Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
184. Ngotot



Ayana tampak marah melihat bibinya yang berisi keras untuk menjodohkan dirinya dengan Agus.


"Bibi akan menjadikan perusahaan Sugandi sebagai mahar atau mas kawin bagi Agus untuk kamu!" ucap Humairoh dengan lantang.


"Bibi jangan sewenang-wenang seperti itu. Bagaimana mungkin dirimu mengatur rumah tangga seperti ini?" ucap Ayana semakin tidak mengerti dengan bibinya.


"Kau harus ingat Ayana! Perusahaan itu Bibi yang membeli jadi terserah Bibi dong akan memberikannya kepada siapa!" ucap Humairah dengan tersenyum.


Humairoh kemudian menatap kepadaku semua keluarga besar Sugandi.


"Kalau Ayana tidak menikah dengan Agus, maka perusahaan Sugandi akan menjadi milik aku selamanya!" ucap Humairoh kemudian bersiap untuk meninggalkan kediamannya.


Sejak tadi dia menunggu Agus tetapi tidak juga nampak batang hidungnya.


"Bibi tidak bisa sewenang orang seperti itu! Bukankah perusahaan Sugandi adalah milik keluarga Sugandi? Kenapa Bibi mau memberikannya pada orang lain?" Ayana masih berontak dengan niat Humairah untuk menjodohkannya bersama Agus.


"Dia yang sudah menyelamatkan rumah tangga bibi itu adalah sebagai hadiah untuknya?" WhatsApp Humairah dengan penuh kemenangan karena dia bisa memastikan bahwa ayahnya pasti akan menerima keinginannya untuk menikahkan Ayana bersama dengan Agus.


"Gak tahu kenapa Bibi berubah seperti ini tapi Ayana tidak bisa untuk menikahi laki-laki kampungan itu?" ucap Ayana dengan menatap tajam kepada pipinya.


"Asal kau tahu! Setelah dia menjadi pemilik dari Sugandi group maka dia bukanlah anak kampungan lagi?" ucap Humairoh dengan senyum penuh kemenangan.


Semua orang yang hadir ruangan Itu tampak marah melihat Humairoh tetapi mereka pun tidak bisa berkutik sama sekali.


"Percayalah pada Bibi Ayana Agus adalah jodoh yang terbaik yang bisa diberikan untukmu! Bukankah waktu itu Bibi berjanji padamu akan memberikan kamu seorang calon suami?" Ayana kembali mengingat-ingat apa yang sudah dijanjikan oleh Bibinya.


"Iya bibi saya ingat kalau Bibi akan Berusaha mencarikan seorang suami untukku!" ucap Ayana tertentu lesu.


"Bibi ini tahu dan bisa membaca karakter orang lain Jadi Bibi sangat yakin kalau bagus akan menjadi suami yang baik untuk kamu Ayana!" ucap Humairoh sambil mengelus tangan Aya Naya saat ini sedang mengepal di hadapannya.


"Bagaimana bisa kamu menikahkan putriku dengan laki-laki yang Bahkan dia tidak tahu dari mana asal usulnya!" protes ibunya Ayana sambil menatap tajam kepada Humairoh.


"Dulu kalian mengusirku dari perusahaan dan juga keluarga Sugandi hanya karena gara-gara aku mencintai laki-laki yang miskin!" ucap Humairo sambil menatap satu persatu anggota keluarga Sugandi yang hadir di rumah itu.


"Cepatlah putuskan Ayana kau akan menerimanya atau tidak?" tanya Humairoh sudah tidak sabar lagi dengan jawabannya.


Humaira menatap semua orang yang ada di ruangan itu.


"Apakah kau merasa sakit hati dan tersinggung ketika kami dulu mengusirmu? Oleh karena itu kau mencari balas dendam dengan cara seperti ini? Menjatuhkan harkat dan martabat kami dengan menikahkan ayahnya dengan laki-laki yang tidak sederajat dengan kami?" tanya kakak tertua Humairoh sambil menatap tajam kepada Humairah yang dianggap sudah lancang karena sudah menikahkan khayalan dengan laki-laki miskin.


