Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
53. Martadinata Clarkson



Buat para pembaca yang heran, kenapa Laila, istrinya Ilham tidak pernah muncul lagi, sabar ya. Author sedang mencari timeing yang pas buat Laila muncul kembali.


Maunya Author Ilham dan Kesya itu berjodoh, tapi apalah mau dikata, mereka berdua tidak ditakdirkan untuk berjodoh. Author sedang berpikir keras untuk menyatukan peran utama pria dan wanita dalam novel ini, agar bisa satu frame dan gak sampai putus silaturahmi. Sabar ya, pembaca setia ku.


Ayo sekarang kita tengok sebentar kehidupan Elena, mantan kekasihnya Andika.


Elena kini sudah melahirkan, seorang putri yang diberi nama Martadinata Clarkson. Anaknya Elena dan Mark Clarkson, sekarang mereka tinggal bersama Mark di Jerman. Mereka berdua menikah dan memutuskan akan membesarkan Putri mereka berdua bersama-sama. Walaupun awalnya keluarga besar Mark menentang, namun akhirnya terpaksa menerima juga. Bagaimana pun mereka tidak mau keturunan mereka sampai terlantar di jalanan.


Mark yang memang mencintai Elena, begitu memanjakan wanita itu. Apapun permintaan Elena selalu di turuti. Termasuk membuat perusahaan suaminya itu sebagai musuh bagi perusahaan Abimana Group.


Elena sungguh menyimpan dendam kesumat kepada Andika dan keluarganya yang lebih memilih Kesya dari pada dirinya. Elena membohongi Mark, bilang kalau keluarga Abimanalah yang menjadi biang dari kebangkrutan perusahaan keluarganya.


Membuat Mark bersemangat untuk membantu sang istri untuk balas dendam kepada keluarga Abimana. Mark yang sungguh malang! Dijadikan alat oleh istrinya yang binal demi dendam pribadi nya yang di tolak cintanya oleh keluarga Abimana.


"Bagaimana dengan rencana kita untuk menghancurkan Abimana Group?" tanya Elena kepada suaminya.


"Masih dalam tahap perencanaan. Kamu tenang saja, semua dalam kendaliku. Dimana anak kita?" tanya Mark karena melihat Elena hanya sendirian datang ke ruang kerjanya.


"Ada sama Baby sitter. Gak usah cemas, dia baik-baik saja!" ucap Elena, lalu mengalungkan tangannya ke leher sang suami. Suaminya paham dengan kebiasaan istrinya.


"Apa kau merindukanku, sayang?" tanya Mark sambil mulai mencium leher dan bibir Elena. Elena memang seorang wanita yang cantik, tidak heran kalau Elena bisa menjadi seorang model internasional. Yang namanya cukup terkenal di Paris dan Jerman.


Ya, dahulu Mark dan Elena bertemu di Paris, saat Elena menjadi salah satu model dalam sebuah fashion show. Mark yang menjadi salah seorang sponsor, akhirnya diberikan kesempatan bersama dengan Elena selama satu malam.


Dari pertemuan tersebut. Mark mulai jatuh cinta terhadap Elena, Mark tahu kalau Elena tidak perawan lagi, tapi baginya, hal itu bukan masalah. Elena seorang model, wajar kalau tidak perawan. Profesi yang dia miliki mengharuskan dirinya untuk melayani bos-bos yang mensponsori dirinya. Hal seperti itu bukan rahasia lagi. Mark cukup paham dengan kehidupan glamore Elena, yang pastinya tidak akan cukup kalau berhubungan hanya dengan satu pria.


Elena selalu bisa memuaskan Mark, oleh karena itu, Mark tidak pernah mempermasalahkan petualangan Istrinya di luar sana. Karena dirinya juga kalau pergi keluar kota, para rekanan kerjanya selalu menghadiahinya seorang wanita cantik.


Rayuan wanita cantik biasanya manjur untuk melancarkan proyek dan lain-lain. Kehidupan tak seindah bayangan kita. Kadang kenyataan lebih pahit dari mimpi di siang hari. Mark paham sekali.


Elena meninggalkan suaminya di ranjang, setelah olahraga malam, biasanya Mark memang langsung tidur. Usia Mark baru 40 tahun, tapi Mark yang super sibuk, selalu melewatkan makan siangnya. Elena sama sekali tidak memperhatikan keperluan suaminya.


Bagi Elena, uang dan *** yang lebih penting. Urusan yang lain dia gak perlu tahu. Bahkan putrinya lebih banyak bersama Baby sitternya. Elena sebagai seorang model. Sering pergi ke luar negeri. Meninggalkan suami dan putrinya.


Elena bergegas mandi dan bersiap untuk pergi, hari ini dirinya ada pemotretan. Tanpa menunggu sang suami, Elena kemudian pergi ke lokasi pemotretan yang berada di luar kota.


Mark yang masih lelap dalam tidurnya, tidak tahu masuknya ART nya yang hendak membersikan kamarnya, tubuh Mark masih polos di balik selimut, setelah tadi malam berolahraga dengan istrinya. Biasalah ya, kalau pagi-pagi biasanya area sensitif pria selalu unjuk Gigi. Nah, ART nya masuk saat hal itu terjadi.


ART yang masih muda dan polos itu hanya melotot melihat sesuatu bergerak di balik selimut Mark. Karena penasaran, dia membuka selimut tersebut, dan dia langsung terkejut karena lihat sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya selama hidupnya. Dia langsung memasang selimut kembali ke badan Mark. Lalu bergegas melakukan tugasnya, dan langsung keluar.


