Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
290. Akhirnya



Kesya sangat bahagia sekali karena melihat suaminya mendukung rencana yang telah dia susun sejak tadi malam. Sungguh tadinya Kesya ketakutan kalau sampai Andika marah karena dia telah menjanjikan terlalu banyak hal kepada keluarga Albert yang dia tahu merupakan keluarga Darmawan sejak dahulu.


Akan tetapi kemalangan menimpa keluarga mereka. Entah apa sebabnya tiba-tiba saja perusahaan mereka bangkrut dalam semalam sehingga membuat proyek yang sudah di susun begitu rapi harus direlakan untuk terbengkalai hingga kini.


Kesya sudah mempelajari semua tentang keluarga Albert sebelum dia datang ke Jerman. Karena dia ingin membantu sang suami agar bisa mewujudkan proyek prestisius yang menjadi impiannya.


" Baiklah kami akan menyerahkan tanah itu kepada kalian. Kalian tidak perlu membayar tanah itu, cukup kalian membagikan saham 40% untuk seluruh anggota keluargaku. Nanti saya yang akan membagi 40% saham itu untuk seluruh anggota keluarga Albert. Kalian jangan lupa dengan janji istri mu tadi, tentang kartu anggota dan lain-lain. Karena keluarga kami sangat membutuhkannya!" ucap kepala keluarga Albert menatap Andika dan Kesya satu persatu.


Mendengarkan pernyataan dari kepala keluarga Albert. Andhika pun langsung menjabat tangan pria tua itu dan langsung menyetujui semua syarat dan keinginan yang disampaikan olehnya.


" Saya terima semua syarat kalian. Besok saya akan mengantarkan surat perjanjian yang baru untuk serah terima tanah 50 hektar itu untuk pembangunan rumah sakit yang akan diantarkan langsung oleh Saya dan istri saya sendiri!" ucap Andika.


Kepala keluarga Albert sangat senang melihat keramah tamahan Andika dan Kesya yang membuatnya nyaman.


" Untuk kalian berdua. Saya minta maaf sekali. Karena saya tidak bisa untuk menjual tanah itu kepada kalian. Saya tidak bisa membiarkan lingkungan ini dirusak oleh diskotik yang akan kalian bangun yang pasti akan memberikan dampak buruk bagi generasi kami nantinya. Bagaimanapun kami juga memiliki cita-cita untuk bisa segera mewujudkan impian Kakek kami yang sudah meninggal. Kami tidak bisa meletakkan keserakahan di atas kepala kami yang suatu saat pasti akan kami sesali kalau kami menjual tanah itu kepada kalian. Uang yang ditawarkan oleh kalian memang sangat besar dan sangat menggoda iman kami. Akan tetapi kami sadar bahwa dunia ini bukan hanya tentang uang, tapi ada sisi kemanusiaan yang harus tetap kami junjung tinggi sebagai manusia yang bertemartabat!" ucap kepala keluarga Albert dengan lantang.


Elena benar-benar marah sekali ketika dia mendengarkan semua perkataan kepala keluarga Albert. Tanpa mengatakan apa-apa lagi Elena dan Mark langsung meninggalkan ruangan pertemuan itu dengan amarah yang begitu besar di hati mereka berdua.


" Kurang ajar sekali Kesya! Berani-beraninya dia mengganggu rencana kita yang hampir saja berhasil!" tidak ada habisnya Elena mengamuk ketika mereka sudah berada di dalam perjalanan menuju perusahaan mereka yang lumayan jauh jaraknya dari lokasi pertemuan tadi.


Sejak meninggalkan tempat pertemuan tadi, Mark tampak tersenyum senang. Dia masih terpesona dengan Kesya yang telah berhasil menggerakkan hati keluarga besar Albert sehingga mereka rela melepaskan tanah 50 hektare itu tanpa Abimana Group perlu membayar sepeserpun kepada mereka.


" Wanita yang cantik sekali dan juga sangat menarik!" ujar Mark dengan senyum masih tersungging di bibirnya.


Mendengarkan perkataan Mark, Elena sontak terdiam dan melotot kepada suaminya.


" Apa katamu tadi?" tanya Elena kesal.


