Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
321. Bersama itu indah



" Tidak apa, aku hanya merasa sangat bahagia karena kau ada di sini bersamaku!" ucap Manda sambil mengeratkan pelukannya dan menyusupkan wajahnya di dalam Mark yang amat dia rindukan.


Manda saat ini benar-benar sangat bahagia karena Mark berada di sisinya. Amanda pun sekarang sudah mengerti dan sudah mau memaafkannya. Rasanya kehidupan Manda begitu sempurna dan dia menjadi orang yang paling bahagia di atas dunia ini, karena dikelilingi oleh orang-orang yang dia cintai.


" Tidurlah sayang aku akan menemanimu!" ucap Mark sambil membaringkan tubuh nya di samping Manda yang langsung mengangguk pelan.


Hati Manda sedang bahagia jadi dia tidak keberatan mau melakukan apapun terhadap dirinya saat ini. Tetapi saat Mark hendak meminta hak nya sebagai seorang suami, Manda langsung menghentikan itu.


" Ini rumah sakit sayang. Tolonglah! Jangan sampai nanti tiba-tiba dokter atau suster datang kemari dan memergoki kita berdua. Itu pasti akan saat memalukan untuk kita!" ucap Manda dengan wajah memerah karena merasa malu ketika membayangkan itu.


Mark kemudian tersenyum sangat manis dan mengurungkan niatnya.


" Baiklah sayang untuk saat ini kau bebas dan aku akan melepaskanmu. Tapi ketika kau sudah keluar dari rumah sakit, maka kau harus membayar sama hutangmu padaku selama ini. Hmmm?" tanya Mark sambil mengecup bibir Manda sekilas.


Mendengar Mark mengatakan tentang hutang Manda hatinya seketika mencelos. Karena dia mengingat bahwa dirinya telah menarik uang satu miliar dari rekening bank milik Mark tanpa mengatakan apapun padanya.


" Maafkan aku ya sayang. Karena aku sudah tega sekali mengambil uang begitu besar dari rekening kamu!" ucap Manda sambil menundukkan wajahnya karena merasa malu dan juga takut dengan amarah Mark.


Mark untuk sejenak memasang wajah keras di wajahnya sehingga membuat Manda semakin ketakutan dan merasa tidak enak.


" Maafkan aku sayang. Kau bisa ambil kembali uangnya. Uang itu aku buat sebuah perusahaan di Prancis. Kau bisa mengelola perusahaan itu sehingga bisa mendapatkan kembali uangnya beserta bunganya. Kau tahu bukan? Kalau aku tidak terlalu mahir masalah bisnis. Selama ini, perusahaan itu aku berikan dan aku percayakan kepada manajemen profesional. Aku hanya menerima laporan dan laba dari perusahaan saja!" ucap Manda mengatakan segalanya dengan jujur kepada Mark agar laki-laki itu tidak terlalu marah kepadanya mengenai uang 1 M itu.


Mark kemudian tersenyum dan dia lalu membingkai wajah Manda dengan kedua tangannya yang lebar dan kuat.


" Dengarkan aku sayang. Kau adalah istriku juga. Kau juga memiliki hak di dalam harta yang aku miliki. Jadi tidak masalah kalau kau menggunakan uang itu!" ucap Mark dengan wajah seriusnya yang membuat Manda menjadi sangat terharu sekali.


" Benarkah sayang? Kalau begitu aku merasa bersyukur karena kau sudah memberikan nafkah yang begitu besar untukku! Hahaha!" ucap Manda dengan senyum sumringah yang tergambar dan terlukis di wajahnya.


" Waktu itu aku hanya merasa sedikit kecewa kepadamu sayang. Karena kau mengambil uang itu tanpa mengatakan apa-apa kepadaku. Setidaknya kalau kau minta izin atau berbasa-basi padaku. Aku pasti tidak akan kecewa seperti itu." ucap Mark dengan wajah sendu.


Mereka pun kemudian tidur dalam suasana bahagia karena semua masalah yang menggerogoti hati mereka sekarang satu persatu telah diangkat.


Keesokan paginya Manda meminta kepada Mark untuk kembali ke Jerman. Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai nanti Elena marah kalau dia tahu bahwa menghabiskan waktu bersamanya.


" Tidak sayang. Aku tidak mau melakukan itu. Aku mohon! Setidaknya aku ingin di sini dulu. Aku ingin menenangkan diriku. Yah, sampai aku merasa rela bahwa Elena ternyata selama ini hanya bermanfaatku saja." ucap Mark sendu dan merasa sedih sekali.


" Aku tidak tahu apakah Elena pernah mencintaiku atau tidak. Aku malah merasa curiga kalau dia selama ini bersamaku hanya untuk membalaskan sakit hatinya kepada Andika karena tidak jadi menikah dengan Andika." ucapnya pelan.


Entah kenapa mengatakan kata-kata itu membuat hati Mark mencelos seketika. Mark ingat kejadian saat di Prancis beberapa waktu lalu. Ketika mereka berusaha merebut tanah untuk pembangunan rumah sakit yang akan dilakukan oleh Abimana grup.


" Hah Aku bodoh sekali. Entah berapa banyak lagi yang harus kulakukan untuk membuat hati Elena merasa tenang dan mau segera melepaskan tentang dendamnya kepada Andika!" ucap Mark sangat sedih.


