
"Rasya juga tidak tahu, Mah! Tapi Rasya percaya, kalau Papa pasti mencintai kita juga. Sekarang, sebaiknya kita pulang aja ke rumah, Mah! Mama istirahat dan coba untuk menenangkan pikiran Mama. Mama harus berdoa yang baik-baik untuk keluarga kita. Berdoa supaya Papa kembali ke kita, Mah!" ucap Rasya sambil memeluk Mamahnya.
" Ayo, Pak! Kita kembali ke rumah!" ucap Rasya, mengulang kembali perintahnya.
Sopir tersebut kemudian melajukan kendaraannya ke rumah majikannya. Setelah sampai, Rasya memapah Mamanya yang tampak begitu lemas tak berdaya. Rasya dapat melihat, bahwa Mamahnya saat ini begitu rapuh dan membutuhkan keberadaan dirinya.
Sementara itu, di Maldives Firman dan Laila sedang menikmati honeymoon mereka. Berjalan-jalan di tepi pantai, belanja-belanja di mall, makan-makan di restoran-restoran mewah. Firman tampaknya sama sekali tidak memikirkan keadaan keluarganya di Indonesia. Firman begitu menikmati masa honeymoon nya bersama Laila. Wanita pertama yang pernah dia cintai selama hidupnya.
Laila mulai bisa menikmati perannya sebagai istri Firman. Firman melimpahkan banyak cinta untuk dirinya. Laila tampaknya sudah mulai jatuh cinta juga terhadap Firman, yang selama ini selalu melimpahi banyak kemewahan dan selalu memanjakan dirinya. Firman selalu baik kepadanya, Firman selalu memberikan segala yang terbaik untuk dirinya. Laila mulai tersentuh hatinya.
Ilham dan Qonita sudah bersiap untuk kembali ke Indonesia. Laila dan firman hanya menatap mereka berdua dari kejauhan. Firman tidak berani untuk mendekat karena tidak ingin mencari masalah lagi dengan pasangan tersebut. Laila sudah memperingatkan kepada Firman untuk tidak mengulangi lagi kejadian memalukan kemarin. Laila mengancam Firman tidak akan melayaninya olahraga di ranjang. Tentu saja Firman sudah ketar-ketir dengan ancaman itu.
Tujuannya pergi jauh-jauh ke Maldives adalah untuk menikmati masa honeymoon bersama wanita yang sangat dia cintai. Bagaimana mungkin dia libur melakukan hal itu dengan istrinya? Oh tidak! Hal itu bisa membuat dirinya gila! Itu sungguh sangat tidak bisa dibayangkan oleh Firman. Oleh karena itu Firman tidak berani melakukan kesalahan lagi terhadap istrinya.
Laila sudah mengenal Firman sejak masa putih abu-abu. Jadi Laila sangat tahu, apa kelemahan Firman. Firman akan ketakutan apabila kesenangannya terenggut dalam hidupnya. Firman akan melakukan apa saja, untuk mempertahankan kesenangan yang dia inginkan. Laila benar-benar telah menaklukkan hati seorang Firman.
Setelah Ilham dan Qonita keluar dari hotel tersebut, Laila hanya bisa merenung di dalam kamarnya. Memikirkan kembali nasib dirinya, memikirkan kembali pernikahannya dengan Firman dan mengenang pernikahannya yang dulu bersama Ilham.
"Kamu kenapa, Sayang? Kok dari tadi Mas perhatikan kamu murung aja? Apa kamu masih memikirkan mantan suami kamu itu?" tanya Firman kesal.
"Aku sedang memikirkan, apa yang akan kita lakukan? Kalau seandainya istri pertama kamu tuh tahu, tentang aku! Apa kamu pernah memikirkan hal itu, Mas?" tanya Laila dengan mata nyalang.
"Kan, Mas sudah bilang! Mas pasti akan mempertahankan kamu sebagai istri Mas! Kalau Syafa tidak bisa menerima kamu sebagai istri Mas juga, Mas akan memilih untuk menceraikan dia. Karena Mas, jauh lebih mencintai kamu daripada dia. Udah, kamu tenang aja! Kamu adalah wanita satu-satunya yang berada di hatiku!" ucap Firman.
"Kalau kamu tidak mencintai istri kamu itu, lalu kenapa kamu menikah dengan dia? Kamu ini aneh banget sih, Mas!" tanya Laila, tidak habis pikir dengan Firman.
"Saat itu, pikiran Mas tuh kacau banget! Ketika kamu tiba-tiba pergi dalam hidup Mas. Mas terluka dan marah! Mas menghancurkan diri sendiri. Mas menggunakan obat-obatan, mabok-mabokan, balapan liar. Mas melakukan segala hal buruk, yang selama ini tidak pernah Mas lakukan!" Firman mulai menceritakan masa-masa saat Laila dulu meninggalkan dirinya tanpa alasan.
"Kenapa kamu melakukan hal itu?" tanya Laila.
"Lalu? Apa hubungannya dengan Syafa?" tanya Laila.
