
Firman diam sejanak, mendengarkan pertanyaan Laila tentang hubungannya bersama dengan Ayana di masa lalu. Berbagai pikiran berkecamuk di dalam otak Firman saat ini. Apakah dia harus jujur ataukah berkelit kepada Laila.
Tetapi kalau dia berkelit, dia khawatir kalau Ayana akan bertingkah dan mengungkapkan tentang hubungan masa lalunya bersama dengan Ayana. Hal itu akan jauh lebih berbahaya bagi pernikahannya dengan Laila.
"Mas, di tanya kok malah bengong saja sih? Mas punya hubungan apa dengan Ayana di masa lalu?" ucap Laila kembali bertanya karena dia benar-benar sangat penasaran.
Firman menarik nafasnya dalam-dalam. Tampak sangat sulit baginya untuk bisa menjawab pertanyaan Laila. Karena hal itu bagai buah simalakama yang semua jawaban yang dia berikan akan beresiko untuk pernikahannya bersama dengan Laila.
Laila menatap wajah Firman dengan lekat. Firman masih terdiam untuk beberapa saat lamanya. Berbagai pikiran masih berkecamuk di dalam pikiran Firman saat ini.
'Kalau aku jujur, mungkin Laila akan segera meninggalkanku. Tetapi kalau aku berbohong, efeknya akan jauh lebih berat ketika Ayana mengungkapkan kejadian malam itu. Oh.. semuanya benar-benar berisiko tinggi. Apa yang harus kulakukan saat ini, Ya Tuhan?' batin Firman benar-benar frustasi dengan masalah yang diberikan oleh Ayana dalam hidupnya saat ini.
Firman menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia bangun dari bathtub dan meminta Laila untuk bangun juga. Karena sudah terlalu lama mereka berdua berendam jadi dia ingin berbicara tentang hal itu di tempat yang jauh lebih kondusif.
"Mari kita selesaikan mandi kita. Supaya kita bisa berbicara lebih baik dan juga kamu bisa mendengarkan semua penjelasan Mas lebih terperinci!" ucap Firman sambil tarik tangan Laila untuk bangkit dari bathtub dan kemudian mereka menyelesaikan acara mandi bersama mereka pada malam itu.
Selesai berpakaian, mereka kemudian duduk di sofa yang ada di dalam kamar. Sementara Yuke masih terlelap dalam tidurnya. Setelah tadi menyusu dengan Laila sampai kenyang.
"Duduklah! Mas akan menceritakan semua hal yang menjadi bahan penasaran di hatimu! Mas harap kamu bisa berpikir dengan logika dan tidak berpikir dengan emosi. Apa kau bisa menjanjikan hal itu?" minta Firman kepada Laila, sebelum Dia memutuskan untuk jujur tentang hubungannya bersama Ayana di masa lalu.
Laila yang memang sangat penasaran ingin mengetahui hubungan Firman dan Ayana. Dia hanya bisa mengangguk saja kemudian dia tersenyum kepada suaminya.
"Dahulu Kami memang pernah menjadi teman satu sekolah. Tapi hubungan kami kemudian berakhir setelah satu kejadian yang tidak kami rencanakan sama sekali!" Firman kemudian menundukkan kepalanya sangat berat sekali dia untuk mengungkapkan Aib di dalam hidupnya bersama Ayana kepada Laila.
"Lalu?" tanya Laila penasaran.
"Ya, kami tidak pernah bertemu lagi. Sampai ketika beberapa bulan yang lalu. Dia tiba-tiba saja datang ke kantor dan mengajukan kerjasama dengan perusahaan Mas!" ucap Firman kesulitan menelan salivanya dia benar-benar mengalami Dilema saat ini untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Laila sang istri yang sangat dia cintai.
"Memangnya, kejadian apa yang membuat kalian jadi berpisah begitu lama?" tanya Laila.
Firman menatap wajah Laila dengan lekat dan kemudian Firman sejenak berdiri menuju jendela kamar dan menatap bintang-bintang yang saat ini bersinar begitu indah di atas langit malam yang kelam.
