
Agus mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa dia gunakan ketika menjadi seorang sopir taksi.
Agus kemudian mendatangi apartemen Ayana yang pernah dia datangi. Agus langsung masukkan kode password yang dia ketahui untuk membuka pintu apartemen milik Ayana.
Agus merasa senang karena passwordnya tidak diganti oleh Ayana dengan hati yang berdebar-debar. Agus masuk ke dalam apartemen tersebut dan berharap bisa bertemu dengan istrinya.
Agus mencari keberadaan Ayana di hampir semua ruangan di apartemen itu. Tetapi tidak menemukan keberadaan istrinya.
" Kemana dia? Ini sudah malam apa dia belum pulang?" tanya Agus kebingungan.
" Atau dia tidak tinggal di sini lagi?" tanya Agus ketika dia mulai putus asa karena tidak menemukan Ayana di manapun.
Tiba-tiba saja Agus mendengar pintu apartemen yang dibuka dari luar.
Agus merasa senang karena akhirnya Ayana pulang setelah dia menunggu hampir dua jam di kamar Ayana.
" Akhirnya dia pulang juga!" dengan perasaan senang Agus pun kemudian keluar dari kamar Ayana dengan perlahan-lahan Agus berjalan keluar dari kamarnya karena dia ingin memberikan kejutan kepada istrinya.
agus mengerutkan keningnya ketika mendapatkan ayana pulang dalam keadaan mabuk dan bersama dengan laki-laki yang waktu itu pernah bersama dengannya.
"Laki-laki banci itu lagi!" ucap Agus dengan geram apalagi ketika dia melihat bahwa laki-laki itu hendak berbuat kurang ajar kepada Ayana.
Tetapi Agus menghentikan langkahnya ketika melihat Ayana yang langsung menendang pria itu. Walaupun dia dalam keadaan mabuk
" Kurang ajar kamu Edrick! Karena udah beraninya berbuat mesum kepadaku. Kau hendak berbuat kurang ajar padaku. Ya ampun ternyata yang dikatakan oleh teman-temanku benar. Bahwa kau bukanlah seorang gay. Edrick kau telah menipuku!" ternyata Ayana hanya pura-pura mabuk dan sekarang dia sudah berdiri di hadapan Edrick dengan semangat 45 untuk menghajarnya.
Ayana yang pernah memegang sabuk hitam taekwondo dia sanggup melumpuhkan Edrick hanya dalam beberapa menit saja.
" Wih istriku canggih juga ternyata dia hebat bisa mengalahkan laki-laki b******* itu hanya dalam beberapa menit!" ucap Agus memuji ke lihayan Ayana dalam hal taekwondo.
Edric yang sudah ketakutan melihat kemahiran Ayana dia pun langsung meninggalkan apartemen Ayana.
" Wah kau memang keren!" ucap Agus sambil bertepuk tangan ketika Ayana berhasil mengusir Edric dari apartemennya.
" Sejak kapan kau ada di apartemenku?" tanya Ayana sambil mengerutkan keningnya.
Ayana menuju dapur dan membuka kulkasnya untuk mengambil air dingin yang sangat dia butuhkan saat ini.
" Ya ampun Kepalaku pusing sekali!" ucap Ayana sambil memukul kepalanya terus-menerus.
" Jangan dipukul seperti itu. Berbahaya untuk kepalamu. Kepala adalah bagian yang paling rawan di dalam tubuh kita ini aku akan memijatmu!" ucap Agus berusaha untuk menolong Ayana Tetapi wanita itu malah langsung menghindarinya.
" Pulanglah ini sudah larut malam. Bukankah besok kau harus bekerja?" tanya Ayana sambil mulai meminum minuman yang diambil di dalam kulkas kemudian dia membuka kotak obat yang disimpan di dalam kulkasnya dan mengambil sebuah paracetamol yang saat ini dia butuhkan.
" Ini sudah malam. Sangat berbahaya kalau aku pulang. Apakah kau melarangku untuk menginap di apartemen-mu?" tanya Agus sambil mendekati istrinya yang tampak memejamkan matanya setelah Dia meminum paracetamol.
" Status kita tuh nggak jelas. Suami istri atau bukan. Lebih baik kau pulang saja daripada nanti menjadi fitnah untuk kita berdua!" ucap Ayana dengan masih memejamkan matanya.
" Siapa yang bilang kalau status pernikahan kita nggak jelas? Aku menikahimu secara resmi di hadapan Ibumu dan juga seluruh keluarga besarmu. Kita hanya belum melakukan resepsi saja dan aku pun tidak pernah mengucapkan talak ataupun mengajukan gugatan cerai kepadamu!" ucap Agus dengan suara lantang sehingga membuat Ayana membuka matanya.
" Tetapi pernikahan kita belum sempurna. Karena kita belum pernah memberikan nafkah lahir batin untuk pasangan kita masing-masing!" ucap Ayana sambil tertunduk sedih. Ketika dia kembali membayangkan malam pertamanya bersama Agus yang gagal total. Malam pertama bersama dengan Agus yang berakhir dengan perpisahan mereka percis pada malam pertama mereka berdua. Karena Agus yang sudah menyinggung perasaannya.
