Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
305. Sedih sekali



Andika dan Kesya tampak mengerutkan keningnya ketika di layar CCTV dia melihat Edmundo yang sedang berbicara dengan orang asing yang datang dari arah luar kediamannya.


Andika kemudian mengaktifkan suara di dalam CCTV tersebut. Agar dia bisa mendengarkan semua percakapan yang dilakukan oleh dua orang yang tertangkap CCTV yang ada di kediamannya.


" Kau jangan bodoh Ed! Cepat laksanakan tugasmu dengan benar. Kau bawa anak muda bernama Cakra itu ke gudang biasa tempat kita selalu menyekap anak-anak yang akan kita jadikan korban penculikan! Lihat saja kalau kau berani membantah perintahku! Maka akan kubunuh ibumu dan kau tidak akan pernah bertemu lagi dengan wanita penyakitan itu!" perintah laki-laki tinggi besar yang saat ini sedang berhadapan dengan Edmodo yang tampak ketakutan.


Edmodo yang sangat gemetar tubuhnya. Dia pun akhirnya menyetujui keinginan laki-laki yang ternyata adalah Ayah tirinya yang berprofesi sebagai penculik anak-anak dan akan meminta tebusan kepada kedua orang tua mereka.


" Baiklah om saya akan membawa Cakra ke gudang yang biasa kita gunakan untuk menampung anak-anak orang kaya itu. Tapi om harus janji padaku harus membawa Ibuku ke rumah sakit agar dia bisa sembuh dari sakitnya!" ucap Edmodo dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Setelah mendapatkan janji dari Edmundo laki-laki itu pun kemudian meninggalkan kediaman Abimana.


" Cakra. Maafkan aku! Aku terpaksa haeus melakukan ini kepadamu. Di sana Ibuku berada dalam bahaya dan ada di tangan laki-laki jahat itu! Hiks hiks!" ucap Edmundo dengan suara lirih dan judul kesedihan yang sangat kental di wajahnya.


Setelah melihat Ayah tirinya meninggalkan kediaman Abimana. Ed kemudian mencari Cakra yang akan diajak menuju gudang yang biasa yang digunakan oleh ayah tirinya untuk menampung korban penculikan mereka.


Setelah menemukan Cakra, Edmundo kemudian mengajak pemuda tampan itu untuk pergi bersamanya menggunakan sepeda yang dimiliki oleh Cakra.


" Cakra. Aku ingin sekali berjalan-jalan denganmu. Bagaimana kalau kita berolahraga dengan menggunakan sepeda milikmu? Aku yang akan memboncengmu dan kita bisa keliling kota dengan sangat gembira!" ucap Ed yang mulai melancarkan aksinya untuk menjebak Cakra.


Cakra tersenyum kemudian Cakra menyetujui ajakan sahabatnya yang telah ditunjuk oleh ayahnya sebagai asisten pribadinya yang akan selalu menemani dirinya bermain kemanapun dan di manapun sesuai keinginan Cakra.


Sementara itu Kesya dan Andika yang berada di ruangan kerja Andika. Mereka tampak terkejut sekali mengetahui fakta baru tentang Edmundo yang telah mereka tugaskan untuk menjaga Putra kesayangan mereka.


Mereka juga baru saja mendapatkan laporan dari detektif yang sudah mereka sewa untuk menyelidiki tentang latar belakang Edmundo di luar sana.


" Ternyata Ayah tirinya adalah seorang mafia yang berpusat di Meksiko yang selalu melakukan jual beli organ tubuh anak-anak dan juga penculikan anak dari orang-orang kaya! Pah kita harus segera mencegah Cakra untuk pergi bersama dengan anak kecil itu yang ternyata adalah sang penjahat!" ucap Keisha sangat khawatir dengan keadaan putranya dan saat ini sedang berjalan-jalan dengan Edmundo menggunakan sepeda miliknya.


" Tenanglah Sayang! Bukankah Bodyguard bayangan Cakra selalu mengikuti dia? Tadi Papa tadi sudah memberikan pesan kepada para Bodyguard itu untuk waspada dan terus melindungi Cakra dari para penjahat yang hendak menculiknya!" ucap Andika berusaha untuk menenangkan istrinya yang tampak begitu sedih dan mulai menangis memikirkan keselamatan Cakra yang berada dalam bahaya.


