
Lagi-lagi terlihat seorang pemuda yang datang ditengah-tengah pertarungan antara Schiacone melawan Izumi dan Ayase, dengan pertarungan yang sudah terlihat jelas siapa pemenangnya.
"Izumi.. Ayase.. Maafkan aku karena sedikit terlambat datang kemari. Terlebih lagi, kalian sangatlah ceroboh mencoba melawannya tanpa membuat rencana sama sekali.." ucapnya.
Pemuda tersebut adalah Kirisaki Makoto. Sebelumnya dia mengetahui bahwa Izumi berniat menantang Schiacone sendirian, tetapi ketika sampai disini, Makoto mengetahui ternyata Ayase juga ikut terlibat dengan Izumi.
"Namaku adalah Makoto. Maaf sekali kalau mereka berdua ini lemah dan levelnya tak sepadan denganmu.. Tapi,"
"Tapi apa?"
"Tapi aku sudah sampai disini. Tak enak sepertinya bila aku tak mencicipi bertarung denganmu. Aku ingin memastikan seberapa hebat dirimu karena telah menyebabkan ratusan korban jiwa, Schiacone.." ucap Makoto.
"Huh? Apa kau ingin bernasib sama dengan kedua orang itu? Lagipula, kau takkan mampu menandingi kekuatan Runner of the end. Karena saat ini aku cukup kesal, bisa jadi aku akan langsung membunuhmu loh, jadi kusarankan agar kabur saja.." ucap Schiacone.
"Membunuhku? Sebaiknya kau pikir dua kali deh, Schiacone Oneesan.. " ucap Makoto dengan nada mengejek, "Meremehkan lawan adalah kesalahan loh.. Bagaimana kalau akulah yang membunuhmu? Selama kemenangan dari pertarungan belum ditentukan, siapapun mempunyai kesempatan yang sama.."
"Ukh..." Sekilas Izumi mencoba untuk bangkit dan berdiri lagi, meski dia sangat kesulitan untuk melakukan itu. Kemudian ia pun menyadari bahwa Makoto telah datang dan berdiri beberapa meter dihadapannya, "Mas Makoto?"
"Oey, Izumi. Sepertinya kau tadi sudah bersenang-senang cukup lama tanpa mengajakku, ya? Sepertinya nanti aku harus memberimu sebuah pelajaran.." ucap Makoto.
"Sial, dia sangat kuat, Mas Makoto. Kekuatan Runner of the end nya sangat kuat meski dia menggunakannya di level paling bawah, kau harus berhati-hati Mas Makoto. Kalau aku sudah sedikit baikan, aku akan segera membantumu--" ucap Izumi.
"Tidak! Ini adalah duel satu lawan satu Izumi!! Selama aku bertarung dengannya, kau cukup lihat sambil pulihkan kondisimu saja. Aku akan mengajarimu cara bertarung dengan baik dan benar!" Ucap Makoto dengan semangat.
"Baiklah, aku akui keberanianmu untuk melawanku, jadi persiapkan saja mental dan fisikmu, karena sebentar lagi, kau akan melihat serangan dari Runner of the end yang bisa merenggut nyawamu." Ucap Schiacone.
Schiacone memasang posisi ancang-ancang bersiap untuk berlari. Sepertinya dia akan menggunakan kekuatan penuh Runner of the end untuk melawan Makoto. Sementara itu, Makoto terlihat sangat santai, dan perlahan raut wajahnya menunjukkan ekspresi seperti orang yang sedang ngantuk berat.
Apakah pertarungan ini akan menentukan siapa yang terhebat diantara keduanya? Selang beberapa detik sebelum mereka menyerang satu sama lain..
Terdengar suara langkah kaki yang sedang berlari dengan sangat cepat. Suara itu semakin dekat dengan Makoto dan juga Schiacone yang akan melakukan pertarungan hebatnya.
"Tunggu, Schiacone!"
"Hentikan, Makoto!!"
Terlihat Siena Calcio yang sudah tiba dihadapan Schiacone untuk menghadangnya, serta Kirisaki Meister yang juga sudah tiba didepan Makoto untuk menghentikannya bertarung melawan Schiacone.
"Siena?"
"Otousan??"
"Schiacone-san, sepertinya kita harus segera pergi dari sini. Aku menemukan tempat yang bagus, jadi kita tak boleh membuang-buang waktu disini.." ucap Siena.
"Tempat yang bagus?"
"Ya. Itu benar. Disana terdapat harta yang cukup banyak. Rekan-rekan yang lain juga sudah menuju kesana." ucap Siena.
Schiacone pun memejamkan kedua matanya sembari mengangguk pelan mendengar perkataan dari Siena. Nampaknya dia berfikir tempat yang dimaksud Siena itu cukup menarik. Dia membuka matanya kembali.
