Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
94. Kembali Ke Dubai



Setelah mereka kembali dari Jepang, Kesya dan Andika kembali melakukan segala aktivitas harian mereka di Dubai. Kesya kembali bertugas di rumah sakit yang menjadi tanggung jawabnya. Begitu juga dengan Andika, kembali ke kantor yang menjadi tanggung jawabnya juga Kedua suami istri ini kembali sibuk dengan aktivitas mereka berdua yang sangat-sangat tidak masuk akal. Sibuk-sibuk dan sibuk! Itulah yang selalu mereka jalani setiap harinya. Tapi, untungnya mereka berdua memiliki cinta yang besar antara satu sama lainnya. Sehingga bisa saling percaya satu sama lain.


"Kesya! Apakah Amanda tidak kembali lagi bersama kalian?" tanya Mamahnya Andika, ketika malam itu Kesya pulang dari rumah sakit yang dia pimpin.


" Assalamualaikum, Mah!" sapa Kesya, lalu mencium tangan ibu mertuanya. Tampaknya beliau merindukan Cakra Oleh sebab itu jam segini beliau masih berada di kediaman Kesya dan Andika.


"Waalaikum salam! Aduh, Maaf ya! Mama sampai lupa untuk mengucapkan salam. Hah! Sangking semangatnya Mama untuk mengetahui bagaimana dengan kabar Amanda saat ini!" ucap beliau sambil tersenyum sendiri.


"Iya, Mah! Nggak apa-apa! Kesya ngerti kok! Oh iya, mengenai Amanda, Mas Andika yang memutuskan untuk membiarkan Amanda untuk tinggal bersama ibunya. Mas Dika bilang, katanya tidak ingin memaksakan kalau memang Amanda lebih nyaman untuk tinggal bersama ibunya." Kesya kemudian menjelaskan semuanya, sehingga ibu mertuanya mengerti dan tidak bertanya lagi.


Setelah bebersih diri setelah seharian beraktivitas di luar, Kesya kemudian mempersiapkan dirinya untuk menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya. Kesya kemudian pergi mencari Cakra, yang sedang bermain dengan pengasuhnya beserta Neneknya yang masih betah bermain dengan sang cucu kesayangan.


"Apakah Andika belum pulang Kesya? Ini kan sudah jam makan malam!" tanya Mama mertuanya.


"Belum, Mah! Mungkin Mas Dika, sedang banyak pekerjaan. Kan kemarin, meninggalkan pekerjaan kantor selama 2 minggu, gara-gara kita ke Jepang dan menghadiri acara di pondok pesantren Mas Ilham, kita juga menghadiri pesta pernikahan Mas Ilham dan Ustazah Qonita. Jadi wajar sih kalau lembur-lembur sedikit. Ya, kita tunggu sebentar lagi, Mah! Siapa tahu, Mas Dika sedang dalam perjalanan ke rumah!" Kesya kemudian mendekati Cakra yang tambah gembul dan tambah ganteng. Seharian Kesya tidak bertemu dengan putranya itu, karena betapa sibuknya dia bekerja di rumah sakit.


Rumah sakit yang dikelola oleh Kesya adalah sebuah rumah sakit mewah, yang memiliki program untuk membantu para anak-anak yatim dan piatu dalam berjuang menghadapi penyakit kanker. Rumah Sakit Kesya juga memiliki program pengobatan gratis bagi para fakir miskin yang tidak mampu mengobati biaya pengobatan mereka. Semua pembiayaan ditanggung oleh Abimana Group.


Saat mereka bertiga sedang asyik bermain dengan Cakra. Terlihat Andika yang datang dari arah luar, tampak kelelahan dan lusuh. Ya maklumlah, seharian berkutat di kantor dengan berkas-berkas yang menumpuk. Setelah ditinggalkan selama 2 minggu lamanya.


