
Mari kita tengok Ayana dan Agus yang sudah terlalu lama kita tinggalkan.
Tampak Agus yang saat ini sedang berbicara dengan detektif yang telah dia sewa untuk mencari keberadaan Ayana.
" Apakah masih belum bisa kalian ditemukan keberadaan istriku?" tanya Agus dengan wajah yang sangat serius.
" Kami sudah menyebar banyak mata-mata di berbagai negara maupun kota tetapi tidak bisa mengendus keberadaan Nyonya Ayana. Kalau menurut penilaian saya. Tampaknya istri anda mengganti identitasnya Tuan. Sehingga kami kesulitan untuk menemukan keberadaannya!" ucapnya melapor kepada Agus yang langsung memijat pelipisnya.
" Baiklah terima kasih atas kerjasama Kita. Saya rasa sudah cukup semua usaha yang saya lakukan. Saya akan menyerahkan selebihnya kepada Tuhan. Kalau benar istriku telah merubah identitasnya. Itu artinya kalau dia tidak menginginkan untuk aku bisa menemukan dia!" ucap Agus sambil mendesah frustasi. Karena dia sudah kehilangan akal untuk bisa menemukan keberadaan istrinya.
" Baiklah Tuhan tidak masalah kami secara perlahan akan berusaha tetap mencari keberadaan istri anda dan akan melaporkannya kepada Anda kalau ada info terbaru!" ucap detektif tersebut merasa kasihan kepada Agus yang sudah banyak mengerahkan tenaga dan waktunya untuk bisa menemukan keberadaan istrinya yang sudah pergi hampir satu tahun lamanya.
" Terima kasih atas pertolongan Anda! Baiklah saya tutup dulu telepon ini!" ucap Agus akhirnya menyerah untuk menemukan sang istri.
" Kalau benar Ayana hamil saat dia pergi meninggalkan aku. Itu artinya saat ini dia pasti sudah melahirkan!" ucap Agus merasa menyesal karena dulu dia langsung pergi begitu saja setelah dirinya tidur dengan Ayana. Sehingga Ayana tidak merasa kalau dia telah bersama dengan sang istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu Humairoh yang saat ini sudah terbang ke Australia untuk menemui Ayana yang akan melakukan acara aqikah setelah dia melahirkan sekitar dua bulan yang lalu.
Bayi laki-laki yang sangat tampan dan juga gembul yang sangat membuat Humairoh bahagia karena sekarang dia telah menjadi seorang nenek.
Walaupun sampai saat ini Humairah belum sanggup untuk mengakui identitasnya sebagai ibu kandung dari Ayana. Tetapi dia merasa bahagia karena ayahnya selalu menjadikan dirinya tempat untuk mengadu setiap masalah yang dihadapinya.
" Bibi bagaimana kabar Agus sekarang? Apakah dia sudah menikah lagi?" tanya Ayana ketika dia berhadapan dengan Humairoh.
Humairoh terdiam sejenak. Dia memikirkan apakah dia akan bercerita kepada Ayana atau tidak kalau sebenarnya Agus adalah seorang pewaris dari sebuah perusahaan besar yang saat ini sudah 100% berada di tangannya setelah ayahnya meninggal.
" Sampai sekarang Agus masih berusaha untuk mencarimu dia sudah mengerahkan banyak detektif swasta untuk bisa melacak Keberadaanmu!" ucap Humairoh sambil terus bermain dengan bayi mungil yang ada di dalam pelukannya.
Ayana mengerutkan keningnya. Dia merasa heran ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh bibinya.
" Bibi suka ngada-ngada deh! Masa iya seorang sopir taksi bisa menyewa detektif?" tanya Ayana sambil mendekati putranya.
Humairoh kesulitan menelan salivanya sendiri mendengarkan pertanyaan dari Ayana.
' Mungkin kalau aku bercerita tentang Agus. Apakah mungkin Ayana akan mau menerima laki-laki itu sebagai suaminya kembali?' batin Humairoh merasa sangat dilema.
" Sudahlah tidak usah membahas tentang Agus lagi. Kalau kau memang tidak menginginkan untuk kembali kepadanya. Kalian sekarang sudah memiliki kehidupan masing-masing lebih baik tidak usah saling mengganggu lagi!" ucap Humairah menyerah.
" Bibi tolong titip dulu Putraku karena aku hari ini ada rapat dengan klien baru dari Indonesia. Pria itu sangat misterius dan sangat aneh tidak ada yang mengenalnya dan dia bersikeras ingin bertemu denganku!" ucap Ayana sambil mengambil tas dan juga kunci mobilnya.
