
Di dalam ruangan yang di fasilitasi oleh pemerintah setempat, terlihat Elena dan Mark terus menetap ke arah Andika dan Kesya yang ditemani oleh asisten dan sekretarisnya.
Hari itu Mereka berempat datang untuk menemui pemilik tanah yang akan memutuskan untuk menjual tanahnya kepada siapa. Tampak Elena dan Mark tersenyum penuh kemenangan karena merasa bahwa mereka sudah pasti akan bisa mendapatkan tanah itu untuk mereka gunakan sebagai pembangunan mall dan juga diskotik.
" Sebaiknya kalian pulang saja. Karena kehadiran kalian di sini percuma. Tidak akan membuahkan hasil apapun. Pemilik tanah itu sudah pasti akan menjual tanahnya kepada kami karena harga yang kami tawarkan dua kali lipat daripada harga yang kalian berikan!" ucap Mark sambil menatap sinis kepada Andika yang teramat sangat Dia benci karena selalu membuat istrinya menangis.
Entah bagaimana perasaan Mark, ketika dia mengetahui kenapa Istrinya selalu menangis gara-gara Andika. Apakah dia akan membenci Andika ataukah akan ucapkan terima kasih kepada Andika karena selalu menolak Elena yang selalu mengajak bermesraan dengannya setiap Elena bertemu dengan Andika.
Tampaknya Elena memang belum bisa move on dari Andika yang selama ini sangat dia cintai dengan sepenuh hati. Jujur saja, Elena masih penasaran dengan Andika yang dulu begitu memuliakan dan memujanya bahkan sampai rela bersitegang dengan kedua orang tuanya hanya untuk bisa bersama dengannya.
' Lalau bukan karena gadis kampung bercadar itu, tidak mungkin Andika meninggalkan aku. Lihatlah Kesya! Sebentar lagi aku pasti akan bisa menarik Andika ke dalam pelukanku lagi dan membuat dia tidak akan mau melirik kamu lagi!' bathin Elena kepanasan melihat Andika yang terus menggenggam telapak tangan Kesya tanpa mau melepaskannya.
Tidak lama kemudian keluarga besar pemilik tanah itu pun datang ke ruangan itu.
" Mohon maaf karena kami sudah membuat kalian menunggu lama. Karena kami harus berdiskusi dulu dengan semua anggota keluarga besar kami. Apakah akan menjual tanah itu ataukah tidak. Karena tanah seluas 50 hektar itu dulu di beli oleh Kakek kami, dipersiapkan untuk membangun sebuah rumah sakit untuk para lansia. Akan tetapi tiba-tiba saja perusahaan keluarga kami bangkrut sehingga mengakibatkan tanah itu menjadi terbengkalai, tidak berfungsi apapun juga hingga saat ini." ucap Kepala keluarga itu dengan mata berkaca-kaca karena sedih mengingat keadaan keluarga nya yang sekarang bangkrut.
Kesya bisa merasakan kesedihan laki-laki itu sangat mendalam ketika dia menceritakan tentang sejarah Tanah yang saat ini sedang diperebutkan oleh perusahaan Clarkson dan Abimana grup.
" Percayalah Sayang. Aku pasti akan bisa membantumu untuk mendapatkan tanah itu dan kita akan membangun rumah sakit yang bisa berguna untuk lingkungan sekitar!" bisik Kesya pelan kepada Andika ketika tadi dia mendengar kepala keluarga Albert bicara saat menjelaskan tentang sejarah tanah itu.
Andika tersenyum kepada Kesya. Dia sangat percaya bahwa istrinya adalah seorang negosiator yang sangat ulung dan juga memiliki hati yang baik. Siapapun yang mendengarkan perkataan Kesya pasti akan tersentuh hatinya.
" Kami akan membeli tanah itu dengan harga 2 kali lipat yang ditawarkan oleh Abimana group dan kalian bisa mewujudkan impian kakek kalian di tempat lain!" ucap Mark dengan sangat percaya diri.
Kepala keluarga Albert menatap Mark dengan tajam. Sebenarnya dia pun merasa senang dengan penawaran keluarga Clarkson yang akan membeli tanah peninggalan kakek mereka yang sudah meninggal kurang lebih 10 tahun yang lalu.
Kalau bukan karena perusahaan keluarga mereka yang bangkrut tiba-tiba, tanah itu pasti sekarang sudah berdiri sebuah rumah sakit megah seperti cita-cita kakeknya.