" Kalau begitu mari kita sempurnakan pernikahan kita berdua!" ucap Agus sambil mendekati Ayana yang saat ini terbelalak matanya mendengar apa yang di katakan oleh Agus.
" Apa maksudmu? Sudah keluar sana. Aku tidak sedang berniat untuk bercanda denganmu!" ucap Ayana sambil mengibaskan tangannya untuk mengusir Agus dari apartemennya.
Agus langsung menggendong tubuh Ayana dan melemparkannya ke atas kasur milik Ayana yang empuk dan juga luas.
" Aku akan membuatmu menjadi istriku yang seutuhnya dan kau tidak punya hak untuk menolakku!" ucap Agus sambil mulai membuka semua pakaian yang dia gunakan.
Sementara Ayana yang saat ini mulai terpengaruh dengan obat perangsang yang sudah diberikan Edrick di dalam minumannya ketika mereka akan pulang ke apartemen Ayana. Dia mulai membuka pakaiannya juga.
Akhirnya terjadilah kembali apa yang dilakukan oleh mereka berdua di hotel waktu itu. Entah Agus harus marah atau berterima kasih kepada Edrick yang telah memberikan obat perangsang untuk Ayana. Karena bantuannya lah Agus selalu lancar dalam meminta haknya sebagai seorang suami terhadap diri Ayana yang selalu tampak Arogan dan angkuh di luar.
Setelah mereka berdua selesai melaksanakan kewajiban mereka. Ayana yang kepalanya memang pusing sejak dia pulang ke Apartemennya. Dia angsung tidur dalam pelukan Agus yang hangat.
Agus mencium kening Ayana dengan penuh cinta. Sudah dia rasakan dan sudah dia konfirmasi. Bahwa dia memang mencintai wanita yang saat ini ada dalam pelukannya.
" Ternyata perasaan mencintai seorang wanita itu sangat membahagiakan dan juga sangat mendebarkan!" ucap Agus sambil tertawa dan tersenyum dalam waktu bersamaan.
Perasaan Agus yang saat ini sedang bahagia sehingga membuatnya selalu tersenyum dengan senang.
" Besok aku akan membawa Ayana untuk menemui ayahku!" ucap Agus memutuskan untuk membuka identitasnya kepada Ayana.
Agus kemudian tidur karena dia pun sudah sangat lelah.
Keesokan paginya saat Agus bangun tidur dia mendapatkan ranjang sudah kosong tanpa ada Ayana di sampingnya.
" Dimana dia?" tanya Agus bingung.
Agus terus mencari keberadaan istrinya tetapi tidak dia temukan sama sekali.
" Apakah dia pergi pagi-pagi sekali ke kantor? Tetapi ini baru jam 06.00. Kemana dia?" tanya Agus mulai frustasi.
Agus kemudian memutuskan untuk mandi besar setelah dia melakukan hubungan bersama dengan istrinya.
Setelah Agus selesai mandi, dia menatap kamar mandi yang masih sama dengan tadi malam, ketika dia masuk ke dalam sana untuk sholat isya.
" Ya ampun! Apakah Ayana meninggalkan Apartemen ini tanpa mandi dulu?" tanya Agus merasa bingung.
Dilihatnya keranjang pakaian kotor masih kosong dan tidak ada aktivitas penggunaan kamar mandi sama sekali. Karena kamar mandi dalam keadaan kering.
Agus pun kemudian pergi ke dapur melihat botol minuman yang tadi malam digunakan oleh Ayana untuk minum ketika dia merasakan sakit kepala.
" Aku ingat tadi malam, Ayana menaruh botol itu di sini tetapi kenapa tidak ada?" tanya Agus merasa frustasi dengan apa yang terjadi kepada dirinya tadi malam bersama dengan Ayana.
" Sudahlah! Lebih baik aku salat dulu saja. Daripada nanti aku terlambat. Biar nanti aku mencari kebenaran dari semua ini!" ucap Agus kemudian dia pun melaksanakan salat Subuh dan setelah itu dia mencari jejak-jejak Ayana di dalam apartemen itu.
" Aku ingat tadi malam Edrick dihajar oleh Ayana di sofa ini dan mengeluarkan darah dari hidungnya!" ucap Agus sambil memperhatikan karpet yang bersih tanpa ada noda darah sama sekali.
" Ini benar-benar sangat aneh ke mana noda darah itu?" tanya Agus merasa pusing.
" ya Tuhan Jangan Katakan padaku kalau aku berhalusinasi bersama dengan istriku!" ucap Agus akhirnya mengambil kesimpulan dari semua yang terjadi kepadanya malam ini.
Agus sudah berkeliling mencari jejak istrinya di dalam apartemen tetapi tidak ada sama sekali. Agus terduduk lemas di atas sofa.
" Ya Allah apa aku seprustasi itu?" tanya Agus kepada dirinya sendiri.