"Assalamualaikum orang-orang tercintaku! Apa kabar semuanya?" ucap Andika yang langsung segar seketika melihat Ketiga orang yang begitu dia sayangi dan cintai.


"Waalaikumsalam suamiku tersayang! Akhirnya pulang juga! Dari tadi lho, kita nungguin! Tuh! Mama sedang main sama Cakra, katanya mau bicara sama Mas!" ucap Kesya sambil memberikan kecupan sekilas di bibir sang suami.


"Terima kasih sayang!Ya udah! Papa pergi ke Mama dulu, ya?" Andika lalu pergi setelah mencium kening Kesya.


Sementara Kesya pergi ke dapur untuk memeriksa, apakah makan malam sudah siap atau belum. Setelah dirasa semuanya siap, Kesyapun bersiap untuk memanggil suami dan Mertuanya. Serta Cakra yang sedang dimandikan oleh pengasuhnya!.


Saat Kesya akan memanggil Andika, tanpa disengaja, Kesya mendengar percakapan serius antara suaminya dan mertuanya. Kesya awalnya ingin bergabung, tetapi mereka menyebut namanya, jadi dia mengurungkan niatnya, untuk bergabung. Kesya ingin mendengarkan apa yang sedang mereka berdua bicarakan tentang dirinya.


"Apakah benar, yang Kesya katakan, kalau Amanda kamu biarkan untuk tinggal bersama dengan ibunya?" tanya Mama mertuanya Kesya.


"Iya, Mah! Itu adalah keinginan Andika. Andika nggak sanggup, Mah! Melihat Amanda di sini. Rasanya seperti melihat bayang-bayang itu. Andika jadi merasa nggak enak sama Kesya. Kasihan juga istriku, Keaya pasti merasakan hal yang berat juga, untuk mengasuh anak Dika dari perempuan lain. Dika merasa, memang ini adalah jalan yang terbaik untuk membiarkan Amanda bersama ibunya. Biarlah kita menanggung biaya hidup Amanda, tapi yang penting, Amanda jangan sampai bersama kita, Mah! Jujur! Itu berat banget buat Andika sendiri!" ucap Andika sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya. Tampak Kelelahan yang sangat di wajahnya.


"Mama tahu apa yang dirasakan oleh Kesya. Dan Mama tahu, bahwa itu adalah suatu hal yang sangat berat! Karena Mama pun pernah mengalami hal seperti itu!" ucap Mamanya Andika, tampaknya tanpa dia sadari telah membuka rahasia keluarganya sendiri. Yang selama ini dia jaga sepenuh hati.


"Maksudnya Mama, Papah juga mempunyai anak dari perempuan lain?" tanya Andika tampak syok menerima kenyataan tersebut.


"Merry adalah anak ayahmu dengan selingkuhannya. Wanita itu, maksud Mama, Ibu dari Merry! Dia meninggal ketika melahirkan Merry. Oleh sebab itu Papamu membawa Merry masuk ke keluarga kita. Dan akhirnya Mama mengadopsi Merry sebagai anak kami. Karena, bagaimanapun juga, Merry tetaplah darah daging ayahmu. Apalagi, ibunya Merry sudah meninggal. Jadi Mama rasa tidak pantas untuk menaruh dendam terhadap seorang bayi yang sama sekali tidak berdosa!" ucap Mamanya.


Andika sebenarnya sudah cukup tahu, tentang masalah itu. Karena dulu dia dan Merry pernah tanpa sengaja membaca buku diary sang Mama. Dan selama ini, Andika dan Merry hanya pura-pura tidak tahu, mengenai hal itu. Karena Andika maupun Merry, tahu bahwa itu adalah luka yang ingin ditutupi oleh Mamanya.


Kesya sangat terkejut mendengarkan suatu kenyataan yang sangat luar biasa ini. Bahwa ternyata Merry adalah memang darah daging dari ayah mertuanya bersama selingkuhannya.