Kepala keluarga Albert tampak menatap Kesha dengan lembut tampak dia tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Kesya.
" Saya akan menunjukkan kepada kalian semua, tentang Rumah Sakit Keluarga kami yang ada di Dubai dan juga Yayasan sosial yang dimiliki oleh Abimana group yang telah membantu banyak sekali anak-anak yang menderita penyakit kanker maupun penyakit jantung!" Kesya kemudian mengambil laptopnya dan menunjukkan presentasi yang sudah dia siapkan tadi malam untuk menghadapi pertemuan ini.
Mata semua anggota keluarga Albert semuanya begitu terpesona ketika melihat kemegahan dan kemewahan Rumah Sakit Abimana grup. Mereka juga tampak kagum dengan yayasan sosial untuk anak-anak yang memiliki penyakit kanker dan jantung yang dimiliki oleh Abimana grup.
" Itu benar-benar sangat luar biasa sekali! Saya sangat suka dengan konsep yang akan dilakukan oleh perusahaan kalian terhadap tanah itu. Saya pribadi akan dengan senang hati menjual tanah itu kepada perusahaan kalian. Dan saya harap rumah sakit itu akan memberikan dampak positif bagi lingkungan tempat tinggal kami! Bagaimana semua saudara-saudaraku? Apakah kalian juga sependapat denganku untuk menyerahkan tanah warisan dari Kakek kita untuk dijual ke Abimana grup agar cita-cita Kakek kita bisa terwujud?" tanya kepala keluarga Albert kepada semua anggota keluarganya yang hadir di sana.
Mark dan Elena tampak terkejut mendengarkan pernyataan dari kepala keluarga Albert yang menyatakan akan menjual tanahnya kepada Andika.
"Eh! Apakah kau bodoh Pak Tua? Kenapa kau melepaskan uang yang begitu besar hanya untuk cita-cita bodoh kakekmu?" protes Elena yang sudah mulai hilang sabar karena dia merasa terancam tanah tersebut akan lepas dari tangan mereka.
Kesya bangkit dari duduknya dan mendekati kepala keluarga Albert. Dengan tenang dan juga tatapan yang begitu lembut, Kesya kemudian menjelaskan kembali apa saja yang akan direncanakan oleh Abimana grup ketika mereka sudah mendapatkan tanah tersebut.
" Percayalah Tuan kakek Anda pasti akan merasa bangga kepada kalian semua karena kalian sudah memperjuangkan cita-citanya untuk memberikan kemanfaatan kepada lingkungan kalian dengan tanah warisan yang dia tinggalkan. kami bisa memberikan jaminan untuk seluruh keluarga besar kalian akan mendapatkan pengobatan gratis ketika kalian mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit kami. Kami akan membuatkan kartu keanggotaan khusus untuk seluruh anggota keluarga kalian yang akan bebas biaya ketika membutuhkan perawatan medis dari rumah sakit ini. Bahkan jika kalian mau, kalian bisa meminta permintaan khusus apabila ingin anak cucu kalian ingin bekerja di rumah sakit ini ataupun ingi. beasiswa murid berprestasi yang biasanya selalu kami adakan seleksi di setiap tahunnya!" ucap Kesya dengan ketenangan yang luar biasa.
Andika meminta kepada sekretarisnya untuk mencatat semua janji yang dikatakan oleh Kesya dalam rangka membujuk keluarga besar Albert untuk mau menyerahkan penjualan tanah tersebut kepada perusahaan Abimana grup.
Bagaimanapun Andika tidak mau kalau sampai nanti istrinya dicap sebagai orang yang mengobral janji kepada orang lain, ketika menginginkan sesuatu. Tetapi tidak mampu untuk melaksanakannya di kemudian hari ketika keinginannya sudah tercapai.
Andika benar-benar menjaga hal itu agar jangan sampai terjadi kepadanya. Andika ingin tetap menjaga nama baik dan kehormatan sang istri tercinta.
" Percayalah perusahaan Abimana grup pasti akan melakukan semua janji yang sudah dikatakan oleh istriku untuk keluarga kalian. Bahkan kalau kalian ingin mendapatkan saham di dalam rumah sakit itu pun, kami akan memberikannya tanpa pikir panjang." ucap Andika sambil berdiri dengan gagah di samping Kesya yang sedang tersenyum kepadanya.