Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
308. Penangkapan



Christian datang bersama dengan seorang kliennya yang siap untuk membeli seorang anak yang menjadi korban penculikannya.


' Paman Alvian?' bathin Cakra ketika dia melihat pamannya yang ternyata datang bersama ayah tirinya Ed.


Alvian tampak mengedipkan matanya kepada Cakra memberikan kode kepada Cakra untuk diam dan tidak usah berkata apa-apa.


Andika memang sudah melimpahkan kasus penculikan itu ke banyak pihak. Alvian adalah salah satu jaksa yang akan menjadi jaksa untuk menuntut para pelaku penculikan itu ke pengadilan nanti.


Ketika kasus itu berhasil dipecahkan oleh mereka dan bersiap untuk diadili di pengadilan.


Andika memanggil Alvian secara khusus untuk datang ke Dubai dalam rangka membantunya menyelesaikan masalah kasus penculikan anak-anak yang sudah meresahkan banyak masyarakat.


" Ini adalah anak yang akan Anda bawa pergi dari sini tolong pastikan bahwa dia baik-baik saja sampai hari operasi nanti. Sehingga Anda bisa menggunakan organnya secara maksimal!" ucap Christian kepada Alfian yang mengenalkan dirinya sebagai pejabat pemerintah bernama Ahmed yang sedang menyamar sebagai pembeli organ.


Saat Alvian hendak mengambil anak tersebut, Cristian langsung menariknya kembali.


" Anda harus membayarnya dulu, baru Anda bisa membawanya bersama denganmu!" ucap Christian sambil menatap tajam kepada Alvian yang langsung tersenyum kepadanya.


Setelah Alvian menekan tombol yang ada di kancing jasnya. Seketika polisi pun langsung berhamburan dan masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu.


Christian dan Maria sangat panik, ketika mereka melihat begitu banyak polisi yang sudah siap menangkap mereka beserta anak buah yang lainnya.


" Apa ini maksudnya?" tanya Christian sambil menatap tajam kepada Alfian yang langsung akting bahwa dia tidak mengetahui apa-apa tentang penyergapan itu.


" Saya juga tidak tahu Tuan Christian. Saya juga terkejut! Kenapa di sini ada polisi huh? Apakah anda telah menjebak saya tuan?" tanya Alvian dengan wajah panik dan dia bersiap untuk melarikan diri dari tempat itu.


Alvian harus melakukan semua itu. Karena dia tidak mau kalau sampai nanti keluarganya akan berada dalam masalah.


Ketika para penjahat itu mengetahui bahwa dirinya menjadi bagian dari para polisi yang sekarang sudah menangkap anak buah mereka dan juga membebaskan anak-anak korban penculikan.


" Maria! Siapa yang sudah menjebak kita?" tanya Christian dengan wajah penasaran menatap istrinya yang sudah pasrah ketika mereka digelandang masuk ke dalam mobil polisi yang menangkap mereka semua.


Maria menatap Ed yang saat ini sedang berdiri di samping Cakra dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Ed tadinya hendak ditangkap juga oleh polisi. Tetapi Cakra langsung menarik tangan sahabatnya ke arahnya dan mengatakan bahwa dia juga adalah korban dari penculikan juga seperti yang lainnya.


" Terimakasih Cakra! Maafkan aku karena aku sudah membuatmu kecewa!" ucap Ed sangat sedih dan juga menyesal.


Cakra tersenyum sambil menggenggam telapak tangan Ed yang terasa begitu dingin.


" Cakra. Aku juga merasa sangat bersalah kepada mereka semua. Aku juga layak untuk dihukum. Karena aku juga bagian dari mereka semua. Terima kasih karena kau sudah memberikan persahabatan yang begitu indah untukku! Aku janji aku tidak akan pernah melupakan semua waktu yang sudah kita lewati!" ucap Ed dengan air mata yang mengalir di kelopak matanya.


Cakra bisa merasakan kesedihan Ed yang begitu besar. Karena Ed harus melihat ayah tirinya dan ibunya digelandang oleh polisi dan dimasukkan ke dalam penjara.


" Baiklah terserah kau saja. Nanti aku akan membantumu untuk bisa membela ketika di pengadilan. Percayalah! Aku tidak akan pernah meninggalkanmu!" janji Cakra kepada yang langsung memeluknya dengan penuh rasa haru dan terima kasih.


Ed kemudian mendekati polisi yang tadi memasukkan ibunya ke dalam penjara.


Akan tetapi Ed ditempatkan di tempat khusus. Ed tidak digabungkan dengan mereka semua. Karena itu sesuai dengan permintaan dari Andika dan Cakra. Hal itu dilakukan untuk menjamin keselamatan Ed, selama berada di dalam penjara.


Ed merasa sangat bersyukur dan juga berterima kasih sekali kepada keluarga Cakra yang sudah menjamin keamanannya selama dia berada di dalam penjara.


