
Mari kita tengok keadaan Amanda saat ini. Yang tinggal bersama Manda. Bagaimanakah kehidupan Amanda di sana? Apakah suaminya Amanda bisa menerima keberadaan Amanda di antara mereka?
"Kenapa kamu harus membawa anak haram kamu untuk tinggal bersama kita? Aku gak Sudi harus merawat dia!" ucap suaminya Manda saat mereka berada di kamar.
"Mas! Tolong pelankan suara kamu! Jangan sampai Amanda mendengarkan apa yang kamu katakan itu! Pasti hal itu akan melukai hatinya. Bagaimanapun, Amanda itu adalah anakku! Kenapa kamu bersikap seperti ini? Aku juga tidak bisa jauh-jauh dengan Amanda!" ucap Manda.
"Seharusnya kamu membiarkan Amanda untuk tinggal bersama ayahnya, yang konglomerat itu! Kenapa kau malahan membawa dia ke sisi kita. Yang untuk hidup kita sendiri saja pas-pasan, ditambah lagi harus membesarkan anak haram kamu itu! Kau benar-benar wanita yang bodoh!" ucap suaminya Manda dengan kesal.
Tanpa mereka berdua sadari, saat ini Amanda sedang mendengarkan percakapan mereka di balik pintu. Tadi sebenarnya Amanda ingin menemui ibunya, karena adiknya menangis. Tetapi tidak disangka malah Amanda mendengarkan percakapan antara suami istri tersebut. Hati Amanda terasa sakit seperti ditusuk sembilu. Seketika tubuhnya lemas seakan tak bertenaga. Air mata lolos begitu saja di matanya. Ada rasa penyesalan di hatinya.
Kenapa dia lebih memilih untukpergi bersama ibunya? Sementara dirinya di rumah ayahnya diperlakukan seperti seorang Ratu. Bahkan ibu tirinya sangat menyayanginya. Sementara di sini, Amanda di perlakukan seakan penyakit yang menular. Bahkan Ayah tirinya itu tidak pernah memandang ke arah Amanda, dia seperti merasa jijik kepadanya. Selalu menatap sinis ke arah dirinya.
"Aku lebih baik pergi dari sini! Tapi aku harus berpamitan dulu kepada Mama! Jangan sampai nanti Mama mencari-cari keberadaanku!" ucap Amanda dengan pelan.
Amanda kemudian menyusut air mata yang kini berderai di kelopak matanya. Amanda menarik nafas dalam-dalam. Menenangkan dirinya saat ini. Setelah merasa cukup, akhirnya Amanda mengetuk pintu kamar ibunya.
"Mah, itu adek menangis!" ucapnya. Amanda menunggu Mamahnya keluar di depan pintu.
Tidak lama kemudian, Manda pun keluar dari kamarnya, dengan mata yang sembab. Tampaknya Manda habis menangis. Amanda merasakan hatinya sedih karena melihat ibunya yang dia sayangi ternyata tidak bahagia dengan kehadirannya. Hati Amanda sudah bulat bahwa dia akan kembali ke Dubai untuk hidup bersama dengan ayahnya. "Mah, adek menangis! Amanda ke kamar dulu!"
Amanda langsung lari ke kamarnya, tanpa menunggu jawaban ibunya. Amanda kemudian pergi ke tempat di mana adiknya Amanda berada. Manda kemudian berusaha mendiamkan anak lelakinya. Sementara itu, suaminya Manda masih misuh-misuh di dalam kamar.
"Dasar anak haram tidak berguna! Suruh mengurus anak kecil saja tidak becus!" ucapnya kesal. Amanda mendengar hal itu, hatinya sakit karena dikatakan sebagai anak haram oleh suami baru ibunya.
Amanda kemudian mencari ponselnya, Amanda menelpon Neneknya yang ada di Dubai. Amanda meminta Neneknya untuk menjemput dirinya.
"Assalamualaikum Nek! Ini Amanda! Apakah Nenek bisa datang ke Indonesia untuk menjemput Amanda? Amanda kangen sama Nenek dan kakek!" ucapan Amanda dengan derai air mata yang tidak bisa diabendung. Isak tangisnya terdengar oleh neneknya yang ada di seberang sana.
"Tidak Nek! Amanda baik-baik saja! Amanda hanya rindu dengan Kakek dan Nenek! Serta adek Cakra. Amanda ingin tinggal bersama kalian. Cepet jemput Amanda segera ya, Nek? Nanti Amanda akan kirimkan alamat kami!" ucap Amanda terisak. Tanpa Amanda ketahui, ibunya kini mendengar apa yang sedang dia katakan di telpon.
Hati Manda rasanya sakit sekali, melihat isak tangis putrinya. Putri kecilnya yang sangat dia sayangi. Tetapi saat ini, Amanda memang lebih baik untuk tinggal bersama ayahnya. Mereka yang lebih menyayanginya di sana pun. Bahkan Kesya begitu mencintainya Amanda. Mau tidak mau, Manda pun harus merelakan kepergian putrinya. Daripada tinggal bersamanya dan diperlakukan buruk oleh suaminya.
