Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
273. Top secret



Humairoh hanya tersenyum manis untuk menanggapi pertanyaan suaminya.


" Ayolah! Katakan padaku. Aku benar-benar sangat penasaran!" bujuk Pradipta sambil memeluk Humairah.


" Karena Pak Barata dan Arya juga adalah bagian dari rencana ini. Tapi ingatlah sayang. Kau tidak boleh menceritakan semua ini kepada Agnes ataupun siapapun lagi. Karena ini adalah Top Secret yang tidak boleh disebarkan kepada siapapun sampai semua rencana kita berhasil untuk menjebak Andien dan juga komplotannya!" ucap Humairah.


Tampak Pradipta yang menganggukkan kepalanya. Dia sangat senang sekali karena ternyata calon besan, istri, anak dan juga menantunya sudah mempunyai banyak sekali rencana dan persiapan untuk menangani proyek bermasalah itu.


" Sekarang kau sudah bisa bernapas lega kan sayang? Setelah mengetahui semuanya?" tanya Humairah sambil mencium bibir Pradipta, cinta pertamanya.


Pradipta langsung mengangguk merasa lega dan juga senang karena ternyata semuanya sudah ada di dalam kendali sang istri.


' Maafkan aku sayang. Kalau aku tidak bisa untuk menceritakan keseluruhan rencana dalam proyek ini. Karena aku tidak tahu apakah kantor ini bebas dari sadap ataupun pantauan Andien ataukah tidak. Aku hanya berjaga-jaga dari segala kemungkinan yang terburuk! Mengingat proyek hotel ini telah memakan banyak korban gara-gara keegoisan Andien yang ingin membalas dendam kepada kita!" bathin Humairah merasa tidak nyaman karena harus merahasiakan rencana secara keseluruhannya dari sang suami.


Pradipta kemudian keluar dari ruangan Humairoh. Setelah suaminya keluar dari kantor tampak Humairoh yang mencari ponselnya. Dia mengirim pesan ke group top secret untuk berhati-hati kepada semua orang yang tidak ada kaitan dengan proyek mereka.


Humairoh tahu kalau hati suaminya sangatlah lembut dan baik. Humairah hanya takut kalau Pradipta akan mempunyai perasaan iba kepada mantan istri nya yang udah pernah menikah dengannya 20 tahun lebih.


Sementara itu Andien yang sedang merencanakan penjebakan untuk perusahaan baru yang sudah dirilis oleh Barata Group. Dia sudah mulai terbang ke Amsterdam untuk memuluskan semua rencananya.


Semua rencana rahasia yang disusun oleh Humairah ditangani 100% oleh Firman yang dibantu oleh perusahaan ayahnya yang sekarang menjadi tanggung jawab Arman.


Keduanya terlihat sangat kompak walaupun terlahir tidak dari ibu yang sama.


Firman yang sangat bahagia kalau ternyata di atas dunia ini dia masih memiliki saudara lain. Firman tidak mempermasalahkan ketika dia mengetahui bahwa Syafa, mantan istrinya sekarang telah menikah dengan Arman.


Selama Arman memperlakukan Rasya dengan baik, Firman tidak pernah terlihat mempermasalahkan apapun di dalam rumah tangga mantan istrinya bersama dengan saudara laki-lakinya yang beda ibu dengannya.


Bagaimanapun Firman bisa mengetahui bagaimana perasaan ayahnya. Karena dia pun melakukan hal yang sama dengan sang ayah. Hanya saja bedanya, Syafa tidak sekuat ibunya yang hebat.


Ibunya Firman bertahan hingga akhir walaupun mengetahui suaminya memiliki selingkuhan di luar sana bahkan memiliki anak bersama.


Terkadang Firman suka iseng memikirkan tentang kalau Syafa bisa melakukan hal yang sama seperti ibunya. Apa yang akan terjadi ke dalam kehidupan rumah tangganya bersama Laila? Apakah Laila akan mengalami nasib yang sama Arman ataukah sebaliknya?


Setiap diantara kita semua adalah tokoh utama dalam kehidupan orang yang mencintai kita dan setiap kita adalah manusia biasa yang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Serta emosi dan perasaan untuk di hargai dan di cintai oleh orang yang kita cintai.


" Mas katanya hari ini ada pertemuan dengan Arman? Apakah nanti kalian akan pergi ke rumah Mbak Syafa?" tanya Laila sambil duduk di samping Firman.


" Aku itu mau bertemu dengan Arman untuk membicarakan masalah proyek kami. Bukan untuk bernostalgia dengan Syafa. Proyek kami tidak ada urusannya dengan Syafa. Aku dengan dia itu sudah finish lama sekali sayang. bahkan sekarang kami sudah memiliki kehidupan masing-masing yang bahagia!" ucap Firman tersenyum kepada Laila.


