Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
324. Kesedihan yang tak berujung



Setelah Amanda meninggalkan ruangannya terlihat Manda sekarang sedang menangis di dalam pelukan mark yang benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi melihat amarah Amanda yang luar biasa.


Mark terus memeluk Manda yang menangis begitu sedih membuat dirinya benar-benar merasa bersalah.


" Lihatlah putriku begitu membenciku. Walaupun hanya sekedar tahu dengan niatmu untuk menceraikan istrimu. Bagaimana kalau kau benar-benar menceraikannya? Maka putriku pasti tidak akan mau lagi melihat wajahku untuk selamanya. Aku mohon Mark, aku mohon batalkanlah niatmu untuk bercerai dengan Elena! Aku mohon!" ucap Manda menangis di dalam pelukan Mark yang kini terlihat mencium rekeningnya dengan penuh kasih sayang.


" Baiklah Manda aku berjanji aku berjanji kalau aku tidak akan bercerai dengan Elena. Sekarang kau tenangkanlah dirimu sayang. Aku benar-benar tidak sanggup melihat air matamu begini!" ucap Mark berusaha untuk membuat hati Manda menjadi tenang.


Manda menyusupkan wajahnya di dalam pelukan mark dan menangis sepuasnya di sana. Dada laki-laki yang telah memberikan banyak sekali cinta dan kehidupan bahagia untuknya setelah pertemuan mereka.


" Sekarang pulanglah kau ke Jerman. Jangan biarkan Elena curiga dengan ketiadaanmu di sisinya. Mark kau sudah terlalu lama di sini. Elena pasti sekarang sudah mulai mencarimu dan kehilanganmu. Aku mohon pergilah Mark!" ucap Manda sambil mendorong tubuh untuk menjauh darinya.


Akan tetapi Mark benar-benar tidak sanggup untuk meninggalkan Manda sendirian. Apalagi kondisi Manda benar-benar tidak bisa dipercaya untuk ditinggalkan sendiri di sana.


Mark terus menggelengkan kepalanya. Karena dia benar-benar tidak sanggup untuk melepaskan istri sirinya yang kini telah benar-benar dia cintai dengan sepenuh hati.


" Kau harus segera sembuh sayang. Baru aku akan kembali ke Jerman. Selama kau belum keluar dari rumah sakit. Percayalah aku tidak akan beranjak kemanapun dari sisimu!" ucap Mark terlihat begitu yakin sehingga membuat Manda tambah frustasi lagi.


Kalau begitu aku akan bunuh diri sekarang. Kalau kau tidak pergi dari sini!" ancam Manda sambil melotot tajam ke arah Mark yang auto terkejut mendengarkan ancaman tersebut.


" Ayolah sayang kau jangan bermain-main dengan nyawamu!" ucap Mark betul-betul kehilangan akal untuk bisa membujuk Manda agar tidak histeris lagi.


" Pergilah Mark dari sini dan kembalilah kepada keluargamu. Aku mohon! Aku tidak mau kehilangan anakku lagi. Aku tidak mau kalau dia semakin membenciku! Aku tidak bisa Mark, hidup dengan kebencian dari anakku! Aku pun tidak mau kalau kau juga dibenci oleh anak-anakmu suatu saat nanti hanya karena ingin mempertahankan cinta terlarang kita!" ucap Manda dengan serak.


Baru kali ini Mark benar-benar melihat kesedihan di dalam mata wanita yang dia cintai. Selama ini Manda terlihat begitu tegar dan kuat. Sehingga membuat Mark sangat menyukainya dan juga sangat salut terhadap Manda yang hebat di matanya.


Manda dengan segala keterbatasan yang dia miliki selalu berhasil membuat Mark merasa tenang dan bahagia ketika dirinya bertemu dengan Manda.


" Baiklah aku akan kembali ke Jerman sekarang juga. Tapi aku mohon Manda. Kau ikutlah denganku sayang. Karena hatiku benar-benar tidak tenang kalau meninggal kamu di sini sendirian!" ucap Mark mencoba untuk bernegosiasi dengan Manda.


Akan tetapi Manda langsung menggelengkan kepalanya berulang kali dengan air mata yang terus menetes di kelopak matanya.


" Tidak Mark! Aku akan di sini. Aku akan menunggu pengampunan dan maaf dari putriku. Aku tidak akan beranjak kemanapun. Aku akan menunjukkan ketulusanku dan aku akan meyakinkan putriku bahwa hubungan kita sudah berakhir sampai di sini!" ucap Manda dengan air mata yang terus menetes.


Keputusan itu benar-benar sangat berat untuk Manda. Karena dia benar-benar sangat mencintai Mark laki-laki yang tulus dan selalu peduli dengannya. Walaupun Manda telah memberikan begitu banyak waktu sulit untuk laki-laki tampan itu.


