Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
281. Saling Percaya



Syafa merasa senang setelah dia mengetahui bahwa Arman ternyata memilih untuk bersamanya dan melepaskan perselingkuhan dirinya dengan Amelia.


" Syukurlah kalau suamiku sekarang sudah meninggalkan wanita itu! Aku berharap tidak akan ada lagi pengganggu rumah tangga kami berdua!" ucap Syafa ketika dia membaca chatting yang dikirimkan oleh Arman kepada Amelia pada malam itu.


Syafa memutuskan untuk melupakan dan juga memaafkan suaminya. Memberikan kesempatan untuk rumah tangganya bisa boleh kembali pulih, walaupun hatinya sempat berdarah. Tetapi dia berusaha untuk kuat dan memulai semuanya dari nol.


Dia tahu bahwa suaminya pun sudah berjuang sangat keras untuk melepaskan selingkuhannya yang telah banyak membantu perusahaan. Oleh karena itu Syafa berjuang juga untuk mengembalikan kepercayaan dan cintanya kepada sang suami.


Pagi itu Syafa mengantarkan Arman untuk berangkat ke kantor.


Hingga saat ini Arman tidak mengetahui bahwa istrinya sudah mengetahui tentang perselingkuhannya. Karena Syafa selalu berusaha untuk menyembunyikan tentang perasaannya yang mengetahui bahwa Arman berselingkuh darinya.


" Hati-hati ya Mas!" pesan Syafa ketika mereka berpisah di depan pintu rumahnya.


Arman mencium kening Syafa dengan lembut kemudian meninggalkan rumah dalam Kedamaian.


" Aku tidak tahu. Apakah ini hanya perasaanku saja ataukah memang ini adalah sebuah kenyataan. Bahwa aku merasa Syafa sedang menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya. Apakah dia sudah mengetahui tentang perselingkuhanku dengan Amelia?" tanya Arman ketika dirinya berangkat ke kantor.


Arman sudah tahu bahwa Amelia sekarang sudah pergi ke desanya dan menikah dengan seorang duda beranak dua.


" Semoga saja perempuan kurang ajar itu tidak akan pernah lagi kembali ke Jakarta dan tidak mengganggu kehidupanku lagi. Wanita lancang! Berani-beraninya dia melawan dan membuat hancur perusahaanku!" ucap Arman dengan geram ketika dia mengingat tentang Amelia yang sudah berani mengacaukan perusahaannya dengan membatalkan kontrak-kontrak penting perusahaannya.


Butuh Waktu 2 bulan untuk Amelia bisa melupakan tentang kehidupan yang di Jakarta dan kenikmati kehidupan yang baru di kampung.


Suaminya seorang yang baik dan bisa menerima kekurangan Amelia. Sehingga Amelia merasa sangat dihargai sebagai seorang wanita dan berjanji untuk menjadi istri yang baik untuk pria baik itu.


Sementara itu Andika dan Kesya yang sekarang sudah berada di Dubai menikmati waktu mereka berdua tanpa Adrian dan Amanda. Kehidupan mereka hanya disibukkan dengan pekerjaan dan juga merawat Cakra.


Siang itu terlihat Kesya yang mendatangi kantor Andika untuk mengantarkan makan siang buat suaminya, setelah menjemput Cakra dari sekolah nya.


Kesya sangat senang karena masalah keluarga mereka selesai satu per satu tanpa menggangu keharmonisan rumah tangganya bersama Andika.


" Mama setelah pulang dari sini kita bermain ke Mall kita ya?" tanya Cakra dengan riang gembira sambil mengemut ice cream kesukaannya di tangannya.


Kesya hanya tersenyum melihat kegembiraan putranya yang membuat dirinya bahagia.


" Iya sayang, kita makan siang dulu bersama papah ya?" ucap Kesya memberikan senyum terbaik buat putra kesayangan nya.


Kesya yang langsung naik ke ruangan Andika menggunakan lift eksekutife langsung sampai di depan ruangan suaminya.


Kesya mengerutkan keningnya ketika melihat meja sekretaris suaminya kosong.


" Kemana dia? Biasanya selalu standby di kursi dia," tanya Kesya dalam hatinya.


Entah kenapa perasaan Kesya tidak enak sekali ketika dia melangkahkan kakinya ke ruangan suaminya.


