Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
272. Rencana Jahat Andien



Andien tampak merasa senang ketika dia melihat perjanjian pembentukan perusahaan baru yang fotokopian yang diberikan kepadanya oleh ibunya Arya.


" Awas ya Mbak, jangan sampai nanti Mbak membuat perusahaan suamiku sampai hancur. Pokoknya aku tidak akan memaafkan Mbak Andien kalau sampai merusak nama keluarga kami!" ucap Delima.


Delima menatap tajam kepada kakak tirinya yang tadi siang mengajaknya bertemu untuk membicarakan tentang rencana mereka menghancurkan koalisi antara 4 keluarga besar dalam pembentukan perusahaan baru yang sudah ditandatangani oleh suami dan keluarga calon besannya kemarin.


Sebenarnya Delima tidak bersedia untuk membantu Andien mendapatkan file-file tersebut. Hanya saja Andien yang memiliki rahasia besar Delima sehingga dia bisa mengancam ibunya Arya sehingga menuruti semua kemauannya.


" Tenanglah Delima. Aku tidak mempunyai dendam apapun dengan keluargamu. Aku hanya ingin menghancurkan tiga keluarga itu yang sudah merusak rumah tanggaku bersama dengan mas Pradipta. Aku ingin memberikan pelajaran kepada mereka untuk tidak terlalu sombong di atas dunia ini!" ucap Andien dengan tersenyum sinis merasakan hatinya benar-benar sakit karena demi Humairoh, Pradipta sampai menceraikannya.


Andien tidak mau introspeksi diri sendiri. Kenapa Pradipta sampai menceraikannya. Tetapi Itulah sifat dasar manusia yang lebih senang melihat kesalahan orang lain daripada memeriksa kesalahan diri sendiri.


Apalagi hati Andien yang sudah dilingkupi dengan dendam dan juga kebencian. Andien tidak memikirkan tentang masa depan Agnes yang saat ini sedang dipertaruhkan di dalam rencana jahatnya yang ingin menghancurkan perusahaan baru yang sudah dibentuk oleh Humairah, Agus dan Ayana.


" Sudahlah aku pulang dulu ya. Karena aku harus mempelajari file-file ini untuk memulai rencanaku agar bisa menghancur leburkan perusahaan baru ini! Tenanglah aku pasti tidak akan merugikan keluargamu!" ucap Andien sambil tersenyum penuh kemenangan di hadapan Delima.


' Mbak harus janji bawa ini adalah terakhir kalinya Mbak memanfaatkan kelemahanku dan jangan pernah lagi menggunakan nya lagi untuk menekanku!" ucap Delima dengan wajah seriusnya.


" Baiklah adikku sayang. Kamu harus berdoa semoga aku berhasil menghancurkan perusahaan baru ini. Sehingga kau tidak perlu lagi untuk melakukan hal kotor lainnya untuk menghancurkan mereka! Musuh-musuh besarku yang telah menghancurkan hidupku!" ucap Andien dengan mata berkilat penuh kebencian.


Delima menarik nafasnya dalam-dalam. Dia berusaha untuk menenangkan hatinya yang saat ini yang sangat sedih karena harus jatuh ke dalam jebakan seorang Andien yang sudah sangat lama mengendalikan hidupnya.


" Kalau bukan karena kau yang memegang rahasia hidupku. Aku tidak mungkin mau dijadikan budak olehmu! Semoga saja kau menepati janjimu. Bahwa ini adalah yang terakhir kalinya. Aku melakukan hal bodoh yang akan merusak kebahagiaan anakku sendiri. Pasti setelah perusahaan itu jatuh, ketiga perusahaan itu akan langsung bereaksi dan pastinya akan berakibat buruk untuk pertunangan Putraku dan juga wanita yang dia cintai!" monolog Delima merasa sedih dengan nasib putra kesayangannya yang hancur di tangannya sendiri.


' Tapi aku pun tidak bisa kalau harus membuang kehidupan nyamanku saat ini. Aku tidak bisa kehilangan suamiku yang aku cintai dan statusku sebagai Nyonya Barata yang terhormat kalau sampai Mbak Andien membongkar rahasiaku di masa lalu. Bahwa dulu aku adalah seorang pelacur yang telah memelet suamiku agar mau meninggalkan istri pertama dan juga aku telah membunuh anaknya yang berusia dua tahun!' bathin Delima pelan. Dia takut kalau sampai ada yang tahu semua kejahatan dirinya di masa lalu.


Dahulu Andienlah yang mengantarkan Delima untuk menemui dukun sakti dan memberikan jimat pengasihan untuk menaklukkan Barata yang dulu adalah bosnya di tempat kerja.


Andien pulalah yang telah membantu Delima untuk membunuh Putra pertama Barata dari pernikahan pertamanya. Karena dia takut kalau anak itu akan menjadi saingan Arya suatu saat nanti untuk mewarisi perusahaan milik suaminya.


