Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
317. Iba



' Apa sebenarnya yang membuatmu begitu terluka Manda? Aku kira kau di sini hidup bahagia dengan uang yang kau ambil dariku. Tetapi yang kulihat sekarang kau bahkan tidak makan selama berhari-hari! Bahkan tubuhmu sekarang begitu kurus kau sepertinya tidak memperdulikan dirimu sendiri!' bathin Mark benar-benar merasa terganggu dengan hidup Manda saat ini.


Mark bisa merasakan dengan jelas penderitaan Manda yang begitu terlihat di wajahnya yang cantik dan begitu sayu.


Mark kemudian memeluk Manda dengan erat. Sungguh! Mark jadi bingung sendiri. Rencana marahnya yang sudah dia susun begitu rapi dalam perjalanannya dari Jerman menuju Prancis. Semuanya menguap bagaikan butiran debu ketika dia bertemu Manda dan melihat wanita yang dia cintai begitu menderita dan kesakitan hatinya.


" Aku akan memesan makanan online ya? Kau tunggulah sebentar. Aku ambil ponselku dulu di depan!" Mars kemudian meninggalkan Manda di atas ranjangnya.


Setelah Mark meninggalkannya Manda. Mansa kemudian membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya yang begitu lelah.


" Ya Tuhan! Andai kau ambil nyawaku hari ini. Aku pasti akan sangat bahagia. Aku sudah tidak tahan lagi dengan kehidupanku yang sekarang. Hidup dengan kebencian putriku sendiri!" ucap Manda begitu lirih.


Akan tetapi Mark yang sedang berjalan menuju keluar kamar. Sia bisa mendengar dengan jelas ucapan Manda yang begitu menyedihkan dan menyayat hatinya.


' Ya Tuhan. Apakah yang sudah terjadi kepada wanitaku selama dia pergi meninggalkanku? Kenapa dia begitu putus asa dan begitu sedih hatinya?' bathin Mark melirik sekilas kepada Manda yang sekarang sedang memejamkan matanya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


Setelah mendapatkan ponselnya. Mark langsung memesan makanan untuk diantar ke apartemen Manda.


Mark kemudian masuk kembali ke dalam kamar dan melihat Manda yang masih terisak sambil memejamkan matanya.


Mart membaringkan tubuhnya di samping Manda dan mencium keningnya dengan begitu lembut mencurahkan Kerinduan dan rasa cinta yang dia miliki untuk istri sirinya.


" Katakanlah padaku sayang. Apa yang terjadi denganmu selama kamu tinggal disini? Siapa tahu aku bisa membantumu sayang!" ucap Mark sambil membingkai wajah Manda yang terus menangis begitu sedih.


" Kau tidak akan bisa membantu masalahku saat ini. Hanya sebuah kematian yang bisa membebaskan dari kesedihanku. Kalau kau ingin membantuku, tolong bunuhlah aku sekarang Mark aku mohon!" ucap Manda sambil menolungkupkan wajahnya di dada Mark yang sontak terkejut.


Mark terus menggelengkan kepalanya menolak keinginan Manda yang benar-benar tidak masuk akal baginya.


" Katakanlah padaku sayang. Semua masalah kamu. Di dunia ini tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Aku berjanji padamu sayang. Aku akan selalu berusaha untuk membantu meringankan kesedihan di hatimu! Aku janji sayang! Aku janji padamu!" ucap Mark sambil mencium sekilas bibir Manda yang tampak begitu pucat dan gemetar.


Tetapi mendengarkan perkataan itu, Manda malah semakin kencang menangis. Membuat Mark menjadi sangat bingung dan tidak tahu harus melakukan apalagi untuk dirinya dapat menenangkan wanitanya dari kesedihan yang sedang bertumpuk-tumpuk di dalam hati wanitanya yang tercinta.


Wanita yang selama sebulan ini telah membuat hatinya kalang kabut dan di penuhi dengan kebencian dan amarah.


Gara-gara Manda yang telah mengambil uang sebesar 1 miliar dari rekeningnya. Akan tetapi aneh sekali. Dia tidak merasakan kebencian apapun terhadap Manda yang ada dia malah merasa sedih dan menyesali penderitaan yang dirasakan oleh Manda saat ini.


" Bagaimana caranya kau bisa membantu putriku untuk kembali ke dalam pelukanku lagi? Huh? Bagaimana? Katakan Mark! Bagaimana?? Sementara dia sekarang telah membenciku hingga ke tulang sum-sum! Putriku mengatakan bahwa dia tidak ingin bertemu denganku lagi. Katakan Mark! Aku harus bagaimana? Katakan! Katakan Mark! Aku harus bagaimana?" tanya Manda sambil menggoncangkan lengan Mark dengan histeris dan tertekan. Air matanya terus mengalir semakin deras hingga membasahi kemeja Mark sehingga membuat pria itu menjadi bingung.


