Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
322. Ngotot



Mark sudah yakin dengan keputusannya. Bahwa dia akan bercerai dengan Elena. Apapun yang terjadi dia tidak akan bergeming sama sekali.


" Aku akan meninggalkanmu kalau kau sampai bercerai dengan Elena!" ancaman Manda kemudian dia pun meninggalkan Mark yang masih terkejut dengan perkataannya.


Mark mengejar Manda dan berusaha untuk membujuknya agar Manda tidak benar-benar melakukan apa yang dia katakan.


" Tolong jangan lakukan hal seperti itu sayang. Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup kalau kau meninggalkanku?" tanya Mark mulai sedih.


Manda terdiam sejenak, mendengarkan perkataan Mark. Tetapi dia pun tidak bisa hidup kalau sampai membiarkan Elena kehilangan suaminya.


Apalagi dua anak mereka yang benar-benar membutuhkan ayahnya. Walaupun ke dua anak Mark dan Elena sudah remaja. Akan tetapi mereka terkenal sebagai anak-anak yang nakal. Khususnya Steven yang terkenal sebagai remaja labil yang suka membuat masalah di mana-mana.


Adapun Marta walaupun tidak nakal dalam konteks seperti Steven. Tetapi dia pun suka sekali berantem dan hobby menghantam teman-temannya yang nakal kepada temannya yang lain.


Hanya memikirkan hal-hal seperti itu saja sudah membuat Manda benar-benar pusing dan tidak tega terhadap Elena.


Manda mengingat bahwa Elena lah yang telah membuat dirinya bisa kenal dan bertemu dengan Mark hingga akhirnya mereka bersama saat ini.


Walaupun hati Manda merasa malu karena dia telah menusuk Elena dari belakang.


Bisa dikatakan dirinya adalah wanita yang lupa dengan tempat asalnya. Bagaimana tidak? Ketika dirinya berada di tempat yang sangat terpuruk. Setelah bercerai dengan suami keduanya gara-gara suaminya yang tidak mau menerima masa lalu Manda.


Elena yang telah membawanya datang ke Jerman dan memberikan pekerjaan untuknya. Akan tetapi sekarang Mark malahan lebih mencintainya daripada Elena, istri sah Mark.


Bahkan tadi, barusan saja, Mark mengatakan bahwa dia akan menceraikan Elena demi untuk menjadikan dia sebagai istri sahnya.


Hati nurani Manda memberontak. Karena bagaimanapun dia tidak tega dan merasa malu dengan dirinya sendiri.


" Aku mohon Mark. Jangan pernah berpikir untuk menceraikan Elena ataupun kau mau meninggalkan anak-anakmu demi aku. Itupun kalau kau masih menginginkan untuk bertemu denganku!" ucap Manda sambil menggenggam telapak tangan Mark yang terasa begitu dingin.


Sementara Mark merasa dilema sekali saat ini. Bagaimanapun dia masih ingat dengan pesan dari Farhan bahwa dia harus memilih salah satu di antara keduanya. Karena dia tidak boleh serakah di dalam kehidupannya.


" Tetapi Kakek Amanda pernah mengatakan kepadaku. Bahwa aku harus memilih salah satu di antara kalian. Aku tidak boleh serakah Manda. Aku pun ingin Elena bahagia dan menemukan laki-laki yang bisa mencintai dia!" ucap Mark sambil mengelus lembut lengan Elena yang saat ini sedang berada di pangkuannya.


" Laki-laki yang mencintai Elena itu adalah kau sayang. Tidak akan ada laki-laki manapun yang lebih mencintai Elena selain dirimu!" ucap Manda tersenyum kepada Mark yang langsung menggelengkan kepalanya.


Manda tampak mengerutkan keningnya karena dia bingung maksud dari gelengan kepala Mark.


" Yah ada laki-laki lain yang lebih mencintai Elena daripada aku. Akan tetapi dia mengalah karena Elena lebih memilih aku sebagai suaminya!" ucap Mark pelan.


Mark bercerita seakan menerawang kembali ke masa lalu di mana dirinya dulu sekali pernah bergelut dengan sahabatnya demi memperebutkan Elena agar menjadi istrinya.


" Tapi aku tidak tahu sekarang dia ada di mana. Sudah hampir 10 tahun lebih Aku tidak pernah berkunjung ataupun bertemu dengan dia lagi!" Manda dengan seksama terus mendengarkan semua yang diceritakan oleh Mark tentang seorang laki-laki yang sangat mencintai Allah di masa lalu.


" Ayolah sayang. Dengarkan Aku! Pria yang dicintai oleh Elena adalah dirimu. Walaupun laki-laki itu benar-benar mencintai Elena, tidak mungkin dia bisa bahagia kalau Elena tidak mencintainya!" ucap mandah sambil membingkai wajah Mark dengan telapak tangannya.


