Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
193. Agus Yang Melarikan diri



Agus dan Ayana kini sedang berusaha untuk menjadi lebih dekat agar bisa menerima pernikahan mereka yang diatur oleh Bibinya.


" Ayo kita pergi?!" ucap Agus sambil menggenggam tangan Ayana agar wanita yang mengaku sebagai tunangannya itu bisa melihat bahwa saat ini dia sedang bersama dengan orang yang dia cintai.


'Cintai?' Agus bertanya ke dalam dirinya sendiri.


' Apakah benar aku mencintai dia? Entahlah aku sendiri merasa bingung!' ucap Agus kemudian.


" Ada apa apakah kau melihat sesuatu yang aneh?" tanya Ayana kepada Agus yang sejak tadi terus memperhatikannya.


" Apakah kau tahu kau sangat cantik!" ucap Agus sambil melirik kepada tunangannya yang saat ini sedang memperhatikan mereka.


Tunangan yang tidak diharapkan karena dipaksa oleh ayahnya untuk melakukan pertunangan.


Dulu Agus melarikan diri dari kedua orang tuanya karena tidak menginginkan hidupnya di atur dan dipaksa-paksa.


" Ya sudah ayo kita pulang aku sudah sangat lelah sekali!" ucap Ayana kepada Agus.


" Baiklah ingat kau tidak boleh jauh-jauh dariku karena aku tidak mau kalau wanita itu nanti melakukan sesuatu yang jahat kepadamu!" ucap Agus berbisik di telinga Ayana.


Ayana terasa merinding ketika Agus berbisik di telinganya dengan suara yang Lirih.


" Tolong jangan terlalu dekat!" ucap Ayana kepada Agus.


" Kenapa? Apa Kau keberatan?" tanya Agus sambil mengulas senyum kepada Ayana.


" Tidak apa-apa aku hanya takut kalau aku nanti tiba-tiba jatuh cinta padamu!" ucap Ayana tersenyum.


" Bukankah bagus kalau kau jatuh cinta padaku? Supaya kita bisa melewati pernikahan ini dengan lebih gampang!" ucap Agus.


" Apakah kamu benar-benar menginginkan pernikahan kita terjadi?" tanya Ayana sambil menatap lekat kepada Agus.


Agus tampak terdiam sejenak kemudian dia melihat ke arah tunangannya yang masih juga memperhatikan mereka berdua.


" Udah ayo cepat kita ke rumahmu tidak usah melayani dia!" ucap Agus segera membawa Ayana bersamanya.


' Aku harus segera membawa Ayana dari sini. Jangan sampai tunangan palsuku itu nanti membuka semua identitasku di hadapan Ayana!' batin Agus berusaha untuk tenang agar Ayana tidak mencurigai apa yang saat ini dalam pikirannya.


" Ada apa sih kamu dari tadi benar-benar membuatku sangat bingung!" ucap Ayana sambil mengguncang tangan Agus yang dari tadi melamun saja.


" Sudah Ayo kita pulang!" Agus langsung memasukkan Ayana ke dalam mobil dan segera membelah jalanan ibu kota yang begitu padat dan merayap.


" Katakan padaku. Apakah kau memang mau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Ayana sambil melirik kepada calon suaminya yang sejak tadi selalu fokus menatap jalanan di depannya.


Tampak Agus yang kini melirik kepada Ayana yang sudah memperhatikan dirinya sejak tadi.


" Apakah kau tahu bahwa kau sangat cantik ketika memperhatikanku seperti itu!" ucap Agus sambil terkikik penuh kebahagiaan.


' Rasanya sudah sangat lama aku tidak tertawa seperti ini!' batin Agus.


Agus kemudian membawa Ayana ke apartemennya yang lumayan jauh dari kediamannya.


" Masuklah aku akan membuatkan minuman untukmu!" ucap Ayana mempersilahkan Agus untuk duduk di kursi yang ada di ruang tamu apartemen miliknya.


" Kau ingin minuman yang panas atau dingin?" tanya Ayana di arah dapur.


" Minuman dingin saja karena aku sangat kehausan setelah perjalanan tadi!" ucap Agus sambil mengulas senyum kepada Ayana yang saat ini sedang sibuk membuatkan minuman untuknya.


