
Buat kakak-kakak semua di sini, author mau mencoba untuk menjelaskan ya, tentang kondisi maupun situasi yang terjadi antara Syafa, Firman dan Laila. Di sini author bukan sedang menggambarkan bahwa istri kedua itu lebih baik daripada istri pertama. Bukan ya, tolong jangan salah paham.
Hanya saja, kejadian di dalam novel ini adalah Firman yang memang sudah jatuh cinta pertama kali kepada Laila di masa dia masih SMA dulu. Tetapi mereka berpisah secara tiba-tiba gara-gara Laila yang merasa bosan dengan hubungan mereka yang monoton. Dan di situ timbul rasa penasaran di hati Firman tentang Laila.
Firman bahkan sampai menghancurkan masa mudanya, dengan sering bermabuk-mabukan, balapan liar, bahkan pernah menyentuh narkoba. Hanya karena ingin mengungkapkan rasa kecewanya di tinggalkan oleh Laila saat itu. Kedua orang tuanya yang merasa frustasi melihat keadaan Putra mereka, akhirnya memutuskan untuk menjodohkan dengan Syafa, anak dari sopir pribadi mereka sendiri.
Ketika Laila dan Firman bertemu kembali, awalnya Firman ingin melakukan balas dendam kepada Laila. Dengan menjebak Laila dan kemudian memaksanya untuk menikah dengan dirinya. Firman yang masih merasa dendam gara-gara Laila meninggalkannya secara sepihak, ingin balas dendam kepada Laila. ingin membalaskan rasa sakit hatinya.
Tetapi ternyata, dia menyadari bahwa dirinya terlalu mencintai Laila dan akhirnya kembali lagi masuk ke dalam pesona seorang Laila.
Laila sendiri awalnya tidak menerima pernikahan itu dan dia terus berusaha untuk mencari cara agar bisa lepas dari Firman.
Tetapi berbagai kejadian yang disebabkan oleh Syafa, yang mengakibatkan Firman banyak berjuang dan berkorban untuk membuktikan cintanya kepada Laila. Sehingga membuat Laila, akhirnya dapat melihat kekuatan cinta Firman terhadap dirinya. Semua itu mengakibatkan Laila sadar. Laila merasa bahwa dirinya memang telah kembali jatuh cinta lagi kepada Firman.
Mungkin kalau Syafa mendengarkan nasihat dari ibu mertuanya untuk bersabar dan membiarkan Firman yang saat ini sedang euforia karena bertemu kembali dengan cinta lamanya yang belum selesai. Mungkin saja kisah antara Syafa, Firman dan Laila akan berbeda seperti saat ini.
Tetapi Syafa yang memang memiliki sifat yang meledak-ledak, dia tidak sanggup untuk melihat suaminya lebih mencintai wanita lain. Sehingga dia menghalalkan berbagai cara, bahkan sampai mencoba untuk membunuh Laila dan juga anak yang ada dalam kandungannya, sehingga membuat Firman semakin ilfil kepadanya. Bahkan putranya sendiri merasa sangat kecewa terhadap Syafa yang terlalu gegabah dan ceroboh.
Author sendiri pernah mengalami kejadian semacam ini, di mana suami author mencintai salah satu santrinya dan berulang kali meminta kepada saya untuk melamarkan perempuan itu untuk menjadi istri keduanya.
Tetapi saat itu, saya memberikan syarat kepada suami saya, bahwa dialah yang harus melamar sendiri perempuan itu. Baru saya bisa menerima permintaan dia untuk menikah lagi. Dia bersikeras agar saya yang harus melamar sendiri perempuan itu.
Kemudian saya pun membicarakan hal itu dengan pimpinan pondok pesantren, tempat suami saya mengajar. Yang kebetulan wanita itu adalah keponakan dari beliau dan suami saya adalah kakak iparnya.
Akhirnya beliau membantu kami untuk menyelesaikan permasalahan keluarga kami, dengan mengadakan sidang keluarga untuk membahas permasalahan ini, tentang suami saya yang ingin menikah lagi dengan salah satu santrinya.
Setelah melakukan sidang keluarga, akhirnya diputuskan bahwa suami saya akan meninggalkan perempuan itu dan melupakan niatnya untuk menikah lagi.
Suami saya membuat sebuah surat perjanjian di atas materai. Bahwa dia tidak akan pernah menemui perempuan itu dan perempuan itu pun akhirnya kembali ke Jakarta dan meninggalkan pondok pesantren tempat dia belajar ilmu agama selama 6 tahun.
Saat pertama kali saya mengetahui bahwa suami saya ternyata menjalin hubungan melalui dunia maya dengan salah satu santrinya. Saat itu saya mengamuk. Bahkan saya membuang semua kitab-kitabnya dari rumah saya.