Ketika Mark mengingat tentang tanah untuk pembangunan rumah sakit itu, seketika Mark terdiam sejenak seakan mengingat sesuatu.


" Oh ****!" ucap Mark tiba-tiba.


Manda terkejut mendengarkan teriakan Mark yang tampak kesal setengah mati.


Mark hanya menggelengkan kepalanya. Tetapi Mark kemudian mencari ponselnya dan menghubungi anak buahnya yang dia tanamkan di proyek pembangunan rumah sakit yang sedang dilakukan Abimana grup.


Manda hanya mengerutkan keningnya melihat semua tingkah laku Mark yang sangat aneh baginya.


" Halo Baron. Sekarang juga kau tarik semua anak buahmu dari proyek itu. Dan jangan lanjutkan lagi semua perbuatan kalian di sana. Segera tinggalkan proyek itu dan pergilah dari negara Prancis. Aku akan mentransfer uang untuk kalian bisa hidup di tempat lain!" ucap Mark dengan nada bariton yang tinggi.


Mark memberikan instruksinya kepada anak buahnya yang dia tanam di proyek Abimana group dalam rangka menghancurkan proyek itu agar tidak berjalan dengan baik.


Setelah anak buahnya menyetujui untuk menarik diri dari proyek itu. Mark meraup wajahnya dengan kasar terlihat Dia sangat frustasi.


" Ya Tuhan betapa jahatnya kau Elena selama ini kepadaku. Kau sudah membuat aku menjadi seorang monster tanpa aku sadari!" cicit Mark merasa sangat teriris hatinya mendapatkan kenyataan seperti itu dari Elena yang telah menjadi istrinya lebih dari 18 tahun lamanya. Sedih dan pedih luar biasa.


Manda hanya mampu mengelus lengan Mark dengan lembut dan memberikan support kepada laki-laki yang dia cintai dengan sepenuh hatinya.


Setelah kemarin Mark begitu teladan merawatnya. Walaupun dia telah mengambil uang Mark 1 miliar, tetapi Mark tidak pernah mempe masalah kan hal itu sama sekali. Mark tetap merawat dan menjaga Manda ketika dia sakit dan tidak bisa apa-apa dengan begitu telaten. Hal itu membuat Manda semakin mencintai laki-laki yang ada di sampingnya saat ini. Laki-laki yang sedang patah hatinya setelah mengetahui bahwa ternyata dirinya hanya digunakan oleh sang istri dalam rangka pembalasan dendam masa lalunya yang belum selesai hingga saat ini.


" Sudahlah sayang! Lupakan semua itu. Kalau hanya membuatmu merasa terluka dan sakit hati." ucap Manda sambil mengecup bibir Mark yang terlihat gemetar karena menahan kesedihan di hatinya.


Mark mencium bibir Manda dengan segenap hatinya. Ya! Saat ini hanya itu yang bisa menjadi penyemangat baginya yang sedang down. Menyembuhkan segala luka yang diakibatkan oleh Elena yang telah lama sekali memanfaatkan dia dengan begitu kejam tanpa perasaan sama sekali.


Perasaan rindu dendam yang ada di hati keduanya membuat mereka akhirnya kebablasan dan bercinta di pagi hari walaupun dengan tangan Manda yang masih di inpus. Wajah Manda sampai memerah karena malu saat dokter pagi yang mengecek kondisinya hampir saja menangkap basah mereka berdua.


Akan tetapi Mark hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya ketika mengingat kembali kejadian itu.


Kejadian indah yang tidak akan pernah dia lupa seumur hidup nya. Manda sangat mencintai dia. Mark bisa merasakan hal itu dengan hatinya.


" Kau bikin malu saja!" ucap Manda sambil memukul dada Mark dengan gemas setelah dokter keluar dari kamar perawatannya.


Manda tidak bisa membayangkan kalau yang masuk itu adalah putrinya dan melihat apa yang mereka lakukan.


" Bagaimana kalau Amanda atau Pak Farhan yang masuk coba? Aih malu sekali pastinya!" ucap Manda masih protes dan misuh misuh kepadanya yang masih mesem ketika dia mengingat kembali kejadian tadi.


Mark sendiri tidak mengerti kenapa dia selalu lepas kontrol apabila sudah berurusan dengan Manda. Mark semakin sadar kalau dia memang telah jatuh cinta sebenar-benarnya kepada Manda.


" Aku akan menceraikan Elena secepatnya dan menikahimu secara resmi!" ucap Mark tiba-tiba yang auto membuat Manda menghentikan omelannya.


" What?" tanya Manda terkejut sekali.


" Yah aku sangat yakin kalau aku akan bercerai dengan Elena. Aku tidak akan mau lagi untuk dijadikan alat oleh Elena untuk membalas sakit hati dia pada Andika!" ucap Mark dengan penuh kemantapan.


Akan tetapi Manda terus menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk menasehati Mark agar mengurungkan niatnya itu.


" Aku mohon sayang. Tolong berpikirlah dulu. Tenanglah dulu. Jangan melakukan hal seperti itu sayang. Kasihan kedua anakmu di sana. Mereka pasti akan merasa sedih dan patah hati. Dengarkan aku sayang! Mereka masih membutuhkanmu sebagai ayah mereka. Aku mohon! Tenanglah!" ucap Manda berusaha menasehati Mark agar tidak bercerai dengan Elena.