Ed tidak bisa membayangkan. Ketika dirinya digabungkan bersama dengan para penjahat lainnya. Dia pasti akan dijadikan bulan-bulanan oleh mereka semua untuk melampiaskan kemarahan mereka.


" Tenanglah Ed. Kami pasti akan berusaha untuk meringankan hukumanmu di dalam penjara. Setelah kau selesai menjalani hukumanmu kau akan kembali sebagai asistenku!" ucap Cakra menjanjikan bantuan hukum, Cakra juga mengatakan bahwa Ed tidak akan pernah kehilangan pekerjaannya sebagai asistennya yang sudah diberikan oleh ayahnya.


Andika dan Kesya sangat terharu melihat persahabatan antara Ed dan Cakra yang terlihat begitu kental dan dekat.


Walaupun usia Ed jauh lebih tua daripada Cakra. Tetapi dia bisa mengimbangi perilaku Cakra tanpa harus membuat Cakra merasa sebagai anak kecil ketika bersama dengan Ed yang bersikap dewasa.


Ed adalah definisi seorang anak remaja yang dipaksa dewasa oleh keadaan dan lingkungan yang sangat kejam kepadanya.


Walaupun Maria adalah ibu kandungnya sendiri, tetapi Maria tidak memperlakukan Ed, benar-benar seperti anaknya sendiri.


Selama ini Maria hanya mencintai dunianya sendiri dan menggunakan semua yang ada di sekitarnya sebagai alat untuk memenuhi tujuan hidupnya.


" Kalau bukan karena anak berandalanmu itu, tidak mungkin kita semua tertangkap oleh Polisi sekarang. Pasti anak sialan itu yang sudah membocorkan semuanya kepada polisi! Kurang ajar memang anak kamu itu!" ucap Christian dengan mata berapi-api.


Maria hanya melirik sekilas kepada suaminya yang tampak begitu membenci Ed yang berstatus sebagai anak tiri baginya.


" Aku tahu kalau kau selama ini tidak pernah menyayangi d apalagi menganggapnya sebagai anakmu. Aku juga tahu kalau kau sangat menikmati saat-saat di mana Kau menyiksaku di hadapan untuk mengintimidasi Putraku!" ucap Maria melirik sinis ke arah Christian yang langsung melotot sempurna mendengarkan ucapan istrinya.


Hati Maria saat ini benar-benar sangat sakit dan juga terluka dan ternyata Christian sama sekali tidak pernah memikirkan tentang dirinya maupun putranya.


" Sudahlah tidak usah berisik lagi. Sekarang yang penting kita harus segera menghubungi bos besar kita di Meksiko, agar mereka membantu kita keluar dari penjara!" ucap Boni kepada Maria dan Christian.


Siapa yang menyangka kalau ternyata Christian malah tertawa terbahak-bahak mendengarkan omongan rekan kerjanya.


" Bukannya kita akan dibantu oleh mereka, tetapi kita pasti akan langsung dihabiskan hari ini juga oleh organisasi kalau sampai bos besar mengetahui kalau kita sekarang sudah ditangkap oleh Polisi!" ucap Christian dengan nada sendu.


Hati Christian benar-benar merasa sedang ada dalam dilema. Karena bagaimanapun mereka memang membutuhkan bantuan dari organisasi Mereka. Akan tetapi memikirkan bahwa mereka akan dibunuh pun sudah sangat menyesakkan hatinya.


" Sudahlah kita akan berusaha untuk mencari pertolongan dengan cara kita sendiri! Jangan coba-coba untuk menghubungi organisasi yang ada di Meksiko yang ada, nanti kita hanya akan menjadi korban mereka! Mereka pasti tidak akan membiarkan kita hidup lebih lama lagi, karena mereka pastinya sudah ketakutan bahwa kita akan membuka rahasia organisasi kepada polisi!" ucap Maria.


Mereka semua setuju dengan apa yang dikatakan oleh Maria maupun Christian untuk merahasiakan keberadaan mereka saat ini yang berada di dalam penjara kepada organisasi mereka yang berada di Meksiko.


" Lalu bagaimana caranya kita bebas dari penjara kalau tanpa bantuan dari organisasi?" tanya pria berbadan kekar dan bertato.


Cristian terus menatap rekan kerjanya kemudian dia tersenyum kepadanya.


" Tenanglah sobat! Nanti negara pasti akan menyediakan pengacara untuk kita semua. Untuk membantu kita bisa membuktikan kalau kita tidak bersalah atau kalau tidak akan mengurangi masa hukuman kita!" ucap Christian berusaha menghibur rekannya.


Akan tetapi mereka semua sudah yakin dan pasti. Bahwa mereka pasti tidak akan menang ketika mereka melawan jaksa penuntut yang sudah jelas-jelas memiliki bukti-bukti yang konkret tentang kejahatan mereka semua.