Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
240. Peringatan



Begitu mereka berada di mobil. Tampak Agus terdiam. Dia berusaha untuk menenangkan hatinya yang saat ini sedang kacau karena kejadian yang terjadi di kediaman pamannya.


" Kenapa dari tadi kau diam terus? Apakah aku sudah melakukan kesalahan yang membuatmu merasa jengkel?" tanya Ayana kepada suaminya.


" Kenapa kau harus melakukan hal seperti itu? Apa kau tahu yang kau lakukan itu benar-benar mengundang kecurigaan orang lain? Aku tidak bisa bertanggung jawab kalau sampai Bibiku mencurigai apa yang tadi kau lakukan. Bukankah kau tadi sudah berjanji kalau kau akan menjaga kelakuanmu di sana?" tanya Agus kepada istrinya yang mulai menundukkan kepalanya karena sudah mengerti kesalahan yang sudah dia lakukan.


" Maafkan aku. Aku hanya merasa terbawa oleh suasana. Sehingga telah berbuat gegabah seperti itu!" ucap Ayana dengan terisak. Karena bagaimanapun saat ini hatinya benar-benar merasa sangat sedih dengan apa yang terjadi kepada dirinya dan sang ayah.


" Sudahlah lupakan saja hal itu. Sekarang yang penting, kau harus berusaha untuk semampumu menghindari Pamanku. Kalau tidak, Kau pasti akan keceplosan lagi! Selain itu, kalau Pamanku datang ke kediaman kita, usahakan jangan sampai bertemu dengan mamamu atau semuanya akan kacau!" ucap Agus sambil meraut wajahnya terlihat begitu frustasi dengan apa yang terjadi hari ini.


" Aku tahu kalau kamu pun dalam keadaan dilema mengenai Ayah kandungmu. Tetapi dia memiliki keluarga yang harus kita pikirkan juga. Kalau sampai keluarganya mengetahui masa lalu ayahmu dan memiliki anak dari wanita lain, aku tidak bisa membayangkan konsekuensi seperti apa yang akan diterima oleh ayah kandungmu! Kau harus mengingat bahwa ayahmu adalah seorang pejabat negara, Ayana. Masa depannya benar-benar di ujung tanduk, apabila masalahmu sampai tercium oleh publik!" ucap Agus berusaha untuk meyakinkan Ayana.


" Aku tahu semua yang kau katakan dan aku sangat memahaminya. Hanya saja melihat Axel yang begitu dekat dengan ayahku. Seketika hatiku menjadi egois dan ingin juga diakui sebagai anaknya. Sehingga Axel bisa memanggil dia kakek secara terbuka!" ucap Ayana dengan mata yang berembun.


" Aku tahu bahwa perasaan semacam itu sangat manusiawi. Ketika Kau ingin bersama dan diakui oleh ayah kandungmu sebagai putrinya. Hanya saja keadaan saat ini tidak memungkinkan untuk kita melakukan hal seperti itu! Percayalah Ayana! Suatu saat pasti kalian akan bersama. Hanya saja bukan saat ini. Kau harus mengerti posisi Ayahmu di pemerintahan!" ucap Agus berusaha untuk membujuk istrinya untuk tidak bersikeras ingin diakui oleh Pradipta Handoyo.


" Baiklah aku berjanji kalau aku tidak akan pernah menemui pamanmu lagi. Aku akan kembali ke Australia bersama dengan Axel. Sehingga kami tidak harus bertemu lagi untuk selamanya!" mendengar apa yang dikatakan oleh Ayana Agus tersentak.


" Aku tidak mengizinkanmu untuk kembali ke Australia. Kita akan hidup di Indonesia bersama dan tidak akan berpisah lagi!" ucap Agus dengan suara tegas.


" Maafkan aku. Aku tidak bisa melakukan itu. Kalau aku berada di Indonesia pasti akan selalu tergoda untuk mendekati pamanmu. Seperti yang kau katakan tadi, bahwa aku pasti akan kelepasan lagi seperti tadi. Bukankah kau tidak menginginkan kalau sampai masa depan pamanmu rusak gara-gara aku?" tanya Ayana dengan wajah kecewa.


" Tapi tidak harus membuatmu untuk pergi ke Australia dan meninggalkan aku di sini!" ucap Agus sambil melirik kepada Ayana yang masih bersikeras untuk meninggalkan dia di Indonesia.


" Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa tinggal di Indonesia berlama-lama. Aku memiliki tanggung jawab sebagai CEO di perusahaan milik ibuku yang ada di Australia. Selain itu, aku juga tidak bisa membiarkan Axel terus bersama dengan ayah kandungku atau dia akan curiga. Bagaimana kalau suatu saat dia mengambil sampel DNA dari Putraku? Bukankah itu sama saja dengan membongkar semua rahasia ini kepadanya?" tanya Ayana sambil menatap Agus dengan lekat.


" Kita bisa pindah ke luar kota, ke manapun itu! Aku pasti akan ikut dengan kamu, asal jangan Australia!" ucap Agus dengan tegas.


" Maafkan aku sekali lagi tetapi aku tidak bisa melakukan itu! Besok aku akan meminta pengacaraku untuk mengurus proses perceraian kita!" ucap Ayana dengan suara bergetar. Tiba-tiba saja Agus langsung mengerem mobilnya secara mendadak.


" Maafkan Aku tapi sepertinya hanya jalan itu yang terbaik untuk kita semua. Agar semuanya bisa hidup normal dan tidak ada yang terganggu sama sekali!" ucap Ayana tanpa menatap kepada Agus yang sudah mulai frustasi dengan keinginannya.


Agus kemudian menekan tuas gasnya dengan dalam dan Melarikan kendaraannya dengan sangat kencang sehingga membuat layanan menjadi khawatir dengan keselamatan mereka bertiga.


" Hentikan Agus! Apa yang kau lakukan ini?Apakah kau sedang berusaha untuk membunuh kami semua? Axel saat ini sedang tidur! Kau bisa mengganggunya yang sedang nyenyak!" ucap Ayana berusaha untuk menghentikan Agus yang tampak menggila saat ini.


" Biarkan saja kita bertiga mati Ayana Untuk apa juga kita hidup tapi pada akhirnya kita bertiga harus berpisah!" ucap Agus seperti kehilangan akal.


" Kau sudah gila! Cepat kau hentikan mobil ini. Aku ingin turun bersama anakku. Aku tidak mau sampai mati konyol gara-gara kebodohanmu ini! Aku yang sudah mengandungnya selama 9 bulan dan melahirkannya dengan susah payah. Aku tidak akan rela sampai kau membunuh Putraku begitu saja!" ucap Ayah Nah yang berusaha untuk menghentikan Laju kendaraan tersebut akan tetapi Agus yang nampaknya sudah nekat dan gelap mata tidak memperdulikan permintaan sang istri.


Hingga akhirnya mobil itu lepas kendali dan menabrak pembatas jalan. Aehingga mereka pun mengalami kecelakaan yang lumayan fatal. Ayana yang merasa khawatir dengan keadaan putranya. Dia langsung melepaskan seatbelt dan berlari ke kursi belakang di mana Exo yang sedang terbaring bersama pengasuhnya.


Ayana melihat kepala pengasuh Axel yang berdarah dan tampak tidak sadarkan diri.


" Axel! Apakah kau baik-baik saja Nak?" saat ini di dalam pikiran Ayana hanyalah ada putranya dia tidak memperdulikan keadaan Agus maupun pengasuh putranya.


" Ayana segera mengambil Axel dalam pangkuan sang pengasuh yang sudah pingsan. Ayan bergegas untuk keluar dari mobil itu.


Saat Ayana melihat mobil itu seperti hendak meledak. Dia pun segera berlari semua tenaga dan menarik tubuh Agus dan juga pengasuh putranya untuk keluar dari mobil tersebut sehingga selamat dari ledakan.


Setelah semuanya kondusif ayahnya langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk melaporkan kejadian itu dan meminta pertolongan dari tim medis.


Ayana melihat Agus yang nampak tidak sadarkan diri juga. Karena kepalanya yang membentur setir mobil ketika kecelakaan itu terjadi.


keadaan Ayana pun sebenarnya tidak terlalu baik-baik saja kepalanya sejak tadi terus mengucur Darah segar dan tangannya yang tadi berusaha sekeluarga menarik Agus dan pengasuhnya sudah seakan mati rasa.


Tetapi ketika dia melihat Axel yang tidak bergerak sama sekali, hati Ayana sudah mencelos dan juga ketakutan.