Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
98. Keputusan Andika



Setelah selesai makan malam. Kemudian mereka pun sekeluarga menuju ruang keluarga dan mendiskusikan keinginan Amanda untuk tinggal bersama Kakek dan Neneknya.


"Maafkan Amanda, ya, Pah, Mah! Bukannya Amanda tidak senang tinggal di sini. Hanya saja, Amanda ingin menemani Kakek dan Nenek. Amanda rasa, keberadaan Amanda di sana jauh lebih bermanfaat. Di sini kan Papa dan Mama sudah punya Cakra. Sementara di sana, Kakek dan Nenek hanya tinggal berdua saja!" ucap Amanda.


"Papa sama Mama berjanji akan mendidik Amanda menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi seorang wanita hebat yang kelak akan membuktikan dirinya bahwa dia memang adalah Abimana sejati! Perempuan yang akan membangun perusahaan keluarga kita. Kelak dia akan bahu-membahu bersama Cakra dan Adrian, dalam membesarkan perusahaan keluarga kita." ucap ayahnya Andika dengan penuh semangat.


"Kalau memang Amanda lebih senang tinggal di sana, gak apa-apa. Tapi nanti harus sering main ke sini ya. Siapa tahu, Adek Cakra merindukan Kakaknya." ucap Kesya sambil mengelus rambut Amanda.


"Ya, Mah! Amanda janji!" ucap Amanda dengan sumringah.


Ya, sejak mendapatkan perlakuan buruk dari ayah tirinya, Amanda kini sadar, bahwa Mama tirinya itu adalah orang baik. Yang selalu mencintainya dengan ketulusan. Hati Amanda mulai terbuka.


"Ya sudah, maka lakukan saja. Semoga Amanda tidak merepotkan Papa dan Mama. Ingat, sayang! Kalau kamu membuat Kakek dan Nenek berada dalam masalah, maka Papa tidak akan tinggal diam! Oke?" tanya Andika.


"Iya, Pah! Amanda janji, gak akan kasih masalah untuk Kakek dan Nenek!" ucap Amanda penuh dengan keyakinan.


Yah! Amanda saat ini sudah sangat yakin, di mana dirinya lebih diterima. Bahwa hanya keluarga ayahnya lah yang bisa benar-benar mau menerima keberadaannya di dunia ini dengan cinta kasih seutuhnya. Amanda berjanji akan berusaha untuk menjadi anak yang akan membanggakan mereka, dalam hatinya.


Rasa sakit hatinya, ketika tinggal bersama ibu kandungnya dan mendengarkan percakapan mereka pada malam itu. Sudah membentuk diri seorang Amanda yang baru. Seorang Amanda yang bertekad bahwa dia akan membuktikan kepada dunia, dirinya bukanlah orang yang tidak berguna. Bahwa dia akan membuktikan dia pasti bisa menaklukkan dunia dengan kemampuan dirinya.


Kisah cinta Amanda di saat besar nanti, nanti akan masuk juga ke Novel "Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai" versi tiga. Bagaimana seorang Amanda akan menaklukkan hati seorang Bayu Iswara, yang telah lama menduda, dan akhirnya jatuh cinta dengan pesona seorang CEO wanita yang dingin dan jumawa. Pasti seru deh! Baru merencanakan hal ini, author sudah sangat bersemangat.


Yuk balik lagi ke Novel ini.


Setelah selesai berdiskusi, akhirnya Amanda secara resmi pindah ke rumahnya Kakek dan Neneknya. Jarak rumahnya sebenarnya tidak terlalu jauh, dari kediaman Andika, hanya saja, kesibukan mereka yang membuat mereka jadi jarang bertemu.


"Baiklah, Sayangnya Papah! Ingat! Gak boleh nakal, dan jangan membuat Kakek dan Nenek repot di sana! Harus belajar dengan baik! Buktikan semua janji Amanda, kepada Papa dan Mama! Ok?" ucap Dika sambil mencium pipi putrinya yang sangat cantik itu.


Ya, Amanda mewarisi kecantikan ibu kandungnya, kewibawaan sang ayah. Sikap Amanda mencerminkan kepribadian seseorang yang kuat dan teguh dalam pendirian. Kalau sudah memutuskan sesuatu, akan berjuang dan berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik. Benar-benar mirip seperti ayahnya, Andika Abimana.