"Terserah kalian mau mengatakan apa. Yang jelas keputusan adalah seperti itu kalau kalian mengingatkan perusahaan juga yang dikembali maka segala persiapkan pernikahan Ayana dengan Agus!" ucap Humairah sambil tersenyum kepada semuanya kemudian dia meninggalkan ruangan itu tanpa mengatakan apapun lagi.


"Sebenarnya Kau maunya apa? Kenapa kok begitu lancang sekali dan memaksakan ayahnya untuk menikah dengan laki-laki itu?" ucap kakak kedua Humairoh yang sejak dulu selalu tidak senang dengan Humairo.


"Niatku hanya ingin membuat Ayana menjadi manusia yang lebih berkemanusiaan dan bisa menghargai orang lain. Hanya Agus yang bisa membimbing dia menjadi seorang wanita Mandiri dan juga baik.


"Jadi Bibi melakukan ini karena Bibi ingin agar ayahnya berfasikap menjadi lebih baik dan mandiri?" tanya Ayana merasa ada celah untuk dia bisa bernegosiasi dengan bibinya untuk menolak pernikahan itu.


" Ayana janji Ayana akan berusaha untuk merubah diri mulai sekarang bikin jadi bibir tidak usah menikahkanku dengan pria yang tidak kucintai!" Ayana kembali memohon kepada Humaira Untuk membatalkan keinginannya menikahkan dirinya bersama dengan Agus.


"Maafkan saya saya pun menolak dengan pernikahan ini!" tiba-tiba saja aku sudah berada di antara mereka semua dan dia menatap tajam kepada Ayana yang sejak kemarin selalu merendahkan dirinya.


" Saya juga tidak sedih menikah dengan perempuan kasar seperti perempuan itu saya juga memiliki Wanita impian yang untuk saya jadikan sebagai istriku!" ucap Agus sambil menatap tajam kepada ayahnya tampak dia tidak senang dengan rencana pernikahan itu.


"Lancang Siapakah berani sekali kau menginterupsi rapat keluarga besar Sugandi?" ucap kakak pertama Humairoh sambil menetap tajam kepada Agus yang dia nilai sangat-sangat jelek dan juga miskin.


"Dia adalah laki-laki yang akan menikah dengan ayena yang akan saya pasrah yang berusaha Sugandi untuk menjadi mahar pernikahan mereka!" ucap Humairoh menjawab pertanyaan Kakak pertamanya.


" Agus Aku akan memberikanmu perusahaan keluarga Sugandi tetapi dengan syarat kalau kau menikah dengan Ayana kalau tidak maka aku tidak akan jadi memberikannya padamu!" ucap Humairoh kemudian dia meninggalkan mereka.


"Tunggu Nyonya! Bagaimana mungkin Anda memutuskan masa depan orang lain dengan cara seperti ini?" tanya Agus protes kepada Humairoh yang tampak tersenyum miring melihat kecemasan di wajah Agus saat ini.


"Bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa aku akan memberikanmu hadiah karena kau sudah menolong suamiku dan juga menyatukan kami berdua?" tanya Humairoh sambil menatap kepada Agus yang kini menundukkan kepalanya.


"Saya menolong kalian baik tanpa pamrih kau tidak usah berpikir untuk balas budi kepadaku! Nyonya aku bisa ambil bacaan itu karena saya tidak membutuhkannya dan saya pun tidak bersedia untuk menikah dengan Ayana!" ucap Agus dengan penuh kemantapan sehingga membuat Ayana merasa tersinggung harga dirinya.


"Heh Kau orang miskin Saja sombong! Di sini aku yang tidak sudi untuk menikah denganmu laki-laki yang tidak punya masa depan sama sekali!" ucapan Ayana menghina Agus luar biasa karena dia sangat merasa jijik pada laki-laki itu yang sudah membuat masa depannya akan hancur dalam satu waktu.


"Kau pikir kau itu perempuan hebat? Bagiku kau hanya perempuan dengan mulut busuk. Siapa sudi untuk menikah denganmu?" akhirnya terjadi perdebatan keras antara Ayana dan Agus.


Humairoh tampak menggeleng-gelengkan kepalanya. Ketika melihat perdebatan dan ngototnya mereka berdua yang menolak Perjodohan yang sudah diatur oleh dirinya dengan pertimbangan yang sangat matang.