
Martha sangat senang sekali ketika dia menerima kiriman foto dari ibunya yang saat ini sedang bersama dengan sang ayah di Prancis.
" Tidak usah terlalu senang! Paling itu hanyalah pencitraan saja dari mereka berdua untuk menyembunyikan pernikahan mereka yang sesungguhnya sudah bobrok tingkat akut!" tiba-tiba saja Steven sudah berdiri di belakang Martha dengan wajah dinginnya yang sangat menyebalkan bagi Martha.
Martha lebih baik meninggalkan Steven daripada merusak mood baiknya di pagi hari.
" Cih, kau masih saja bermimpi dengan akan kehidupan keluarga kita yang bahagia! Bangun Sis dari mimpi indahmu yang tidak akan pernah menjadi kenyataan!" ucap Steven lagi dengan nada sarkasnya yang benar-benar membuat telinga Martha sangat sakit ketika mendengarnya.
Dengan penuh rasa kesal Martha pun langsung melemparkan bantal yang ada di sebelahnya ke arah sang adik yang sedang asyik memakan sarapannya.
" Dasar anak durhaka! Kau pikir nama belakang siapa yang kau gunakan di belakang nama kamu huh? Dasar idiot!" ucap Martha dengan mata berapi-api.
Steven hanya menarik nafasnya dalam-dalam kemudian melanjutkan makannya yang terganggu gara-gara perbuatan Martha melemparkan sebuah bantal ke kepalanya.
" Kasihan sekali Kakakku itu yang belum juga bisa mengerti tentang keluarga macam apa yang saat ini menjadi keluarganya!" monolog Steven yang terus menggelengkan kepalanya melihat sang kakak yang sekarang sudah pergi meninggalkan rumah menuju ke sekolahannya.
Steven segera menyelesaikan sarapannya dan bergegas menggunakan motor harley kesayangan dia untuk pergi ke sekolah.
Steven lebih senang berpenampilan badung dan urakan daripada menjadi anak alim di sekolahannya.
Bahkan Steven adalah ketua dari para pembully di sekolahannya dengan selalu menganiaya anak-anak lemah yang dia anggap tidak penting baginya hanya untuk sebuah kesenangan semata.
Martha dan Stevan adalah dua pribadi yang berbeda yang benar-benar membuat pusing kepala Elena ketika dipanggil ke sekolahan oleh guru mereka.
Bagaimana tidak? Kakak beradik itu harus bersitegang untuk membela suatu keyakinan yang mereka pegang sendiri-sendiri.
Kadang Elena merasa bingung sendiri, anak yang mana yang harus dia bela. Karena keduanya sama-sama anaknya. Akan tetapi mereka memiliki dua kepribadian yang sangat bertolak belakang satu sama lain. Karena anak yang satu sebagai pelaku perundungan dan yang anak yang satu sebagai pembela korban dari perundungan. Entah yang mana yang harus dia bela di antara keduanya.
Karena keduanya memiliki alasan yang berbeda ketika mereka ditanya oleh Elena saat sudah ada di dalam rumah mereka.
" Eh jangan mentang-mentang kau dibela oleh pahlawan kesiangan itu ya, sehingga kau menjadi jumawa dan keras kepala!" ucap Steven ketika siang itu dia sedang merundung seorang pemuda yang ayahnya bekerja di perusahaan ayahnya sebagai cleaning service.
Pemuda itu hanya menatap Steven dengan mata penuh dendam. Tetapi dia tidak berani untuk menghajar Steven. Karena dia sudah diperingati oleh ayahnya untuk tidak berbuat macam-macam kepada pemuda itu.
" Ingatlah nak! Dia itu adalah anak dari pemilik perusahaan di mana ayahmu bekerja dan perusahaan itu pulalah yang sudah memberikan beasiswa untuk sekolahmu. Tolong Nak! Jangan sekali-kali kau berani menentang kehendaknya. Tahanlah sedikit lagi Nak! Ayah percaya suatu saat nanti kau pasti akan lebih baik daripada dia yang sekarang selalu merundung kamu!" itulah yang diingat oleh Edward tadi terus menetap mata Steven dengan penuh kebencian.