" Berhati-hatilah menyetir Ayana. Bibi dan paman akan menjaga putramu dengan baik!" ucap Humairoh kepada ayah nah yang langsung tersenyum mendengarkannya.
Hari ini mereka berdua mengunjungi Ayana untuk bisa bertemu dengan putranya sekaligus mengadakan acara Aqiqah untuk sang Putra.
Ayana sudah bersih keras kepada kliennya bahwa dia hari ini memiliki acara keluarga tetapi kliennya sangat keras kepala dan bersikeras ingin bertemu dengannya hari ini juga. tidak menerima alasan apapun dari Ayana. Itulah yang dikatakan oleh sekretarisnya kepadanya tadi pagi.
" Benar-benar menyebalkan klien ini. Lihat saja kalau proyek yang dia tawarkan tidak bagus, maka aku tidak akan segan-segan untuk mendepak dia dari kerjasama yang sudah disepakati sebelumnya!" ucap Ayana menggeram kesal ketika dia mengingat apa yang dikatakan oleh klien itu kepada sang sekretaris tadi pagi.
" Benar-benar seorang yang arogan dan tidak menghargai orang lain!" rutuk Ayana kesal.
Begitu sampai di hotel yang disepakati oleh mereka berdua Ayana langsung mencari kamar yang sudah dipesan oleh kliennya untuk membicarakan kerjasama mereka.
" Mau melakukan pembicaraan bisnis malah di kamar hotel! Dia benar-benar manusia yang aneh!" sepanjang perjalanan ayahnya terus saja menggerutu dan merasa kesal dengan kliennya yang misterius dan aneh di matanya.
Begitu sampai di depan kamar yang sudah dipesan oleh kliennya Ayana pun membunyikan bel kamar itu.
" Aiya! Ini orang benar-benar tidak bisa untuk menghargai siapapun! Sudah memberikan lokasi pertemuan seenak jidatnya saja. Sejak tadi tidak mau juga membuka pintunya!" tiba-tiba saja tangan Ayana ditarik oleh seseorang untuk masuk ke dalam kamar itu.
" Eh apa yang anda lakukan? Ya Tuhan! Kau jangan seenaknya ya!" ucap Ayana refleks berusaha untuk melepaskan dirinya dari genggaman tangan seseorang yang belum dia lihat wajahnya.
" Senang kita bertemu lagi, istriku!" bagaikan tersengat petir Ayana sampai terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang asing yang saat ini sedang memeluknya dengan erat.
" Siapa kamu? Berani-beraninya kau menganggap sebagai istrimu huh? Dasar kurang ajar!" umpat Ayana merasa kesal karena dia tidak bisa melihat wajah laki-laki yang tadi terdengar begitu dekat di telinganya.
Setelah laki-laki itu memencet remote di tangannya. Seketika ruangan itu langsung menyala semua lampunya dan terang benderang.
Ayana sangat terkejut ketika mendapatkan Agus yang saat ini berada tepat di hadapannya dan sedang memeluk pinggangnya dengan sangat erat. Ayana kesulitan untuk menelan salivanya sendiri.
' Aku harus berpura-pura tidak mengenalnya. Aku yakin kalau dia tidak tahu siapa aku saat ini. Identitasku adalah baru dan aku bisa mengelak untuk mengenal dia!' bathin Ayana.
" Apa Kabarmu Sayang? Lama sekali kita tidak bertemu!" ucap Agus yang berusaha untuk mencium Ayana yang terlihat masih kaget dan belum siap untuk menerima kondisi yang mengejutkan ini.
Dengan begitu mudah Agus mendapatkan bibir Ayana yang sangat dia rindukan dan ********** dengan begitu rakus.
Ayana yang saat itu mendapatkan kembali kesadarannya. Dia berusaha untuk melepaskan dirinya dari Agus.
" Maaf Tuan! Sepertinya anda salah mengenali orang!" ucap Ayana berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Agus.
" Mari kita buktikan! Apakah aku salah orang atau tidak!" ucap Agus sambil tersenyum penuh dengan arti kepada Ayana yang sudah merasa gugup dan ketakutan melihat Agus yang terus meringseknya dan mendekat ke arah ranjang yang tidak jauh jaraknya dari dirinya saat ini berdiri.
" Apa yang hendak anda lakukan padaku? Jangan sembarangan ya!" ucap Ayana sambil berusaha untuk memukul dada Agus dan melepaskan diri dari cengkraman laki-laki itu yang sekarang telah banyak berubah sejak terakhir kali dia bertemu dengannya.