
Ide bisa ngestuk kapan ajah, saking ngestuk-pun, judul chapternya pun ngestuk.
Penulis bukanlah seseorang yang mengerti tentang keahlian membaca hati, atau bahkan membaca stastisik kata-kata hingga skor yang dipersembahkan untuk mencapai puncak ketinggian yang dituju.
Kita ngestuk karena kekurangan ide, referensi yang dicari pun tak kunjung ditemukan, hanya sebuah ide yang tidak ada point, tidak ada *******, tidak berarti.
"*******? Ini akan disensor, aku pasti bisa memprediksi susunan kata barusan bisa kena sensor karena banyak yang mengira ******* itu unsur sensual!" Seru seseorang yang tak tahu namanya siapa, mau dijelaskan dengan kata-kata sebenarnya gampang, cuma sengaja diperpanjang biar chapter ini bisa seribu kata, karena kata yang disarankan adalah seribu dan dua ribu, ratusan tidak ada.
Hidup barusan adalah ini , dan mempermainkan kata-kata agar panjang adalah chapter kali ini, dan penulisnya pun sedang kebingungan, apakah chapter ini akan dipublikasikan?
"Aku ingin memberikan ide untukmu, Author-san! Kau harus memisahkan Di biar dapat kata, meskipun kadang imbuhan itu harus merujuk ke tempat, tapi kan ini bisa disunting nanti.." ucap Bisikan.
"Tidak, Author tidak akan melakukan trick itu, karena aku tahu dia adalah seorang Manusia yang meskipun tak sempurna dan kadang salah, namun Ia memikirkan rute untuk menciptakan cerita semenarik mungkin!!" Pria berkacamata berceloteh, mendadak beraksi selayaknya White-Knight.
Sebenarnya aku tidak memerlukan white knight , tapi itu ditakdirkan aku memilikinya; maka tidak apa-apa, karena Manusia tidak bisa menolak takdir, meskipun di anime banyak kosakata kita bisa mengubah takdir.
Contohnya meskipun engkau ditolak adalah bagian dari takdir, maka ubahlah dengan spiritual yang mengagumkan, menggunakan kekuatan ghaib yang bisa membuat si Ciwik mendadak suka kepadamu.
Cerita ini menimbulkan keanehan yang berkepanjangan, bahkan kosakata yang cenderung dipaksakan, seakan-akan sang penulis sedang bercengkrama dengan ketidak-memiliki ide cemerlang.
"Tidak, Penulis masih berusaha mempermainkan kata-kata, dia masih berusaha menyusun kata demi kata, dia mengusahakannya untuk menciptakan kekerenan yang absolut!" Seru si Kacamata ini lagi, dia masih memberikan dukungan kepada Author yang ingin menyerah pada takdir.
"Panggilan dari gunung, turun ke lembah-lembah, mengapa nadamu murung, langkah kaki gelisah, matamu separuh katup lihat koran seperti danau, kau bawa persoalan, cerita duka melulu, berapa lama diam??!! Cermin katakan bangkit!! Pohon-pohon terkurung, kura-kura terbius!!"
Menggelegarlah suara sang Kacamata ini, namanya masih belum diketahui, tetapi dia memakai kacamata, mungkin kacamatanya memiliki kekuatan yang bisa membuat dirinya banyak berkata-kata.
Soal apapun itu , atau bagaimanapun ini, tetapi mereka berada di area yang pernah disebut di chapter 486.
"Author, kita berada di Hartepool, beberapa karakter menunggumu untuk membuat adegan mereka muncul, bahkan sedari-tadi aku ingin memberitahukan namaku, tetapi semua itu bergantung pada ketikanmu, semua bergantung pada seruanmu, semua bergantung pada perintahmu, dan namaku adalah..."
Tak dilanjutkan karena mendadak ide si penulis ngestuk, dia masih berusaha membuka wikipedia, bahkan tim sepakbola, mencari nama-nama keren untuk menjadikan nama itu masuk ke dalam cerita ini.
Meskipun idenya ngestuk, dia masih berusaha mengetik, dia masih tak menyerah terhadap situasi dan kondisinya yang lagi ngestuk mikirin banyak hal yang gak penting.
"Jaaskeslainen? Bagaimana? Ini nama Finlandia cocok untukmu kan, kacamata?" Tanya sang Author.
"Tidak, itu mantan kiper Westham United , dan aku gak ngepans tuh klub, lagian namaku sudah ada, jangan pura-pura kalau pikiranmu tentangku ngestuk juga??!!" Bentak si Kacamata.
"Benar nih, aku kebingungan , bahkan seprtinya cerita ini mencapai keanehan yang absolut; karena mencampurkan verse bajak laut dan cerita ngawur berpopularitas enam-puluh-enam ribu itu??!?!" Seru sang Author.
Dia mengakui bahwa dia kehabisan ide, makanya beberapa chapter sebelumnya dia ngetik char-char dari semesta sebelah, dan dengan kekuatan nyeleneh seorang Manusia bernama Ryders Alexanders.
Kalian pun lelah dengan cerita ini, kalian pun suntuk membaca cerita ini, kalian pun malas menglike cerita ini, dan kalian pun gak komentar beberapa kali, mungkinkah kalian mulai bosan dengan cerita ini, atau mungkin mual membaca narasi ini??!!
