Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
291. Bermain api



Setelah membaca pesan tersebut, Mark pun kemudian memasukkan ponselnya ke dalam jasnya Dia kemudian berpamitan kepada Elena untuk menemui kliennya.


" Oke Sayang. Kalau kamu masih mau marah-marah, silakan sajakau lakukan. Tapi aku harus segera menemui klienku. Aku tinggalkan dulu ya di kantor?" tanya Mark sambil menatap Elena yang masih tanpa kesal gara-gara mereka gagal Membeli tanah tersebut.


Tanpa merasa curiga sedikitpun. Elena mengijinkan Mark untuk meninggalkannya.


Setelah meninggalkan kantor, Mark langsung mengarahkan mobilnya menuju sebuah apartemen mewah yang berada di pusat kota.


Mark langsung masuk ke sebuah unit apartemen yang dia miliki. Begitu masuk ke apartemen itu langsung di sambut oleh Manda. Manda? Ya Manda, ibu kandung dari Amanda.


" Kenapa kau lama sekali? Aku menunggumu dari kemarin loh sayang. Apakah kau sudah melupakanku?" tanya Amanda dengan wajah manjanya kepada Mark yang langsung menyambut pelukannya.


Mar kemudian duduk di kursi yang ada di ruang tamu sambil memangku Manda di pangkuannya.


" Maafkan aku sayang. Beberapa hari ini aku sangat sibuk sekali dengan pekerjaanku. Karena urusan pembangunan diskotik dan mall yang baru tidak berjalan sesuai dengan Rencanaku. Semua itu gara-gara Abimana grup, pemiliknya datang kemari. Sehingga mengacaukan semua rencanaku!" ucap Mark sambil memijat pelipisnya yang terasa sakit.


Manda terkejut mendengarkan bicara tentang pemilik Abimana group. " Andika Abimana?" tanya Manda agak ragu.


Mark tampak terkejut ketika melihat benda menanyakan tentang Andika.


" Kau mengenal tentang Andika Abimana sayang?" tanya Mark sambil mencium bibir Manda yang sangat dia rindukan karena hampir dua minggu kemarin Dia tidak bertemu dengan Manda karena kesibukan yang luar biasa di dalam kantornya untuk mengatur rencana pembelian tanah yang sekarang sudah dibeli oleh Abimana grup.


" Yah aku mengenal Andika Abimana, karena dia adalah Ayah dari Putri pertamaku!" ucap Manda sambil menundukkan kepalanya.


Mark sangat terkejut mendengarkan pengakuan Manda yang mengatakan bahwa Andika pernah memiliki hubungan dengannya.


" Are you serious?" tanya Mark seperti tidak percaya dengan perkataan Manda.


Manda kemudian mulai menceritakan segalanya kepada Mark. Kisah masa lalunya yang pernah tersangkut dengan Andika. Bahkan dia menceritakan semua hal tentang kehidupannya yang berhubungan dengan Andika Abimana.


" Wah! Aku tidak menyangka kalau ternyata aku sekarang memiliki wanita yang pernah hadir dalam kehidupan Andika Abimana. Astaga! Ini benar-benar sangat luar biasa!" ucap Mark begitu excited mendengarkan semua cerita yang diceritakan oleh Manda kepadanya.


Melihat reaksi Mark yang begitu wah, setelah dia menceritakan tentang Andika dan masa lalunya. Manda merasa tergelitik hatinya untuk membuka sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh Mark tentang Elena.


" Apa kau tahu kalau dulu Elena adalah mantan kekasih dari Andika?" tanya Elena sambil memainkan dada Mark yang sangat dia puja setengah mati.


Mark mengerutkan keningnya mendengarkan cerita dari Manda tentang Elena.


" Siapa yang mengatakan kalau Elena adalah mantan kekasih Andika? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Mark mulai tidak senang hatinya menerima kenyataan itu.