Terkadang Firman merasa senang juga kalau Laila sudah mulai cemburu terhadap dirinya. Selama kecemburuan itu masih dalam tahap yang wajar dan tidak berlebihan, dia tidak masalah sama sekali.


" Mas juga kan sampe sekarang masih juga cemburu sama Kyai Ilham. Mantan suamiku. Padahal aku tidak pernah berhubungan sama sekali dengan dia lagi sejak perceraian kami dahulu. Mas bahkan dulu hampir saja mengajak ribut Kyai Ilham ketika dia dan istrinya melakukan bulan madu di Maldives." ucap Laila mengingatkan kembali masa terkonyol seorang Firman ketika dia cemburu dengan mantan suaminya yang waktu itu juga bulan madu ke Maldives bersama istrinya.


Firman tampak mengingat kejadian yang sudah lama itu kemudian dia pun tersenyum.


" Mas waktu itu sangat konyol ya sayang? Karena saat itu kan Mas tidak yakin kalau kau mau menerima perasaanku dan sudah bersedia untuk menerima pernikahan kita berdua yang dulu aku paksakan kepadamu dengan jebakan dan hal kotor lainnya. Tapi percayalah aku melakukan itu semua karena aku hanya ingin hidup denganmu dan tidak mau lagi kehilanganmu! Aku sangat mencintai kamu sayang!" ucap Firman sambil mencium bibir istri tercintanya dengan menggebu dan penuh tuntutan.


Akan tetapi Laila langsung mendorong tubuh Firman dan mengingatkannya bahwa dia hendak pergi keluar untuk menemui Arman.


" Pergilah sayang, kalau di lanjutin nanti alamat meeting kalian akan batal. Kasihan orang-orang proyek di lapangan pasti sudah menunggu hasil keputusan kalian. Nanti malam Aku akan menunggu kamu Mas. Aku janji akan buat Mas senang malam ini. Pulang yang cepat ya? Setelah selesai rapatnya langsung pulang tidak usah mampir-mampir ke manapun lagi!" ucap Laila memberikan ultimatum kepada Firman yang langsung tersenyum. Merasa seneng melihat istrinya yang sedang menunjukkan daerah teritorial terhadap dirinya.


Firman sangat senang ketika Laila melakukan hal seperti itu. Itu artinya bahwa istrinya memang menginginkan dia untuk berada di sampingnya. Tidak seperti dulu, Laila selalu menyuruhnya untuk pulang ke rumah Syafa dan selalu berusaha untuk menjauh darinya.


Bahkan Firman sangat tahu bahwa beberapa kali istrinya berusaha untuk membobol ponselnya karena berniat untuk mencari file foto-foto Laila yang dia gunakan untuk mengancam Laila sehingga menerima lamarannya dan mau dijadikan sebagai istri keduanya.


Tadi malam Laila memang menolak keinginan sang suami untuk bercinta, karena tubuhnya benar-benar sangat lelah setelah putrinya yang sedang sakit rewel seharian dan tidak mau lepas darinya.


Jadilah seharian Laila hanya menggendong Yuke dan mengajak putri kecilnya untuk berjalan-jalan dan bermain di banyak wahana permainan yang memang sengaja di pasang oleh Firman di kamar sang putri kesayangan.


Firman melakukan itu agar mereka tidak perlu harus pergi jauh atau keluar rumah. Hanya untuk menyenangkan putrinya yang suka bermain aneka permainan anak perempuan.


Firman benar-benar menjaga keluarganya dengan baik dan memenuhi semua keinginan Putri tercintanya. Yuke di manjakan layaknya tuan putri. Firman tidak tahu kalau di rumah lain Rasya juga merindukan kasih sayangnya yang hanya diberikan kepada Yuke.


Sampai saat ini Rasya bahkan belum pernah bertemu dengan adiknya dari beda ibu. Rasya selalu menolak kalau Firman mengajaknya bertemu dengan adiknya dengan alasan banyak PR maupun pekerjaan yang harus dia lakukan. Padahal yang sesungguhnya adalah karena dia tidak sanggup untuk melihat ayahnya yang terlalu mencintai Yuke dan Laila sehingga terkadang melupakannya.


Hati Rasya yang sangat sensitif sehingga dia selalu menghindari pertemuan dengan keluarga baru sang ayah.


Hingga akhirnya Firman merasa bosan membujuk putranya itu untuk bertemu dengan Yuke maupun Laila. Walaupun mereka tinggal di satu kota.


Setelah Laila bisa beradaptasi dengan statusnya sebagai istri Firman dan sudah bebal dengan segala omongan orang lain. Apalagi sudah mengantongi restu dari ayahnya Firman. Mereka pun memutuskan untuk ke kembali ke Jakarta dan menyerahkan perusahaan yang di Surabaya kepada management profesional yang dia tunjuk sebagai orang kepercayaannya.