"Pantas saja, selama ini Papa begitu menyayangi Merry! Ternyata memang benar-benar anak kandungnya sendiri! Ini benar-benar luar biasa! Ada apa dengan keluarga ini, ya Allah?" tanya Kesya dengan suara pelan.


" Tampaknya Mas Dika, mengulang kembali sejarah ayahnya. Mengulang kembali sejarah kedua orang tuanya. Yang membawa anak di luar nikah ke dalam rumah tangga mereka. Oh Tuhan! Karma apakah yang terjadi di sini? Sehingga kami pantas menerima semua ini?" lirih Kesya mengagumkan segalanya.


Ketika Kesya sadar, bahwa kedua orang tersebut mulai diam. Akhirnya Kesya memilih untuk masuk ke sana dan meminta mereka untuk makan malam bersama.


"Sayang! Cepatlah kau mandi! Agar kita bisa makan malam bersama, sudah siap tuh di belakang!" ucap Kesya.


Andika dan Mamanya tampak gugup, ketika melihat Kesya yang masuk begitu saja ke ruang tengah. Di mana mereka tadi berbicara secara serius sehingga tidak sempat untuk memperhatikan sekitar mereka. Mereka berdua saling memandang satu sama lain.


Kesya faham bahwa mertuanya dan suaminya tampaknya sedang menyembunyikan sesuatu. Tapi Kesya pun tidak ingin menyinggung perasaan mereka berdua, sehingga dia pura-pura tidak mendengarkan percakapan mereka.


"Mama akan ambil Cakra dulu di Kamarnya! Biar kita bisa makan bersama-sama. Cepatlah kamu mandi, sayang! Bergegas mandi, sayang! badanmu bau banget!" ucap Kesya sambil menutup hidungnya, namun dengan mimik menggoda sang suami.


Andika malah tertawa melihat kelucuan sang istri yang sangat pandai membuat hatinya bahagia. Ya hanya Kesya yang sanggup membuat dirinya bisa melewati hari-hari terberat dalam hidupnya. Perempuan itu seperti oase di padang pasir yang memberikan kelembutan, kesegaran dan energi positif ke dalam tubuhnya. Andika benar-benar bersyukur telah menghadirkan Kesya dalam hidupnya.


"Ya udah, sayang! Papa mandi dulu!" ucap Andika. Kesya mengangguk dan kemudian pergi ke kamar Cakra. Cakra sudah tampan setelah mandi dan di dandani oleh Pengasuhnya. Kesya sangat bahagia dengan kehadiran Cakra bersama mereka berdua.


Adrian di Indonesia, Amanda juga meminta ikut mondok juga, sekarang malah ingin tinggal bersama ibunya, jadi rumah sekarang sangat sepi, tinggal Cakra seorang yang meramaikan suasana di rumah mereka.


"Hmmmmm anak Mama, tampan dan wangi!" ayo kita makan, sayang!" Kesya kemudian membawa Cakra ke ruang makan dan di sana sudah menunggu Andika dan juga ibu mertuanya. Yang menyambut kedatangan mereka berdua dengan senyum kebahagiaan.


"Hahaha anak Papa sudah tampan sekali! Rindu Papa sama kamu, sayang!" ucap Andika sambil mencium Cakra yang tersenyum dan tertawa terbahak-bahak dengan perlakuan yang diberikan oleh ayahnya.


Mereka satu keluarga pun akhirnya makan malam bersama dan melewati malam itu dengan bahagia. Sebetulnya Kesya memberikan saran untuk video call bersama dengan Adrian tetapi Cakra malah menangis, ingin tidur karena sudah malam. Jadilah mereka berdua malah asyik menidurkan Cakra di kamar bayi.


"Mba tidur saja, kami yang akan menangani ini!" ucap Andika. Lalu sepasang suami istri itupun bersama-sama menidurkan anak mereka.


Sementara ibunya Andika sudah pulang, bersama sopirnya. Karena khawatir dengan suaminya yang mungkin tidur sendirian saja di rumah mereka.