
Humairoh datang ke rumah milik Agus ingin melihat kondisi Agus saat ini.
" Wah kau memang seorang pewaris! Lihatlah rumahmu begitu mewah dan megah!" ucap Humairoh sambil tersenyum kepada Agus.
" Untuk apa semua kemewahan ini? Kalau aku hanya hidup sendiri dan ditinggal pergi oleh istriku?" ucap Agus terkulai lemas di sofa.
" Bagaimana dengan pencarian Bibi di Australia? Apakah bisa menemukan keberadaan Ayana?" tanya Agus dengan wajah serius.
" Katakan padaku Agus! Apakah kau benar mencintai Ayana?" tanya Humairoh kepada Agus.
" Tentu saja kalau aku tidak mencintainya tidak mungkin aku mau menikahinya!" ucap Agus dengan yakin.
" Jadi sebenarnya, sejak awal kau memang sudah mencintai Ayana?" tanya Humairoh terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Agus.
" Benar Bi! Memang awalnya aku pun tidak percaya bahwa aku bisa mencintai Ayana. Tetapi, setelah aku mengenalnya lebih jauh lagi. Aku sangat yakin bahwa aku memang benar-benar mencintainya!" ucap Agus.
" Lalu, kalau kau memang mencintai Ayana. Kenapa kau meninggalkannya begitu saja?" tanya Humairoh dengan penasaran.
" Karena Ayana tidak membutuhkanku Bi! Dia tidak percaya padaku. Bahwa aku bisa membahagiakan dia. Bukankah sebagai istri seharusnya dia mengikutiku? Akan tetapi dia menolak ikut denganku ketika aku mengajaknya pindah ke rumah ini!" ucap Agus dengan suara pelan.
" Mungkin Ayana berpikir bahwa aku hanyalah seorang sopir taksi yang tidak akan bisa memberikan dia kebahagiaan apapun! Mungkin Ayana berpikir bahwa aku akan membawanya ke kontrakan sempit itu dan mengajak dia hidup untuk menderita!" ucap Agus sambil menatap kepada Humairo.
" Kenapa kau tidak menjelaskan tentang Siapa dirimu yang sesungguhnya?" tanya Humairah kepada Agus.
" Aku ingin Ayana mencintaiku adalah karena diriku bukan karena semua harta yang dimiliki oleh Ayahku. Aku ingin dia mencintaiku karena diriku sendiri Bi!" ucap Agus.
" Kau lihatlah! Sekarang apa yang akan kau perjuangkan lagi? Setelah Ayana memilih untuk meninggalkanmu?" tanya Rahmat kepada Agus.
" Aku akan mencari Ayana dan mengerahkan semua anak buah Ayahku untuk menemukannya. Aku yakin aku pasti bisa menemukan dia!" ucap Agus dengan penuh keyakinan.
" Katakan pada Bibi Gus! Apakah kau akan menerima apabila Ayana hamil oleh laki-laki lain?" tanya Humairoh dengan hati-hati.
" Maksud Bibi, Ayana saat ini sedang hamil oleh laki-laki lain?" tanya Agus dengan bingung.
" Bagaimana bisa Ayana hamil dengan laki-laki lain?" tanya Agus lagi.
" Apa kau percaya bahwa ayahnya tidak akan mungkin hamil dengan laki-laki lain?" tanya Rahmat serius.
" Tentu saja! Karena aku setiap hari selalu mengawasi Ayana. Di apartemennya aku pasang CCTV dan di kantornya pun aku sudah mengatur seorang mata-mata yang selalu mengawasi kegiatan Ayana dan selama itu. Aku tidak pernah melihat Ayana bersama laki-laki manapun!" ucap Agus dengan segala keyakinan yang ada pada dirinya.
" Jadi kau selalu mengawasi Ayana?" tanya Humairah mengkonfirmasi apa yang dikatakan oleh Agus.
" Maafkan saya BI tapi saya melakukan itu hanya karena ego saya sebagai seorang laki-laki. Sebenarnya saya ingin mendatangi ayahnya tetapi harga diri saya yang terlalu tinggi yang menghalangi saya untuk melakukan itu!" ucap Agus dengan menundukkan kepalanya.
" Di dalam cinta tidak ada harga diri maupun ego yang ada adalah usaha bersama-sama untuk bisa hidup bahagia bersama dengan pasangan kita!" ucap Rahmat mencoba untuk menasehati Agus.
" Agus dulu ketika saya kabur dari Humaurah. Kaulah yang memberikan nasehat itu kepadaku. Kenapa kau tidak bisa menerapkan hal itu kepada dirimu sendiri?" tanya Rahmat.
