
Begitu sampai di Bandara. Agus langsung berlari dan meninggalkan Humairoh di belakang.
" Memang kalau seseorang sudah memiliki tekad baja pasti lautan pun akan diseberangi!" ucap Humairoh ketika melihat semangat Agus untuk mengejar Ayana.
" Kita pergi ke bagian informasi untuk mencari tahu tentang negara tujuan Ayana!" ucap Humairoh memberikan nasehat kepada Agus.
" Menurutku Ayana mungkin saja pergi ke Australia!" ucap Agus.
" Kenapa?" tanya Humairoh merasa bingung.
" Karena saya pernah membaca diary milik Ayana yang ada di dalam kamarnya. Dia menuliskan bahwa cita-cita hidupnya adalah ingin menetap di Australia!" ucap Agus berkata kepada Humairah.
" Ya sudah kita langsung ke bagian informasi untuk mengkonfirmasi apa yang kau katakan tadi!" ucap Humairoh.
Mereka pun kemudian mendatangi bagian informasi dan menanyakan tentang penerbangan menuju Australia pada hari ini.
" Kami ingin bertanya tentang penerbangan ke Australia!" ucap Agus kepada petugas yang sedang bekerja pada hari ini.
" Maaf penerbangan menuju Australia sudah lepas landas sejak 1 jam yang lalu!" ucap petugas itu.
" Apakah saya boleh minta tolong untuk mengecek nama Ayana Sugandi. Apakah ada di dalam pesawat itu?" ucap Agus dengan nafas memburu.
" Maaf kami tidak bisa memberitahukan tentang informasi penumpang kami kepada sembarangan orang!" ucap petugas itu menolak permintaan Agus.
" Tolong berikan saja karena dia adalah suaminya! Keponakan saya kabur tanpa pamit kepada kami. Oleh karena itu kami datang kemari untuk mengejarnya tetapi kami ternyata terlambat!" ucap Humairoh menjelaskan kepada petugas tersebut.
" Nyonya Humairoh Sugandi ternyata. Jadi Nyonya Ayana adalah keponakan anda?" tanya petugas tersebut yang ternyata mengenal Humairoh.
" Benar Ayana Sugandi adalah keponakan saya dan dia adalah suaminya Agus Bagaskoro!" ucap Humairoh sambil melirik sekilas kepada Agus yang tampak terkejut mendengarkan dia mengetahui nama Agus yang sesungguhnya.
" Baiklah! Tunggu sebentar. Saya akan mengecek nama penumpang atas nama Ayana Sugandi!" ucap petugas tersebut.
Sekitar 15 menit kemudian petugas itu kemudian memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Agus dan Humairoh.
" Benar! Nyonya Ayana Sugandi ada di dalam pesawat yang baru saja Lepas Landas menuju ke Australia!" ucap petugas tersebut sambil mengulas senyum kepada Humairah yang dia kenal.
" Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda secara langsung Nyonya Humaira. Anda adalah idola saya sebagai seorang bisnis women yang Superior!" ucap petugas informasi tersebut dengan wajah berbinar-binar ketika dia berhadapan dengan Humairah.
" Terima kasih atas bantuan anda Oh ya kapan ada penerbangan lagi menuju Australia?" tanya Humairoh kepada petugas.
" Nyonya bisa mengecek di aplikasi jasa penerbangan menuju Australia untuk lebih jelasnya!" ucapnya.
" Baiklah terima kasih atas informasi anda dan bantuan Anda semoga hari Anda menyenangkan!" ucap Humairoh kepada petugas itu sambil mengulas senyum yang manis sebagai ucapan terima kasihnya karena sudah membantunya.
Humairoh dan Agus langsung meninggalkan tempat informasi.
Tampak Agus terlihat pucat. Seluruh tubuhnya seakan tak bertenaga.
" Kalau benar Ayana sedang hamil itu artinya dia tidak menginginkan saya sebagai ayah dari anaknya. Oleh karena itu dia melarikan diri dariku!" ucap Agus dengan Lirih.
" Kita tidak tahu pasti apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Ayana. Kita harus menemuinya. Baru kita bisa mengetahui segala kebenaran yang terjadi kepadanya!" ucap Humairoh sambil menatap Agus yang saat ini sedang menundukkan kepalanya dan tampak bulir-bulir air mata menetes tanpa permisi di kelopak mata Agus.
" Sudahlah sekarang kau putuskan. Apakah kau akan mengejar Ayana ke Australia atau akan membiarkannya untuk menenangkan diri di sana dan dia akan kembali setelah pikirannya merasa tenang?" tanya Humairoh kepada Agus yang masih menundukkan kepalanya.
" Untuk waktu dekat ini. Saya tidak bisa untuk pergi dari Indonesia. Karena sedang ada Proyek besar di perusahaan ayahku!" ucap Agus mengatakan tentang dirinya.
" Proyek apa yang kau maksud?" tanya Humairoh penasaran.
