Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
96. Neneknya Amanda Menjemputnya



Setelah menunggu sang Nenek agak lama, Amanda sangat senang bertemu dengan sang Nenek kembali. Amanda langsung memeluk sang Nenek. Menangis.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu menangis? Apakah mereka menyakiti hatimu?" tanya Neneknya khawatir.


"Tidak, Nenek! Amanda hanya sedih, karena berpisah dengan Mamah. Amanda rindu sama Nenek dan Kakek! Nek, apa boleh kalau Amanda tinggal bersama Neneknya dan Kakek saja?" tanya Amanda Tampak takut.


"Tentu saja, sayang! Kamu bisa tinggal sama Nenek dan Kakek!" Amanda lalu memeluk sang Nenek dengan penuh haru. Gadis kecil yang merasa bahwa tidak ada siapapun yang menerimanya, kini menangis sedih.


"Sayang, ayo kita berangkat! Tidak perlu berlama-lama di sini. Kalau membuat kamu jadi sedih. Ayo kita pulang, Amanda akan tinggal bersama Kakek dan Nenek. Kakek pasti sangat senang, Karena rumah kami akan ramai lagi." ucap sang Nenek begitu bahagia.


" Terima kasih nenek sudah menjemput Amanda Ya? Tadinya Amanda sudah sangat ketakutan, kalau Nenek dan Kakek juga tidak peduli lagi dengan Amanda! Mama tidak menginginkan Amanda lagi. Bahkan suaminya Mama bilang kalau Amanda hanya menyusahkan dia! Jika jika!" Amanda kemudian menangis dalam pelukan Neneknya.


"Jangan khawatir, Sayang! Nenek pasti akan menyayangi kamu dan menjaga kamu. Kakek pasti akan bahagia sekali kalau Amanda memang betul-betul menginginkan untuk tinggal bersama kami, di rumah kami. Sekarang rumah Nenek sepi sekali, setelah tante Merry pindah ke Pontianak." ucap Nenek sambil mengelus rambut sang cucu perempuan satu-satunya itu.


"Ayo, kencangkan dulu, sabuk pengamannya! Kita akan terbang sebentar lagi!" ucap Sang Nenek.


Amanda kemudian mengencangkan sabuk pengamannya dan memilih untuk tidur. Karena saat ini pikirannya, hatinya, jiwanya, mentalnya, bahkan psikologisnya merasakan sangat lelah. Ya kasihan sekali anak berusia 12 tahun ini, kini pikiran dan hatinya begitu terluka oleh semua kata-kata jahat yang dikatakan oleh ayah tirinya.


Neneknya Amanda menatap wajah cucunya yang sembab. Tampaknya Amanda banyak menangis ketika tinggal bersama ibunya. Entah berapa banyak penderitaan yang dialami oleh gadis kecil itu. Hatinya terenyuh.


"Semoga! Karma buruk itu hanya berakhir sampai di sini. Jangan sampai, ada Amanda Amanda yang lain. Jangan sampai ada Merry Merry yang lain, di dalam keluarga kami. Sungguh kasihan, nasib anak-anak tidak berdosa ini. Harus dilempar ke sana ke sini. Ya Tuhan! Ampunkanlah segala dosa-dosa kami dan perbaikilah kualitas keturunan keluarga kami ya Allah!" doa wanita tua itu.


Wanita hebat yang telah menjalani begitu banyak kisah, dalam hidupnya. Perjuangannya dalam mempertahankan keluarga Abimana grup. Hingga detik ini dan hingga saat ini. Dia tetap mendampingi Farhan Abimana dan selalu setia serta memberikan begitu banyak kontribusi dalam keluarga tersebut. Sehingga kini telah menjadi keluarga yang terpandang dan disegani di seluruh penjuru dunia.


"Nenek berharap, kamu akan menjadi pribadi yang kuat yang hebat! Wanita yang bisa mengalahkan dunia ini. Mengalahkan mereka yang memandangmu rendah, karena kamu terlahir bukan dalam sebuah pernikahan syah. Semoga kamu kuat,Nak! Semoga kamu bisa membawa dirimu dan membuktikan kepada dunia bahwa kamu adalah Abimana sejati!" kemudian wanita tua itu mengelus rambut cucunya dengan penuh kasih sayang.


Ya, dia mengingat masa lalunya bersama suaminya yang penuh dengan Onak dan duri. Masa lalu yang penuh dengan air mata dan kesedihan. Ketika dirinya mendapatkan suatu kenyataan, bahwa sang suami, yang dia cintai sepenuh hati, ternyata memiliki wanita lain di luar sana. Dan telah menghasilkan seorang anak yang akhirnya, dia harus rela membesarkan anak tersebut. Karena ibunya yang meninggal di saat melahirkan anak tersebut. Sungguh perlu kekuatan yang besar, untuk dia dapat melakukan hal itu.


Tanpa terasa, air mata mengalir di pipinya. Kesedihan dan rasa pedih, yang sudah lama tertutupi, kini akan terbuka lagi. Dengan melihat keadaan Amanda saat ini, seperti mengingatkan dia kepada masa lalu, ketika dia membawa Merry yang masih merah, baru saja di lahirkan ke dunia. Ketika dengan hati remuk redam, dirinya membawa Merry ke dalam keluarga Abimana grup.


