Cosplay

Cosplay
Chapter 183 - Ilusi Asli vs Ilusi Plagiat



Secara tak sengaja, Killa melontarkan kata ejekan kepada Jankovic yang membuat mentalnya menjadi down. Sakit tapi tak berdarah, itulah yang dirasakan Jankovic setelah mendengar ejekan dari Killa.


Dag dig dug jantungnya berdebar kencang tapi bukan karena cinta, melainkan karena kata-kata ejekan yang dilontarkan Killa yang menusuk-nusuk hati Jankovic sehingga membuatnya sedikit menangis.


Melihat celah yang terbuka pada Jankovic, Vika pun langsung melesatkan tebasan pedangnya ke arah Jankovic. Seketika, membuat Jankovic pingsan dan terkapar di tanah.


Terlihat kondisi perut Vika yang masih bercucuran darah karena tebasan yang dilesatkan oleh Jankovic ketika mentalnya masih kuat. Vika pun masih menahan rasa sakit dari bekas luka tebasan tersebut dengan cara memegangi perutnya yang mengalami luka tebasan.


"Cih, padahal perang masih panjang. Kenapa aku harus terkena luka yang cukup parah begini.." ucap Vika dengan nada pelan, tubuhnya mulai gemetaran dan seketika ia menjadi lemas. Bahkan, pandangannya mulai sedikit agak kabur.


Killa pun berlari ke arah Vika dan langsung memegangi kedua pundaknya. Lalu, Killa pun berkata, "Vika, ayo kita segera mencari seseorang yang bisa menggunakan teknik medis. Pendarahanmu harus segera dihentikan.."


"Ya, terimakasih Killa. Maaf telah merepotkanmu begini." jawab Vika dengan nada lemas.


Sementara itu, terlihat Plavio, Lukas, dan Lander yang berdiri beberapa meter di depan Killa dan Vika. Mereka bertiga tak menyangka kalau Jankovic berhasil dikalahkan.


"Hadeh, untuk sekarang dua anggota kita telah berhasil dikalahkan oleh dua wanita itu. Saat ini, hanya tersisa kita bertiga yang masih bertahan di Tim Elite Number Three.." ucap Plavio.


Lukas pun menatap Killa yang mencoba untuk membawa pergi Vika. Melihat hal itu, Lukas pun langsung berkata, "Hei-hei, kalian kira bisa seenaknya meninggalkan pertarungan ini?"


"Benar, kita takkan membiarkan kalian berdua lari dari pertarungan. Melihat posisi kalian yang sedang terpojok, maklum kalian berdua berencana untuk mundur.." ucap Lander sambil tersenyum menyeringai.


"Ya, setelah kalian berdua mengalahkan dua rekan kami, sekarang kalian ingin meninggalkan pertarungan begitu saja? Aku tidak akan membiarkanmu.." ucap Plavio.


Menyadari Plavio, Lukas, dan Lander yang tak akan membiarkannya meninggalkan pertarungan begitu saja, Killa pun mulai memasang raut wajah yang serius lalu menatap tajam mereka bertiga.


Sekilas, Killa berkata pada Vika, "Maafkan aku, Vika. Sepertinya aku harus menyingkirkan para sampah itu terlebih dahulu.."


"Ya, tidak apa-apa Killa. Aku masih bisa menahan pendarahanku ini, jadi kumohon kalahkan mereka. Kalau ada celah, aku juga akan membantumu.." ucap Vika.


"Tentu saja, serahkan saja padaku. Kau terluka karena telah menyelamatkanku, jadi aku akan membalas kebaikanmu itu dengan cara mengalahkan mereka.." ucap Killa sambil menatap tajam Plavio, Lander, dan Lukas yang berdiri beberapa meter di depannya.


Kemudian, Killa pun melepaskan pegangannya dari pundak Vika. Lalu berjalan beberapa langkah ke depan.


Melihat Killa yang percaya diri untuk melawannya, Plavio pun tersenyum menyeringai sambil berkata, "Wah-wah, aku suka pada gadis yang selalu percaya diri sepertimu.."