Mark yang baru sadar bahwa ternyata ucapannya didengar oleh Elena, dia langsung gugup seketika.


" Tidak sayang. Aku tidak mengatakan apa-apa kok!" ucap Mark berkelit sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Elena langsung memukuli Mark untuk melampiaskan emosi dan kekesalan di hatinya.


Mark yang merasa bahwa Elena sudah keterlaluan dengan terus memukulinya pun akhirnya dia kehilangan kesabaran.


" Cukup Elena! Kau jangan keterlaluan amarahmu ini benar-benar membuatku tidak senang!" ucap Mark yang menatap tajam kepada Elena yang seketika terkejut mendengarkan teriakan Mark kepadanya.


Sontak Elena langsung menangis histeris dan meraung-raung. Elena merasa bahwa Mark tampaknya mulai terpesona dengan Kesya. Bahkan sekarang saja Mark sudah mulai membentaknya.


" Kau sudah tidak mencintaiku lagi. Bahkan kau sudah mulai membentakku. Setelah melihat Kesya munafik itu menebarkan kepalsuannya di hadapan semua orang!" ucap Elena sambil terisak dalam tangisnya.


Mark benar-benar frustasi melihat Elena yang benar-benar sudah kelewatan batas dan terlalu berlebihan dalam menyikapi kejadian hari ini.


" Sudahlah sayang. Ini bukan akhir dari segalanya. Kau tenang saja. Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk kita bisa menghancurkan proyek itu. Kau percayalah padaku sayang. Aku tidak mungkin mengalah begitu saja kepada mereka!" ucap Mark sambil menarik tubuh Elena ke dalam pelukannya dan mengelus pucuk rambut Elena dengan lembut.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Mark, seketika Elena mulai tenang dan tidak histeris lagi. Bagaimanapun Mark memang selalu bisa membujuknya.


" Apa kau yakin kalau kita akan bisa menghancurkan proyek itu? Pokoknya aku tidak rela kalau sampai proyek itu berhasil dan membuat Andika semakin mencintai wanita kurang ajar itu!" ucap Elena sambil terisak dalam pelukan mark.


Mark sebetulnya sangat penasaran kenapa Elena begitu membenci Andika dan Kesya.


Mark bisa melihat bahwa Elena begitu antipati sekali terhadap Kesya ketika tadi mereka berada di dalam satu ruangan.


' Sebenarnya apa yang dirahasiakan oleh Elena dariku? Kenapa dia begitu membenci Kesya dan selalu memintaku untuk dapat menghancurkan perusahaan Abimana grup? Padahal yang Aku lihat tadi, ketika kami berada di dalam satu ruangan. Aku melihat mereka adalah orang-orang baik bahkan proyek Mereka pun semuanya bertujuan untuk kemanusiaan dan sosial tidak ada tendensi keuntungan untuk pribadi!' bathin Mark merasa heran sekali dengan Elena.


Begitu sampai di perusahaan, Elena langsung masuk ke ruangan rapat. Dia segera membentuk team untuk merencanakan dan menghancurkan serta mengganggu proyek rumah sakit yang akan dibangun oleh Abimana grup di tanah yang baru saja mereka gagal dapatkan dari keluarga Albert.


" Pokoknya kita harus menghancurkan proyek itu! Agar pemilik tanah itu menyesal karena sudah menolak Perusahaan kita untuk membeli tanahnya! Kita harus memberikan pelajaran kepada orang-orang yang telah menganggap remeh Perusahaan kita!" ucap Elena dengan mata berapi-api.


Mark hanya menggelengkan kepalanya melihat emosi yang begitu besar di mata Elena. Tiba-tiba saja ponsel Mark berdering, tampak sebuah notifikasi di dalam ponselnya.


" Sayangku, cintaku. Kamu sudah lama gak pernah datang ke apartemenku. Aku sangat rindu denganmu sayang!" pesan dari seorang wanita yang sontak menerbitkan senyum di wajah Mark yang sejak tadi merasa bete melihat tingkah Elena yang menurutnya terlalu berlebihan untuk melawan Abimana grup yang sudah berhasil mendapatkan tanah keluarga Albert.