Flass on


Hati wanita manakah? Yang sanggup, menerima sebuah kenyataan berat. Mengetahui fakta bahwa suaminya, yang selama ini dirinya percaya, ternyata memiliki perempuan lain selain dirinya, di luar sana.


"Pah, bisakah kau hentikan tangis bayi itu? Mamah tidak sanggup mendengarkan lagi!" teriaknya histeris.


Seketika, suaminya yang sedang tertidur pulas, segera beranjak bangun, ketika mendengar teriakan iatrinya yang menggelegar. Suaminya bangun dan kemudian berlari ke arah bayi mungil tersebut. Bayi yang kini sedang menangis karena lapar dan haus.


Dengan sikap dia membuatkan susu untuk sang bayi. Yang saat ini sedang kelaparan dan kemudian dia menimang bayi tersebut dengan penuh kasih sayang. Saat itu, ibunya Andika menatapnya dengan nyalang. Perasaan sakit dan sedih yang sedang dialami seakan terus mempalu godam hatinya, dengan perbuatan sang suami yang telah menghianati pernikahan mereka.


Melihat sang suami yang begitu telaten mengurus bayi tersebut, malah membuat hatinya semakin sakit semakin Pedih. "Apa kau begitu mencintai perempuan j@l@ng itu? Sehingga kau begitu mengurus anak itu, huh? Kau mengurus bayi haram itu, dengan penuh perhatian. Dahulu, ketika Andika lahir, kau sama sekali tidak pernah merasa untuk memperdulikannya. Bahkan kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu. Apakah wanita ****** itu lebih berharga daripada aku, huh? Kamu sungguh tega!" Ibunya Andika lalu pergi ke rumah kaca yang berada di atas rootroof. Ya, itulah kebiasaan dia kalau hatinya sedang sedih. Maka dia akan menghabiskan waktunya semalaman di sana menuliskannya dalam buku diary.


Buku diary itulah yang kemudian dibaca oleh Merry dan Andika. Ketika mereka terjebak di ruangan itu. Sehingga membuat Merry dan Andika mengetahui masa lalu kelam ayah mereka. Merry mengetahui bahwa dirinya bukan anak dari wanita yang selama ini dia anggap sebagai ibunya.


"Mah! Maafkan Papa, karena Papa sudah menyakiti hati Mama. Maafkan Papa! Karena Papa sudah menorehkan luka yang begitu berat untuk Mama. Papa berjanji, Papa tidak akan pernah mengulanginya lagi. Papa berjanji, Papa tidak akan pernah menyakiti hati Mama lagi. Maafkan Papa, Mah! Untuk Sekali Ini Saja! Dan tolong, untuk Mama bisa menerima Merry, bagaimanapun Anak itu tidak berdosa. Dia hanyalah menjadi bagian dari kesalahan kami berdua!" ucap Farhan saat itu.


"Kalau Papa berani bermain api lagi, di belakang Mama! Percayalah! Mama pasti akan membunuh Papa, Mama pasti akan membunuh Andika dan juga anak haram itu! Karena Mama tidak akan pernah bisa memaafkan Papa lagi! Papa harus ingat apa yang Mama katakan hari ini! Harus! Haus!" kemudian wanita itu, menangis tersedu-sedu. Menangis sedih dan pedih. Sehingga membuat hati Sang suami begitu pilu, menyesali apa yang sudah dia perbuat selama ini.


Keduanya lalu saling berpelukan. Dan berjanji akan saling menjaga kehormatan Abimana Grup, dan hidup dalam kerukunan. Mamanya Andika kemudian menjalani hidupnya dengan tenang. Karena sang suami benar-benar berubah. Karena dia menempati janjinya, asal ibunya Andika mau merawat Merry, maka dia akan hidup hanya untuk keluarga mereka saja.


Flass off


Setelah mereka sampai di Dubai, sebuah mobil mewah telah menanti mereka di bandara. Amanda merasa bahagia, karena kini telah kembali tinggal bersama keluarga ayahnya. Saat ini, Amanda telah sadar, bahwa memang hanya mereka yang mau menerima keberadaan dirinya di dunia ini.


"Amanda janji, Nek! Amanda tidak akan mengecewakan Nenek sama Kakek!" lalu Amanda memeluk sang Nenek penuh dengan kasih sayang.


"Ya, sayang! Nenek dan Kakek pasti akan selalu menyayangi kamu! Kamu belajar yang rajin, agar nantinya bisa bersama-sama dengan Adrian dan Cakra, mengurus perusahaan keluarga kita!" ucap sang Nenek.


"Baik, Nek! Amanda pasti akan terus berusaha agar bisa membanggakan Nenek dan Kakek, serta Papah dan Mamah Kesya!" ucap Amanda.


Amanda belajar dengan sangat keras dan membuktikan kepada dunia. Bahwa dia adalah wanita yang hebat, wanita yang kuat. Dan, ketika dia besar, dia berubah menjadi seorang CEO, yang memiliki tangan dingin dan membantu sang ayah, untuk mengembangkan perusahaan keluarga. Sampai Adrian siap untuk menerima sebagai pewaris dari Abimana grup.