Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
262. Mencari Alana



Agus berusaha untuk bisa mengingat kembali tentang masa lalunya walaupun terasa sangat sulit tetapi dia terus berusaha dan berjuang.


Dengan bantuan Agnes, Agus sedikit demi sedikit mulai pulih. Walaupun belum mengingat tentang masa lalunya, minimal Agus sekarang tidak perlu merasa lagi sakit kepala ketika dia mengingat sesuatu.


" Gimana? Apakah kau masih ingin pergi ke Australia untuk bertemu dengan Ayana?" tanya Agnes pada hari itu di saat mereka sedang sarapan bersama.


Agus terdiam sejenak. Dia memikirkan, apakah benar darinya hendak mencari Ayana ataukah ingin memulai lembaran baru dan melupakan segalanya?


" Entahlah Agnes. Aku pun masih bingung! Aku berusaha untuk mengingatnya, waktu setengah tahun bukanlah waktu yang sedikit. Biarkanlah semesta yang akan membimbing. Apakah kami berdua akan bersatu ataukah berpisah selamanya!" ucap Agus seperti putus asa dengan apa saja yang terjadi di dalam hidupnya.


Agnes benar-benar merasa kasihan melihat Agus yang seperti Kehilangan arah hidupnya. Setelah Dia melupakan segala masa lalu yang pernah dia miliki bersama dengan Ayana.


" Bukankah kemarin kau bilang kalau Ayana meminta bercerai padaku? Mungkin ini adalah cara Tuhan untuk membuatku benar-benar melupakannya dan tidak lagi mengingat rasa sakit itu ketika dia pergi meninggalkanku. Aku hanya masih merasa belum plong dan masih penasaran mengenai meninggalnya putraku. Aku ingin pergi menjenguk makamnya di mana dan meminta maaf kepadanya," ucap Agus.


Agnes tahu bahwa perasaan kehilangan seorang anak pasti sangatlah sakit dan dia sendiri tidak akan mungkin sanggup untuk melalui hal seperti itu. Untung saja Agus saat ini sedang hilang Ingatan sehingga tidak terlalu mengalami rasa sakit itu.


" Aku tidak tahu di mana makam Axel, karena sepertinya Ayana merahasiakan di mana makamnya." ucap Agnes dengan rasa sesal di hatinya.


Agus benar-benar tidak mengerti. Bagaimana caranya dia untuk bisa melihat ataupun bertemu dengan putranya yang sudah meninggal. Dia hanya ingin mendatangi makam putranya dan meminta maaf atas kesalahan yang sudah diperbuat dia mengakibatkan Axel harus meninggal di usia yang begitu kecil gara-gara keteledorannya.


" Sudahlah Agus. Sebaiknya kita lupakan saja masa lalu yang menyakitkan. Karena aku rasa tidak ada gunanya sama sekali. Mungkin benar seperti yang kau katakan, mungkin ini adalah cara Tuhan untuk membuatmu lupa tentang rasa sakit yang sudah diakibatkan oleh hubungan Toxic yang kalian miliki." ucap Agnes merasa benar-benar bingung.


Agus mengajak pergi Agnes dari tempat itu setelah mereka selesai menghabiskan sarapan mereka.


" Bagaimana kabar ibumu? Sudah lama dia tidak pernah mendatangiku." tanya Agus.


Agnes seperti menyembunyikan sesuatu. Karena dia malas untuk berbicara tentang ibunya yang sudah benar-benar mengecewakan dirinya.


Bagaimana mungkin Agnes tidak kecewa ketika seorang ibu rela untuk melepaskan kebahagiaan anaknya hanya demi kekayaan dan juga kejayaan.


" Sudahlah aku tidak mau berbicara tentang ibuku. Biarkanlah kami hidup dengan cara kami masing-masing dan tidak saling menyakiti satu sama lain!" ucap Agnes pada akhirnya menyerah dan dia pun kemudian menuju mobil di mana tadi Agus memarkirkan mobil tersebut di luar cafe.


Agus pun berusaha untuk menghargai perasaan Agnes dan tidak mau lagi bertanya tentang ibunya. Sepertinya Agus memahami apa yang sedang terjadi di antara Agnes dan juga bibinya.


Setelah sampai di apartemen Agus, Agnes meminta untuk berpamitan kepada Agus karena dia harus kembali ke kampus.


" Bukankah kau sedang bermasalah dengan ibumu Agnes? Di mana selama ini kau tinggal? Katakanlah padaku kalau ada sesuatu yang bisa aku bantu!" ucap Agus kepada sepupunya yang semenjak 6 bulan yang lalu selalu setia membantunya melewati masa tersulit hidupnya. Setelah kecelakaan yang mengakibatkan dia menjadi Amnesia.


" Kamu tidak usah khawatirkan aku. Aku baik-baik saja kok. Ya udah aku pergi dulu ya? Ingatlah! Kau harus tetap meminum obatmu. Semoga saja obat itu bisa membantumu untuk melewati semua kesulitan yang saat ini sedang menimpamu." setelah berpamitan kepada Agus Agnes pun kemudian pergi dari apartemen Agus dan pergi ke kampusnya karena dia berniat untuk segera wisuda dan mencari pekerjaan yang lebih layak dari sekedar pelayan di sebuah cafe.


Sementara itu Agus benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya sendiri terhadap Agnes yang selama 6 bulan selalu mendampinginya dengan setia tanpa banyak mengeluh apapun!


" Sebaiknya nanti aku akan mengikuti Agnes. Aku ingin mengetahui sekarang dia tinggal di mana. Kenapa aku merasa tidak nyaman membiarkan dia tinggal di luar sana sendirian saja. Setelah dia bermasalah dengan Bibiku gara-gara aku!" monolog Agus ketika dia melihat Agnes yang meninggalkan apartemennya menggunakan sebuah taksi.