"Sayang sekali, Makoto. Sepertinya aku sedang ada urusan penting ditempat lain. Ya.. Kalau kita bertemu lagi, mungkin kita bisa bertarung secara habis-habisan.." ucap Schiacone.
"Cih, apa kau-" ucap Makoto.
"Tenanglah, Makoto. Untuk sekarang, lebih baik kita segera mundur. Menurut ramalan cuaca hari ini yang disiarkan oleh Vina Breakingnews, hari akan mengalami cuaca yang sangat ekstrim. Itu juga akan menyulitkanmu untuk bertarung.." ucap Kirisaki Meister.
"Hadeh, padahal aku sudah bersiap untuk menggunakan kekuatan itu." Ucap Makoto yang sedikit kecewa.
Untuk sementara, pertarungan antara Schiacone melawan Makoto pun dibatalkan karena dari kedua belah pihak mengalami suatu halangan yang mengakibatkan pertarungan ini tidak terjadi.
~
Fraksi: Big News World, Global Network, Photoshop Editor Art.
Julukan: Princess of News
Umur: 22 Tahun
Tinggi/Berat: 158cm/49KG
Quotes: 'Gambar mencurahkan betapa indahnya alam'
Kemampuan: Ramalan Cuaca.
Kemampuan ini mampu membuat dia bisa menghadirkan Cuaca hanya dengan ramalannya, misalnya dia berucap 'Hari ini akan hujan' maka akan hujan meskipun Hari sedang cerah.
~
"Hai pemirsa, untuk beberapa jam kedepan, cuaca ekstrim akan segera terjadi. Jadi tetaplah berada dirumah sembari mengenakan baju hangat ya! Cuaca ekstrim kali ini akan berdampak dua kali lipat dari cuaca ekstrim sebelumnya! Cuaca ekstrim ini juga diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari, jadi.. " ucap Vina Breakingnews yang sedang menyiarkan acara tentang ramalan cuaca.
"Taskete!! Ikan emasku membeku karena cuaca ekstrim ini!!"
Sekilas terdengar suara-suara berisik dibelakang Vina Breakingnews yang sedang melakukan siaran langsung, ia pun merasa risih dan langsung menutup acara ramalan cuaca ini sesegera mungkin.
"Baiklah, sekian untuk ramalan cuaca hari ini. Sampai jumpa di next acara ramalan cuaca!!"
"Cut!!!"
"Nice!!!" Ucap sang kameramen.
"Fyuhhh.. Akhirnya acara ramalan cuaca ini berakhir juga.." ucap Vina Breakingnews.
"Oneesan.." seorang bocil perempuan yang bernama Sakura berdiri dibelakang Vina sembari menarik-narik pelan jaket tebalnya.
"Nani?" Vina menoleh ke arah bocil itu sembari tersenyum.
"Oneesan, apa siaran acara ramalan cuaca ini disiarkan di tv?" Tanya bocil Sakura.
"Benar, kenapa?"
"Bolehkah aku berkata hai, di depan kamera ini?"
"E-eh? Te-tentu saja boleh.."
"Hai!!! Makkk aku masuk tv!!" Bocil Sakura berkata hai didepan kamera yang tertutup. Namanya juga bocah, gak tau apa-apa.
~
Siapa yang menyangka cuaca ekstrim ditengah musim dingin ini akan segera datang sesuai perkataan sang pembawa berita ramalan cuaca kesayangan kita ini Vina Breakingnews. Cuaca ekstrim memang benar akan berlangsung selama beberapa hari kedepan. Semua orang harus berada didalam rumah untuk menghangatkan diri dari suhu udara musim dingin yang mencapai mines 40 derajat.
Beberapa hari kemudian, cuaca ekstrim pun akhirnya sudah berakhir. Meski cuaca ekstrim sudah berakhir, tapi musim dingin masih berlangsung. Musim dingin akan segera berakhir setelah tahun baru tiba.
Ya, beberapa hari kedepan kita akan memasuki tahun baru.
"Tahun baru, ya. Apa yang dilakukan Bajak Laut ditengah musim dingin seperti ini, ya? Hidup ditengah lautan sepertinya sangat sulit, tapi mereka bisa berpetualang menjelajahi dunia. Entah kenapa, mulai sedikit tertarik dengan Bajak Laut."
Kala itu Izumi sedang berjalan kaki ditengah-tengah jalan yang tertutupi salju, dia hendak pergi ke minimarket untuk membeli sebuah minuman bersoda.
"Sepertinya aku harus menyempurnakan teknik baruku sebelum melawan Schiacone si Runner of the end itu. Aku tak boleh kalah untuk yang kedua kalinya.." ucap Izumi.
B E R S A M B U N G