" Dulu Elena pernah menceritakannya padaku. Kalau Andika adalah mantan kekasihnya. Tetapi mereka tidak menikah karena tidak direstui oleh kedua orang tua Andika. Mereka bahkan memberikan suatu perjanjian kepada Elena untuk tidak pernah menghubungi ataupun mendekati Andika lagi. Kalau tidak, maka Elena akan dimasukkan ke dalam penjara selama seumur hidupnya!" ucap Manda menceritakan semua hal yang dia ketahui tentang Elena kepada mark.


Tunggu sebentar ya reader, biar author menjelaskan sedikit kenapa tiba-tiba saja Manda bisa berada di dalam apartemen milik Mark dan bisa bermesraan begitu dengan suami Elena yang selama ini terkenal dengan kesetiaannya kepada Elena.


Flash back on


Kejadiannya sekitar 3 tahun yang lalu ketika Manda pertama kali datang ke Jerman bersama dengan Elena.


Mark yang tanpa sengaja bertemu dengan Manda di simpang jalan waktu Manda hendak mendatangi rumahnya. Mark yang terpesona melihat kecantikan Manda yang sedang menderita karena harus berpisah dengan anak dan suaminya. Dia menawarkan pekerjaan kepada Manda sebagai sekretaris nya di kantor dan selingkuh nya kalau pulang jam kantor.


Manda yang memang sangat mengagumi ketampanan Mark. Dia pun tidak keberatan dengan statusnya sebagai selingkuhan Mark setelah mereka pulang bekerja.


Bagi Manda tidak masalah dia menjadi selingkuhan Mark, apalagi pria itu mencukupi semua kebutuhannya selama dia berada di Jerman seorang diri.


Elena yang dahulu membawanya ke Jerman yang menjanjikan akan memberikan sebuah pekerjaan yang mapan dan juga kediaman yang nyaman, ternyata tidak memenuhi janjinya itu. Manda mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris karena memang Mark yang merasa kasihan kepada Manda tanpa ada tendensi apapun dari Elena.


Karena perasaan kecewa itulah yang akhirnya sedikit demi sedikit membuat Manda kehilangan hati nuraninya dan membiarkan Mark terus masuk ke dalam kehidupannya.


Mark yang memang ahli merayu wanita, hanya dalam satu bulan sudah berhasil menaklukan Manda di dalam pelukannya.


Mark yang merasa takut kalau sampai Elena mengetahui tentang hubungan mereka berdua. Dia sengaja memberikan apartemen mewah itu untuk Manda agar wanitanya bisa bersembunyi dari jangkauan Elena.


Yang Elena ketahui, Manda saat ini sudah kembali ke Indonesia. Setelah dia tidak betah bekerja di tempat yang diberikan oleh Elena di perusahaan suaminya.


Manda sering dimarahi oleh Mark ketika di dalam kantor. Padahal itu semua hanyalah sebuah sandiwara yang diatur oleh mereka berdua yang telah mulai berhubungan asmara di belakang Elena. Mereka melakukan itu agar tidak tertangkap basah oleh Elena.


Hingga puncaknya Mark merasa marag dan kecewa dengan pekerjaan Manda yang tidak cocok baginya. Hingga akhirnya dia memecat Manda secara tidak terhormat dari kantor miliknya. Manda kemudian berpamitan kepada Elena bahwa dia hendak pulang ke Indonesia bahkan Elena mengantarkan Manda ke bandara.


Elena tidak mengetahui bahwa semua itu adalah rencana yang sudah diatur oleh Mark. Agar dirinya bisa berhubungan dengan Manda secara bebas tanpa harus merasa ketakutan diketahui oleh Elena.


Mark dan Manda sudah menikah secara sirih tanpa sepengetahuan Elena. bahkan Manda pernah satu kali keguguran karena stres yang terlalu berlebihan.


Oleh karena itu Mart tidak mengizinkan Manda untuk bekerja. Mark hanya meminta Manda untuk melayani dirinya saja ketika dia datang ke apartemen itu.


Apartemen itu sengaja dibeli oleh Mark untuk digunakan oleh Manda. Setelah berpura-pura memecat Manda dari kantornya sebagai sekretaris Mark.


Entah bagaimana perasaan Elena. Apabila mereka mengetahui hubungan gelap antara Manda dan suaminya yang telah menikah siri lebih dari dua tahun lamanya.