Dengan hati berdebar Kesya melangkahkan kakinya dan dengan perlahan membuka pintu ruangan suaminya.


Mata Kesya melotot sempurna ketika dia melihat sekretaris Andika yang sedang duduk di pangkuana suaminya dan begitu manja kepada Andika.


" Bapak bilang mau menceraikan istri Bapak demi saya, ko lama sekali sih?" tanyanya kepada Andika yang sedang mengelus wajah cantiknya dengan mata penuh pesona.


" Mama!" Kesya di kagetkan oleh Cakra dari lamunannya dan menatap putranya yang sedang memegang tangan nya.


" Ya sayang, ada apa?" tanya Kesya dengan suara perlahan.


" Ayo kita masuk ke ruangan Papa, kenapa Mama malah melamun di sana?" tanya Cakra dengan suara polosnya sehingga membuat Kesya kembali ke alam sadarnya.


Dengan hati yang berdebar-debar Kesya pun membuka knop pintu ruangan suaminya.


" Papa!" Cakra langsung berlari kepada Andika yang sedang duduk di kursinya dan tampak sibuk dengan pekerjaannya.


Andika langsung berdiri dan menyambut putranya dengan senyumannya yang paling indah. Setelah Andika berada dalam pelukannya dia pun langsung mencium Putra kesayangannya.


Kesya mengelus dadanya dengan lega. Setelah mengetahui di dalam ruangan itu hanya ada suaminya.


" Di depan tidak ada sekretarismu sayang. Sedang ke mana dia?" tanya Kesya berusaha untuk menenangkan dirinya yang tadi sempat goncang sesaat.


Andika mendekati Keisha dan mencium kening sang istri yang langsung duduk di sofa yang ada di ruangan suaminya.


" Dia sedang cuti sayang. Baru tadi siang dia pulang ke kampung halamannya. Karena dia hendak dinikahkan oleh orang tuanya di sana. Terpaksa aku harus mencari penggantinya dulu selama satu bulan ke depan selama kepergiannya dalam tugas. Padahal aku sudah nyaman bekerja dengannya. Dia sudah mengerti sekali saya pekerjaanku jadi aku tidak perlu untuk menerangkan apapun lagi dia sudah paham apa yang harus dia lakukan!" ucap Andika sambil bermain dengan Cakra yang berada dalam pelukannya.


Mereka bertiga pun kemudian makan siang bersama dengan damai.


Kesya merasa senang karena apa yang dihayalkan tadi tidak menjadi kenyataan. Baru membayangkannya saja dia sudah merasa bergetar kakinya. Apalagi kalau benar-benar sampai terjadi dia pasti tidak akan sanggup untuk berdiri di atas dunia lagi.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Andika yang menyadari perubahan sikap sang istri.


Kesya tersenyum melihat sang suami yang begitu perhatian kepadanya.


" Jujur ya Sayang. Tadi ketika pertama kali masuk ke dalam ruanganmu, saat aku melihat sekretarismu tidak ada di tempatnya. Aku membayangkan bahwa kau saat ini sedang bermesraan dengannya!" ucap Kesya sambil menundukkan kepalanya.


Demi mendengarkan pengakuan Kesya, Andika sampai tertawa terbahak-bahak merasa lucu dengan pikiran sang istri.


" Ya ampun sayang! Kau jangan membebani pikiranmu dengan sesuatu yang hanya akan membuatmu menderita kau harus percaya denganku. Karena sebuah rumah tangga hanya membutuhkan itu untuk bisa terus berjalan sebagaimana mestinya!" ucap Andika sambil tersenyum kepada Kesya.


Kesya menganggukan kepalanya dan memeluk sang suami. Kesya merasa bahagia karena kehidupan mereka selalu dilingkupi dengan kebahagiaan dan banyak berkah yang selalu dihadirkan kepada rumah tangganya bersama Andika.


" Sungguh sayang. Tadi kakiku gemetar sekali rasanya dan merasa tidak sanggup untuk masuk ke dalam ruangan ini. Ya Allah, baru membayangkannya saja sudah sesakit itu. Apalagi kalau benar-benar terjadi. Aku pasti tidak akan mampu berdiri lagi di dunia ini!" ucap Kesya menyuarakan isi hatinya.