Tiba-tiba saja, Amanda menangis tersedu-sedu, ketika dipeluk oleh Kesya. Ya! Hatinya terharu, karena ibu tirinya itu menyayanginya. Ketika tinggal bersama ibunya, ibunya selalu lebih mengutamakan adik tirinya, daripada dirinya. Ayah tirinya bahkan tidak pernah memandangnya. Dia selalu berkata sinis dan selalu berperilaku tidak menerima kehadirannya. Tetapi Kesya, dia begitu mencintainya. Sehingga membuat hatinya merasa terharu dan kini malah menangis tersedu-sedu dipelukanan Kesya. Hal itu membuat semua orang yang ada di sana pun merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Amanda saat ini.


"Mafkan Amanda ya, Mama! Selama ini sudah membuat Mama sedih dan marah, dengan kelakuan Amanda. Amanda janji Amanda akan berubah menjadi lebih baik lagi dan tidak akan membuat Mama marah lagi!" ucap Amanda dengan suara terbata-bata. Kesya bisa menangkap bahwa pasti Amanda telah mengalami kejadian buruk ketika tinggal bersama ibu kandungnya.


"Iya, sayang! Mama memaafkan kamu! Udah, ayo pulang ke rumahnya Nenek! Jangan lupa untuk istirahat dan berdoa sebelum tidur. Ok?" ucap Kesya, memberikan pelukan hangat dan mencium pipi Amanda.


Amanda mengangguk-angguk mengerti, sehingga mereka akhirnya berpisah.


setelah kepergian Amanda Keisha dan Andika akhirnya terlibat pembicaraan serius membahas tentang sikap Amanda tadi ketika berpamitan dengan mereka berdua.


"Pah, Apakah kamu tidak ngerasa, bahwa ada sesuatu yang aneh dalam diri Amanda. Apakah dia telah menerima perlakuan buruk dari Manda di sana? Kenapa Mama ngerasa, seakan menangkap begitu banyak kesedihan di matanya. Papa ngerasa nggak sih? Perubahannya itu terlalu drastis dan rasanya nggak alami!" ucap Kesya.


"Iya! Papa tahu! Kemarin, suaminya Manda sudah menghubungi Papa. Dia meminta maaf kepada Papa. Katanya, dia memang sengaja melakukan itu agar Amanda bisa fokus untuk tinggal di sini. Demi masa depannya dia memang sengaja memberikan luka di hati Amanda. Agar jangan minta lagi untuk tinggal bersama dengan ibunya. Jadi ya itu, hasilnya. Amanda Menjadi bersikap seperti itu. Sudahlah! Biarkan saja! Nanti secara perlahan, Amanda pasti akan bersikap biasa lagi. Mungkin sekarang, hatinya hanya sedang merasa gundah saja, karena mendapatkan perlakuan buruk saat tinggal bersama ibu kandungnya. Ya udah ya, sayang! Kita tidur aja deh!" akhirnya Dika memutuskan untuk mengakhiri pembahasan tentang anaknya yang selama ini selalu menjadi bahan pikirannya.


"Ya udah deh, Pah! Ayo kita tidur aja! Mama juga sudah mengantuk! Kebetulan besok juga ada kegiatan amal di rumah sakit. Jadi pasti akan sangat lelah sekali. Apakah besok Papa bisa hadir di kegiatan itu?" tanya Kesya sambil menggandeng tangan sang suami.


"Kegiatan apa itu?" tanya Andika.


"Operasi bibir sumbing gratis bagi anak-anak dan Kami juga akan mengoperasi beberapa anak yang kena kanker di rumah sakit yang Mama kelola. Ya kita juga akan memberikan donasi untuk para anak-anak yatim yang ingin melanjutkan kuliah ke Mesir dan Madinah. Nanti Papa usahakan ya, untuk bisa hadir! Pasti akan tambah ramai kalau Papa datang. Kan, Papa ini adalah magnetnya Abimana grup! Ya kan?" rayu Kesya.


Demi mendengar ucapan sang istri, Andika bahkan sampai tertawa terbahak-bahak. Bagaimana mungkin dia disebut sebagai magnet Abimana grup oleh istrinya sendiri.


"Magnet bagaimana, sayang?" tanyanya heran.


"Iya kalau Papa datang itu, pasti ibu-ibu dan para gadis banyak yang hadir di acaranya. Dan pasti mereka banyak memberikan sumbangan untuk anak-anak yang tidak mampu itu!" ucap Kesya.


"Ya ampun sayang jadi kau menggunakan suamimu ini untuk mencari uang?" kelakar Andika. Yang malah membuat Kesya tertawa terbahak-bahak. Merasa lucu dengan kelakar sang suami.