
Berbagai kejadian di masa lalu terus saja berputar di kepala Humairo yang saat ini sedang menyesali segala yang pernah terjadi di antara dirinya dan Rahmat.
" Tolong kau maafkan aku Mas. Aku tahu bahwa dosaku kepadamu sangatlah banyak. Aku tahu kalau aku telah menyakiti hatimu begitu dalam dan aku tahu bahwa aku telah memberikan noda di dalam pernikahan kita!" ucap Humairoh sambil mencium telapak tangan Rahmat yang masih tergolek lemas tak berdaya.
" Bibi istirahatlah dulu. Sejak kemarin Bibi belum tidur maupun makan. Paman pasti akan sedih kalau dia lihat Bibi begini!" ucap Ayana sambil menyentuh bahu Humairoh yang tampak begitu lemas dan lesu.
" Maafkan aku Ayana. Ada sebuah rahasia besar yang harus kita ceritakan kepadamu. Sebuah rahasia yang menjadi sebab dari Paman Rahmat meninggalkan Bibi dalam kemarahan yang tidak bisa termaafkan!" ucap Humairoh dengan suara yang bergetar.
Tampak Ayana yang menarik kursi agar bisa duduk di sebelah Humairoh yang bersiap untuk membuka jati dirinya yang sesungguhnya di hadapan putrinya.
" Ceritakanlah Bibi kalau itu bisa membuat hatimu menjadi lebih lapang!" ucap Ayana sambil menggenggam tangan Humairoh yang terasa begitu dingin.
Ayana tampak menatap wajah Humairoh yang terlihat begitu sedih dan juga mengenaskan. Bisa dia lihat dengan jelas bulir bulir penderitaan di wajah wanita paruh baya yang selama ini selalu menjadi tempatnya untuk mengadukan segala keluh dan kesahnya.
" Aku sebenarnya adalah ibumu, Ayana. Ibu kandungmu! maafkan aku karena sudah sangat lama aku menyembunyikan rahasia ini kepadamu." ucap Humairoh berusaha untuk menggenggam telapak tangan Ayana.
Ayana seperti mendengarkan sebuah dongeng yang begitu asing di telinganya dia tampak tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Bibi tidak usah bercanda denganku ih! Sudahlah! Ayo cepat di bibi istirahat! Jangan tidur terlalu malam ya? Pasti karena Bibi sangat lelah jadinya Bibi berhalusinasi seperti ini!" ucap Ayah Nah sambil menarik tangan bibinya untuk berbaring di ranjang yang sudah dipesan oleh keluarga mereka untuk menemani Rahmat selama berada di rumah sakit.
" Aku serius Ayana. Aku adalah Ibu kandungmu yang telah mengantarkanmu ke rumah orang tuamu sekarang dan akulah yang telah memberikanmu kepada kakakku untuk bisa merawatmu bersamanya!" ucap Humairoh dengan penuh kesedihan.
" Katakan padaku Bibi. Apakah ini sebuah kebenaran ataukah kebohongan karena jujur aku benar-benar bingung saat ini!" ucap Ayana seperti berada di sebuah dunia lain, Dimensi Lain. Yang melemparkannya kepada sebuah kenyataan yang sangat pahit.
" Saat itu aku masih sangat remaja. Sementara pria yang menghamiliku tidak mau bertanggung jawab. Oleh karena itu Kakekmu memutuskan untuk menyerahkanmu kepada Kakakku yang kebetulan tidak memiliki keturunan saat itu." ucap Humairah.
Ayana tampak terdiam dia masih berusaha untuk menerima kenyataan baru bahwa wanita yang selama ini dianggap sebagai Bibi ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.
" Pantas saja selama ini mama tidak pernah menganggapku penting baginya. Jadi ternyata, karena aku memang bukan anak dia? Sekarang Aku sudah mengerti misteri yang selama ini melingkupi hatiku. Lalu di mana Ayah kandungku sekarang?" tanya Ayana dengan penuh penasaran.
" Aku tidak tahu keberadaan Ayahmu di mana. Tapi yang jelas sejak dia tahu kalau aku hamil dia menghilang begitu saja dari hidupku. Jadi aku sudah menganggapnya mati. Aku tidak pernah berharap laki-laki bajingan itu kembali masuk ke dalam hidupku!" ucap Humairoh.
Agus merasa senang melihat Ayana bisa menerima keberadaan Humairah di sisinya sebagai ibu kandungnya yang sesungguhnya.