Sampai sekarang suami saya dan perempuan itu tidak pernah berhubungan lagi. Entahlah kalau di belakang saya, mungkin saya tidak tahu. Tetapi dia sudah berjanji bahwa dia tidak akan lagi mengirimkan uang maupun berhubungan dengan dia lagi. Di dunia nyata ataupun dunia maya.
Waktu itu saya berpura-pura menjadi suami saya menchatting perempuan itu, dengan menggunakan nomor ponsel lain, denga. profil suami saya. Dan saya mendapatkan bukti bahwa memang ada hubungan dan suami saya sering mengirimkan uang untuk perempuan itu.
Saya chatting perempuan itu sebagai suami saya. Saya mengatakan bahwa saya akan melamar dia dan dia pun mengatakan bahwa dia tidak mencintai suami saya. Akhirnya chatting itu Saya tunjukkan kepada suami saya untuk membuka matanya, bahwa dia sedang berurusan dengan sesuatu yang tidak ada gunanya sama sekali. Bahwa dia sedang memperjuangkan pepesan kosong. Wanita itu tidak mencintainya yang hanya menginginkan Uangnya saja. Akhirnya suami saya sadar.
Dunia saya seketika itu hancur ketika mengetahui bahwa ternyata suami saya, ternyata rutin mengirimkan uang, kepada perempuan itu setiap bulannya. Saya membaca semua chatting mereka di ponsel suami saya, yang begitu sering dan juga tidak seperti pembicaraan antara seorang Ustaz bersama dengan santrinya.
Kembali lagi kepada firman dan Laila serta Syafa. Kadang kita sebagai istri pertama, harus bersikap bijaksana. Ketika mengetahui bahwa suami kita tertarik dengan perempuan lain di luar sana. Bukan dengan menghalalkan berbagai cara yang malah akan membuat suami kita tambah membenci kita dan tambah mencintai perempuan lain itu.
Seorang perempuan pasti sangat sakit ketika suami kita, lebih mencintai wanita lain. Tetapi di situ, logika kita harus diuji dan kesabaran kita harus ditahan. Sehingga kita bisa tetap utuh mempertahankan rumah tangga kita. Bagaimanapun di sana ada anak yang akan menjadi korban di saat perceraian terjadi.
Kebetulan ketiga anak saya. Semuanya masuk ke pondok pesantren dalam rangka ingin mewujudkan cita-cita mereka, untuk menjadi Hafiz dan Hafizah.
Di situlah suami saya mulai berpikir bahwa dia harus menjadi contoh untuk anak-anaknya sendiri. Dan akhirnya dia mantap dan teguh untuk meninggalkan perempuan itu dan tidak pernah berhubungan lagi di dunia nyata maupun dunia maya.
Terkadang ketika suami kita lebih tertarik kepada perempuan lain, di luar sana. Kita pun sebagai istri pertama, harus berusaha untuk introspeksi. Kesalahan apa ataupun kekurangan apa, yang kita lakukan kepada suami kita. Sehingga membuat suami kita lebih tertarik kepada perempuan lain di luar sana.
Dari novel ini, Author sendiri banyak belajar untuk lebih bersabar dalam menyikapi permasalahan kehidupan rumah tangga. Bahwa Ketika Cinta Seorang suami sudah bukan milik kita lagi, di situlah awal kehancuran sebuah rumah tangga akan dimulai dan pastinya anak-anak kita lah yang akan menjadi korbannya.
Logika dan pikiran serta akal sehat harus tetap digunakan. Jangan terlalu menggunakan emosi dalam menghadapi permasalahan pelik yang bernama rumah tangga. Karena rumah tangga adalah ibadah paling panjang dalam hidup kita. Yang tidak akan mudah dan tidak akan pernah ada habisnya permasalahan di dalamnya. Setiap rumah tangga memiliki problemanya masing-masing.
Tidak ada rumus matematika yang pasti di dalam menyelesaikan permasalahan rumah tangga. Hanya kesabaran, keikhlasan, bertawakal kepada Allah dan juga keyakinan pada kekuatan cinta masing-masing. Percaya, bhwa Allah sudah mengatur jodoh kita di dunia maupun di akhirat. Dengan itu akan menguatkan hati kita dalam berjuang dan berusaha mempertahankan keutuhan sebuah rumah tangga.
Semoga penjelasan ini, bisa memberikan sedikit pengertian tentang masalah Laila, Firman dan Syafa. Apabila ada kesalahan dalam pemahaman author mohon untuk dimaafkan. Karena bagaimanapun saya sendiri sedang belajar untuk memahami arti kehidupan ini.
Kalau ada kesalahan dalam novel ini,pasti itu adalah berasal dari saya pribadi. Kalau ada kelebihan di dalamnya, itu pasti karena Allah lah yang telah menghembuskan inspirasi kebaikan di dalamnya. Ambil hanya kebaikannya tapi keburukannya untuk dibuang saja. Cukup jadikan sebagai pelajaran hidup. Yang akan mendewasakan kita semua.