Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
286. Serda Penipu



Serda yang saat ini merasa bahwa hidupnya sedang terancam dia pun kemudian meminta kepada pihak polisian untuk menelepon sebuah nomor.


" Halo Elena. Aku sudah mengikuti semua perintahmu. Tapi bukannya mendapatkan pernikahan dari Andhika dia malah menjebloskanku ke dalam penjara. Aku gak mau tahu, pokoknya kau harus bertanggung jawab untuk membebaskanku dari sini!" ucap Serda dengan amarah yang besar.


Bagaimana tidak? Serda harus merelakan kebebasannya berada di dalam penjara. Akan tetapi sampai saat ini Elena sama sekali tidak pernah menghubungi ataupun berusaha untuk menolongnya.


" Tenanglah Serda! Aku sedang berusaha untuk menolongmu. Apa Kau pikir aku tidak tahu kalau sekarang kau berada di dalam penjara? Aku dulu juga menolong Maria yang dikirimkan ke penjara oleh Andika. Jadi aku juga pasti akan menolongmu kau tidak usah khawatir." ucap Elena berusaha untuk meyakinkan Serda agar tidak khawatir selama berada di dalam penjara.


Elena kemudian menjelaskan semua rencananya kepada Serda yang menurutnya saat ini sedang melakukan rencana bawah tanah dalam rangka menghancurkan Andika dan perusahaannya.


Serda hanyalah bagian kecil dari rencana Elena dan Mark yang saat ini sedang berusaha untuk menggerogoti perusahaan Abimana dengan cara mengganggu konsentrasi Andika dalam mengelola perusahaannya.


" Tenanglah Serda! Aku akan pasti akan segera mengirimkan pengacara untuk segera membebaskanmu dari sana. Tapi kau harus ingat kau harus tetap menjaga rahasia tentang hubungan kita berdua. Jangan sampai Andika dan Kesya bisa mengetahui keterlibatanku dengan kedatanganmu untuk mengganggu hidup mereka! Apa kau paham?" tanya Elena kepada Serda.


" Pardon?" tanya Serda masih bingung.


" Pokoknya kau harus menjaga rahasia tentang kita berdua. Kalau sampai kau berani membocorkannya, maka bersiap-siaplah aku akan mengirimkan seorang pembunuh ke dalam sel penjara untuk bisa membungkam mulutmu!" ancam Elena kepada Serda yang langsung gemetar karena dia sangat tahu bahwa Elena sangat mampu melakukan itu.


Setelah menghubungi Elena, Serda lebih banyak diam dan tidak berbuat ulah dan di dalam penjara.


Karena itulah yang disarankan oleh pengacara yang dikirim oleh Elena agar Elena bisa mendapatkan keringanan hukuman dengan berperilaku baik di dalam penjara.


Selain itu untuk membuat Andika dan Kesya merasa iba kepadanya sehingga menarik tuntutan mereka.


Elena benar-benar memanfaatkan kebaikan hati Kesya untuk bisa membantu dirinya melepaskan Serda di dalam penjara.


Sama saat kejadian Maria dulu yang telah menganiaya Cakra di waktu masa kecilnya adalah karena Keisha yang memaafkan perempuan itu dan membebaskannya dari penjara.


Elena benar-benar memanfaatkan hal tersebut. Dengan tanpa merasa malu maupun pantang menyerah. Serda selalu berusaha untuk menyentuh hati Kesya dengan semua penderitaannya selama berada di dalam penjara. Sehingga membuat Kesya merasa kasihan kepada wanita itu.


" Berjanjilah padaku Serda. Kalau kau akan kembali ke Turki dan tidak akan lagi mengganggu rumah tangga kami. Aku akan menjamin dan meminta kepada suamiku untuk menarik tuntutannya agar kau bisa segera keluar dari penjara!" ucap Kesya siang itu ketika dia menjenguk Serda yang ada di dalam penjara.


Serda dengan air mata buayanya terus terisak dan menangis di pelukan Kesya ketika dia menceritakan bahwa dirinya sering dipukuli dan juga dianiaya oleh teman-temannya yang ada di dalam penjara.