Wajahnya sudah memerah karena malu. Kejadian tadi terus terbayang dalam matanya.


"Ya Ampun! Pagi-pagi begini, mata suciku sudah ternoda! Punya majikan super tampan seperti Pak Mark, semoga umurku panjang ya Tuhan! Hampir jantungku rasanya mau copot!" ART itu terus saja bermonolog sendiri.


"Kamu kenapa shine?" tanya Baby sitter yang mengasuh anaknya Elena.


"Tidak apa-apa, aku hanya terkejut, karena tadi melihat ada ular kobra, besar sekali!" ucap ART bernama Shine tersebut.


"Apa? Dimana? Sudah kamu bunuh belum? Bahaya sekali, kok bisa sih. Di Jerman yang canggih ini rumah kita ke masukkan ular kobra? Besar sekali? Aku jadi takut Shine! " ucap babby sitter yang bernama Violet tersebut.


"Udah, tenang, ular kobra nya udah aku usir kok," ucap Shine dengan tersenyum usilnya.


'Violet, kalau kau lihat ular kobra nya Pak Mark, apa kamu akan ketakutan begitu?' bathin Shine sambil tersenyum sendiri.


"Iya, Tuan!" Shile lalu masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk majikannya. Mark masih bermalas-malasan di kasurnya.


"Sudah, Pak!" ucap Shine menatap lantai. Jantung Shine berdebar-debar saat melihat badan Mark yang super sexy, wajah tampannya sungguh menggoda iman sekali.


"Apa yang kau lakukan? Cepat sediakan pakaian untuk ke kantor. Mana istriku?" tanya Mark, lalu bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


Shine sibuk menyiapkan pakaian kerja untuk Mark, Shine juga mengganti pengharum kamar majikannya yang sudah mau habis. Setelah itu Shine berniat mau keluar kamar, tapi di kagetkan oleh suara pintu kamar mandi.


Mark yang baru selesai mandi, keluar hanya dengan menggunakan handuk saja yang melilit di pinggangnya. Shine kesulitan menelan ludahnya.


"Bantu aku pakai pakaian!" ucap Mark sambil berjalan ke arah Shine yang masih terpesona dengan ketampanan majikannya.


Mark itu playboy kelas kakap. Dia bisa melihat kekaguman di mata ARTnya tersebut. Makanya dia sengaja mengerjai Shine dengan minta di bantu saat berpakaian.


Shine sungguh sangat salah tingkah, tangannya sampai gemetar. Apalagi mengingat kejadian tadi pagi, sewaktu melihat ular kobra milik Mark. Otak Shine sudah traveling kemana-mana.


"Cepatlah, kau lelet sekali! Aku ada meeting pagi ini!" ucap Mark sambil membelai pipi Shine yang merah merona.


"Kamu cantik sekali, shine! Kok aku baru sadar, ya?" tanya Mark masih mengamati wajah Shine.


"Terima kasih, tuan. Atas pujiannya!" Shine lalu membantu memasangkan dasi di leher Mark.


"Pak, tolong menunduk sedikit, agar saya gampang masangnya!" ucap Shine.


Dengan sedikit berjinjit agar bisa menggapai leher Mark yang memang berbadan tinggi. Jarak mereka begitu dekat, bahkan hembusan nafas Mark dapat dirasakan oleh Shine.


Tiba-tiba saja, Mark meraih leher Shine dan mencium bibirnya yang sangat mungil dan menggemaskan. Ciuman Mark yang memang ahli, membuat Shine kelapakan dan hilang akal, Shine membiarkan saja, bibirnya di eksplorasi oleh Mark. Mark sangat rakus dan hampir saja membawa Shine ke ranjang, kalau tidak mendengarkan suara tangisan bayinya. Mark tersadar, lalu meninggalkan Shine sendiri di kasurnya. Shine lemas karena perbuatan Mark yang menciumnya dengan rakus.


Mark pergi ke kantor tanpa sarapan, otaknya terus merutuki kebodohan dirinya. Hampir saja dirinya berbuat hal terbodoh dalam hidupnya.


"Sayang, boleh aku minta tolong kepadamu?" tanya Mark kepada istrinya, Mark menelpon Elena dalam perjalanan.


"Apa itu sayang?" tanya Elena.


"Tolong ganti ART kita, aku gak suka sama dia! tolong ya, sayang!" ucap Mark penuh permohonan.


"Apa Shine berbuat salah, sayang?" tanya Elena.


"Tidak sayang, tadi aku mendengar kalau Shine menangis orang tuanya katanya sakit, butuh Shine untuk merawat mereka. Sayang, nanti kasih bonus untuk Shine lima bulan gajinya. Kasihan dia, mungkin butuh uang untuk pengobatan ayahnya!" dusta Mark tentu saja.


"Baiklah sayang, nanti aku telpon Shine agar keluar dari rumah kita. Dan mentransfer gaji dan bonusnya. Aku nanti juga akan menelpon orang yayasan untuk mengirim ART yang baru." ucap Elena.


"Sayang, kalau bisa, tolong cari ART yang sudah tua atau paruh baya. Jangan yang masih muda. Aku gak suka!" ucap Mark lagi.


"Baiklah sayang, nanti aku cari seperti yang kamu mau! Udah dulu ya, aku udah mau mulai pemotretan!" Ucap Elena.


"Iya sayang, love you!" ucap Mark.


"Love you too!" lalu Elena menutup panggilan tersebut.