Mark selalu lari ke pelukan Manda apabila Elena meninggalkannya ke luar negeri untuk pemotretan dan juga syuting filmnya.


Mark tidak mau kalau sampai dia melakukan hubungan sembarangan di luar sana. Oleh karena itu dia lebih memilih Manda sebagai pelabuhannya. Ketika sang istri tidak ada di rumah untuk bisa memuaskan hasrat liarnya.


Flash back off


" Kau tidak sedang mengarang ceritakan kalau Elena adalah mantan kekasih Dari Andika?" tanya Mark mencoba yang masih mengkonfirmasi segalanya kepada Manda.


Manda tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Mark yang begitu lucu baginya.


" Aku serius mereka memang mantan kekasih sebelum Andika menikah dengan Kesya istrinya yang sekarang. Cinta mereka tidak sampai. Karena tanpa restu dari kedua orang tuanya. Andika tidak mau melanjutkan hubungannya dengan Elena dan akhirnya kedua orang tua Andika bertindak dengan memberikan uang kepada Elena untuk menjauhi Putra mereka serta memberikan surat perjanjian bahwa Elena akan meninggalkan Andika untuk selamanya!" ucapkan dah sambil menaruh kepalanya di pangkuan Mark.


Mark yang masih shock dengan berita itu hanya bisa menatap nyalang kepada Manda.


' Sialan ternyata selama ini aku mengais sisa-sisa Andika Abimana. Ya Tuhan! Apakah ada lelucon yang lebih lucu daripada hidupku yang amat menyedihkan ini?' batin mark merasa terluka setelah mengetahui segala kenyataan itu.


Mark kemudian membayangkan tentang Kesya yang begitu mempesona dirinya ketika pembicaraan masalah tanah 50 hektar dengan keluarga Albert tadi siang.


' Apakah aku perlu untuk merebut Kesya dari Andika Abimana? Tampaknya Wanita itu sangat menarik untuk aku dijadikan sebagai selingkuhanku yang lain!' batin Mark sambil tersenyum licik.


Belum apa-apa hatinya sudah merasa sangat bahagia walaupun hanya membayangkan Kesya berada di dalam pelukannya.


" Sayang dari tadi kau terus senyum-senyum sendiri. Sayang! Ayo ngaku, kau sedang memikirkan apa coba?" tanya Manda mulai Curiga dengan gelagat suaminya yang terasa begitu aneh di matanya.


Mark yang merasa bahwa pikirannya bisa dibaca oleh Manda pun langsung saja berdiri dan berniat untuk meninggalkan Manda di apartemen itu.


" Aku pulang dulu ya sayang. Aku takut kalau sampai nanti Elena mencariku!" ucap Mark berpamitan kepada Manda.


Akan tetapi Manda tidak mau ditinggalkan oleh Mart sebelum Mark meninggalkan rumahnya, Manda sudah menarik Mark untuk masuk ke dalam kamar mereka dan mencium bibir Mark dengan ganas.


Mark yang pada dasarnya memang sudah merindukan Manda, dia pun tidak menolak ketika Manda menyuguhkan hidangan lezat di atas ranjang mereka.


Keduanya mereguk manisnya bercinta tanpa merasa lelah selama semalam suntuk. Manda seakan ingin balas dendam setelag dirinya selama dua minggu hanya sendiri dan kesepian di apartemen itu.


" Aku harus pulang sayang. Kalau tidak, Elena akan curiga denganku!" ucap Mark berusaha membujuk Manda agar mau melepaskan dirinya untuk pulang ke pelukan Elena.


" Ayolah sayang. Bukankah kita sudah sepakat? Hmmm? Jatahmu adalah ketika Elena pergi ke luar negeri dan tidak ada di Jerman. Ketika waktu itu tiba, maka aku adalah milikmu seutuhnya!" ucap Mark kembali mendaratkan ciuman panas di bibir Manda yang masih belum rela melepaskan dirinya untuk pulang ke sisi Elena yang sejak tadi terus saja mengunjunginya lewat Ponsel tetapi sengaja tidak diangkat oleh Mark.