
Merry menatap jendela kamarnya, hatinya mulai resah, karena mengingat masa lalu yang sudah lama terkubur dalam ingatannya. "Kasihan Mba Kesya, pantesan Mamah begitu menyayangi Mba Kesya, karena beliau juga pernah ada di posisi yang sama. Membesarkan anak dari Suaminya bersama wanita lain! Hanya saja, bedanya, Kak Andika melakukannya tanpa sengaja, kalau Papah, memang berselingkuh dari Mamah dengan Mamahku yang berprofesi sebagai seorang pelacur!" hati Merry begitu miris, mengingat ibu kandungnya.
"Pasti sakit sekali jadi Mamah, ya?" tanya Merry kepada dirinya sendiri. "Aku yang hanya melihat, tidak mengalami, begitu sakit dan marah. Apalagi mereka berdua yang mengalami! Sungguh, wanita Abimana sungguh wanita yang sangat luar biasa!" dari tadi Merry terus bermonolog dengan dirinya sendiri.
Alvian hanya mendengarkan saja, dari monolog tersebut, sedikit banyak, Alvian bisa paham, apa yang kini dirasakan oleh Istrinya. "Walaupun kamu lahir dari seorang pelacur sekalipun, aku tetap akan mencintaimu! Bagiku kamu adalah segalanya!" ucap Alvian sambil memeluk Merry dari belakang.
"Apa yang kau lakukan?" Merry tampak terkejut.
"Tidak apa-apa, sayang! Ayo, kita makan yuk! Aku sudah lapar sekali! Aku merindukan istriku tercinta!" Alvian mengecup sekilas bibir istrinya yang tampak pucat.
"Sayang, lepaskan masa lalu yang pahit. Tataplah masa depan kita. Masa depan jauh lebih indah, dari pada masa lalu yang sudah berlalu. jadikan masa lalu sebagai pelajaran dan masa depan sebagau harapan dan impian. Kita jangan terlalu larut dalam masa lalu, tidak baik, sayang!" Alvian lalu membimbing Merry ke ruang makan.
Alvian begitu memanjakan Merry, karena cintanya yang begitu besar untuk sang istri. "Hari ini Mas masakan masakan kesukaan kamu, makan yang banyak ya, sayang?" Alvian membelai pipi istrinya dengan penuh kasih sayang. Merry memejamkan matanya. Meresapi segala kasih sayang dan cinta yang diberikan oleh Alvian.
"Terimakasih sudah menerima aku apa adanya, menerima segala keburukan dan kelebihan yang aku miliki! Semoga Allah akan memberikan kebahagiaan kepada cinta kita, hingga maut menjemput kita berdua!" doa Merry.
"Amien, sayang!" Alvian lalu mencium tangan istrinya.
Alvian Mengambil makanan yang akan Merry makan, ya, Alvian sudah biasa melayani istrinya.
"Kamu gak bosan sama aku, sayang?" tanya Merry merasa gak enak, ya, seingat dirinya, selama pernikahan mereka, selalu Alvian yang melayani dirinya seperti seorang ratu.
"Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu, sayang!" Alvian menatap Merry dengan lembut.
"Terimakasih!" ucap Merry. Mereka berdua lalu menikmati makan malam romantis mereka berdua. Ya, Alvian selalu memanjakan Merry, karena Merry saat ini sedang mengandung anaknya, satu bulan lagi akan melahirkan.
Oleh karena itu, Alvian sangat hati-hati, jangan sampai kenapa-kenapa dengan anaknya, anak yang sudah di nantikan oleh keluarga besarnya.
Ayahnya yang kini tinggal di Dubai sudah berkali-kali bertanya tentang kabar calon cucunya. Keluarga Merry juga tidak kalah hebohnya. Ya, kelahiran bayi Selalu bisa menjadi kabar membahagiakan bagi semua orang.
"Kita nonton televisi dulu, biar makanan yang kita makan tercerna dulu!" Alvian lalu membimbing Istrinya ke sofa, dan memberikan bantal di punggungnya.
"Aku bisa jalan sendiri, Mas! Gak usah berlebihan! Kamu terlalu mengkhawatirkan aku!" protes Merry, yang hanya ditanggapi senyuman oleh Alvian.
"Aku ambil camilan dulu, kamu diam di situ! Jangan macam-macam!" demi apapun! Merry sangat gemas dengan tingkah suaminya. Menggemaskan!
Keluarga mentereng, suami keren dan tampan, harta dan tahta, anak? Sebentar lagi akan keluar dari perutnya, semua yang diimpikan oleh seorang wanita dia miliki semuanya. Merry sungguh tidak percaya bahwa dirinya dipercaya oleh Tuhan untuk mendapatkan semua itu.