"Melihat keadaan Mas yang begitu hancur, akhirnya kedua orang tua Mas, menjodohkan Mas dengan Syafa, yang saat itu baru lulus SMA. Syafa itu, anaknya supirnya Papahku. Mas yang memang sedangkan kacau dan sakit hati, menerima perjodohan itu begitu saja. Tanpa Mas memikirkan hal itu dengan panjang ataupun matang. Tapi, seiring berjalannya waktu, akhirnya Mas bisa juga menerima Syafa sebagai istrinya Mas. Dan akhirnya, kami memiliki seorang anak laki-laki. Hal itu membuat Mas semakin merasa, bahwa dia adalah istri yang baik untuk Mas. Sampai akhirnya, Mas ketemu sama kamu lagi. Dan itu membangkitkan kembali cinta yama yang belum selesai diantara kita. Awalnya, Mas berpikir untuk balas dendam ke kamu. Untuk membalaskan rasa sakit hati Mas saat itu. Tetapi semakin beriringnya waktu, Mas merasa bahwa cinta Mas ke kamu, sekarang jauh lebih kuat daripada masa dulu. Mas tidak akan mampu untuk hidup tanpa kamu Laila!" ucap Firman sendu. Matanya sudah berkaca-kaca. Laila hanya bisa menelan salivanya.
"Maafkan aku ya, Mas! Yang sudah menorehkan banyak luka ke hati kamu. Saat itu, aku hanya merasa bosan aja, dengan hubungan kita. Yang monoton dan itu itu aja! Bagiku saat itu, hubungan kita tidak menarik lagi. Mas selalu sibuk dengan pekerjaan kamu, sementara aku, saat itu, membutuhkan kamu untuk memanjakan dan selalu menemani aku!" ucap Laila, mengutarakan perasaan dirinya saat tiba-tiba menghilang dari hidup Firman.
"Dan kebetulan saat itu, kedua orang tuaku juga kembali ke Jawa Timur, karena bisnisnya di Jakarta bangkrut. Waktu itu, Papaku ditipu oleh temannya. Jadilah, kami sekeluarga pindah ke sana dan aku kerja di sana. Meneruskan usaha Papa!" ucap Laila lagi.
"Syukurlah! Akhirnya, kita kembali dipertemukan. Mas sangat bahagia sekali ketika melihat kamu waktu itu. Seketika kenangan lama kita itu kembali ke memoriku. Dan Mas ingin sekali untuk merengkuhmu untuk kembali ke hidupnya Mas. Untuk mengisi hari-hariku lagi!" Firman menggenggam tangan Laila dan meremas-remasnya.
"Apa kamu segitunya, cinta sama aku, Mas?" tanya Laila.
"Yah! Aku sangat mencintai kamu! Aku rela kehilangan segalanya! Asal tidak kehilangan kamu!" ucap Firman.
"Udah yuk! Kita jalan-jalan aja! Rasanya bosan, seharian di kamar terus! Kita nikmati keberadaan kita di sini, mengukir banyak kenangan. Ya, semoga aja tahun depan kita bisa kembali lagi ke sini!" ucap Laila sumringah.
"Semoga, honeymoon kita ini, menghasilkan buah cinta untuk kita ya? Mas ingin sekali memiliki anak dari kamu!" demi mendengar ucapan Firman, Laila sampai bersemu merah wajahnya, merasa malu.
"Kenapa, sayang? Kamu tidak mau punya anak dari Mas?" tanya Firman sudah suudzon.
"Tidak, Mas! Aku hanya malu, memikirkan kita akan punya anak bersama!" ucap Laila malu-malu. Melihat Laila yang begitu menggemaskan, akhirnya mereka tidak jadi makan malam di luar. Firman malah menyantap Laila sebagai hidangan makan malamnya. Hehehe! Dasar Firman! Otaknya mesum terus kalau sudah bersama Laila.
Yah begitulah setiap diri kita itu adalah istimewa bagi seseorang yang mencintai kita. Dahulu, Ilham memperlakukan Laila hanya sebagai seorang istri, tetapi tidak sebagai wanita yang dia cintai. Oleh karena itu, kehidupan Laila dan Ilham monoton hanya begitu-begitu saja. Membosankan dan menjemukan. Pernikahan Laila dan Ilham, bisa dikatakan sangat adem dan ayem. Tidak pernah berantem, karena untuk berantem, membutuhkan dua orang yang saling berkaitan hatinya. Ilham selama ini cuek dengan apapun yang dilakukan oleh Laila. Hanya saat di Dubai, Ilham merasa tidak dihargai, saat secara terang-terangan, Laila menggoda para pria kaya, teman-temannya Andika. Membuat Ilham kehilangan muka dihadapan Kesya dan Andika. Itulah, puncak kesabaran seorang Ilham, akhirnya menggugat cerai Laila. Setelah pernikahan mereka yang berjalan hampir lima tahun lamanya. Mereka tidak memiliki anak, karena Ilham yang lebih sibuk mengurus santri-santrinya, dari pada bermesraan dengan Laila di kamar mereka.
Berbeda dengan firman Yang memperlakukan Laila selayaknya Ratu karena Firman yang begitu mencintai Laila sejak mereka masih duduk di bangku SMA hingga sekarang Firman kembali dipertemukan dengan Laila dan cinta itu semakin menggebu mengalahkan segala akal Sehatnya sehingga dia rela kehilangan anak dan istrinya yang saat ini sedang gelisah sedang marah karena mengetahui perselingkuhan dirinya