Mark kemudian meninggalkan Manda ketika dia mendengar suara bel yang berbunyi di pintu depan.


Mark kemudian membuka pintu apartemen dan langsung mengambil makanan yang dia pesan dari kurir.


Setelah membayar pesanannya, Mark pun langsung pergi ke area dapur dan segera menyiapkan makanan tersebut untuk dia bawa ke dalam kamar Manda.


Setelah semuanya siap. Mark kemudian mengajak Manda untuk ke sofa agar bisa makan bersamanya.


Tetapi Manda tidak bergeming sama sekali. Wanita itu tampak memejamkan matanya dan tidak merespon apapun yang dikatakan oleh Mark. Sehingga membuat Mark menjadi kalang kabut. Apalagi Mark ingat bahwa Manda sudah 3 hari tidak minum ataupun makan sesuatu.


Perasaan Mark sudah tidak enak sekali. Dia kemudian mendekatkan telunjuknya di bawah hidung Manda dengan jantung yang berdebar-debar sangat kencang.


" Aku belum mati Mark. Aku hanya tidak punya tenaga untuk bangkit dari ranjang ini!" Smart langsung menarik nafasnya dengan lega mendengar suara lirih dari Manda.


Mark kemudian mengambil satu piring yang sudah dia isi dengan nasi dan lauk pauk. Mark sangat tahu kalau Manda adalah orang timur yang harus selalu memakan nasi di dalam setiap menu makan hariannya.


Mark tersenyum ketika dia mengingat bahwa Manda tidak pernah merasa sudah makan Kalau hari ini dia belum makan nasi.


Dengan sangat telaten Mark menyuapi Manda yang tampak sangat sulit menelan makanan yang di suapkan oleh Mark. Akan tetapi Manda selalu memuntahkan makanan yang masuk ke dalam perutnya kembali membuat Mark menjadi sangat prihatin melihat wanitanya yang begitu menderita.


" Maafkan aku sayang. Aku lupa kalau kau lama tidak makan apapun. Aku tampaknya tidak mengerti dengan keadaan kamu sekarang. Aku akan membuatkan bubur untukmu. Tunggulah sebentar sayang!" ucap Mark yang kemudian membawa kembali makanan yang tadi dia bawa ke kamar dan dia berikan kepada Manda.


Mark kemudian membersihkan muntahan Manda dengan begitu telaten. Dengan tatapan sayu dan hati yang tersentuh. Manda terus memperhatikan pria dewasa yang begitu rajin dan sabar merawat dirinya sejak Mark pertama datang ke apartemennya.


Manda bisa melihat dari tempat dia berbaring saat ini saat ini sedang sibuk membuatkan bubur untuknya di dapur.


Tanpa terasa air mata Manda semakin mengalir deras. Mengingat semua yang telah dia lakukan kepada pria satu itu. Manda telah mengambil uang dengan begitu besar. Manda bisa membayangkan kesulitan apa yang sudah dilalui oleh Mark di perusahaannya. Karena dia yang sudah mengambil uang perusahaan milik Mark begitu besar.


" Ya Allah berilah kebahagiaan kepada pria baik itu. Pria baik yang telah aku aniaya." doa Manda dengan terisak pelan.


" Sungguh! Aku adalah seorang wanita yang sangat buruk. Wanita jahat yang selalu saja memberikan hari terburuk untuk semua orang yang hadir dalam hidupku. Ya Allah! Andai kau tarik nyawaku hari ini, aku pasti akan merasa sangat tenang sekali. Daripada kehidupanku hanya untuk menyusahkan orang yang ada di sekitarku! Hiks hiks!" ucap Manda dengan begitu lirih dan sangat menyedihkan. Seandainya saja Mark sekarang mendengarkan perkataan Manda itu, pria itu pasti akan menangis sedih.


Tanpa Mark sadari, bahwa dirinya telah benar-benar jatuh cinta kepada Manda. Mark tahu bahwa perasaan iba dan rasa kasihan di dalam hatinya telah berubah menjadi rasa cinta yang begitu besar kepada wanita yang selalu menderita dalam hidupnya itu.


Setelah matang bubur abalon yang dibuat oleh Mark. Dengan begitu telaten Mark mendinginkan bubur itu dan mengipasinya agar bisa disantap oleh Manda.


Setelah suhu bubur itu sudah dianggap bisa ditoleransi oleh lidah Manda. Mark pun kemudian dengan begitu telaten menyuapkan bubur itu kepada Manda yang menatapnya dengan begitu sayu dan merasa sangat terharu dengan perhatian dan kasih sayang Mark untuk dirinya.


Seumur hidup Manda. Baru kali ini dia bisa merasakan dicintai dan diperhatikan dengan sedemikian rupa oleh seorang laki-laki seperti Mark sekarang memperhatikannya. Tanpa terasa air mata Manda terus mengalir di kelopak mata Manda. Membuat Mark menjadi terhiris hatinya oleh ribuan sembilu.