
Setelah menyelesaikan liburannya, Amanda kemudian kembali ke Perancis bersama dengan Farhan yang selalu menyertainya untuk tinggal di Prancis bersamanya.
Farhan memang sangat menyayangi Amanda sejak kecil mereka sudah tinggal bersama sehingga terjadi ikatan bathin di antara keduanya yang sangat kuat.
" Amanda tadi kakek mendapatkan telepon dari ibumu. Kalau dia sekarang sedang menunggu kita di Prancis!" ucap Farhan memberitahukan Amanda tentang ibunya yang sekarang berada di Prancis untuk bertemu dirinya.
Amanda tampak mengerutkan keningnya Sebenarnya dia pun sangat bingung untuk menghadapi ibu kandungnya sendiri.
Bagaimanapun dia tidak mau menyakiti Kesya maupun Andika dengan tetap berhubungan dengan Manda lebih dekat lagi.
Amanda hanya tersenyum kepada Farhan. Kemudian Amanda lebih memilih untuk memejamkan matanya. Karena dia tidak mau untuk mengungkapkan apa yang saat ini sedang dia rasakan terhadap sang ibu kepada kakeknya yang dia tahu selama ini sangat menyayanginya.
Amanda bisa merasakan kasih sayang Farhan yang selalu dicurahkan kepadanya.
Bahkan Farhan lebih menyayangi Amanda daripada Adrian dan Cakra. Hal itu dilakukan Farhan karena dia merasa kasihan kepada Amanda yang tidak memiliki kasih sayang sempurna dari ibu maupun ayahnya.
Berbeda dengan Adrian dan Cakra yang memiliki cinta 100% dari Kesya dan Andika yang selalu memperhatikan mereka secara full time dan exlusive untuk mereka.
Bukannya Kesya tidak mau merawat Amanda tetapi Amanda yang tahu diri dan tidak mau mengganggu rumah tangga ayahnya dengan Kesya. Sehingga dia lebih memilih untuk tinggal bersama dengan kakek dan neneknya yang hidup kesepian karena jauh dari anak mereka dan cucu-cucunya.
Merry dan Alvian sudah tinggal di Indonesia dan menatap di sana bersama dengan keluarga mereka. Merry nyaris tidak pernah mencari keberadaan ayahnya sekarang. Dia hanya rutin menghubungi Farhan melalui ponselnya untuk sekedar mengetahui kabar terbaru sang ayah dan juga mengenalkan anak-anaknya kepada kakek mereka.
Setelah sampai di Perancis, Amanda dan Farhan langsung bergegas ke mansion milik keluarga Abimana yang sangat mewah dan keren sekali.
Bahkan Manda ketika dia baru pertama kali menginjakan kakinya di mansion Itu tampak begitu takjub dan terperangah. entah apa yang akan dirasakan oleh Manda ketika dia melihat mention yang ditempati oleh Andika dan Kesya di Dubai yang 10 kali lipat lebih cantik dari mansion itu.
Amanda menemui ibunya yang sudah menunggunya sejak tadi bersama pembantu yang selalu mengurusi semua kebutuhan dirinya dan sang kakek.
" Akhirnya kamu datang sayang! Mama sangat merindukanmu!" ucap Manda sambil mencium pipi Amanda dengan penuh kerinduan.
Akan tetapi Amanda langsung menarik dirinya ketika sang Ibu hendak memeluknya.
" Apa yang sedang Mama lakukan di sini? Bukankah sudah Amanda katakan? Kalau Mama lebih baik fokus kepada keluarga mama yang ada di Indonesia? Jangan sekali-kali Mama meminta untuk tinggal denganku di sini. Karena aku tidak akan pernah mengizinkannya!" ucap Amanda langsung meninggalkan Manda begitu saja.
Farhan tampak menggelengkan kepalanya melihat cucunya yang bersikap begitu keras terhadap ibu kandungnya sendiri.
" Masuklah ke dalam Manda, kau harus maklumi kalau Amanda masih capek setelah melakukan perjalanan jauh!" ucap Farhan sambil tersenyum kepada Manda yang merasa bersyukur dengan kebaikannya.
Farhan merasa kasihan melihat Manda yang diperlakukan tidak adil oleh cucunya yang dia tahu masih terluka hatinya karena sang ibu yang lebih memilih untuk melepaskannya daripada mempertahankannya.
Gadis kecil itu sedih sekali. Setiap hari Amanda selalu menangis dan mengamuk. Meminta untuk bertemu dengan ibu kandungnya tetapi tidak pernah membuahkan hasil. Sehingga akhirnya dia lelah sendiri dan mulai pasrah dengan takdir yang harus dia jalani yaitu jauh dari ibu kandungnya dan juga ayahnya yang selalu sibuk dengan bisnis dan anak lelaki kebanggaan sang ayah.