Ayahnya Agnes masih rutin mengirimkan uang untuk putrinya tanpa semua kawan sang istri. Proses perceraian yang diurus oleh sang ayah sudah selesai, walaupun harus berjuang keras karena alotnya sidang perceraian mereka. Tetapi mereka sudah pisah rumah di saat proses perceraian masih di lakukan. Sekarang ayahnya tinggal di Australia menjalani hidup baru dan meninggalkan dunia politik setelah gonjang-ganjing kehidupan rumah tangga mereka terendus oleh awak media.


Ibunya Agnes yang tidak terima tentang hubungan sang ayah dengan Humairoh di masa lalu dan masa kini. Pada akhirnya harus merelakan rumah tangganya hancur berantakan.


Sampai sekarang Agnes belum bertemu lagi dengan ibunya. Tetapi dia sering berteleponan dengan ayahnya yang sekarang berada di Australia.


Agnes merasa senang setidaknya ayahnya sekarang memiliki kehidupan yang baik tanpa harus diteror terus oleh sang ibu mengenai Humairoh dan juga Ayana.


Apakah kalian berpikir hal yang sama dengan Agnes? Ya benar! Ayahnya Agnes sekarang tinggal bersama Humairo dan Ayana. Karena dia sudah menikahi Humairoh.


Mereka menjalani kehidupan layaknya keluarga kecil yang bahagia. Setelah mengalami perpisahan yang sangat panjang, hampir lebih dari 20 tahun lamanya. Akhirnya mereka disatukan oleh seorang anak yang tidak diketahui kehadirannya sebelumnya.


Ayana merasa senang kalau ayah dan ibunya sekarang hidup bersama dalam sebuah pernikahan yang direstui oleh kedua belah pihak. Keluarga Sugandi tentu saja sangat senang Humaira menikah dengan seorang pejabat yang cukup terkenal di Indonesia.


Walaupun setelah pernikahannya dengan Humairoh terjadi. Ayahnya Ayana lebih memilih untuk keluar dari dunia politik dan melanjutkan hidupnya sebagai seorang pengusaha bersama dengan sang istri tercinta.


" Ayana! Apakah kau tidak ingin melihat Agus lagi? Papa dengar Agus sekarang sudah keluar dari rumah sakit dan dia sedang mencari keberadaanmu dan juga putramu! Agnes mengatakan kepada papa kalau Agus sampai sekarang masih amnesia dan belum bisa mengingat tentang masa lalunya," ucap sang ayah ketika mereka duduk bersama di ruang makan.


" Sudahlah Pah lupakan saja tentang Agus. Mungkin ini adalah cara semesta untuk membuat kami berpisah tanpa harus saling menyakiti satu sama lain!" ucap Agnes berusaha untuk berdamai dengan masa lalu yang telah membuatnya harus kehilangan putranya satu-satunya.


Ketika dia mengingat tentang Exal, seketika hatinya merasa sangat sakit dan begitu membenci Agus yang sudah merenggut putra tercintanya dalam hidupnya.


" Sudahlah Pah. Kita sekarang tidak usah lagi membicarakan tentang Agus. Susah payah Ayana ingin kembali bangkit dari kehidupannya di masa lalu yang pasti sangat menyakitkan hati. Ayana benar mungkin ini adalah cara semesta untuk membuat mereka bisa berdamai satu sama lain yaitu dengan cara saling melupakan!" ucap Humairoh berusaha untuk mengerti perasaan Ayana saat ini.


" Tetapi proses perceraian mereka akan belum diurus. Karena sampai sekarang Agus masih belum mengingat masa lalu mereka berdua. Pengadilan tidak bisa mengabulkan gugatan percayaan Ayana begitu saja, karena Agus yang sedang Amnesia!" ucapnya sambil menatap Ayana yang sudah bersiap untuk pergi ke kantor.


Setelah selesai dengan sarapannya Ayana pun kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke kantor dan menyelesaikan semua masalah yang terjadi di sana. Ayana bahkan sudah memutuskan hubungan pekerjaan dengan perusahaan Agus sehingga dia bisa dengan legowo untuk melepaskan masa lalunya bersama Agus.


" Aku sangat berharap bahwa kami tidak usah bertemu lagi. Karena kurasa itu jauh lebih baik. Biarlah kami sekarang menjalani hidup masing-masing dan membuka lembaran baru tanpa harus saling menyakiti lagi," ucap Ayana di dalam perjalanannya menuju ke perusahaannya.


Sangking fokusnya Ayana untuk segera sampai ke ruangannya. Sehingga dia tidak menyadari bahwa Agus sejak tadi terus memperhatikannya dari kejauhan.


Yah benar! Agus datang ke Australia hanya ingin memastikan sesuatu. Apakah dia bisa mengingat masa lalunya ketika dia berpapasan dengan Ayana ataukah tidak sama sekali.


Tetapi untuk mendekati Ayana secara langsung, Agus benar-benar tidak berani. Nyalinya menciut ketika melihat wanita cantik itu berjalan menuju kantornya dengan begitu Anggun dan penuh pesona.


" Aku sekarang mengerti kenapa aku di masa lalu bisa begitu mencintainya. Aku hanya ingin memastikan. Apakah masih ada sisa cintaku untuknya di masa sekarang," lalu Agus mencoba untuk menguatkan hatinya untuk bisa bertemu dengan Ayana secara langsung di dalam kantornya.


Akan tetapi sekali lagi, Agus tidak berani untuk melakukan itu. Hingga seharian itu, Agus hanya mengawasi kantor Ayana dari kejauhan dalam penyamarannya.


" ****! Betapa pengecutnya dirimu Agus!" umpat Agus kepada dirinya sendiri.