Kebetulan Martha yang baru pulang dari kantin, melihat keributan yang dibuat adiknya bengalnya itu.
Martha kemudian langsung menghajar semua teman-teman Steven dan mengusir mereka dari tempat itu.
Martha adalah pemegang sabuk hitam taekwondo. Jadi wajar saja kalau dia memiliki ilmu bela diri yang mampu mengusir para perundung yang hanya bisa mengeroyok orang lain yang tidak beruntung dalam hidup mereka sehingga tidak berani melawan mereka yang notabene adalah anak-anak orang kaya yang memiliki dukungan finansial yang kuat dari ayah dan ibu mereka.
" Steven Clarkson! Kau masih juga melakukan perbuatan tidak terpuji ini di sekolah huh? Kau lihat saja ketika Mama dan Papa pulang dari Prancis, aku pasti akan melaporkanmu kepada mereka! Dasar pecundang gila!" umpat marthah dengan sangat kesal sekali dengan kelakuan adiknya yang selalu saja membuat masalah di sekolah.
" Dasar pahlawan kesiangan!" cibir Steven kesal sambil meninggalkan Marta yang selalu saja berhasil mengganggu kesenangannya.
Setelah Steven pergi, Martha kemudian mendekati Edward dan bertanya tentang keadaannya.
" Kenapa kok diam saja Edward? Aku tahu kalau kau memiliki kemampuan untuk melawan para pecundang itu!" ucap Martha sambil membantu Edward untuk bangun dan membawanya ke UKS untuk mendapatkan pertolongan.
Martha bergidik ngeri melihat akibat pemukulan yang dilakukan oleh adiknya dan teman-temannya terhadap Edward.
" Ayo kita ke rumah sakit saja, aku rasa ini tidak akan berhasil! Luka kamu terlalu parah Ed," ucap Martha merasa kasihan kepada Edward yang babak belur gara-gara Steven.
" Tidak usah Nona. Kasihan Ayahku kalau harus membayar biaya rumah sakit yang besar hanya gara-gara luka kecil ini. Aku akan membaik dengan obat dari UKS ini," ucap Edward yang kemudian batuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Martha merasa kasihan kepada Edward yang begitu menderita karena perbuatan adiknya yang kurang ajar dan selalu membuat perkara kepada orang lain.
" Ayolah Edward kau jangan keras kepala! Ayo kita ke rumah sakit! Nanti aku yang akan membayar semua tagihannya kau tidak usah khawatir!" ucap Martha sambil menarik tangan Edward yang begitu lemas dan akhirnya pingsan di dalam pangkuannya.
Martha kesal sekali dengan Steven yang sudah memberikan penderitaan kepada orang lain hanya untuk kesenangan dirinya sendiri.
Martha kemudian meminta tolong kepada teman-temannya untuk membantu dia membawa Steven ke dalam mobilnya untuk dia bawa ke rumah sakit.
Setelah Edward berada di dalam mobilnya, Martha langsung membawa pemuda yang bernasib malang itu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang serius.
" Aku sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan kamu Steven! Kali ini aku akan pastikan kau akan mendapatkan pelajaran dariku. Kau sudah benar-benar sangat keterlaluan sekali. Dasar berandalan kecil!" ucap Martha yang langsung pergi menuju rumahnya setelah dia mendapatkan penjelasan dari dokter yang sekarang merawat Steven.
Bagitu masuk ke dalam rumah. Martha langsung mencari adiknya yang saat ini sedang ada di dalam kamarnya dan sedang asik mendengarkan musik kesukaannya dengan begitu santainya setelah membuat kehidupan seseorang dalam bahaya.