Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
195. Pernikahan



Ayana menatap lekat Agus yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.


" Apakah benar kalau kau menerima pernikahan yang sudah dipersiapkan oleh bibimu? Apakah kelak kau tidak akan menyesali keputusanmu?" tanya Agus sambil nunggunya sarapan yang tadi dia masak.


" Asal kau bisa menerimaku sebagai istrimu Aku tidak akan menyesali apapun yang sudah menjadi keputusanku." ucap Ayana sambil menatap kepada Agus.


" Kau tahu? Kejadian masa lalu itu yang membuatku merasa tidak pernah percaya diri untuk menapaki kehidupan rumah tangga dengan seorang laki-laki!" ucap Ayana sambil menundukkan kepalanya.


" Apa kau tahu alasan kenapa perusahaan bisa ganti bisa collab dan sekarang berada di tangan Bibiku?" tanya Ayana sambil menatap kepada Agus yang menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak tahu sama sekali tentang kehidupanmu sebelum bertemu denganku. Kalau kau tidak keberatan, aku bisa memberi waktu untuk mendengarkan ceritamu!" ucap Agus menyudahi sarapan paginya dan menatap Ayana dengan serius.


Ayana tampak ragu untuk menceritakan kejadian yang sesungguhnya yang menjadi penyebab kenapa perusahaan Sugandi menjadi bangkrut dan sekarang berada di tangan bibinya.


Sehingga digunakan oleh bibinya untuk membuat dia menerima pernikahan bersama dengan Agus.


" Semua itu, jarena laki-laki yang sudah mengambil keperawanan di usiaku 17 tahun!" ucap Ayana menundukkan kepalanya seperti merasa malu kepada Agus karena menceritakan aib dalam hidupnya sendiri.


" Ceritakanlah! Kalau kau ingin bercerita kalau tidak tidak masalah suatu saat kau bisa menceritakannya padaku!" ucap Agus mengulas senyum kepada Ayana.


" Aku tadinya berniat untuk meminta dia untuk bertanggung jawab tentang apa yang sudah dia lakukan padaku di masa lalu kami. Sehingga sampai sekarang aku belum menikah dengan siapapun. Tetapi dia sudah mempunyai seorang istri dan juga anak. Dia begitu mencintai istrinya dan akhirnya untuk membuatku berhenti mengganggunya, dia menyerang perusahaanku dan membuat perusahaanku bangkrut dalam satu malam!" ucap Ayana menceritakan kehidupannya kepada Agus yang tampak terkesiap dan juga terkejut dengan sebuah kenyataan yang baru dia tahu tentang Ayana.


" Tampaknya dia laki-laki yang hebat sehingga bisa membuat perempuan hebat sepertimu bangkrut dalam semalam!" tanya Agus sambil menelisik wajah Ayana saat ini sedang menundukkan kepalanya.


" Yah dia memang termasuk orang hebat yang mempunyai banyak koneksi dan juga jaringan jadi, tidak mengherankan kalau dia bisa melakukan itu terhadap perusahaanku yang sudah berdiri lebih dari 60 tahun!" ucap Ayana.


" Katakanlah padaku Ayana! Apakah nama perusahaannya?" tanya Agus kepada Ayana.


"PT Dirgantara Perkasa!" ucap Ayana.


' Sepertinya Ayahku dulu pernah mengatakan tentang perusahaan itu!' batin Agus seperti mengingat tentang perusahaan tersebut.


" Ya Sudah cepatlah kau bersiap-siap kita akan segera mengurus tentang surat-surat dan juga berkas untuk pernikahan kita!" ucap Agus pada akhirnya mengakhiri percakapan mereka berdua pagi itu.


" Baiklah aku akan menyelesaikan makanku dan kita bisa berangkat sekarang juga!" Ayana kemudian fokus untuk menyantap sarapan yang tadi dibuat oleh Agus untuknya.


' Agus benar-benar luar biasa dia bisa masak makanan seenak ini. Padahal aku seorang perempuan tidak bisa memasak seenak ini!' batin Ayana sambil menatap kepada Agus dengan penuh kekaguman.


' Tidak banyak seorang laki-laki yang mau memasak untuk perempuannya. Tampaknya Aku beruntung, karena aku mendapatkan kesempatan ini dari seorang Agus yang aku tidak tahu identitas dan kehidupan yang sesungguhnya!' bathin Ayana.


