
Setelah Rahmat dan Humairah sampai di kediaman mereka. Mereka kembali mendiskusikan tentang rencana Perjodohan antara Ayana dan Agus.
"Perusahaan Sugandi grup itu ibaratnya seperti nafas bagi keluarga Sugandi. saya pasti bisa meyakinkan mereka untuk menerima Agus sebagai bagian dari keluarga mereka." ucap Humairoh dengan penuh keyakinan.
"Dulu kau bahkan meninggalkan perusahaan demi untuk bisa bersamaku. Setelah kau kembali mendapatkan perusahaan. Kenapa kau kembalikan kepada mereka?" tanya Rahmat tampak penasaran dengan keputusan istrinya.
"Aku bisa menilai karakter Agus. Dia seorang yang pekerja keras dan juga jujur. Dia juga memiliki hati yang bersih. Aku yakin dengan kedewasaan dan kebijaksanaan dia. Dia bisa merubah Ayana menjadi seorang gadis yang bertanggung jawab dengan hidupnya!" ucap Humairoh sambil mengelus tangan suaminya.
"Baiklah aku akan mempercayai penilaianmu tentang Agus, sayang. Memang Ayana harus dibimbing untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Agar tidak selalu melakukan kekacauan di manapun dia berada! Apa kau tahu? Betapa bosannya aku selalu harus membawa dia pulang dalam keadaan mabuk hampir setiap malam dan dia selalu membuat banyak sekali keributan dan kekacauan di manapun dia berada!" ucap Rahmat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ketika dia mengingat kesulitannya dalam mengatur Ayana yang sangat hobi menghabiskan waktu malamnya di klub malam dengan minum dan mabuk-mabukan.
"Ada banyak luka di dalam hati Ayana. aku bisa memahaminya. Mungkin dia mencari pelampiasan untuk membuat hatinya menjadi lebih lapang!" ucap Humairoh memberikan penilaiannya tentang Ayana.
"Aku berharap dengan pernikahan ini Ayana akan menjadi lebih baik dan Agus bisa membimbing ayahnya menjadi pribadi yang lebih bijaksana!" ucap Agus dengan sangat optimis dengan keputusan sang istri untuk menjodohkan Ayana dan Agus.
"Ini akan menjadi PR yang sangat berat untuk Agus. Untuk bisa mengendalikan Ayana yang temperamental dan juga suka semaunya sendiri!" ucap Rahmat sambil termenung dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia merasa kasihan dengan nasib Agus yang pasti setiap hari harus mengurut dada melihat kelakuan Ayana yang luar biasa.
"Sudahlah Ayo kita tidur Besok pagi kita harus membicarakan ini dengan keluarga besarku aku akan membawamu kepada mereka dan mengenalkanmu! Sekarang aku sudah mempunyai kekuatanku sendiri dan aku sudah tidak takut lagi dengan kekuatan keluarga Sugandi!" ucap Humaira.
"Bagaimana kau bisa bangkit sayang? Bahkan kau sukses membangun perusahaan sebesar itu!" tanya Rahmat begitu penasaran dengan perjuangan sang istri selama ini.
"Almarhum akekku yang merasa kasihan dengan nasibku yang harus di tendang oleh Papahku dari keluarga Sugandi. Dialah yang telah memberikan sebuah perusahaan kecil untuk aku kelola dan dengan kemampuanku. Aku bisa mengembangkan perusahaan itu sedikit demi sedikit menjadi sebuah perusahaan yang multinasional dan sekarang bahkan telah go internasional!" ucap Humairoh menceritakan asal muasal perusahaan yang sedang dia kelola saat ini.
"Jadi yang dulu mengusirmu dari keluarga Sugandi adalah ayahmu bukan kakekmu?" tanya Rahmat merasa penasaran.
"Karena Ayah berniat menjodohkanku dengan Putra sahabatnya. Akan tetapi Aku segera menolaknya karena hatiku telah tertawan oleh seorang laki-laki sederhana yang telah mencuri hatiku dengan ketulusan dan juga cintanya yang begitu hangat. Oleh karena itu, Papa marah besar dan kemudian kelepasan untuk mengusirku dari keluarga Sugandi!" ucap Humairoh sambil meremas tangan Rahmat yang sedang memeluk pinggangnya dari belakang.
"Aku tidak tahu kalau perjuanganmu dahulu begitu besar untuk bisa bersama denganku. Maafkan aku yang tidak bisa memberikan kehidupan layak untukmu selama menjadi istriku!" ucap Rahmat tampak menyesali apa yang terjadi di antara mereka berdua selama perjalanan Biduk rumah tangga mereka selama 30 tahun terakhir.