Kesya benar-benar menyesal karena tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya mengenai Edmundo yang ternyata adalah seorang penjahat yang hanya menyamar untuk memancing para korban-korban mereka.


" Tenanglah Sayang. Aku juga sudah menghubungi polisi dan mereka selalu mengikuti semua gerakan Edmundo. Putra kita dalam keadaan aman bersama para bodyguard bayangannya yang selalu mengikutinya kemana pun putra kita pergi!" ucap Andika menenangkan sang istri yang mulai terisak dan menangis sedih.


Andika kemudian menceritakan semua rencananya yang sudah dia susun selama beberapa hari ini bersama pihak kepolisian setempat yang saat ini sedang menyelidiki kasus penculikan anak-anak yang semakin merebak dan meresahkan masyarakat.


" Jadi Papa sudah tahu bahwa Edmundo adalah penjahat? Lalu kenapa Papa begitu gegabah menyerahkan pekerjaan sebagai asisten Putra kita kepada anak itu? Bukankah itu artinya sama saja dengan Papa sedang membahayakan Putra kita?" protes Kesya merasa sangat marah dengan kecerobohan sang suami yang ternyata hanya ditanggapi senyuman oleh Andika.


" Sayang aku memang sengaja membuat Edmundo merasa bahwa dirinya sudah diterima dan dipercaya oleh kita. Sehingga membuat dia akan lengah terhadap kita dan niatnya untuk mendekati Putra kita!" ucap Andika sambil tersenyum kepada istrinya yang masih menangis dan ketakutan kalau putranya dalam keadaan bahaya bersama penjahat seperti Edmundo dan ayah tirinya.


" Bagaimanapun kita tetap harus waspada terhadap semua kemungkinan yang terjadi. Tenanglah sayang. Papa tidak mungkin membahayakan Putra kita. Semuanya sudah berada dalam kendaliku dan papa yakin kalau kita bisa menangkap para penjahat yang sudah meresahkan masyarakat itu!" ucap Andika sambil tersenyum kepada Kesya.


Kesya merasa jengkel sekali melihat suaminya yang begitu tenang ketika di luar sana putranya saat ini sedang berada dalam bahaya. Kejahatan penculikan benar-benar sangat menakutkan dan juga sangat meresahkan.


Apalagi Kesya juga pernah mendengar berita bahwa anak-anak kecil yang tidak sanggup ditebus oleh orang tuanya. Maka mereka akan dibunuh oleh para penjahat itu yang kemudian akan mengambil seluruh organ tubuhnya untuk dijual ke pasar ilegal yang membutuhkan organ-organ sehat dari anak-anak kecil yang tampan dan lucu itu.


Setelah semua organ tubuhnya diambil dan di jual oleh mereka. Kemudian mayat anak itu akan diberikan pada anjing ataupun buaya peliharaan para mafia kejam itu dan hal itu benar-benar sangat menyedihkan dan juga sangat memprihatinkan.


" Tolonglah Pah Bawa kembali Cakra bersama kita Mama benar-benar tidak tenang membiarkan dia berada di luar sana bersama dengan penjahat seperti Edmundo?" ucap Kesya sedih sekali.


Permintaan Kesya tentang Cakra benar-benar membuat Andika seketika lemas dan frustasi. Bagaimanapun saat ini dia memang sedang menggunakan putranya untuk memancing para penjahat itu keluar dari sarang mereka dan kemudian akan ditangkap oleh kantor polisi yang sudah bekerja sama dengan anak buahnya yang saat ini sedang melindungi Cakra di luar sana.


Saat ini pun Andika sedang menerima laporan dari anak buahnya yang mengatakan bahwa Cakra sudah sampai di gudang yang tadi dikatakan oleh ayah tiri Edmundo yang selama ini digunakan oleh mereka untuk menampung anak-anak yang menjadi korban penculikan mereka yang nanti nya akan di jual organ tubuhnya kalau orang tua mereka tidak mampu ataupun tidak mau menebus anak-anaknya yang diculik oleh mereka demi uang.