" Aku hanya merasa heran, laki-laki sepertimu. Apakah benar hanya seorang sopir taksi?" tanya Ayana sambil menatap Agus yang saat ini sedang diam menatapnya.


Agus tampak menarik nafasnya dalam-dalam. Tampak dia ingin menceritakan tentang dirinya. Tetapi dia pun merasa ragu dengan keputusan yang akan diambil.


" Apakah kau tidak percaya padaku sehingga kau merasa enggan untuk menceritakan tentang dirimu?" tanya Ayana.


Agus terdiam kemudian dia menggelengkan kepalanya.


" Aku hanya belum percaya diri untuk bercerita kepadamu. Suatu saat aku pasti akan menceritakan semua hal tentang hidupku kepadamu!" ucap Agus kemudian dia pun bersiap untuk segera keluar dari apartemen Ayana setelah melihat Ayana yang sudah siap untuk pergi bersamanya.


" Wah terasa sangat aneh. Metika kita berjalan berduaan seperti ini. Padahal selama ini kita selalu berantem!" ucap Agus sambil melirik kepada Ayana.


" Suruh siapa kau menjadi laki-laki yang seperti itu membuatku merasa jengkel selalu!" ucap Ayana misuh-misuh kepada Agus yang hanya bisa menggelengkan kepala nya dan segera bergegas meninggalkan apartemen Ayana.


" Kalau kau ingin mundur dari rencana pernikahan ini masih ada waktu sampai kita sampai di catatan sipil!" ucap Agus.


" Tidak apa-apa. Ayo kita persiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk pernikahan kita berdua!" ucap Ayana dengan penuh kemantapan dia melangkah ke Catatan Sipil yang diikuti oleh Agus.


" Pernikahan ini bukan hanya karena untuk perusahaanmu bukan? Akan tetapi karena kamu memang memiliki perasaan untukku?" tanya Agus mencoba untuk mengkonfirmasi perasaan Ayana terhadapnya.


" Apakah kau meragukan Niatku untuk menikah denganmu?" tanya Ayana menatap kepada Agus.


Agus menarik nafasnya pelan, kemudian dia melepaskannya dengan kasar.


" Tidak apa-apa kau mengaku saja. Kalaupun memang pernikahan ini hanya kau tujukan untuk mendapatkan perusahaan agar kembali ke tanganmu. Aku tidak akan marah atau juga tersinggung kepadamu!" ucap Agus menjelaskan segala hal kepada Ayana agar Ayana berani menceritakan masa lalunya.


" Aku memang menginginkan perusahaan keluarga Sugandi agar kembali ke tanganku. Bagaimanapun aku memiliki tanggung jawab untuk perusahaan ini. Kalau sampai hancur di tanganku. Sungguh Itu adalah sebuah aib besar dalam hidupku!" ucap Ayana dengan mata berbinar-binar sehingga membuat Agus bisa melihat bahwa Ayana memang benar-benar mencintai perusahaan itu lebih dari segalanya.


" Baiklah. Ayo kita sekarang berangkat ke catatan sipil dan mendaftarkan pernikahan kita di sana!!" setelah mereka selesai mendaftarkan pernikahan. Mereka pun, kemudian kembali ke keluarga besar mereka. Untuk membicarakan perkembangan dari rencana pernikahan yang sudah disusun oleh keduanya.


Tampak Agus yang pulang ke kediamannya sendiri dan membiarkan Ayana untuk tinggal di rumah ayahnya.


" Ayana. Kenapa suamimu tidak tinggal bersamamu?" tanya ibunya Ayana yang tampak terkejut karena melihat Agus pulang ke rumah miliknya dan berpisah dengan anaknya setelah mereka mendaftarkan pernikahan mereka berdua.


" Tidak apa-apa Mommy! Kami hanya sedang mengintrospeksi diri sendiri. Sudahlah tidak usah dipikirkan!" ucap Ayana pada akhirnya.


" Katakan sama Mami. Apakah kamu sedang berantem dengan suami kamu? Atau memang dia yang sedang mencari masalah terhadap kita?" tanya ibunya kepada Ayana yang lebih memilih untuk tinggal di rumahnya dari pada tinggal bersama Agus, suaminya.