Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
194. Kejujuran Ayana



Ayana memicingkan matanya menatap Agus yang saat ini sedang duduk di sampingnya.


" Kemarin kau menolak pernikahan kita tapi sekarang kok begitu bersemangat!" ucap Ayana sambil menatap tajam kepada Agus.


" Punya calon istri secantik kamu. Apa bisa aku menolakmu?" ucap Agus sambil menatap kepada Ayana.


Mendengar yang dikatakan oleh Agus Ayana menjadi merasa berdosa karena dia tidak menceritakan yang sesungguhnya tentang keadaan dirinya.


" Apakah aku boleh jujur padamu? sebelum pernikahan kita benar-benar terjadi!" ucap Ayana sambil menatap kepada Agus.


Agus mengerutkan keningnya melihat tatapan serius yang diberikan oleh Ayana terhadapnya dia menjadi bertanya-tanya apa kira-kira yang akan disampaikan oleh Ayana kepadanya.


" Apa yang kau butuhkan dariku?" tanya Agus merasa gugup.


" Aku tidak butuh apapun darimu. Aku hanya ingin menceritakan sesuatu tentang diriku agar nanti kau tidak merasa bahwa aku menipumu!" ucap Ayana sambil menatap Agus dengan serius.


" Ceritakanlah aku akan mendengarkanmu!" ucap Agus sambil menatap kepada Ayana yang masih tampak mengantuk sebenarnya tetapi Agus menyukai wajah ayahnya yang begitu polos tanpa make up.


" Apa kau tahu kau sangat cantik saat ini!" ucap Agus sambil mengulas senyum kepada Ayana yang membuat Ayana menjadi tersipu malu.


"Dengarkanlah apa yang akan aku ceritakan padamu. Setelah itu terserah padamu akan melanjutkan pernikahan ini atau tidak!" ucap Ayana sambil menatap Agus dengan serius.


" Ya ampun! Sebenarnya apa yang akan kau ceritakan? Kenapa tampak begitu meristerius!" ucap Agus sambil tersenyum kepada Ayana.


" Dahulu ketika aku merayakan ulang tahunku yang ke-17 aku mengundang teman-temanku ke sebuah Club untuk sebuah pesta di saat itu terjadi sesuatu yang seharusnya tidak terjadi padaku!" ucap Ayana sambil menatap kepada Agus yang tampak masih bingung dengan apa yang akan disampaikan oleh Ayana kepadanya.


" Aku kehilangan keperawananku di sana oleh seorang teman sekelasku. Tapi sekarang dia sudah menikah dan punya seorang anak. Aku lama sekali tidak bertemu dengannya baru kemarin aku bertemu dengan dia!" ucap Ayana mempersingkat tentang sejarah hidupnya kepada Agus.


Agus mengerutkan keningnya merasa heran dengan cerita Ayana yang sebenarnya sudah pernah dia dengarkan dari bibinya Ayana sebelum menawarkan pernikahan itu kepadanya.


" Sudahlah tidak usah kau pikirkan. Aku tidak memperdulikan hal-hal seperti itu. Selama kau setia di dalam pernikahan kita aku akan menganggap hal itu tidak ada!" ucap Agus.


Ayana membelalakkan matanya seakan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Agus kepadanya.


"Kau tidak keberatan mempunyai seorang istri yang sudah tidak perawan?" tanya Ayana seakan tidak mempercayai Apa yang diucapkan oleh Agus kepadanya.


" Apakah itu yang menjadi alasanmu hingga saat ini belum menikah?" tanya Agus sambil menatap kepada Ayana.


Ayana terdiam beberapa saat lamanya kemudian dia menatap Agus dan mengatakan sesuatu yang membuat Agus terkejut.


"Aku memang takut untuk mengakui tentang aib yang kumiliki kepada orang yang akan menikahiku. Oleh karena itu aku lebih memilih untuk hidup sendiri daripada harus membuka aib yang ingin aku sembunyikan selamanya!" ucap Ayana menundukkan kepalanya.