"Kau tahu Mas? Ketika sesuatu dihadapi dengan cinta. Tidak ada hal yang memberatkan hati kita. Semuanya terasa begitu manis ketika aku bertemu denganmu dan juga mulai bercumbu denganmu!" ucap Humairoh mengulas senyum di bibirnya membuat Rahmat menjadi terharu.
Rahmat kemudian mencium bibir istrinya dengan penuh kerinduan. Hasrat yang tadi tertahan, ketika mereka berciuman di depan kontrakan Agus kini semuanya dilampiaskan dengan penuh cinta kasih terhadap sang istri yang selama dua hari ini sangat dia rindukan.
Rindu dendam yang ada di hati keduanya mereka lampiaskan malam itu. Mereka telah membuktikan bahwa cinta memang akan menang dalam menghadapi setiap masalah apapun dalam sebuah rumah tangga yang saling mencintai.
Setelah mereka berdua mengungkapkan perasaan cinta yang terpendam selama mereka berpisah dan bertengkar. Mereka pun kemudian terlelap dalam tidur. Setelah pertempuran sengit antara mereka berdua di atas ranjang yang selama dua hari ini terasa begitu dingin karena perpisahan dan salah paham Rahmat terhadap istrinya.
Keesokan paginya setelah mereka bangun tidur, sholat, sarapan dan setelah melakukan semua aktivitas di pagi hari.
Humairoh langsung menghubungi keluarga besarnya untuk mengadakan pertemuan di kediamannya. Humairoh ingin membicarakan tentang rencana Perjodohan antara Ayana dengan Agus.
"Ayana tolong kau sampaikan kepada seluruh keluarga besar kita untuk datang ke kediaman Bibi yang ada di Bintaro kau tahu tempat itu kan?" ucap Humairoh memberikan perintah kepada Ayana untuk mengumpulkan semua keluarga besar mereka di kediaman utama miliknya yang selama ini disembunyikan oleh dirinya terhadap Rahmat.
Humairoh hanya datang pada siang hari le dalam rumah itu. Dia datang hanya untuk makan siang dan juga berganti pakaian apabila dia hendak berangkat ke kantornya untuk meeting maupun pesta bersama rekan bisnisnya. Pada saat sang suami sedang bekerja bersama dengan Ayana sebagai sopir pribadinya.
Rahmat yang selama ini selalu mempercayai Humairah makanya dia tidak pernah Curiga dengan kegiatan sang istri selama dia tidak ada di dalam rumah.
Sementara anak-anak Humairoh pun tidak pernah merasa Curiga dengan ibunya yang tidak pernah kehabisan uang. Apabila mereka membutuhkan dana mendadak.
Humairoh memang sangat ahli dalam mengemas sandiwaranya sebagai perempuan miskin di depan keluarga kecilnya bersama Rahmat. Tetapi kekuatan cinta mereka berdualah yang menyatukan mereka kembali setelah perpecahan karena terungkapnya identitas yang sesungguhnya seorang Humairah oleh sang suami.
Setelah semua keluarga besar Sugandi berkumpul. Humairoh kemudian langsung menyampaikan apa yang menjadi tujuannya mengumpulkan mereka semua di kediaman utama miliknya.
Rahmat yang pertama kali menginjakkan kakinya di rumah itu merasa sangat takjub dengan interior maupun segala yang ada di dalam kediaman itu.
Seketika hatinya merasa ciut dengan kekuatan dan kekayaan yang dimiliki oleh sang istri yang luar biasa. Apalagi ketika dia datang ke kantor sang istri yang begitu megah dan mewah. Hati Rahmat seakan merasa minder dengan kehebatan sang istri yang luar biasa baginya.
'Aku tidak pernah menyangka. Kalau aku menikah dengan seorang perempuan yang memiliki segalanya. Tetapi dia bisa menahan untuk hidup sederhana bersamaku. Entah aku harus bersyukur atau menyesalinya?' batin Rahmat sambil terus menatap sang istri yang saat ini sedang berbicara secara formal dengan keluarga besarnya membicarakan perihal rencana dirinya yang menjodohkan ayahnya dengan Agus.
Tampak keluarga besar istrinya seperti menolak dan tidak menginginkan perjodohan tersebut. Sama persis seperti yang diprediksi oleh Rahmat.
"Aku akan menjadikan perusahaan Sugandi sebagai mahar pernikahan Agus bersamamu Ayana!" ucap Humairoh dengan penuh keyakinan sambil menatap satu persatu anggota keluarga besarnya yang saat ini begitu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Humairah kepada mereka.
Terutama Ayana yang sangat menentang dengan rencana pernikahan itu. Akan tetapi dirinya merasa sayang dengan perusahaan yang selama ini dia kelola sepenuh hati dan dia besarkan seperti anaknya sendiri.