Demi menutupi semua aib besar dalam hidupnya itu. Andien sudah memperbudaknya hampir puluhan tahun lamanya. Delima selalu saja di jadikan alat oleh Andien ketika wanita itu membutuhkan sesuatu dari perusahaan sang suami.


Kegagalan proyek sang suami di Amsterdam pun itu adalah buah karya dari Andien yang telah membocorkan desain hotel kepada perusahaan pesaing Barata Group. Desain hotel itu di bangun oleh saingannya dan akhirnya para investor merasa marah dan menarik kembali investasi mereka.


Kondisi itu diperburuk dengan direktur yang korupsi dana yang telah digelontorkan oleh Barata group untuk pembangunan hotel atas instruksi dari Andien yang memerintahkan kepada direktur yang bertanggung jawab akan proyek itu untuk menggelapkan dana perusahaan Barata Group yang dimasukkan ke dalam rekening pribadinya.


Para pekerja dan tukang bangunan yang merasa di rugikan oleh perusahaan Barata grup, mereka semua melakukan demo besar-besaran pada perusahaan Barata grup yang ada di Amsterdam.


Hal itu di lakukan karena upah kerja mereka tidak dibayarkan oleh perusahaan selama berbulan-bulan lamanya. Sehingga akhirnya proyek itu pun dinyatakan ditutup oleh pemerintah setempat sampai pihak perusahaan menyelesaikan tanggung jawabnya terhadap para pekerja yang belum mendapatkan gaji mereka hingga saat ini.


Andien benar-benar sudah merencanakan semuanya dengan begitu matang dalam rangka menjebak tiga keluarga besar calon besan adik tirinya sendiri.


Semua rencana jahat Andien itu diawali dari cerita Agnes yang mengatakan bahwa dia sedang berhubungan mesra dengan Arya.


Andien yang mengetahui bahwa Humairoh dan Ayana sedang berusaha untuk mengambil hati putrinya yang berada di pihak mereka. Dia pun mulai melancarkan aksinya dan rencana jahatnya untuk menjebak ketiga perusahaan tersebut untuk membantu perusahaan Barata Group yang proyeknya telah dihancurkan secara rapi oleh dirinya dan putra nya yang memang merasa marah kepada ayah dan Adiknya yang dia nilai sebagai pengkhianat keluarga karena mau menerima pernikahan baru sang ayah dengan Humairoh.


Sementara itu Pradipta yang sudah mulai merasakan keganjilan dan keanehan dalam proyek baru tersebut. Dia terus berusaha untuk membujuk Humairoh agar berhati-hati dengan proyek tersebut.


Pasalnya Pradipta sudah mengetahui bahwa istri Barata adalah adik tiri dari Andien sang mantan istri yang dia tahu sangat licik dan banyak siasat liciknya.


Selama ini kariernya di dunia politik berjalan sangat mulus. Semua itu adalah berkat ide cemerlang dari kepala Andien yang selalu mempunyai banyak strategi licik dan jitu untuk menjebak para lawan politiknya yang selalu mencari masalah dengannya.


" Aku harus menyelidiki kembali proyek tersebut. Jangan sampai nanti mereka mengalami kerugian yang besar karena ingin menolong keluarga Arya. Bagaimanapun aku tidak bisa menghancurkan orang-orang yang penting dalam hidupku. Hanya karena ingin menjaga perasaan Agnes dan hubungannya bersama Arya!" ucap Pradipta.


" Tolong kau pergilah ke Amsterdam dan bantu aku selidiki sebuah proyek yang saat ini sedang berlaku di sana. Dapatkah semua detailnya karena aku tidak mau kalau sampai investasi yang sudah digelontorkan istri, anak dan menantuku hangus begitu saja karena rencana orang jahat di belakangnya!" perintah Pradipta kepada detektif yang dia kenal sebagai detektif handal dan bisa dia percaya.


Setelah memberikan perintah kepada detektif tersebut. Pradipta pun kemudian mencari Humairah dan mencoba untuk membuka diskusi dengan istrinya mengenai prospek perusahaan baru yang telah dibentuk oleh mereka dua hari yang lalu.


" Tenanglah Mas. Saya juga bukanlah orang bodoh yang baru satu kali, atau pun dua kali melakukan investasi dalam sebuah proyek. Aku bisa melihat memang proyek itu banyak sekali kendalanya, mulai dari desain hotel yang sudah dijualkan kepada pihak pesaing perusahaan, izin pemerintah setempat yang sampai sekarang masih belum juga turun, para supplier bahan bangunan yang bermasalah dan juga penyedia furniture serta pendukung lainnya yang akan menunjang operasional hotel nanti nya. Itu semua memang tidak mudah Mas. Oleh karena itu empat perusahaan ini akan bekerja sama untuk menggoldkan proyek hotel itu. Jangan khawatir. Aku dan Agus akan langsung berangkat ke Amsterdam untuk mengawasi secara langsung proyek itu!" ucap Humairoh sambil tersenyum kepada suaminya.


