Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
148. Perjuangan Syafa



Setelah resmi bercerai dengan Firman, sekarang Syafa mulai berusaha untuk melanjutkan hidupnya. Demi Rasya, dia harus berjuang dan berusaha untuk bisa bangkit.


"Mama janji Rasya! Mama akan berjuang dan Mama akan berusaha untuk bisa membuat kamu bangga sama mama! Untuk bisa membuat kamu tidak perlu khawatir lagi dengan mama." Syafa kini memeluk Rasya yang saat ini sedang menangis sesegukan dalam pelukannya.


"Rasya percaya, kalau mama pasti bisa dan Mama pasti akan sanggup untuk melewati ini semua!" ucap Rasya dengan suara gemetar merasa terharu akhirnya ibunya yang selama ini terpuruk setelah bercerai dengan ayahnya kini mulai berusaha untuk bangkit kembali dan memulai kehidupan baru bersama dirinya.


"Mah, Kakek kan, memberikan perusahaannya atas nama Rasya. Mama bisa menggantikan Rasya untuk mengelola perusahaan itu! Sampai nanti saatnya Rasya bisa untuk mengelolanya sendiri!" ucap Rasya sambil menatap kepada ibunya.


"Tidak Rasya! Mama tidak akan mau mengelola perusahaan kakekmu. Walaupun atas perwalian namamu. Mama akan melakukan pekerjaan yang Mama sukai!" ucap Syafa sambil tersenyum kepada Rasya.


"Pekerjaan apa Mah?? Rasya tidak tahu kalau mama punya pekerjaan sebelumnya!" tanya Rasya cukup excited.


Ketika dia mendengarkan pengakuan ibunya, yang ternyata pernah mempunyai sebuah pekerjaan.


"Sebelum mama menikah dengan papamu. Mama adalah seorang desainer pakaian. Mama sudah mempunyai merk Mama sendiri. Hanya saja, waktu itu Mama mengandung kamu dan papamu melarang Mama untuk bekerja. Oleh karena itu, Mama meninggalkan pekerjaan itu!" ucap Syafa sambil mengelus kepala Rasya yang saat ini bersandar dalam pelukannya.


"Dulu mama hanya ingin berbakti kepada ayahmu. Sehingga Mama sampai rela melepaskan karier Mama sendiri. Sekarang, setelah dipikir-pikir. Mama menyesalinnya, Rasya! Mungkin, kalau seandainya dulu mama tidak melepaskan karir mama mungkin papamu tidak akan pernah merendahkan Mama seperti sekarang ini!" ucap Syafa dengan suara bergetar, sehingga membuat rasa kembali bersedih.


"Lupakanlah tentang papa! Kalau itu membuat Mama menjadi sedih. Ayo kita mulailah hidup baru dan mama juga pantas untuk hidup bahagia!" Rasya berusaha untuk terus menyemangati ibunya agar bisa move on dan memulai kehidupan baru bersama dengannya.


"Pasti, Sayang! Itu pasti! Mama pasti akan berusaha sekuatnya. Agar bisa melupakan papa kamu dan kita berdua bisa hidup dengan bahagia tanpa dia!" ucap Syafa.


Syafa kemudian mengajak Rasya untuk pergi makan malam bersamanya. Dalam rangka merayakan keputusannya untuk bisa move on dari masa lalu pahitnya bersama Firman.


Rasya sangat bahagia sekali. Akhirnya bisa melihat senyum Mamanya lagi. Setelah hampir setengah tahun lebih, mamanya terus mengurung diri di dalam kamar dan mabuk terus dengan minuman beraklkohol. Setelah ibunya resmi berceraian dengan ayahnya.


Rasya dan Syafa pergi menuju sebuah restoran mewah.


Restoran yang biasanya dikunjungi oleh keluarganya. Dahulu ketika masih hidup bersama dan berbahagia bertiga bersama dengan Firman.


Entah kenapa Syafa malah datang ke tempat itu. Yang malah membuat hatinya kembali sedih lagi. Semangat yang menggebu ketika berangkat tadi, kini hilang ditelan oleh kenangan yang datang tiba-tiba.


Rasya bisa melihat kesedihan di wajah ibunya sehingga dia pun kemudian mengajak Syafa untuk meninggalkan restoran itu.


"Ayo, mah! Ayo kita cari restoran yang lain saja. Daripada makan di sini, terus mama malah sedih. Rasya malah jadi tidak bisa makan Mah!" ucap Rasya.


Rasya kemudian langsung menarik tangan ibunya untuk meninggalkan restoran dan pergi menuju restoran biasa saja.