"Pada waktu kamu pergi meninggalkan Mas secara tiba-tiba. Mas mengalami semacam ketidak terimaan. Mas tidak rela karena kamu meninggalkan Mas tanpa alasan yang jelas. Sehingga Mas banyak melakukan hal-hal yang salah dan juga di luar logika. Unyuk melampiaskan segala sakit hati dan juga kemarahan yang Mas rasakan!" ucap Firman.
"Apakah aku telah memberikan begitu banyak luka untukmu Mas? Ketika dulu aku telah meninggalkanmu? Maafkan Aku karena kau telah melewati begitu banyak luka dan penderitaan gara-gara keegoisanku!" ucap Laila sambil memeluk Firman dengan penuh cinta kasih dan juga rasa penyesalan yang begitu dalam di hatinya.
"Tidak apa-apa sayang! Kamu melakukan itu kan juga pasti punya alasan sendiri dan mempunyai kesulitanmu sendiri. Mas yang tidak dewasa, karena tidak bisa mengontrol diri Mas sendiri untuk tidak berbuat hal yang negatif sehingga memberikan banyak penyesalan pada masa kini!" ucap Firman dengan suara lemah. Karena dia sudah ketar ketir, takut Laila bertanya tentang kejadian yang dialaminya bersama dengan Ayana.
"Apakah Mas pernah melakukan hal seperti itu bersama dengan Ayana? Apakah hal itu yang membuat kalian kemudian berpisah dan tidak pernah bertemu lagi sampai saat ini?" tanya Laila dengan frontal.
Firman terkejut bukan main. Sehingga membuat Firman menatap tajam kepada Laila. Firman mempertanyakan sebenarnya apa yang sudah disampaikan oleh Ayana kepada istrinya tentang dirinya?
"Maksud kamu sayang? Bisa kau jelaskan lebih terperinci? Karena mas belum paham!" dusta Firman sambil dia terus mengelap keringat yang sudah bercucuran di keningnya saat ini. Karena dia benar-benar sangat gugup melihat mata Laila yang terus menyorot tajam kepada dirinya.
"Apakah Mas pernah berhubungan badan dengan Ayana?" tanya Laila frontal.
"Ya Allah!" ucap Firman memang bengkak mulutnya begitu terkejut dengan pertanyaan Laila yang begitu to the point.
"Apakah Ayana menceritakan sesuatu padamu sayang? Katakanlah sama Mas! Biar Mas bisa mengimbangi cerita yang ingin kamu ketahui. Katakan sama Mas, apa yang sudah kau ketahui?" tanya Firman berusaha untuk mengkonfirmasi apa saja yang sudah diketahui oleh Laila tentang dirinya bersama dengan Ayana.
"Ayana tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya bilang kalau Mas dan Dia pernah memiliki hubungan di masa lalu. Hanya itu saja. Pertanyaanku tadi, hanya tebakanku saja Mas. Apakah itu benar?" tanya Laila sambil menatap tajam kepada Firman yang kini kembali menatap langit-langit malam.
"Waktu itu Ayana mengundang kami, teman-teman dia satu kelas. Ke sebuah club malam. Untuk merayakan ulang tahun dia yang ke 17 tahun." Firman berhenti dari ceritanya. Tampak seperti menerawang ke kejadian 10 tahun yang lalu.
"Semua teman waktu itu sudah pulang, tetapi Mas yang waktu itu sedang galau dan kalut, masih asyik menenggak alkohol bersama dengan Ayana. Sehingga kami akhirnya sama-sama mabuk dan akhirnya malam terkutuk itu terjadi di antara kami. Mas yang telah merenggut kesucian Ayana pada malam itu!" ucap Firman sambil menundukkan kepalanya. Karena dia benar-benar merasa bersalah dengan apa yang sudah pernah terjadi di masa lalu antara dirinya bersama dengan Ayana.
Firmam melirik sekilas kepada Laila yang saat ini masih menatap dirinya dengan lekat. Firman benar-benar ketakutan dengan reaksi Laila yang akan diberikan kepadanya. Setelah dia menceritakan semua masa lalunya bersama Ayana dengan jujur tanpa ada hal yang dia sembunyikan.
Tetapi Firman mengerutkan keningnya. Karena ternyata reaksi Laila biasa saja. Laila tidak tampak marah ataupun emosi. Wajah Laila begitu datar. Sehingga mengakibatkan begitu banyak pertanyaan yang timbul di hati Firman saat ini.