"Hoi; ide ngestuk boleh saja, tapi jangan hobi ngeluh juga, cerita ini masih ada pembaca, dan beberapa pun ngasih dukungan, contohnya akun bernama 'Ayukawa Ayu' dia sampe tiga ribu ngedukung, dan udah dapat sertifikat fans silver, berarti dia totalitas mendukung cerita ini!" Seru si Kacamata.
"Jika kau mengeluh soal orang bosan dengan ceritamu, berarti kamu tidak menghormati peringkat seratus besar pendukungmu sepanjang waktu?!!"
Dia naik pitam, padahal cuma karakter numpang doang, gak tau jadi NPC, karena baru debut ajah sudah banyak bacot, serasa inginku menampol wajahnya.
Kacatamatanya menyala, tersenyum Ia kepadaku, dengan senyuman yang tersirat penuh hal-hal misterius, "Kau meremehkan kekuatanku, Author-kun? Kau barusan berguman ingin menampol wajahku?" Si Kacamata mempertanyakan kebenaran, meskipun memang benar aku ingin menampol wajahnya, tapi aku bisa mengelak dengan menulis kata paling sederhana, jawaban yang cukup klise. "Tidak.." Jawab Author.
"Aku saja melupakanmu, apalagi gebetanku, tentu saja semua harus dilupakan, berdasarkan ingatan kelabu, Manusia itu hobi lupa, karena bagaimanapun Manusia adalah Manusia, tidak sempurna dan kadang salah, namun aku mengetik dengan cepat meskipun banyak salah , typo itu cukup Manusiawi bukan?" Author mendadak bijak, dia masih ingin mengelak, gak mau kalah sampe karakter buatannya pun Ia ajak debat.
Debat yang selalu berlanjut, masih berkepanjangan tak ada akhirnya, seolah-olah ini mempresentasikan bagaimana jika karakter buatanmu memprotes dirimu?
"Mungkin kubajingan, tapi kubukan penjahat perang, yang selalu menikam tanpa belas kasihan..." ucap Si Kacamata.
"Kau mengakui dirimu bajingan? Realistis sekali dirimu wahai Manusia yang banyak salah.." ucap Author.
"Aku Manusia, tapi aku bukan karakter asli, hanyalah fiksi yang berada dalam cerita buatanmu, aku ingin memperkenalkan diriku, bahkan tentang Nona yang aku sukai, kamupun aku tahu, menyukai cewek maniezz yang ada di peshbuk, kan?!" Kacamata mulai membuka rahasia sang penulis.
"Nani??!?!!" Author bahkan terkejut.
"Apakah kau sudah bisa mengetahui siapa aku? dan mengapa aku mengetahui seluk-belukmu? Atau kau sekarang sedang duduk di tempat duduk sembari satu hapemu memutarkan video youtub, dan disebelahnya ada hal ya g berputar-putar mencoba mendinginkan suasanmu yang mulai berkeringat? Kipas angin ada di sana kan?"
Kacamata adalah sosok yang mengerikan kali ini, bahkan bisa menebak hal yang kulakukan, begitu rinci sampai soal cewek yang aku sukai di aplikasi peshbuk. Apakah dia stalker, apakah dia semacam hal fiksi namun mengetahui apa yang aku lakukan?
Aku tak tahu; aku kebingungan dengan jari-jemari yang masih bergerak menekan kayar sentuh, mencetak kata demi kata; sesekali salah kata, sesekali salah susunan kata-kata, dan bahkan salah memprediksi pergerakan jari-jemariku hingga kepeleset menekan angka 1.
Dia masih tersenyum, dengan kacamatanya yang khas, mungkinkah dia akan mengatakan hal-hal aneh kembali?
"Berkalipun, kata-kataku tak kau dengarkan, kau sedang murung atau nadamu gelisah, bahkan matamu separuh ngantuk, lihat layar hape dengan pikiran ngestuk.."
Sebenarnya siapa engkau?
"Azusagawa Rukawa..." ucap si Kacamata ini dengan nada pelan, seolah-olah ingin keren dalam nuansa yang sebentar doang.
"Mengapa kau tahu soal aku?" Tanya sang Author.
"Karena kemampuan yang kau berikan padaku adalah Unlocked Profiles..." jawab Azusagawa.
Seperti apakah kemampuannya? Haruskah kujelaskan agar menambah kata demi kata? Agar cerita ini memanjang? Agar chapter khusus ini sangat spektakuler untuk beberapa saat?
Tapi mungkin karena tidak penting, mungkin chapter ini akan dilewati, boleh-boleh saja, namun, Kacamata itu masih menatapku , dia kepengen kemampuan ini kujelaskan dengan mantap.
"Unlocked Profiles, itu adalah kemampuanku!!" Seru Azusagawa.
"B-bukankah kemampuan itu???!!" Author terkejut, meskipun telat.
"Ya!!" Seru Azusagawa yang mendadak raut wajahnya senang, "Kemampuan ini mampu membuatku mengetahui nomor hape cewek-cewek cantik, nama dan umur mereka serta nama akun media sosial mereka atau bahka tentang yang kamu gumamkan, atau apapun yang mencakup rahasia dalam gumananmu sebentar, semua bisa aku ketahui hanya dengan cara aku memakai kacamataku, saat kacamataku menyala, itu adalah bukti bahwa aku barusan mendapatkan info tentangmu!" Seru Azugawa.
"Nama penamu mungkin Tsukishiro Hitomi, dan itu waifumu di anime Irodzuku Sekai, dan nama aslimu adalah..."
"David..."
"Njir, stalker!!"
CHAPTER KHUSUS BERAKHIR.
B E R S A M B U N G