat apa untuk bisa melindungiku saat ini. Musuh politikku mungkin akan menyewa pembunuh bayaran untuk ku loh, kalau kau tidak bisa melindungiku mungkin kau juga akan bisa terbunuh.." ucap Firehn.
"Benar!! Untuk sekarang aku masih lemah!! Akan tetapi.. suatu saat, aku pasti akan menjadi orang yang lebih kuat!!! Lihat saja!!!"
Benn sangat senang ketika mengatakan hal itu tanpa rasa beban apapun kepada Firehn. Dia tersenyum dan kedua matanya berlinang air mata. Sejak saat dia berjanji akan menjadi kuat untuk melindungi Firehn, Benn pun terus berlatih.
~
Beberapa tahun pun berlalu, tak terasa Benn pun sudah menginjak remaja. Kali ini dia sudah bertambah kuat. Suatu ketika, Firehn dan Benn pun pergi bersama ke sebuah tempat rahasia, mereka berdua akan bertemu dengan seseorang dan akan membahas tentang kasus pembunuhan yang didalangi oleh Pemerintah.
Beberapa saat kemudian, Firehn dan Benn bertemu dengan seorang pria berumur 40 tahun. Mereka bertemu di sebuah ruangan dengan penerangan dari beberapa lilin.
Pria yang ia temui itu bernama Higaru, ketua dari Badan Inteligen, yang kini lembaga itu sudah dibubarkan oleh Pemerintah karena merugikan bagi Pemerintah itu sendiri.
Mereka bertiga membahas sebuah kasus pembunuhan secara rahasia. Diselingan pembahasan yang serius itu mereka bertiga juga sedikit bersenda gurau untuk mencairkan suasana.
Akhir pun tiba, setelah pembahasan selesai, Higaru pun berpamitan untuk berpisah dengan Firehn dan Benn.
Higaru berubah menjadi burung Elang Martial ( yang kini menjadi kekuatan tersebut menjadi milik Benn )
~
Pada akhirnya Firehn, Benn, dan Higaru pun telah menyelidiki kasus pembunuhan misterius tersebut selama 3 bulan. Selama itu mereka bertiga pun sudah mulai terlihat akrab, apalagi Higaru yang sudah menganggap Benn sebagai muridnya sendiri.
Suatu ketika Benn dan Higaru kini berada di dataran tinggi di salah satu kota, mereka melihat pemandangan kota dari puncak dataran tinggi tersebut.
"Benn, untuk apa manusia itu hidup?"
"Apa yang kau bicaran, Paman Higaru? Untuk apa manusia itu hidup? Entahlah. Bahkan aku saja belum tentu hidup sesuai dengan kehendakku sendiri.." jawab Benn.
"Setiap manusia yang hidup pasti mempunyai suatu tujuan." ucap Higaru.
"Lalu, tujuan hidup manusia itu apa?"
"Entahlah, tujuan hidup manusia itu sangat berbeda-beda. Kau akan mengetahuinya ketika hidupmu akan segera berakhir.."
Mungkin itu hanyalah sebuah kalimat kata yang tidak mempunyai makna bagi sebagian orang. Namun hati setiap manusia itu berbeda-beda. Pasti akan ada yang merasakan makna dari kata tersebut.
Kata-kata itu merasuk kedalam hati Benn yang terdalam dan mencoba untuk menelaah apa yang diucapkan oleh Higaru. Hingga pada suatu ketika..
Benn terkejut sontak melihat apa yang ada dihadapannya. Dia langsung terjatuh dalam posisi berlutut. Air matanya mulai keluar, menangis dari tangisan hati yang terdalam. Ia merasakan kesakitan hati yang luar biasa ketika ia melihat Higaru yang terkapar sekarat dengan belasan pedang yang menancap di punggungnya.
"Paman Higaru.."
"Benn, kemarilah.. kesadaranku akan segera menghilang.."
Benn mendekat ke arah Higaru yang sekarat.
"Aku pernah mengatakan sesuatu padamu tentang tujuan manusia itu hidup kan?"
"Ya.."
"Akhirnya aku mengetahui tujuanku hidup di dunia ini, Benn."
Beberapa detik kemudian, Higaru mentransfer kekuatannya sendiri kepada Benn dengan menggunakan salah satu teknik terlarangnya. Kemudian, sebelum Higaru kehilangan kesadarannya, Higaru pun memberitahu tujuan hidup Higaru di dunia ini.
Setelah itu, Higaru pun mati dalam pelukan Benn. Dan Firehn pun datang dengan tubuh penuh luka di sekujur tubuhnya.
"Kau sudah berjuang sekuat tenaga, Higaru. Tenanglah di alam sana.." ucap Firehn.
~
Flashback pun berakhir, dan sekarang kita kembali ke masa kini..
Benn masih memeluk erat Shadow Filimonov dari belakang, dan dia siap untuk melakukan bom bunuh diri untuk melenyapkan Shadow Filimonov. Benn berkorban demi mengurangi lebih banyak korban jiwa yang akan ditimbulkan oleh Shadow Filimonov.
Disisi lain, terlihat Xia, Xianfeng, Dapidson, Pilkington, Davidestorm, Nekoniku, dan Kenokinu berteriak sekencang mungkin untuk mencegah bom bunuh diri dari Benn, "Jangan!!!"
"Filimonov palsu, enyahlah.."
"Sialan kau, bedebah!!!"
Benn terlihat tersenyum lebar seperti Higaru yang kala itu berada pada akhir hayatnya.
"Tujuan hidupku adalah untuk melindungi keadilan.." Ini adalah kata-kata terakhir yang telah diucapkan oleh Higaru sebelum dia meninggal, dan kini kata-kata itu telah diucapkan kembali oleh Benn.
"Duammmmm!!!!!"
Benn pun melancarkan aksi bom bunuh dirinya untuk melenyapkan Shadow Filimonov. Ledakan itu terdengar begitu hebat. Bahkan dentuman dari ledakan itu menciptakan sebuah gelombang kejut.
~
Scene berubah di sebuah dunia yang serba putih. Disana terlihat Benn yang baru saja terbangun tiba-tiba melihat sosok dari Higaru.
"Kau sudah bangun? Astaga. Kenapa kau mengorbankan dirimu sendiri, padahal kau itu masih muda." ucap Higaru.
"Ya, mungkin hanya sebatas ini saja apa yang bisa kulakukan, tapi aku cukup menikmati hidup selama ini dan aku tidak menyesal.." ucap Benn.
"Lalu, apa kau sudah mengetahui apa tujuan kau hidup?" tanya Higaru.
"Ya, tujuan aku hidup adalah untuk melindungi keadilan. Dan kini tugasku telah usai, aku akan menyerahkan sisanya pada mereka semua.." jawab Benn.
"Huahahaha!! Benn!! Tak kusangka kau bisa mempunyai seorang teman!!"
"Diamlah!!"
"Kalau begitu, ayo kita segera pergi.."
"Ya.."
B E R S A M B U N G