Setelah Amanda menutup panggilannya, Amanda langsung mempersiapkan semua barang-barangnya. Karena Nenek itu akan segera datang menjemput dirinya. Dengan jet pribadi milik Abimana grup. Amanda hanya membawa apa yang dia bawa dari pondok pesantren. Tidak mau membawa apa yang diberikan oleh ibunya. Amanda takut, nanti jadi merindukan ibunya kalau membawa barang-barang itu.
"Biarkan saja barang-barang itu untuk Mama. Semoga barang itu berguna untuk bisa mengingatku. Lebih baik aku memang berusaha untuk melupakan Mama. Karena keberadaanku di sini, hanya memberikan masalah untuknya. Biarlah, Mama hidup bahagia bersama keluarga barunya. Lebih baik aku tinggal bersama Kakek dan Nenekku saja! Mereka menyayangiku di sana dan menerima keberadaanku. Selain itu, masa depanku di sana pun jauh lebih baik. Karena kekuatan Abimana grup tidak ada bandingannya di dunia ini!" keputusan Amanda sudah bulat bahwa dia akan pergi dari rumah ibunya.
Setelah semuanya siap, Amanda pun membawa barang-barangnya keluar. Amanda akan menunggu Neneknya untuk menjemput dirinya. Neneknya bilang, bahwa orang Abimana grup akan menjemputnya ke hotel milik Abimana grup. Amanda akan tinggal disana sambil menunggu Neneknya menjemputnya.
"Sayang kamu akan pergi ke mana? Kenapa kau bawa pakaianmu?" tanya Manda berpura-pura.
"Amanda sudah memutuskan, kalau Amanda akan kembali ke Dubai. Sebentar lagi, utusan Nenek akan datang ke sini untuk menjemput Amanda ke hotel, milik Abimana grup. Amanda akan menunggu Nenek di sana. Semoga Mama di sini hidup bahagia ya? Bersama adik dan ayah baru. Mah, mungkin ada baiknya, kalau Mama melupakan Amanda aja! Karena mungkin, itu jauh lebih baik untuk kehidupan kita saat ini. Mama maafin Amanda ya? Amanda ninggalin Mama, bukan karena Amanda tidak sayang sama Mama. Tapi Amanda sangat sayang sama Mama. Mama tidak ingin mengganggu kehidupan Mama saat ini!" ucap gadis kecil yang cantik itu.
Seketika Manda menangis mendengarkan semua ucapan yang dikatakan oleh putrinya. Sementara itu, di kamar Manda, suaminya pun mendengar semua yang dikatakan oleh anak tirinya. Seketika diam. Ya, dia diam! Dia berpikir dan kemudian merenungkan apa yang dikatakan oleh gadis kecil itu. "Kamu lebih baik untuk tinggal bersama dengan ayah kamu! Mereka jauh lebih baik dari kami. Masa depan yang lebih baik menunggu kamu di sana!" ucapnya pelan, takut di dengarkan oleh istrinya dan anak tirinya yang saat ini ada di ruang tamu.
Ya. dia memang sengaja melakukan hal itu berpura-pura marah dan kesal dengan kehadiran Amanda. Karena dia berpikir, bahwa Amanda lebih baik untuk tinggal bersama ayahnya, yang kaya raya yang bisa menjamin masa depan Amanda jauh lebih baik.
"Maafkan ayah ya nak? Kalau selama keberadaan kamu di sini, telah memberikan luka di hatimu. Tapi hanya dengan cara itu, yang akan membuat kamu bisa melupakan Ibumu, dan memulai kehidupanmu yang baru di sana. Memulai kehidupanmu yang jauh lebih baik, dan mendapatkan masa depan yang lebih gemilang.
Tidak lama kemudian, utusan Abimana grup pun datang untuk menjemput Amanda. Suasana harupun terjadi di sana. Kedua Putri dan ibu tersebut saling berpamitan satu sama lain. Amanda benar-benar merasa sedih karena harus berpisah bersama dengan ibunya. Kali ini mungkin adalah untuk selamanya.
"Mama! Papa! Maafin Amanda yah? Kalau selama berada di sini sudah merepotkan kalian. Amanda berdoa semoga kalian selalu sehat-sehat saja. Dan baik-baik saja. Semoga kehidupan kalian bahagia. Tolong doakan Amanda semoga Amanda bisa memiliki kehidupan yang bahagia juga. Amanda sayang sama Mama dan Papa serta adek. Nanti Amanda akan mengirimkan hadiah, kalau adek ulang tahun. Jadi Amanda sekarang pergi dulu ya, selamat tinggal Mama!" setelah itu, Amanda masuk ke mobil penjemputnya. Yang diutus oleh Neneknya, untuk segera membawa dirinya ke hotel milik Abimana grup.
Setelah berada di mobil, Amanda Langsung menangis sedih. Wanita yang menjemput Amanda pun hanya bisa mengelus punggung Putri kecil tersebut. Dia tahu, pasti merasa sangat berat untuk berpisah dengan ibu kandung gadis itu. Yah kisah Amanda dan Manda itu sudah pernah viral karena kejadian Kesya yang mengamuk di hotel saat itu. Ada seorang pengunjung hotel yang merekam dan mengunggahnya ke Internet. Sehingga kisah keluarga Abimana grup bukanlah rahasia lagi.