" Jadi kau percaya bahwa Ayana adalah seorang wanita yang setia dalam pernikahan kalian?" tanya Humairoh.
" iya Bi karena selama ini saya memang benar-benar selalu mengawasinya semua gerak-gerik Ayana tidak pernah lepas dari pandangan saya!" ucap Agus dengan yakin.
' Lalu anak siapa yang ada di dalam rahim Ayana? Agus sangat yakin bahwa dia tidak pernah melihat Ayana berhubungan dengan laki-laki manapun. Tapi kenapa Ayana sangat yakin kalau dia saat ini sedang hamil anak orang lain?' batin Humairoh dengan penuh tanda tanya yang besar.
' Ada misteri apa sebenarnya dibalik ini semua? Kenapa begitu rumit masalah di antara mereka berdua?' ucap Humairoh di dalam hatinya.
" Jujur padaku Bi! Sebenarnya ada apa dengan semua ini?" tanya Agus penasaran.
" Maafkan Bibi Gus! Akan tetapi Bibi benar-benar tidak bisa mengatakan padamu. Karena Bibi sudah berjanji kepada Ayana untuk merahasiakan keberadaannya saat ini!" ucap Humairoh sambil menundukkan kepalanya.
" Jadi Bibi ingin mengatakan padaku kalau Bibi sudah bertemu dengan Ayana di Australia?" tanya Agus shock.
" Benar! Akan tetapi Ayana meminta kepada Bibi untuk merahasiakan keberadaannya saat ini. Tolong kau mengerti Agus! Bibi terikat janji yang harus ditepati!" ucap Humairoh menatap tajam kepada Agus yang saat ini terus menggelengkan kepalanya.
" Apakah Ayana baik-baik saja?" tanya Agus pada akhirnya. Setelah selama setengah jam dia hanya terdiam dan menatap Humairoh dengan tidak percaya.
" Ayana baik-baik saja kau tidak usah khawatirkan itu!" ucap Humairoh tersenyum kepada Agus.
" Apakah benar kalau Ayana saat ini sedang hamil?" tanya Agus penasaran dengan kondisi Ayana saat ini.
" Benar Gus! Saat ini Ayana sedang hamil tapi Ayana bilang, bahwa itu bukanlah anakmu. Oleh karena itu dia menghilang dari hidupmu karena dia merasa telah menghianati pernikahan kalian!" ucap Humairoh.
" Dari mana Ayana tahu bahwa itu bukanlah anak saya?" tanya Agus kesal.
" Saat ini kandungannya sudah masuk angka 2 bulan. Sementara menurut ingatan Ayana. kalian berhubungan sekitar 1 bulan yang lalu. Oleh karena itu Ayana berpikir bahwa dia sedang mengandung anak dari laki-laki lain yang dia sendiri tidak tahu siapa itu!" ucap Humairoh.
" Sungguh konyol! Dia seorang wanita dewasa yang pintar dan cerdas. Bagaimana mungkin dia tidak mengetahui laki-laki yang sudah membuat dia hamil?" tanya Agus dengan emosi yang memuncak di hatinya.
" Maafkan Bibi Gus Bibi benar-benar tidak bisa membantumu untuk memberitahukan Di mana lokasi Ayana saat ini!" ucap Humairah dengan penyesalan yang teramat dalam.
" Tidak apa-apa bi. Aaya bisa mencarinya sendiri dengan mengerahkan anak buah yang dimiliki oleh ayahku!" ucap Agus.
" Paman pikir kalian berdua memang harus bertemu untuk menemukan solusi terbaik untuk masalah ini!" ucap Rahmat sambil menatap kepada Humairoh yang ternyata kembali telah membohonginya.
' Entah berapa banyak kau telah berbohong dalam hidupmu kepadaku, Humairah. Tapi aku tidak tahu kenapa aku tidak pernah bisa untuk membencimu!' batin Rahmat sambil terus menetap kepada istrinya yang saat ini sedang menundukkan kepala.
' Maafkan Aku Mas aku terpaksa untuk berbohong padamu tentang Ayana karena aku memiliki janji kepada putriku bahwa aku akan melindunginya dari siapapun yang akan menyakitinya!' batin Humairoh sambil meremas kedua tangannya.
" Baiklah Gus kau bisa beristirahat. Paman harus pergi dulu. Ada kegiatan mendesak yanv tiba-tiba saja paman ingat. Paman akan kembali ke kediaman!" ucap Rahmat sambil bangkit dari tempat duduknya.
Humairoh tampak melihat rasa penasaran di mata sang suami. Rahmat langsung pergi meninggalkan Humairoh di rumah Agus tanpa berkata sepatah katapun kepada istrinya.