Kata syukur mungkin belum cukup untuk diucapkan. Merry dan Alvian selalu hidup dalam damai dan ketenangan. Sampai pada suatu hari, datang seorang wanita dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Wanita dari masa lalu Alvian, wanita yang selama ini selalu mengejar-ngejar dirinya. Alvian sudah berusaha untuk mengusir perempuan itu dari hidupnya, tapi mengalami kesulitan. Merry yang sedang hamil besar, emosinya sedang tidak stabil, merasa sangat terpancing dengan kehadiran wanita itu.
"Mas, kamu usir wanita itu sekarang juga! Atau aku akan kembali ke Dubai dan bersiaplah kehilangan anak dan istri kamu!" ucap Merry yang kemarahan sudah naik ke ubun-ubun. Bagaimana tidak? Pagi-pagi, setelah dirinya sholat shubuh di Mushhola yang ada di rumahnya, dia mendapatkan perempuan itu naik ke kasurnya dan memeluk sang suami yang saat itu hanya menggunakan selimut saja. Setelah pertempuran mereka berdua tadi malam. Hati Merry sangat marah bukan kepalang.
Alvian yang masih mengantuk, Lamat Lamat membuka matanya. Alvian terkejut ketika mendapati dirinya yang saat ini naked, tengah di peluk oleh Ariana. 'Oh Tuhan! Cobaan apa lagi ini?' Bathin Alvian.
"Apa yang kau lakukan di kamarku?" namun ketika Alvian menarik selimut, ternyata perumpuan itu juga Naked! Apa ada hal yang lebih membagongkan dari hal ini?
Perasaan Merry sungguh hancur lebur, Alvian sudah marah besar. Dengan cepat, Alvian menggunakan pakaian yang dia dapatkan dari lemari, lalu melemparkan selimut itu ke tubub Adriana. Alvian langsung berlari ke pelukan istrinya. Dengan wajah panik dan bingung.
"Sayang, Mas sungguh tidak mengerti kenapa perempuan itu bisa ada di ranjang kita!" Alvian berusaha meyakinkan istrinya. Merry masih terpaku. Matanya masih berkaca-kaca. Ariana tampak tersenyum penuh kemenangan, melihat kedua orang yang selalu bermesraan itu sekarang tampak akan saling cakar satu sama lain.
"Segitu doang, cinta kalian?" ejek perempuan itu tak tahu malu. Ya, sudah hidup menumpang, sekarang malah ingin menaburkan perselisihan dalam rumah tangganya.
"Maafkan aku, sayang!" Alvian bersimpuh di kaki Merry, sementara Merry masih mematung di tempatnya.
Merry lalu mengambil sebuah remote, lalu menghidupkan sebuah layar besar yang ada di kamar tersebut. Ya, Merry menghidupkan CCTV ketika dirinya keluar kamar tadi pagi, saat akan sholat di Mushhola. Dia ingin berjaga-jaga karena ingat di rumah ini ada wanita lain, yang pastinya memiliki niat buruk dalam rumah tangganya.
Sebagai bagian dari keluarga Abimana, Merry memiliki gen terbaik, otaknya selalu cemerlang. Mata Ariana membulat sempurna ketika wanita itu tanpa malu-malu, masuk ke kamar Mereka berdua, lalu membuka pakaiannya sendiri, dan masuk ke selimut yang ada Alvian sedang terlelap setelah pertemuan sengit dirinya dengan sang istri tadi malam. Acara nengok dedek bayi supaya gampang kalau mau melahirkan nanti. Ariana pucat pasi wajahnya.
"Aku akan merebut kamu dari istri kamu! Akan aku pastikan, bahwa kamu akan menjadi milikku!" lalu Ariana mencium bibir Alvian dengan rakus. Alvian yang terlelap hanya diam saja, karena memang masih kelelahan.
Lalu Ariana memeluk tubuh Alvian yang masih naked, menyatukan kulit mereka berdua, dia sudah tersenyum senang karena membayangkan akan menyatu dengan Alvian. Namun niatnya tersebut gagal karena Merry tiba-tiba masuk ke kamar, jadi dia pura-pura tidur.
Apa yang akan terjadi? yuk ikutin terus novel ini..
jangan lupa dukungan kalian ya, bantu promosi jika bisa. terimakasih. kalian yang membuat author bisa sampai sejauh ini, bertahan sampai bab ini. Terimakasih sekali lagi. Salam sehat dan bahagia buat kita semua.