Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
302. Manusiawi



Begitu mereka sampai di rumah sakit, Steven langsung mendapatkan perawatan dari dokter sementara itu Mark dan Elena langsung mendatangi kedua orang tua Edward yang saat ini sedang dirawat di ruang ICU.


" Bagaimana dengan keadaan anakmu?" tanya Mark dengan wajah khawatir.


Mundo mendekati Mark kemudian dia menatap atasannya di kantor dengan tatapan sendu dan kesedihan yang sangat mendalam.


" Dokter bilang kalau Edward tidak berhasil melewati malam ini ada kemungkinan nyawanya dalam bahaya!" Mark terkejut mendengarkan perkataan dari mundo dia bisa merasakan sakit dan juga kesedihan seorang ayah yang memikirkan nasib anaknya.


Karena dia pun sekarang sedang merasakan hal yang sama. Steven saat ini juga berada di ruangan ICU dan sedang mendapatkan penanganan serius dari tim dokternya.


Mark terlihat menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian Dia menepuk bahu Mundo. Dia menunjukkan empatinya kepada bawahannya yang di kantor bekerja sebagai cleaning service. Sementara itu Elena saat ini sedang memeluk ibunya Edward dengan penuh perhatian.


Martha bisa melihat kedua orang tuanya yang begitu tulus memberikan empatinya kepada kedua orang tua Edward.


Martha merasa senang setidaknya kedua orang tuanya masih mempunyai sisi manusiawi setelah melihat Edward yang saat ini masih berada dalam kritis dan tidak sadarkan diri.


" Maafkanlah Steven yang sudah berbuat sangat keterlaluan kepada Edward. Steven saat ini juga berada di ruang ICU,dia juga tidak sadarkan diri setelah dihajar habis-habisan oleh Martha yang merasa marah kepada adiknya yang telah menganiaya putra kalian." ucap Mart sambil menundukkan kepalanya karena dia benar-benar sedang sedih saat ini memikirkan putranya dan juga Edward yang sama-sama senang sekarang dan berjuang melawan maut di ruangan ICU.


Pukulan Steven dan teman-temannya di area perut dan juga kepala Edward telah memberikan luka fatal kepada pemuda tanggung itu. Sehingga tubuhnya tidak mampu untuk bertahan dan saat ini sedang berjuang untuk kembali bisa membuka matanya agar bisa bertemu dengan kedua orang tuanya lagi.


Mundo dan istrinya terkejut mendengarkan penuturan Mart yang mengatakan bahwa Steven juga berada di rumah sakit yang sama dengan putranya dan berada di ICU juga.


Mundo melirik ke arah Martha yang dia tahu telah membantu putranya untuk dibawa ke rumah sakit dan menyelamatkannya dari keganasan Steven dan teman-temannya.


Mundo sudah mendengar banyak sekali tentang Martha dari putranya yang selalu melindungi teman-temannya dari kelakuan Steven yang selalu mengganggu dan membully teman-temannya yang dianggap lebih rendah dari dirinya.


Sekilas Mundo menganggukkan kepalanya. mengucapkan terima kasih melalui pandangan matanya kepada Martha. Karena sudah memberikan pelajaran kepada Steven yang walaupun seumur hidupnya dia pasti tidak akan mampu melakukan itu mengingat statusnya hanya sebagai seorang karyawan biasa dan bukanlah orang kaya raya seperti Mark Clarkson.


Mata Mundo tampak berkaca-kaca. Dia merasa terharu karena masih ada orang kaya seperti Martha yang masih peduli dengan orang-orang lemah seperti mereka yang berani melawan bahkan menghajar adiknya sendiri demi memberikan pelajaran kepada Steven yang sudah sangat keterlaluan terhadap putranya.


Ibunya Edwards pun langsung memeluk Martha dan sontak mengucapkan terima kasih kepada gadis cantik yang sudah berjasa memberikan pelajaran untuk putranya.


Walaupun tanpa kata-kata, tetapi Martha bisa merasakan perasaan kedua orang tua Edward saat ini. Bagaimanapun mereka tidak bisa menyinggung perasaan kedua orang tuanya yang pasti akan marah kalau mereka mengungkapkan perasaan mereka yang sesungguhnya di hadapan kedua orang tuanya yang memiliki harga diri yang tinggi.


Setelah merasa cukup memberikan support untuk kedua orang tua Edward. Mark pun menjanjikan bahwa dirinya akan membiayai semua pengobatan Edward sampai sembuh bahkan akan memberikan beasiswa kepada Edward sampai selesai kuliahnya.


Walaupun perasaan keduanya hancur, tetapi mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki kekuatan apapun untuk bisa melawan Mark Clarkson yang hebat dan juga kuat dalam segala Sisi.


Mereka bertiga pun kemudian berpamitan dan melihat kondisi Steven yang sekarang sudah dipindahkan ke ruangan perawatan.


Kondisi Steven tidak terlalu parah. Karena mengingat tubuh Steven memang memiliki daya tahan yang kuat. Kebiasaan hidup Steven berolahraga dan memakan makanan sehat, membuat tubuhnya memiliki perlindungan terhadap serangan dari luar.


Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Steven pun sudah diperbolehkan untuk pulang.


" Mah Aku ingin melihat keadaan Edward. Apakah boleh?" tanya Steven sambil menundukkan kepalanya.


Keberadaannya di rumah sakit selama beberapa hari ini, telah membuatnya banyak berpikir tentang kelakuannya selama ini yang selalu membully dan juga suka merundung teman-temannya yang dianggap lemah hanya untuk kesenangan pribadinya yang suka melihat orang lain kesusahan dan kesakitan.


Hal itu semacam sebuah penyakit psikologis ketika orang merasa bahagia melihat penderitaan orang lain.


Steven menganggukan kepalanya dan dia sudah bersiap untuk menemui Edward yang sampai sekarang masih belum sadarkan diri.


Begitu berada di dalam ruangan Edward, terlihat Steven meneteskan air matanya. Dia merasa sedih dan merasa bersalah ketika melihat orang yang telah menjadi korban perundungannya saat ini, terlihat begitu lemah dan tidak berdaya.


" Maafkan aku Edward! Aku berjanji kalau kau berhasil bangun lagi, aku akan selalu melindungimu di manapun kau berada!" janji Steven sambil menggenggam telapak tangan Edward yang masih koma dan tidak sadarkan diri.


Mundo dan istrinya tampak meneteskan air matanya. Mereka merasa terharu melihat kesadaran Steven yang saat ini sedang mengunjungi putranya.


" Edward! Cepatlah kau bangun dan balaskanlah perbuatanku kepadamu jadilah pria sejati!" ucap Steven masih menggenggam telapak tangan Edward yang begitu dingin karena terlalu lama tertidur di ruangan steril dan bebas kuman.


Tidak lama kemudian, tampak mata Edward yang membuka secara perlahan.


Mundo dan istrinya sangat terkejut melihat Putra mereka yang telah sadar dari komanya.


" Edward sudah bangun!" ujar ibunya Edward merasa sangat bahagia melihat putranya yang membuka matanya kembali.


Martha yang melihat keajaiban itu dia langsung berlari keluar dan mencari dokter yang selama ini merawat Edward.


Marta juga menghubungi kedua orang tuanya. Bahwa saat ini Edward sudah sadarkan diri.


Mark dan Elena begitu bahagia ketika mereka mendengarkan kabar menyenangkan itu.


Steven yang masih menggenggam telapak tangan Edward dia pun langsung melepaskan tangan itu dan menatap Edward dengan tatapan dingin seperti biasanya.


" Kenapa kau berada di sini?" tanya Edward dengan suara terbata-bata.


Steven menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia merasa heran. Kenapa Edward yang selama hampir satu bulan lamanya koma, tiba-tiba saja bangun setelah dia datang menjenguknya.


Steven benar-benar sangat heran dengan keajaiban yang ada di hadapannya.


" Kenapa kau baru datang menemuiku? Aku sangat lama menunggu kedatanganmu untuk meminta maaf kepadaku!" ucap Edward dengan suara terbata-bata.


Steven berusaha untuk menguasai hatinya yang saat ini sedang kalut dan juga bingung bagaimanapun dia tidak bisa mengakui kekalahannya di hadapan Edward yang selama ini dianggap manusia paling lemah di sekolahannya sehingga dia merasa punya hak untuk merundung pemuda lemah itu.


Steven tidak tahu kalau Edward memiliki sabuk hitam dan merupakan pelatih Taekwondo yang diperhitungkan untuk menjadi atlet nasional.


Hanya karena Edward selalu mengingat pesan ayahnya untuk selalu mengalah kepadanya lah. Sehingga Edward selalu membiarkan tubuhnya dihajar oleh Steven dan teman-temannya.


" Kau menunggu kedatanganku!? Apakah selama ini kau tidak koma? Apakah selama ini kau hanya bersandiwara?" tanya Steven mulai frustasi.


Edward menggelengkan kepalanya kemudian dia tersenyum kepada Steven yang tampak salah tingkah di hadapannya.


" Aku berada di dalam tingkatan koma, hanya saja aku bisa merasakan semua hal yang berada di dalam ruangan ini. Aku bisa tahu semua orang yang datang dan menangis Untukku. Tetapi aku tidak pernah melihatmu berada di sini. Oleh karena itu, aku tadi mengatakan bahwa aku menunggumu sangat lama untuk meminta maaf kepadaku!" ucap Edward menerangkan segalanya kepada Steven sehingga Steven mengerti bahwa walaupun dalam keadaan koma, Edward masih memiliki kesadaran penuh tentang lingkungan sekitarnya.


Steven kemudian pamit kepada Edward yang sudah diperiksa oleh dokter bahwa keadaannya sudah semakin membaik tanda-tanda vital tubuhnya pun terlihat baik.


Elena dan Mark sangat bahagia melihat Edward yang sekarang sudah bangun kembali mereka sangat senang karena bagaimanapun mereka tidak tega melihat Steven yang selalu menyesali diri karena Edward yang masih tidak sadarkan diri.