Lalu, Plavio pun berjalan beberapa langkah ke depan. Ia menggosok-gosokkan telapak tangannya, kemudian Plavio memasang posisi siaga untuk menyerang.


"Ya, coba saja sesukamu..!! Lagi pula, aku terkena ilusimu karena aku terlalu meremehkanmu saja. Sekarang, aku sudah tahu kekuatanmu dan aku juga akan mengantisipasi hal tersebut.." ucap Plavio sambil tersenyum licik dan menatap tajam ke arah Killa.


Kemudian, Killa pun merapalkan jari-jarinya dan bersiap untuk menggunakan teknik ilusinya. Sementara itu, terlihat Plavio yang juga merapalkan jari-jarinya seperti yang Killa lakukan dan bersiap-siap untuk melakukan sesuatu.


"Mayonaka No Orchestra..!!" Killa pun mulai menggunakan teknik ilusinya kepada Plavio, Lukas, dan Lander.


"Plavio No Orchestra..!!" Cukup mengejutkan, Plavio juga menggunakan teknik ilusi yang sama seperti Killa. Ya, kekuatan Plavio Plagiarisme adalah plagiat. Ia bisa meniru jurus lawan dengan mengganti nama jurus tersebut.


Sekilas, terlihat dua gelombang transparan yang diduga ilusi milik Killa dan ilusi milik Plavio yang bertubrukan satu sama lain.


Melihat hal itu, Killa pun terkejut saat mengetahui Plavio dapat meniru ilusi miliknya. Ia pun berkata, " K-kenapa dia bisa meniru teknik ilusiku?!"


"Huahahaha..!! Lihatlah, ilusi kita yang terlihat sebagai gelombang saling bertabrakan satu sama lain di udara. Kita lihat, ilusi siapa yang lebih kuat..!!" ucap Plavio sambil tersenyum menyeringai.


Lukas dan Lander yang melihat gelombang ilusi yang saling bertabrakan pun terkagum-kagum. Karena, mereka berdua baru kali ini melihat dua gelombang ilusi yang saling bertabrakan satu sama lain.


"Plavio, tak kusangka kau bisa meniru teknik ilusinya semudah ini. Seharusnya kau menirunya sejak awal, jadi kita tidak perlu repot-repot menghabiskan tenaga untuk melawannya.." ucap Lukas.


"Ya, aku juga baru pertama kali melihat dua gelombang ilusi yang saling bertabrakan satu sama lain. Kira-kira siapa yang akan menang ya.." ucap Lander sambil tersenyum licik.


Kemudian, terlihat Plavio dan Killa yang berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong gelombang ilusi miliknya. Mereka berdua tak ingin kalah, bahkan mereka berdua sudah bertekad untuk menang.


"Hyaaaaaaa...!!! Aku akan berusaha semaksimal mungkin agar gelombang ilusiku bisa mengalahkan gelombang ilusi milikmu..!!" ucap Killa, ia masih mendorong gelombang ilusi dengan sekuat tenaga menggunakan kedua telapak tangannya.


"Terserah apa yang kau katakan..!! Yang terpenting, aku takkan kalah darimu..!! Walaupun Ilusi yang kuciptakan ini adalah plagiat dari milikmu, tapi aku yakin, ilusiku akan mengalahkan ilusimu..!!" ucap Plavio, terlihat ia juga mendorong gelombang ilusi nya dengan sekuat tenaga.


Saat ini gelombang ilusi milik Killa saling beradu dengan gelombang ilusi plagiat milik Plavio. Mereka berdua terus mendorong gelombang ilusinya satu sama lain.


Tak berselang lama, terlihat Plavio yang mendorong gelombang ilusinya semakin kuat dan membuat gelombang ilusi milik Killa terdorong cukup jauh hampir mengenainya. Nampaknya, Killa mulai terpojok.


"Si-sialan..dorongannya sangat kuat sekali.." ucap Killa yang masih berusaha mendorong gelombang ilusinya.


BERSAMBUNG