Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
192. Baiklah



Ayana merasa terkejut ketika tiba-tiba saja ayahnya sudah berada di antara mereka berdua.


" Tidak mudah untuk masuk ke keluarga Sugandi Bagaimana mungkin kau memutuskan pernikahanmu begitu saja dengan laki-laki asing yang baru kau temui?" tegur ayahnya Ayana sambil menatap kepada putrinya.


" Maafkan Ayana Pah! Tetapi Ayana yakin kalau Agus adalah pria yang terbaik diantara semua pilihan yang pernah diberikan oleh papa!" ucap Ayana dengan penuh kemantapan sehingga membuat ayahnya menjadi geram dan marah.


" Tanpa seizin ku tidak akan ada orang lain yang bisa masuk ke keluarga Sugandi!" ucapnya dengan mata berapi-api.


" Tapi Ayana tetap akan menikah dengan Agus tidak peduli apapun yang papa katakan!" ucap Ayana dengan penuh kemantapan sehingga membuat Agus merasa terharu dibuatnya.


" Tenanglah om saya pasti bisa membuat Putri Om bahagia!" ucap Agus dengan penuh percaya diri.


" Diam kau anak muda aku tidak sedang bicara denganmu Aku sedang bicara dengan putriku jangan berani-beraninya kau menginstrufsi kami!" ucap ayahnya Ayana dengan suara baritonnya yang menggema.


" Papah tidak mempunyai hak apapun untuk mencampuri urusanku Bagaimanapun aku mempunyai tanggung jawab untuk mengembalikan perusahaan keluarga Sugandi ke tangan kita!" ucap Ayana keceplosan sehingga membuat Agus mengerutkan keningnya.


" Jadi itu tujuanmu yang sesungguhnya untuk tiba-tiba mendekatiku dengan begitu lembut. Larena kau menginginkan perusahaan Sugandi kembali ke tangan kalian?" tanya Agus Dengan Hati penuh terluka karena ternyata dia telah di bohongi oleh Ayana.


" Tidak! Kau jangan berpikir sembarangan. Karena aku mendekatimu bukan hanya karena tujuan itu! Aku sedang berusaha untuk mendekatimu dan lebih mengenalmu agar aku bisa lebih ringan menerima pernikahan ini!" ucap Ayana berusaha untuk meyakinkan Agus bahwa dirinya tidak hanya sedang mengincar perusahaan Sugandi yang satu ini ada di tangan Bibi-nya.


Bibinya sudah menjanjikan akan memberikan perusahaan itu, sebagai mahar dalam pernikahannya bersama dengan agus. Oleh karena itu, Ayana mempertimbangkan betul betul rencana pernikahan yang ditawarkan oleh Bibinya kepada dirinya.


" Omong kosong bagaimana mungkin seorang perempuan Seperti kamu mau menikah denganku? Yang hanya seorang laki-laki sederhana saja yang tidak memiliki harta maupun tahta!" ucap Agus dengan mata berapi-api.


Ayana mendekati Agus yang saat ini sedang marah terhadapnya dia tidak memperdulikan keberadaan ayahnya sama sekali karena saat ini yang terpenting adalah bagaimana pendapat Agus tentang dirinya karena akan sangat berbahaya apabila Agus menolak pernikahan mereka berdua.


' Aku tidak peduli harus merendahkan diriku seperti apa yang penting aku mendapatkan kembali perusahaanku dan aku bisa bertanggung jawab kembali kepada nenek moyangku!' batin Ayana ketika dia mendekati Agus yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat.


" Semua ini gara-gara Papa tahu gak? Padahal rencanaku sebentar lagi tinggal gold dan Papa menghancurkannya dengan satu kali hempasan!" ucap Ayana dengan penuh kesal terhadap ayahnya yang sekarang menatapnya dengan bingung.


" Memang Apa rencana mau Ayana Kenapa kau tidak mau bicarakan ya kepada Papa?" tanya ayahnya Ayana sambil menatap kepada putrinya yang saat ini sedang marah terhadapnya.


" Seharusnya Papa tuh pakai otak-otak Jangan hanya digunakan untuk bermain judi sehingga membuat perusahaan keluarga kita menjadi bangkrut tidak karuan!" ucap Ayah na sangking jengkelnya kemudian dia pun meninggalkan ayahnya seorang diri.


" Benar-benar menyebalkan! Sudah susah payah aku mendekatinya dan dia sudah mengatakan akan menikahiku tiba-tiba semuanya harus hancur begitu saja!" rutuk Ayana dengan penuh kejengkelan dan kemarahan terhadap kelakuan ayahnya yang tiba-tiba saja datang di antara mereka berdua dan menghancurkan semua rencana yang sudah dia susun dengan sangat rapi.


" Sekarang aku harus kembali merencanakan sesuatu untuk membuat Agus tidak membatalkan rencana yang sudah disusun oleh bibi Bagaimanapun aku harus kembali mendapatkan Perusahaan keluargaku!" ucap Ayana sambil menggenggam kedua tangannya sangking gemes ya dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya sehingga membuat dia sekarang kehilangan kesempatan untuk bisa mendekati Agus kembali agar mau menerima rencana Perjodohan yang sudah diatur oleh bibinya.


Sementara itu Agus yang saat ini sedang berada di sebuah taman tampak sedang merenung sesuatu.


Mata Agus yang tampak menerawang jauh entah apa yang saat ini sedang dia pikirkan.


" Apa yang sedang kau pikirkan sehingga kau tidak melihat bahwa ada seseorang di sampingmu?" tanya seorang gadis yang tiba-tiba saja sudah ada di sebelah Agus dengan senyum manisnya yang begitu menawan.


" Apa yang kau butuhkan tiba-tiba saja kau muncul di hadapanku seperti hantu!" tanya Agus dengan kesal.


" Memang kenapa kalau aku ingin menemuimu bukankah kita adalah tunangan?" ucap perempuan itu sambil mengulas senyum kepada Agus.


" Tunangan dalam mimpimu karena aku tidak pernah menerimamu sebagai tunanganku!" ucap Agus sambil melarikan diri dari perempuan itu dan tidak peduli sama sekali ketika dia memanggilnya.


" Kurang ajar sulit sekali melakukan laki-laki itu padahal dia hanyalah anak yang dibuang oleh orang tuanya! entah ada apa dengan keluarganya sehingga menjadikan dia sebagai pewaris dari perusahaan sebesar itu! sungguh merepotkan saja membuatku harus merendahkan diri seperti ini di hadapan laki-laki kurang ajar seperti dia!" ucapnha kesal.