Sekarang Firman sedang sibuk diskusi dengan Arman. Di sebuah ruangan tertutup yang hanya ada mereka berdua dan tim yang sudah di tunjuk dan di percaya untuk menangani proyek yang diberikan oleh Humairah kepada mereka. Tampak Humairah yang sekarang ikut dalam rapat itu melalui conference call yang di lakukan oleh Humairah di ruangan rahasia yang ada di dalam kantor miliknya yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri.


Setelah rapat itu selesai, Firman langsung pulang dan berpamitan kepada timnya yang sudah bersiap meluncur ke Amsterdam untuk menyelesaikan proyek rahasia yang dipercayakan oleh Humairah kepada mereka.


Setelah semua persiapan berjalan lancar, satu minggu kemudian mereka akan langsung pergi ke Amsterdam dan siap untuk memulai proyek rahasia mereka. Tentu saja setelah Humairoh dan kawan-kawan lainnya telah sukses menjebak Andien dan komplotannya.


Tim Firman adalah pelaksana proyek yang sesungguhnya yang sudah dipercaya oleh Batara Group untuk menyelesaikan pembangunan hotel yang ada di Amsterdam.


Tim Firman adalah kunci utama dari Top Secret yang di rencanakan oleh Humairoh dan Barata tanpa sepengetahuan sang suami. Bahkan Ayana dan Agus juga tidak tahu tentang itu.


Humairo berpendapat bahwa semakin sedikit orang yang mengetahui rencana itu maka keberhasilan rencana akan semakin tinggi.


Karena kita tidak tahu, variabel manakah yang akan menjadi penghambat maupun penyebab sebuah kegagalan dari rencana yang sudah matang di rancang oleh otak nya yang sangat cemerlang dalam hal bisnis dan investasi.


Itulah yang menjadi kunci sukses seorang Humairah dalam menjalankan perusahaan miliknya walaupun dia seorang wanita yang dulu terlihat lemah dan sederhana ketika dia menjadi istri dari almarhum Rahmat.


Firman langsung mencari istrinya ketika dia sampai di rumah. Mau menagih janji Laila tadi siang, sebelum dia pergi ke meeting bersama Arman dan team top secret nya.


Tetapi Firman melarutkan keningnya ketika dia tidak melihat Laila berada di manapun.


Firman pun kemudian menghubungi ponsel Laila yang membutuhkan waktu agak lama sebelum akhirnya di angkat.


" Kamu di mana sayang? Kenapa di rumah kita tidak ada siapa-siapa?" tanya Firman khawatir dengan istri dan anaknya.


" Yuke sakit Mas. Aku membawanya ke rumah sakit karena tadi siang dia terus menangis dan tidak mau berhenti. Aku khawatir dengan keadaannya. Ternyata Yuke menderita demam berdarah Mas. Jadi sekarang dia harus dirawat dulu di rumah sakit sampai kondisinya benar-benar stabil!" ucap Laila menerangkan kepada suaminya.


Firman merasa terkejut mendengarkan kabar tersebut dia pun segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit.


" Tolong bawakan carger ya sayang. Ponselku sudah lowbat tadi karena terburu-buru aku tidak sempat membawanya. Oh ya jangan lupa bawakan juga boneka kesayangan Yuke yang suka di peluk kalau tidur ya Mas. Dia dari tadi rewel nanyain itu. Aku mau pulang tidak bisa sayang. Karena Yuke dari tadi terus saja menangis dan rewel. Jadi aku harus menjaganya terus." ucap Laila menerangkan segalanya kepada suaminya.


" Ke mana memangnya pengasuh Yuke sayang? Sehingga kau harus 24 jam menjaga dia?" tanya Firman merasa frustasi.


" Pengasuhnya Yuke pulang kampung Mas. Karena hendak dinikahkan oleh orang tuanya dan kemarin aku sudah meminta pengasuh baru ke yayasan. Tapi katanya belum ada yang cocok sesuai kriteria kita!" ucap Laila.


' Wah, gawat kalau seperti ini terus. Ini alamat kesejahteraan adik kesayanganku akan terancam kalau Laila harus selalu menjaga Yuke. Dia pasti akan selalu kelelahan dan tidak bisa melayaniku bercinta kalau aku minta sama dia!' bathin Firman merasa kesal dan juga sedih.


' Aku harus segera mencari pengasuh baru untuk Yuke, agar kesejahteraan adikku bisa terjamn dan istriku hanya cukup melayaniku saja di atas ranjang. Semua pekerjaan biarkan pembantu dan pengasuh yang lakukan. Supaya istriku ga lelah saat aku butuh dia!' bathin Firman.