
Dengan berat hati Manda melepaskan Mark untuk kembali ke sisi Elena. Walaupun sebenarnya dia masih belum puas untuk bersama dengan laki-laki yang sekarang sudah menjadi bagian dari hidupnya.
" Buatlah perusahaanmu menggunakan jasanya sebagai model dan kirimkan lah dia ke luar negeri. Sehingga kita bisa sering bersama. Aku tidak bisa kalau harus selalu menunggumu begini ketika dia tidak ada di sini. Oh Ayolah sayang! Kau jangan selalu menyiksaku begitu. Bagaimanapun aku juga sama-sama istrimu!" rajuk Manda ketika Mark memaksa untuk pulang.
Mark tahu kalau dia memang selalu kurang dalam memberikan waktu untuk Manda. Tapi dia juga tidak mau kehilangan Elena yang sangat dia cintai. Apalagi pernikahan mereka sudah menghasilkan dua orang anak dan dia tidak mau pernikahannya hancur begitu saja hanya karena keteledorannya.
" Sabar sayang, dalam minggu ini aku akan kirim Elena ke Prancis dan kita bisa pergi jalan-jalan ke Jepang. Aku akan membayar semua hutang waktuku bersamamu. Hmm? Ok? Udah aku pulang dulu. Jangan marah lagi. Ok? I love you!" ucap Mark sambil mencium bibir Manda yang mulai tersenyum karena janjinya tadi, Mark lalu melangkahkan kakinya ke luar apartemen.
" Love you more honey," ujar Manda sambil mencium Mark semakin tidak rela melepas Mark pergi dari sana.
" Come on honey, let me gone from here!" ucap Mark memohon kepada Manda. Akhirnya Manda menganggukan kepala dan mengijinkan Mark untuk pergi darinya.
Mau tidak mau Manda pun kemudian melepaskan Mark untuk kembali ke sisi Elena. Walaupun hatinya tidak terlalu rela tapi mendengar janji yang dikatakan oleh Mark tadi, sungguh telah membuat Manda menjadi bersemangat sekali.
" Aku akan menunggu janjimu sayang!" ucap Manda mengantarkan Mark keluar.
Mark akhirnya bisa menarik nafasnya lega, karena dia bisa kembali pulang. Sejak tadi Elena terus menghubunginya dan dia sudah sangat frustasi untuk tidak menjawab panggilan itu.
" Ya sayang, ada apa?" tanya Mark gugup.
Elena yang merasa senang karena akhirnya panggilannya diangkat Mark, suaminya yang tercinta, bisa bernapas lega karena itu artinya Mark baik-baik saja.
" Ya ampun Sayang! Ya ampun! Aku kira kau kenapa-kenapa loh. Syukurlah! Dari tadi aku menghubungimu sayang. Kenapa kau tidak mengangkat juga?" tanya Elena khawatir.
Mark jadi merasa bersalah, ini sudah jam 03.00 pagi, tetapi Elena masih juga belum tidur. Pasti karena mengkhawatirkan dirinya yang belum juga pulang ke mansion mereka.
Mark memutar bola matanya, melihat ke sekeliling. Dia berpikir alasan apa yang akan dia berikan kepada Elena mengenai dirinya yang terlambat pulang dan sejak tadi tidak bisa mengangkat telepon dari istrinya.
Tiba-tiba Mark melihat sekelompok anak muda yang sedang minum-minum di pinggir jalan dan seketika Mark pun memiliki ide untuk alasannya kepada Elena.
" Maafkan aku sayang. Para eksekutife itu memaksaku untuk terus tinggal di sana sayang. Ah, kepalaku masih pening karena terlalu banyak minum. Aku saat ini di pinggir jalan sayang, berusaha menghilangkan pengar sebelum akhirnya pulang ke mansion. Aku tidak mau kalau mengganggu kamu tidur dengan kegaduhan yang aku buat gara-gara mabuk. Maafkan aku ya sayang!" ucap Mark dengan fasih sekali.
Untuk lebih meyakinkan kebohongannya. Mark kemudian mengalihkan panggilan itu ke panggilan video sehingga Elena bisa melihat suasana jalanan yang sedang dilalui oleh murid saat ini. Ya, Mark saat ini sedang duduk di kursi taman yanh sunyi tanpa siapapun.
Elena menghela nafasnya berat, merasa tidak tega dengan suaminya yang pada jam tengah malam begitu masih ada di luar sana.
" Pulanglah sayang. Nanti aku akan membuat sup penghilang mabuk untuk mu. Oh sayang,ya ampun! Kasihan sekali kamu, pasti kau kedinginan kan jam segini masih ada di luar sana. Pulang ya, aku akan menunggu kamu sayang!" ucap Elena merasa iba.
Mark tersenyum bahagia. Dia merasa senang karena ternyata sangat mudah untuk dapat mengelabui Elena. Dia hanya perlu sedikit berkorban dengan menepikan mobilnya dan keluar sebentar, merasakan dingin nya malam itu yang menusuk hingga ke tulang.