Restoran yang tidak pernah dikunjungi oleh keluarganya saat masih bersatu dengan ayahnya, Firman.


Di temlat ini, Syafa sudah mulai bisa tersenyum dan dia mulai menikmati makanan yang dihidangkan yang tadi dipilih oleh Rasya ketika mereka pertama kali datang ke situ.


"Makanannya enak ya, Rasya? Tidak salah kita datang ke sini. Lain kali kita datang lagi?" tanya Syafa, yang sekarang sudah bisa tersenyum kepada putranya.


Setelah mereka selesai makan bersama, Syafa kemudian minta izin kepada Rasya untuk pergi ke toilet.


Ketika Syafa sudah bersiap untuk keluar dari toilet. Setelah menyelesaikan apa yang dia butuhkan di sana.


"Ya Allah! Apa yang Anda lakukan? Apakah anda tidak punya mata? Jalan sembarangan!" tanya Syafa sambil membereskan pakaiannya yang saat ini menerawang karena terbanjur kopi yang tadi dipegang oleh laki-laki yang menabraknya.


Pria itu membawa 6 buah kopi panas dan semuanya terbanjur ke tubuhnya Shafa. Apakah reader bisa membayangkan penderitaan apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Syafa?


Tubuhnya Syafa merasakan panas. Karena kopi itu yang baru selesai diseduh oleh pegawai restoran. Masih panas tentu saja.


"Ya Tuhan! Bagaimana ini? Kulitku pasti akan melepuh gara-gara kamu?" ucap Syafa terus merintih kesakitan.


Laki-laki yang menabrak Syafa itu, kemudian melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Syafa yang saat ini basah oleh kopi yang tadi dia tumpahkan ke tubuh Syafa.


"Maafkan saya, Nyonya! Saya betul-betul tidak sengaja. Mari Anda saya antar ke rumah sakit untuk mengobati luka bakar anda!" Laki-laki itu kemudian membimbing Syafa untuk meninggalkan restoran tersebut untuk dibawa ke rumah sakit.


"Sebentar, saya harus mengambil Putra saya dulu. Bagaimana mungkin saya bisa meninggalkan dia begitu saja!" ucap Syafa kemudian Dia mendekati Rasya yang dari tadi menunggunya.


"Ya ampun mah! Apa yang terjadi sama mama? Kenapa pakaian mama basah semua?" tanya Rasya merasa sangat khawatir dengan keadaan ibunya saat ini.


"Seseorang tanpa sengaja telah menumpahkan enam cup coffee ke tubuh Mama. Ayo, ini rasanya panas sekali, Rasya. Ayo kita harus segera ke rumah sakit kalau tidak, nanti tubuh mama bisa melepuh?" ucap Syafa menerangkan kejadian tadi pada Rasya.


Syafa kemudian mengajak Rasya untuk ikut bersamanya ke Rumah Sakit. Bersama laki-laki tadi yang sudah menabraknya dan membuat tubuhnya sekarang menderita luka bakar yang lumayan parah.


Yuk baca novel author yang baru, masih anget, baru publish hari ini dengan judul:


" Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan"



Deskripsi singkat tentang novel terbaru.


jangan lupa like, komentar, favorit serta gift semampu kalian ya? Terimakasih reader sayang. Banyak 😍❤ untuk kalian semua.


Hilya menggantikan kakaknya untuk menikah dengan seorang Zaki, putra dari Kiai tempat dia mondok saat ini.


Menjadi pengantin pengganti sang kakak di usianya yang masih 20 tahun. Hilya harus menerima status barunya sebagai istri seorang Zaki. Dosen muda yang mengajar di kampus tempatnya kuliah.


Ketika sebuah cinta mulai di pertanyaan, apakah Hilya akan sanggup melalui pernikahan dengan kondisi semacam itu?


Dimana satu sama lain sudah tidak saling menghargai dan tidak saling membutuhkan keberadaan satu sama lain.


Mampukah Zaki dan Hilya membina pernikahan mereka yang mulai di pertanyaankan rasa cinta terhadap pasangan nya masing-masing?


Bagaimana keduanya akan sanggup bertahan dalam rumah tangga yang dari awal memang tanpa cinta terhadap satu sama lain?


Yuk saksikan kisah mereka sampai akhir dan jadilah saksi, bagaimana Hilya akan bertahan dalam pernikahan tanpa cinta bersama Zaki.


Sanggupkah Hilya membuat suaminya jatuh cinta kepada dirinya??