Tetapi entah kenapa Pradipta masih merasa hatinya tidak tenang walaupun Humairah sudah memberikan jaminan bahwa semuanya aman dan dalam kendalinya.


" Setidaknya tunggulah laporan detektif yang aku kirimkan ke sana untuk menyelidiki proyek itu. Baru kalian boleh kirimkan dana untuk pembangunan hotel tersebut!" ucap Pradipta menyatakan pendapatnya kepada Humairah.


Humaira tersenyum melihat keperdulian Pradipta dengan proyek yang saat ini sedang direncanakan olehnya dan juga menantunya.


" Tenanglah perusahaanku dan perusahaan Agus juga sudah mengirimkan detektif profesional untuk menyelidiki kecurangan yang terjadi dalam proyek itu. Jadi kita tidak akan sampai terjatuh ke dalam lubang yang sama!" ucap Humairah.


" Benarkah?" tanya Pradipta sumringah.


" Iya tentu saja. Aku juga bukanlah seorang pebisnis bodoh yang rela membakar uangku untuk sesuatu yang berisiko. Aku pun tahu bahwa Agus juga pasti sudah mencium banyak gelagat aneh dalam proyek itu!" ucap Humairah sambil duduk di dekat Pradipta.


" Maksudnya?"


" Setahuku Tuan Barata itu adalah orang yang selalu menimbang untung dan rugi dalam bisnisnya. Tetapi dia tidak keberatan ketika kami meminta proporsi saham dibagi rata di dalam perusahaan baru. Walaupun yang 20% di bagikan kepada Arya dan Agnes tetap saja itu tidak akan bisa menutupi kerugian Barata Group pada season pertama. Bukankah dari sana saja sudah terlihat sesuatu yang mencurigakan?" tanya Humairoh sambil menatap Pradipta.


" Lalu? Kenapa Kau mengambil resiko untuk meng acc proposal yang mereka ajukan kepada kalian?" tanya Pradipta heran.


Humaira tersenyum kepada Pradipta yang tampaknya belum mengerti cara kerjanya di dalam dunia bisnis.


" Aku sedang berusaha untuk memancing ikan yang lebih besar dengan menggunakan umpan yang lebih besar lagi!" ucap Humairoh.


" Aku tidak mengerti maksudnya!" ujar Pradipta.


Humairoh kemudian beralih menuju meja kebesarannya dan mengambil sebuah flash disk yang kemudian dia pasangkan ke dalam komputernya.


" Ini adalah video CCTV yang diambil dari lokasi proyek Hotel itu. Video ini ditemukan oleh detektif yang aku kirim ke sana. Lihatlah dan perhatikan video itu dengan seksama!" ucap Humairoh sambil duduk di sebelah Pradipta yang mulai penasaran dengan isi video tersebut.


Di dalam video itu menampakan Andien yang sedang berbincang-bincang dengan manajer proyek yang kala itu sedang memegang desain hotel yang sedang dibangun.


Ketika manajer itu berpamitan kepada Andien untuk menangani anak buahnya yang meminta bantuannya. Terlihat Andien yang sedang memotret cetak biru dari desain hotel yang saat itu sedang dibangun.


Pradipta sampai mengepalkan kedua tangannya ketika dia melihat Andien yang sedang mencuri cetak biru hotel tersebut.


" Sudah kuduga dari awal, kalau kejadian buruk itu berhubungan dengan Andien. Dia pasti sudah merencanakan semuanya untuk membuat kalian masuk ke dalam kubangan lumpur yang sudah dia gali dengan rapi untuk menghancurkan kalian semua." ucap Pradipta dengan geram.


" Andien pasti masih belum bisa menerima perceraian kami berdua. Sehingga dia merencanakan semua kejahatan ini untuk membalaskan sakit hatinya kepada kita semua! Tolong maafkan aku. Karena sudah memberikan kesulitan ini kepada kalian!" ucap Pradipta sambil memeluk Humairoh yang sedang tersenyum kepadanya.


Humairah kemudian menutup layar besar yang ada di hadapannya walaupun video itu belum berakhir keseluruhannya.


" Sudahlah sayang. Itu kan bukan salahmu. Kita akan memberikan pelajaran yang sangat setimpal kepada Andien sehingga dia tahu siapa yang sedang dia lawan! Aku juga sudah meminta kepada perusahaan Firman untuk membantu proyek itu. Perusahaan Firman lah nanti yang sebenarnya akan mengelola proyek itu. Perusahaan baru yang kemarin kami bertiga bentuk, itu hanyalah perusahaan fiktif hanya untuk memancing Andien dab para komplotannya agar beraksi. Sehingga kita bisa menjebaknya dan menyeret dia ke jeruji besi karena sudah memberikan banyak kerugian kepada perusahaan Barata Group!" ucap Humairoh menjelaskan semuanya kepada Pradipta yang mulai merasa lega setelah mengetahui semuanya.


" Bagaimana caranya kau mengelabui Barata? Saya tahu dia bukanlah orang yang bodoh!" tanya Pradipta kepada sang istri.


.