" Apakah kau setiap hari tinggal di sini sendirian?" tanya Agus merasa penasaran dengan kehidupan Ayana yang sesungguhnya.


" Semoga kita bisa menjalani pernikahan kita dengan lebih bahagia tanpa harus banyak drama dan air mata!" ucap Agus setelah dia menyuruput habis jus jeruk yang disediakan oleh Ayana.


"Apakah kau sangat haus? Masa jus jeruk satu gelas cuma kau habisan kurang dari satu menit?" tanya Ayana sambil melirik kepada Agus.


Agus bangkit dari duduknya dan bersiap untuk keluar dari apartemen Ayana.


" Apa kau tahu? Saat ini Aku merasa sangat bahagia!" ucap Agus pelan, dirinya juga terus melirik kepada Ayana yang tampak sedang memperhatikannya.


" Aku harap kita bisa menjalani pernikahan kita! Tanpa harus banyak drama!" ucap Ayana.


Agus berhenti sejenak dalam perjalanannya untuk keluar dari apartemen Ayana.


" Selama kamu setia dengan pernikahan kita, maka aku pun akan setia padamu!" ucap Agus kemudian dia pun meninggalkan apartemen Ayana.


Setelah kepergian Agus Ayana kemudian menghubungi bibinya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Ayana memberikan salam kepada bibinya.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Ada apa ya Nak? Kenapa kok malam-malam begini menghubungi bibi?" tanya Humairoh kepada Ayana.


" Bi Ayana akan berusaha untuk berjuang untuk pernikahan yang sudah Bibi persiapkan untuk Ayana." ucap Ayana.


" Syukurlah ya nak kalau kau sudah bisa menyadari apa yang sudah bibi atur untukmu." ucap Humairah senang.


"Ya Bi!" Ucap Ayana sambil mengulas senyum kepada bibinya yang saat ini sedang ada di dalam rumah miliknya.


Setelah Rahmat mengetahui identitas dari Humairoh yang sesungguhnya mereka sekarang hidup lebih terbuka.


" Tampaknya keputusanku untuk menerima Agus akan menjadi bumerang untuk diriku sendiri!" ucap Ayana mendesah frustasi karena dirinya selalu merasa gemetar apabila berkaitan dengan Agus.


" Tampaknya aku memang sudah tertarik dengan Agus, laki-laki sederhana yang bersahaja!" ucap Ayana sambil tersenyum melihat bayangan dirinya di cermin.


" Aku yakin identitas Agus tidak sesederhana yang terlihat!" ucap Ayana yang tiba-tiba dia terdiam ketika mengingat sesuatu.


" Sepertinya aku melihat Agus berbicara dengan seorang pria tua yang memanggilnya tuan muda!" tiba-tiba Ayana merasa bahwa calon suaminya terasa sangat aneh.


" Kenapa memangnya kalau Agus merupakan orang kaya? Toh aku tidak mencintai dia karena kekayaannya!" ucap Ayana kemudian dia pun memilih untuk tidur dan mulai dengan bermimpi indah.


Keesokan paginya Agus sudah datang ke apartemen Ayana.


Agus yang sudah mengetahui password apartemen kekasihnya yang baru resmi kemarin akhirnya mengetuk pintu kamar Ayana.


tok tok tok


Terengar suara pintu yang diketuk oleh Agus dari luar.


" Aku masuk ya? Karena Kau dari tadi tidak mau bangun juga!" ucap Agus keras di luar kamar Ayana.


Ayana yang masih terlelap dalam tidurnya tidak mengetahui ketika Agus masuk ke dalam kamarnya dan berusaha untuk membangunkannya dari tidur.


" Ayana cepatlah bangun bukankah kita akan mempersiapkan untuk rencana pernikahan kita ini?" ucap Agus sambil mengguncangkan tubuh Ayana.


Ayana yang merasa terusik dengan tidurnya mau tidak mau membuka matanya!" Kenapa pagi-pagi sudah ada di sini apa kau tidak bekerja?" tanya Ayana sambil terus menguap karena dia benar-benar sangat mengantuk saat ini.


" Tadi malam aku baru tidur sekitar jam 03.00 pagi. Bisakah kau memberikan waktu sedikit lagi untuk tidur?" ucap Ayana bernegosiasi kepada Agus.