' Karena aku pun mempunyai sebuah rahasia yang tidak bisa aku ceritakan kepadamu. Maafkan aku Ayana. Tetapi lebih baik kau tidak mengetahui tentang identitasku!' batin Agus sambil mengalihkan pandangannya ke tempat lain karena dia takut kalau Ayana bisa membaca pikirannya saat ini.


" Apakah kau bisa menceritakan padaku apa yang menjadi beban pikiranmu saat ini?" tanya Ayana menatap Agus yang saat ini sedang menatap taman yang ada di samping kamar Ayana.


" Tidak ada apa-apa aku hanya merasa senang melihat tamanmu!" ucap Agus sambil menoleh ke arah Ayana yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat.


" Benar kau tidak menyimpan rahasia dariku? Katakanlah! Bukankah aku juga mengatakan rahasia terdalam dalam hidupku kepadamu?" tanya Ayana berusaha membujuk untuk Agus membicarakan apa yang saat ini ada di dalam pikirannya.


" Aku benar-benar tidak menyembunyikan apapun. Sudahlah cepat kau bersiap-siap atau aku akan pulang saja?" ucap Agus sambil bangkit dari tempat duduknya saat ini.


" Apa kau tahu bahwa kau sangat cantik ketika baru bangun tidur dan Aku mengagumi kecantikanmu itu!" ucap Agus melihat Ayana yang sedang bersiap untuk pergi ke kamar mandi.


" Jangan Katakan padaku kalau kau seorang Casanova yang pintar merayu seorang perempuan!" ucap Ayana melirik Sekilas kepada Agus yang sekarang sedang tersenyum kepadanya.


" Bagaimana aku bisa menjadi seorang Kasanova kalau aku hanya seorang sopir taksi yang kau pandang hina?" ucap Agus dengan nada sarkas yang membuat Ayana menjadi tidak enak dibuatnya.


" Ya ampun! Lupakanlah itu kan masa lalu sekarang aku tidak pernah menghinamu lagi bahkan sekarang aku menerimamu sebagai calon suamiku!" ucap Ayana sambil tersenyum ke arah Agus.


Agus kemudian bangkit dari tempatnya dan keluar dari kamar Ayana karena Ayana tampaknya akan segera pergi mandi.


" Tidak apa-apa. Kalau kau mau di sini. Aku sudah membawa pakaian gantiku kok!" ucap Ayana sambil menunjukkan pakaian ganti yang dia bawa di tangannya.


" Tidak apa-apa aku ingin pergi keluar menyiapkan sarapan untuk kita berdua!" ucap Agus sambil menatap kepada Ayana yang sudah bersiap untuk masuk ke kamar mandi.


' Bagaimanapun Ayana belum halal Untukku Aku tidak berhak untuk melihat saat ini!' batin Agus kemudian dia pun langsung menutup pintu kamar Ayana dan bersiap ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


Sekitar 20 menit kemudian Ayana pun keluar dari kamar. Tampak Ayana sudah rapih dan juga cantik dengan make up natural nya yang membuat Agus semakin terpesona dengan kecantikan Ayana.


" Apakah kau tahu kau adalah wanita yang sangat cantik yang pernah kutemui?" ucap Agus sambil mengulas senyum kepada Ayana yang kini tampak menundukkan kepalanya karena merasa malu dipuji oleh calon suaminya.


" Kau semakin hari semakin pintar untuk merayu. Aku tidak percaya kalau kau hanya seorang sopir taksi biasa! Kepercayaan dirimu dalam merayuku seorang wanita, bukanlah kepercayaan diri seorang sopir taksi melainkan kepercayaan diri dari seorang tuan muda yang arogan!" ucap Ayana sambil menyantap sarapan untuk dirinya yang tadi sudah dimasak oleh Agus.


" Wah Masakanmu enak juga sungguh beruntung wanita yang menjadi istrimu!" ucap Ayana sambil terus menikmati makanan yang sudah disediakan oleh Agus.


" Bukankah calon istriku ada di hadapanku?" tanya Agus sambil menatap Ayana.


Ayana terkekeh ketika mendengarkan pertanyaan Agus kepadanya.


" Kau benar! Terkadang aku lupa bawa aku ini adalah calon pengantin!" ucap Ayana sambil tersenyum kepada Agus.