Andika selama ini memang selalu mengendalikan perusahaannya lewat jarak jauh. Perusahaannya yang berada di beberapa negara dia kendalikan melalui jarak jauh. Andika mempercayakan perusahaannya kepada para profesional yang dia percaya dengan kemampuannya dan juga mentalnya sebagai karyawan yang jujur.


Memang kehadiran Serda selama beberapa hari ini benar-benar telah memecah fokus Andika. Sehingga beberapa masalah di perusahaannya sampai saat ini belum bisa ditangani dengan baik.


" Sayang sepertinya aku harus pergi ke Jerman untuk menyelesaikan perusahaan yang sedang bermasalah di sana." ucapan nikah kepada Kesya pada saat mereka sarapan bersama.


Kesya merasa kasihan kepada Andika yang selama beberapa hari ini tanpa kesulitan tidur dan juga kurang beristirahat.


" Bagaimana dengan masalah Serda? Sayang, bagaimana kita akan menyelesaikannya?" tanya Kesya sampai menatap wajah suaminya yang terlihat begitu lelah.


Andika meraup wajahnya dengan kasar dia benar-benar hilang akal untuk menghadapi wanita gila seperti Serda yang benar-benar telah menguras energinya.


" Aku serahkan semuanya kepadamu sayang. Terserah mau kau lepaskan atau mau ke penjarakan. Aku tidak peduli sama dia. Tapi yang jelas saat ini aku ingin fokus untuk menyelesaikan masalah perusahaan yang ada di Jerman yang sudah mulai digerogoti oleh keluarga Clarkson yang sampai saat ini masih belum menyerah untuk mengganggu Perusahaan kita di sana!" ucapkan Dika dengan geram sambil mengepalkan kedua lengannya.


Keisha kemudian menyentuh tangan Andika berusaha untuk menenangkan dan menyabarkan suaminya yang sedang di landa emosi dan kemarahan.


" Sabarlah sayang. Aku berjanji aku akan menolongmu untuk mengurus masalah Serda hingga tuntas. Sayang kau fokuslah dulu untuk menyelesaikan Perusahaan kita di Jerman. Setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Serda. Aku akan segera menyusulmu ke Jerman." ucap Kesya sambil tersenyum.


Andika benar-benar terharu dengan semua dukungan dan juga pengertian yang diberikan oleh Kesya kepadanya.


Kalau perempuan lain berada di posisi Kesya saat ini, dia pasti akan marah-marah dan meninggalkan suaminya begitu saja. Akan tetapi Kesya berbeda. Kesya terus bertahan dan bersabar menghadapi banyak perempuan yang selalu mengganggu rumah tangga mereka berdua.


Kesya selalu menunjukkan kualitasnya sebagai istri solehah yang selalu mendukung semua keputusan Andika di dalam kehidupan mereka dalam berumah tangga.


Bagi Andika Kesya adalah seorang yang sangat berarti. Dia bagaikan sebuah mercusuar yang selalu menunjukkannya kepada jalan kembali ketika Dia tersesat di suatu tempat yang gelap dan tanpa petunjuk arah dan tujuan.


Kesya selama ini selalu menjadi tujuan bagi Andika untuk pulang ke manapun kakinya selalu melangkah pergi. Andika selalu menjadikan Kesya sebagai tujuan hidupnya.


" Baiklah sayang. Sekarang kau Istirahatlah. Aku akan mempersiapkan pakaianmu dan juga barangmu untuk berangkat ke Jerman. Sayang, ingatlah untuk tetap fokus ketika kau di sana untuk segera menyelesaikan masalah perusahaan agar bisa segera kembali ke mari. Siapapun di antara kita berdua yang lebih dulu menyelesaikan masalah dia yang akan menghampiri yang lainnya. Bagaimana?" tanya Kesya sambil tersenyum kepada Andika.


" Tentu saja sayang. Aku setuju sekali. Aku pasti akan sangat bersemangat untuk segera menyelesaikan masalah di sana agar kita bisa segera bertemu denganmu dan Cakra!" ucap Andika sambil mengecup bibir Kesya dengan lembut.