" Baiklah sayang, aku akan pulang sekarang. Kebetulan mabukku juga sudah mulai berkurang. Maafkan aku sekali lagi ya sayang. Karena sudah membuat kamu khawatir denganku pada jam segini!" ucap Mark merasa bersalah kepada Elena.
" Gak apa-apa sayang, pulanglah cepat ya? Aku tunggu!" setelah mengatakan itu erena pun menutup panggilan telepon dan kemudian menunggu Mark untuk kembali.
Setelah menutup panggilan telepon tersebut Mari kemudian mendatangi sebuah Cafe. Dia meminum beberapa gelas wine dan setelah itu pulang kepada Elena. Mark melakukan itu untuk menyembunyikan kebohongan yang tadi sudah dia buat kepada Elena demi Elena tidak curiga kepada dirinya.
Walaupun kepalanya agak pusing karena pengaruh alkohol. Mark tetap berusaha untuk tetap fokus dalam menyetir. Sehingga dia bisa sampai ke mansion dengan selamat.
Begitu mendengar suara mobil suaminya Elena langsung berlari dan menyambut kepulangan Mark yang tampak mabuk.
" Oh ya ampun sayangku! Kasihan sekali kamu sayang. Sudah jam segini kamu baru pulang dan kamu juga harus menderita kedinginan di luar sana. Ayo masuk dulu sayang. Aku akan menghangatkan sup pengar yang tadi aku buat. Sementara kau mandi dulu ya? Agar tubuhmu lebih segar." ucap Elena merasa tidak tega dengan keadaan Mark saat ini.
Mark tersenyum. Dia merasa senang dalam hatinya. Karena Elena tampaknya tidak curiga sama sekali dengan semua yang terjadi malam ini.
' Maafkan aku sayang, aku hanya tidak mau menyakiti hati kamu kalau kamu tahu tentang aku yang punya dua orang istri di luar sana. Aku tidak mau kehilangan kamu dan Manda. Bagiku kalian sangat berarti dalam hidupku!' bathin Mark sambil melangkahkan kakinya masuk ke kamarnya.
Hari sudah masuk menjelang pagi. Oleh karena itu wajar kalau suasana rumah masih terlihat begitu sepi. Karena penghuni yang lainnya masih terlelap dan tidur.
'' Maafkan aku yang sudah membuatmu masih terjaga pada jam seperti ini," ucap Mark merasa bersalah kepada Elena. Setelah dia selesai mandi dan berganti pakaian.
Elena magelengkan kepalanya kemudian dia pun memberikan sepengar yang tadi sudah dia hangatkan untuk Mark.
" Minumlah dulu sayang. Agar besok saat kau bangun tidur kepalamu tidak pusing!" ucap Elena sambil mengulas senyum kepada suaminya yang langsung meminum habis sup yang dia buat.
Mark memberikan mangkok yang tadi diberikan oleh Elena kepadanya. Kemudian dia pun mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ngantuk dan lelah.
Tubuh Mark sangat lelah setelah melayani hasrat Manda yang selama seminggu tidak dia kunjungi yang semakin tak terkendali. Ah, wanita itu sangat meresahkan hati Mark dengan semua hasrat liarnya yang membuat Mark semakin sulit untuk kehilangan Manda.
Bagaimanapun Mandalah yang selalu menyelamatkan dirinya di saat dirinya sedang menginginkan kehangatan seseorang di kala Elena pergi ke luar negeri bahkan sampai berbulan lamanya.
Kehadiran Manda dalam hidupnya selama beberapa tahun ini, benar-benar sudah sangat membantunya melepaskan dirinya dari masalah yang selama berapa tahun membuat kepala atas dan kepala bawah merasa pusing tujuh keliling.
Oleh karena itu Mark sangat kesulitan untuk kehilangan Manda. Kalau sampai itu terjadi maka dia akan berada dalam kesulitan besar.
Setelah semua kebutuhan Mark tercukupi kemudian membaringkan tubuhnya di samping suaminya.
" Kasihan sekali kamu sayang. Kamu pasti sangat lelah malam ini kan? Gara-gara para eksekutife itu yang memaksa kamu minum. Istirahatlah sayang." ucap Elena sambil mengelus wajah suaminya yang tersenyum kepadanya.
Mark bersyukur karena Elena malam ini tidak meminta jatah ranjang kepada nya. Sehingga dia bisa menyelamatkan tubuhnya dari kelelahan ekstra karena harus bercinta dengan kedua istrinya dalam satu waktu.
Mark kemudian merentangkan tangannya untuk mengundang Elena agar tidur dalam pelukannya. Saat ini Mark memang sangat kedinginan gara-gara tadi duduk di taman hampir setengah jam lamanya untuk membuat tubuhnya tampak menggigil sehingga Elena tidak akan curiga kepadanya.