Anak lelaki yang kelak akan menjadi pewaris Abimana grup yang terkenal di seluruh penjuru dunia.
Oleh karena itu Amanda selalu bekerja keras untuk selalu berusaha untuk membuktikan bahwa dia pun sebagai seorang perempuan layak untuk dibanggakan oleh ayahnya.
Bahkan sampai sekarang usianya yang sudah hampir memasuki di angka 20. Amanda belum pernah berkenalan dengan seorang laki-laki secara spesial di hatinya. Karena waktunya hanya dihabiskan di perpustakaan dan belajar. Memupuk dirinya untuk menjadi kuat dan hebat melebihi Adrian dan Cakra.
Farhan bisa melihat ambisi besar yang jelas tergambar di mata Amanda. Akan tetapi Farhan membiarkan saja. Karena bagaimanapun Ambisi itu yang akan membuat Amanda semakin kuat setiap harinya dalam menghadapi masalah hidupnya dan juga masalah hatinya yang selalu merasa tidak memiliki keluarga lengkap dan Amanda selalu kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Akan tetapi untuk membiarkan Manda masuk ke dalam hidupnya pun Amanda tidak berani dan tidak bisa melakukan itu karena dia tidak mau menyinggung perasaan Andika dan Kesya. Mereka pasti akan sedih kalau melihat Amanda bersama dengan Manda.
" Kau tinggal di mana selama berada di Perancis?" tanya Farhan kepada Manda yang sejak tadi terus memperhatikan keberadaan Amanda. Karena tujuan Manda ke Perancis memang adalah untuk bertemu dengan putrinya yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengannya.
Manda sudah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia akan membahagiakan Amanda dan membayar tahun-tahun yang telah dilewati oleh putrinya tanpa dirinya.
Manda sekarang sudah menjadi wanita yang berbeda dengan kehidupan yang berbeda dia merasa yakin kalau dia bisa memberikan kebahagiaan untuk Amanda.
" Aku tinggal di sebuah apartemen yang tidak jauh dari tempat ini. Aku sengaja menempati Apartemen itu agar bisa bertemu dengan Amanda setiap hari!" ucap Manda sambil tersenyum kepada Farhan yang mau menyambut kedatangannya.
Farhan merasa senang karena melihat penampilan dari Manda sekarang dia bisa melihat kalau Manda sekarang sudah memiliki kehidupan yang baik.
" Tinggallah di sini sampai makan malam. Aku akan ke kamar dulu untuk beristirahat. aku akan menyiapkan sebuah kamar untukmu beristirahat juga di mansion ini," ucapan Farhan terhenti karena tiba-tiba dia melihat Amanda yang bergabung dengan mereka.
" Tidak usah menyiapkan kamar untuk ibuku Kek, dia akan segera pulang setelah ini kok. Betul kan Mah? Katakan mama butuh apa dariku?" tanya Amanda dengan begitu cuek dan tampak begitu dingin sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Manda kesulitan menelan salivanya sendiri melihat penyambutan putrinya yang seperti tidak senang dengan kedatangannya.
" Mama tidak butuh apa-apa darimu sayang. Mama hanya ingin bertemu denganmu saja, karena Mama sangat merindukanmu!" ucap Manda dengan suara bergetar dan tampak bulir air mata mulai menetes di kelopak matanya.
Farhan bisa melihat kesedihan di mata Amanda tetapi Gadis itu sengaja memperlihatkan amarahnya di hadapan sang ibu untuk melampiaskan sakit hatinya bertahun-tahun hidup tanpa kasih sayangnya.
" Bukankah Mama sudah menjualku ke keluarga Abimana? Di dalam perjanjian itu, kita tidak akan pernah mengenal satu sama lain seumur hidup kita. Bukankah itu benar Mah? Lalu apa yang sedang Mama lakukan di sini sekarang? Setelah begitu banyak hal diterima oleh Mama dari mereka. Mama masih punya muka untuk berhadapan denganku sekarang?" tanya Manda dengan sengit dan penuh amarah.
Yah Amanda menemukan surat perjanjian yang sudah ditandatangani oleh ibunya dengan kedua kakek neneknya dan juga ayahnya. Bahwa Manda menyerahkan hak ke pengasuhan Amanda kepada keluarga Abimana. Dengan memberikan apartemen, tabungan bernilai ratusan juta dan juga mobil mewah untuk ibu kandungnya.
Hati Amanda benar-benar terhiris ketika dia mengetahui fakta tersebut. Pantas saja ibunya begitu mudah menyerahkan dia kepada ayahnya dan tidak pernah menghubunginya selama bertahun-tahun.