" Ya Allah! Jadi laki-laki yang mengaku sebagai suami baru Mama ku, dia mempunyai keluarga lain selain mamaku? Apakah itu artinya kalau mamaku adalah seorang pelakor di dalam kehidupan orang lain. Ya Allah Mama! Kenapa kau tega sekali sih?" Manda benar-benar shock menerima kenyataan tersebut. Hingga tanpa Manda sadari, dia pun mendorong pintu ruangan perawatan Manda.


Manda dan Mark sangat terkejut ketika mereka melihat Amanda yang seperti linglung berdiri di hadapan mereka berdua.


Mark berdiri dan mendekati Amanda lalu dia menanyakan keadaan Putri sambungnya.


" Kau baik-baik saja kan sayang? Kenapa wajahmu begitu pucat? Hmmm!?" tanya Mark sambil mengelus pipi Amanda dengan kasih sayang. Amanda mulai menangis sedih.


Saat Mars mengelus pipinya, Amanda langsung menepis tangan Mark yang tadi berusaha untuk menyentuhnya. Entah kenapa, tiba-tiba saja perasaan jijik itu hadir di dalam hati Amanda terhadap ibu dan Mark.


" Sayang kau kenapa? Apakah kau sakit?" tanya Manda dengan begitu khawatir melihat ekspresi Amanda yang benar-benar sangat sulit ditebak. Apalagi ketika Manda melihat Amanda yang menepiskan tangan Mark begitu saja saat Mark berusaha untuk mengelus pipi-nya.


Amanda berusaha sekuat tenaga untuk tidak marah terhadap ibunya. Tetapi semakin lama ditahan membuat kepalanya semakin pening. Sehingga akhirnya Amanda pun melepaskan semua emosinya.


" Kenapa Mamah tega sekali untuk menjadi seorang pelakor di dalam kehidupan orang lain? Kenapa Mah? Kenapa?" tanya Amanda dengan histeris.


Manda langsung lemas seketika. Baru saja putriya memaafkan dirinya dan sekarang putrinya malahan mengetahui aibnya yang selama ini selalu dia sembunyikan dengan sangat hati-hati. Aib mengenai status dari pernikahannya dengan Mark, yang hanya siri.


" Dengarkan Om Amanda! Ok? Om bisa menjelaskan semuanya kepadamu. Jangan sekali-kali kau menghakimi ibumu!" ucap Mark berusaha menarik tangan Amanda untuk duduk di sampingnya. Agar dia bisa bicara dengan Amanda lebih leluasa.


Akan tetapi Amanda yang memang memiliki temperamental yang lumayan tinggi dia sama sekali tidak memperdulikan keinginan Mark.


Selama ini yang bisa mengendalikan Amanda memang hanyalah Farhan. Laki-laki sepuh yang berstatus sebagai kakeknya yang selama ini selalu memberikan ketenangan dan juga kedamaian untuk Amanda.


" Jangan coba-coba kau menyentuhku!" Mark sampai terkejut mendengarkan teriakan Amanda yang menggema di seluruh ruangan.


Mark kemudian langsung mundur dan mengangkat tangannya untuk tidak mendekati lagi Amanda yang sudah persis seperti sapi yang sedang mengamuk tidak bisa dikendalikan.


" Mark datanglah kemari dan Jangan mendekati Amanda. Dia kalau sudah mengamuk sangat susah untuk dikendalikan. Sudah Mark! Biarkanlah Amanda mau melakukan apa.Tidak usah kau membujuknya lagi sayang!" ucap Manda memanggil Mark untuk mendekat kepadanya.


Saat ini Manda masih terbaring lemas di rumah sakit dan dokter masih belum memperbolehkan dia untuk kembali ke apartemen miliknya.


" Kalian benar-benar pasangan yang sangat menjijikan! Sebaiknya Mama tidak usah lagi datang dan menunjukkan wajah mama di hadapanku. Karena aku sangat menbenci mama. Kecuali Mama meninggalkan laki-laki itu untuk kembali kepada keluarganya baru aku akan menerima mama sebagai Mamaku lagi!" ucap Manda sangat tegas.


Setelah mengatakan kata-kata yang begitu pedas dan keras. Amanda langsung meninggalkan rumah sakit tempat Manda di rawat tanpa memperdulikan Manda yang sedang menangis histeris sambil terus memanggilnya.


Mark tetap memeluk Manda. Dia tadinya hendak mengajar Amanda tetapi dihentikan oleh Manda yang langsung memanggilnya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


" Amanda benar-benar seorang wanita yang keras dan tegas. Sangat sulit sekali untuk meyakinkan dia dan membujuknya!" ucap martis sambil duduk di samping Manda yang saat ini sedang menangis karena merasa sakit hati mendengarkan ucapan putrinya.


" Sekarang tidak ada harapan lagi untuk aku bisa berdamai dengan Amanda. Dia akan semakin membenciku Mark! Hiks hiks!" ucap Manda sedih sekali.


Manda menangis di dalam pelukan Mark yang merasa sedih melihat ibu dan anak jadi saling membenci kembali gara-gara dirinya. Padahal baru saja kemarin mereka berbaikan.