" Tidak Manda! Aku tidak akan pernah mau untuk mengakhiri hubungan kita. Aku benar-benar mencintaimu Manda. Aku tidak mau kehilangan kamu kau dengar itu?" tanya Mark dengan mata memerah.


Seketika tubuh Manda seakan lemas di buatnya ketika melihat Mark malah memeluk dia dengan begitu erat.


Mark yang mengerti perasaan Manda saat ini yang benar-benar sedang galau dan juga sedih. Setelah mendengarkan perkataan jahat dan keras dari Putri kandungnya.


" Amanda tidak benar-benar mencintaimu sayang. Oleh karena itu dia selalu saja gak ada habisnya memberikan kesedihan untuk kamu. Manda sayang. Aku yang benar-benar mencintaimu dan aku yang akan menjagamu seumur hidupku. Percayalah padaku Manda!" ucap Mark perlahan mendekati Manda.


Mark masih berusaha untuk meyakinkan Manda agar tidak memutuskan hubungan mereka berdua.


Bagaimanapun Mark benar-benar tidak akan sanggup hidup tanpa Manda. Bahkan Mark dengan matap telah memutuskan ingin bercerai dengan Elena yang selama ini ternyata hanya memanfaatkan dirinya untuk balas dendam Elena kepada Andika laki-laki yang sebenarnya dicintai oleh Elena.


Perasaan Mark benar-benar sangat sakit ketika mengetahui fakta bahwa Elena ternyata hanya memanfaatkan dirinya untuk alat pelampiasan dendam kepada laki-laki yang tidak bisa diraih oleh sang istri.


" Tolonglah Mark. Aku mohon! Kalau kau memang benar-benar mencintaiku. Pergilah dan kembalilah ke keluargamu. Lupakanlah aku Mark. Mungkin takdirku adalah hidup sendiri dan hidup tanpa cinta. Aku menerima takdir itu Mark dengan iklas asal putriku tidak membenci aku." ucap Manda dengan berlinang air mata sehingga membuat Mark semakin pilu hatinya.


Mark tau betapa banyak penderitaan yang telah dilewati oleh Mandra hanya untuk mendapatkan pengakuan seorang Amanda.


Putrinya yang selalu merendahkan Manda hanya karena dirinya melahirkan Amanda di luar pernikahan. Sehingga Amanda selalu menilai Manda sebagai perempuan yang tak bernilai untuk di cintai.


Manda yang sudah berjuang sangat keras untuk mendapatkan cinta dari putrinya selalu menemukan kekecewaan dan juga sakit hati dengan sikap dan penolakan dari Putri tercintanya.


Manda bahkan sampai rela meninggalkan Indonesia dan keluarga kecil nya di sana hanya untuk bisa hidup bersama dengan Amanda. Tetapi sekali lagi, putrinya menolak dia. Dengan alasan karena ingin menjaga perasaan Kesya dan Andika.


Manda bisa menerima alasan tersebut dan tidak banyak protes terhadap putrinya. Karena bagaimanapun Manda juga tidak mau memberikan waktu yang sulit untuk Putri tercintanya yang sangat dia kasihi.


Jika ada hal yang paling disesali oleh Manda yaitu ketika dia memutuskan untuk memberikan Amanda kepada keluarga Abimana sehingga kehidupan dirinya menjadi kacau balau dan tidak lagi teratur sesuai dengan rencananya!


" Baiklah sayang. Aku akan kembali ke Jerman hari ini juga. Tapi ingat! Kau harus selalu mengabarkan keadaanmu kepadaku dan jangan coba-coba untuk menghilang dariku. Atau aku akan datang lagi kemari untuk menemuimu dan menjemput kamu untuk tinggal denganku di Jerman. Apa kau bisa menjanjikan itu padaku?" tanya Mark sambil membingkai wajah Manda dengan Kedua telapak tangannya.


Setelah melihat Manda menganggukkan kepalanya tanda setuju, Mark kemudian mencium bibir Manda dengan lembut dan penuh cinta kasih. Ciuman perpisahan yang entah kapan lagi akan bisa dia sesap dari wanita yang sangat dia cintai itu.


Manda benar-benar terharu dengan pengorbanan Mark yang mau mengalah demi kebahagiaannya dan demi cinta Amanda yang ingin direngkuh oleh Manda.


" Berbahagialah dengan putrimu dan ingat kau harus selalu mengabarkan keadaanmu padaku!" ucap Mark sekali lagi.


Berat sekali perasaan Mark saat ini untuk meninggalkan Manda. Tetapi dia harus melakukan itu demi kebahagiaan Manda. Mark sadar kalau dia harus berkorban demi senyum di bibir wanita yang dia cintai.


Setelah berpamitan dengan Manda. Mark kemudian pergi ke kediaman Abimana untuk bertemu dengan Amanda.


Bagaimanapun Mark tidak mau kalau pengorbanannya hanya sia-sia belaka. Apabila wanita yang dia cintai tidak mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu cinta dan kasih sayang dari putrinya.