" Anniversary ke 50 dari Bagaskoro Sejahtera grup! Ayahku sudah menyerahkan perusahaan kepadaku dan aku harus bertanggung jawab untuk mengurus segalanya karena saat ini Ayahku sedang berada di Singapura dalam pengobatan penyakit kankernya!" ucap Agus dengan lesu.
" Baiklah Bibi paham kesulitanmu. Bibi yang akan pergi ke Australia untuk mengejar Ayana dan nanti bibi akan meminta penjelasan kepadanya. Bibi akan mengabarkan kepadamu tentang semuanya kalau Bibi berhasil menemukannya!" janji Humairoh kepada Agus yang saat ini masih tampak terlihat lemah.
" Kenapa Ayana tidak menginginkan anak dari ku Bi? Kenapa dia tidak memberitahukan kepadaku kalau dia sedang hamil?" tanya Agus dengan suara tersekat di tenggorokannya.
" Bibi tidak tahu pasti apakah Ayana sedang hamil atau tidak. Bibi kan tadi hanya mengatakan kalau Bibi melihat Ayana mengelus perutnya. Itu tidak berarti bahwa Ayana sedang hamil bukan?" ucap Humairah menjelaskan segalanya kepada Agus.
" Sudahlah sebaiknya kau pulang dan beristirahat. Bibi akan segera memesan tiket pesawat untuk berangkat ke Australia. Bibi akan mengecek keberadaan Ayana di sana!" ucap Humairoh kepada Agus yang saat ini sedang menangis tersedu-sedu karena istrinya yang kabur tanpa permisi.
" Saya tak menemani Bibi untuk mencari Ayana ke Australia! Saya harus bertanya langsung kepadanya Kenapa dia menyembunyikan kehamilannya dariku! Saya harus mengetahui semuanya dari mulut Ayana sendiri!" ucap Agus dengan mata yang masih berkaca-kaca.
" Lalu bagaimana dengan anniversary perusahaan ayahmu? Bukankah itu acara yang sangat penting?" tanya Humairoh sambil menatap kepada Agus yang saat ini sedang linglung pikirannya.
" Aku akan meminta tolong kepada asisten Ayah untuk menghandle semuanya. Sehingga kita bisa pergi ke Australia dengan tenang!" ucap Agus sambil menatap kepada Humairoh.
" Maafkan saya Agus tapi sepertinya itu ide yang buruk! Ayahmu sudah mempercayakan perusahaan itu kepadamu. Kalau kau pergi begitu saja meninggalkan kewajibanmu. Saya takut kalau Ayahmu akan kecewa. Apalagi saat ini beliau sedang menjalani pengobatan yang sangat serius di Singapura. Itu bisa mengganggu ketenangannya kalau sampai terjadi apa-apa dengan acara itu!" ucap Humairoh mengatakan semua yang ada dalam pikirannya saat ini.
"Bibi benar juga!" ucap Agus lesu.
" Sudahlah Agus. Sekarang kau pulanglah dulu. Nanti kalau ada kabar tentang Ayana Bibi akan mengabarimu. Bibi sekarang akan berangkat ke Australia untuk segera mengejar Ayana!" ucap Humairoh kepada Agus.
" Sebentar Bi saya belikan dulu tiketnya untuk bibi!" ucap Agus sambil mengambil ponsel yang ada di sakunya.
Humairoh tampak menatap Agus dengan lekat dilihat dari ponsel yang dimiliki oleh Agus dia tidak meragukan kalau Agus adalah pewaris dari Bagaskoro Sejahtera Group.
Perusahaan yang bergerak di bidang properti dan juga hotel yang sudah menjamur dan menggurita di negeri ini.
'Sayang sekali Ayana tidak mengetahui tentang identitas suaminya yang sesungguhnya!' batin Humairoh sambil terus menatap Agus yang sedang sibuk mencarikan tiket pesawat untuknya ke Australia.
" Silakan Bibi memasukkan Informasi pribadi Bibi!" ucap Agus sambil menyerahkan ponselnya kepada Humairoh.
Humairah menerima ponsel Agus dan langsung mengetikkan semua Informasi pribadi miliknya dan langsung memproses pembelian tiket pesawat ke Australia.
Setelah tiket pesawat tercetak Agus langsung mengirimkan tiket tersebut ke ponsel milik Humairoh.
" Kalau Bibi mau pulang ke Indonesia lagi. Katakanlah padaku nanti aku akan memesankan kembali tiket pesawatnya!" ucap Agus sambil menatap kepada Humairah dengan lekat.
" Jangan khawatirkan tentang itu. Bibi bisa membelinya sendiri. Bagi Bibi yang penting sekarang kau harus fokus untuk mengurus acara besar di perusahaan ayahmu. Jangan sampai membuat ayahmu kecewa karena sudah mempercayakan perusahaan itu kepadamu!" ucap Humairoh menasehati Agus sebelum dia berangkat ke Australia.
" Tolong kau sampaikanlah kepada pamanmu tentang keberangkatan Bibi ke Australia yang mendadak ini!" ucap Humairoh meminta tolong kepada Agus agar menjelaskan kepada suaminya tentang keberangkatannya ke Australia untuk mengejar Ayana.