' Syukurlah tidak ada drama jambak menjambak. Aku sudah sangat ketakutan kalau akan ada prahara lagi di dalam keluarga ini. Kenapa rasanya kehidupan Ayana tidak pernah damai? Selalu saja banyak masalah yang mengganggu dia. Ayana sungguh seorang wanita yang kuat dan hebat dia bisa menghadapi semua cobaan yang datang ke dalam hidupnya. Aku sungguh sangat beruntung karena sudah menjadi suaminya!" batin Agus ketika dia melihat Ayana dan Humairo tampak akur dan tanpa ada masalah yang mengganggu hubungan mereka.
" Kalian para perempuan, pulang dan istirahatlah. Biarkan Paman Rahmat aku yang akan menjaganya. Sayang bukankah kau harus menjaga Axel?" tanya Agus kepada Ayana yang saat ini sedang memeluk Humairoh yang terlihat begitu lemah dan sedih. Terlihat dua kantong mata yang menghiasi wajah cantik Humaira yang selama ini selalu paripurna.
" Ayana ajaklah Mamahmu untuk beristirahat. Sudah dua hari ini dia tidak tidur dan makan. Pasti kepalanya pusing sekarang! Jangan sampai nanti Mamamu ikut sakit!" ucap Agus sambil memegang pundak Ayana.
" Benar apa yang dikatakan suamiku mah. Ayo kita beristirahat di rumah supaya mama bisa tidur dengan nyaman!" ucap Ayana sambil menatap Humairoh dengan tatapan permohonan.
" Mama akan tidur di sofa saja. Supaya kalau terjadi apa-apa dengan pamanmu, mama bisa bergerak dengan cepat. Mama tidak mau kalau sampai menyesal di kemudian hari. Mama belum meminta maaf kepada pamanmu yang selama ini selalu Mama bohongi tentang kamu ! Dia pasti merasa sangat sakit hati setelah mengetahui kenyataan bahwa ternyata kita adalah anak dan ibu kandung!" ucap Humairoh dengan wajah sendunya.
" Memangnya Paman Rahmat tidak curiga? Ketika dulu kalian melakukan malam pertama?" tanya Agus merasa sangat penasaran.
" Aku mengatakan kepada suamiku bahwa aku mengalami kecelakaan sehingga aku kehilangan selaput daraku. dan seperti biasa suamiku selalu mempercayai apapun yang kukatakan tanpa banyak klarifikasi maupun konfirmasi. Mungkin seumur hidup dalam pernikahan kami, semuanya merupakan kebohongan yang kukatakan kepadanya! Aku benar-benar seorang istri yang buruk yang sudah menghancurkan hati suaminya. Kalau sampai terjadi apa-apa kepada pamanmu, Mama pasti akan merasa menyesal seumur hidup dan merasa bersalah kepada anak-anak kami yang sekarang ada di Indonesia!" ucap Humairoh dengan menitikkan air matanya.
Ayana bisa merasakan kesedihan ibu kandungnya. Pasti selama ini berat sekali untuknya bisa merahasiakan tentang dirinya yang ternyata adalah Putri kandungnya sendiri. Sekarang Ayana bisa mengerti kenapa Humairoh begitu menyayanginya dan selalu menjadi guardian angel untuk dirinya yang selalu menyelesaikan semua masalah dalam hidupnya.
Ayana kembali mengingat kejadian tentang Firman yang dulu pernah menghancurkan perusahaan Sugandi. Dengan tanpa ragu-ragu Humairo langsung menolongnya. Walaupun harus mengeluarkan begitu banyak uang untuk membeli kembali perusahaan Sugandi dari pelelangan yang akhirnya membuat dirinya harus terjebak dalam pernikahan bersama dengan Agus, laki-laki yang telah dipilihkan oleh Humaira untuknya.
Ayana sangat tahu betapa besar cinta Humaira, bahkan melebihi Cinta dari wanita yang selama ini mengaku sebagai ibunya.
Wanita yang ternyata adalah Kakak dari Humairah yang telah menjaganya selama lebih dari 20 tahun. Tetapi wanita itu tidak pernah merasa kehilangan dirinya. Walaupun dia sudah menetap di Australia lebih dari satu tahun lamanya.
Bahkan ketika Ayana mengabarkan tentang kelahiran putranya Ibu angkatnya tidak peduli sama sekali dengan dirinya. Sekarang Ayana sudah mengerti semua tabir rahasia itu, yang ternyata dirinya bukanlah anak kandung dari wanita yang selama ini mengaku sebagai ibu kandungnya.
Keluarga Sugandi benar-benar menutup rapat tentang informasi bahwa Humairoh pernah melahirkan ketika masa remajanya.