Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
10. Pernikahan Rasyid



Waktu berlalu dengan cepat. Persiapan pondok pesantren Ilham sudah 100% dan sudah ada beberapa santri yang mendaftar. Abah dan Umi juga sudah ada di sana. Mereka sangat luas dengan kerja keras anaknya. Pernikahan Rasyid tinggal menghitung hari. Semua persiapan pernikahan Ilham dan Kesya sudah hampir 100% tinggal menunggu hari H saja. fokus mereka sekarang adalah pernikahan Rasyid dan Zahra.


Abah, siapa yang mengelola pondok di Jawa timur selama Abah disini?" tanya Ilham sore itu sambil dia menyirami bunga yang ada di taman.


" Abah minta tolong pamanmu untuk sementara di sana" Abah memperhatikan Ilham dengan seksama. Ada sedikit perubahan yang dia lihat pada anaknya . Tubuhnya tambah berisi dan berotot.


" Nak tubuhmu perasaan tambah berisi ya" tanya Abah sambil menyeruput kopinya dengan nikmat.


" Iya Abah, pernikahan Ilham kan cuma nunggu hitungan hari saja, Ilham rajin nge-gym biar badan jadi tambah bugar" Ilham menunjukkan ruangan gym pribadinya pada Abahnya. Abah hanya manggut-manggut saja, bagus juga kalau menjaga kesehatan dan kebugaran. Biar usia tambah panjang.


" Sudah berapa santri yang mendaftar di sini nduk" tanya Abah lagi.


" Masih sedikit Abah, tapi sebagai permulaan, Ilham rasa itu cukup" Ilham duduk di samping Abahnya lalu menyeruput kopinya juga.


" Abah, apa Abah setuju kalau Ilham melanjutkan studi Ilham di Mesir bareng Kesya?" tanya Ilham.


" Kalau menurut Abah, lebih baik kamu fokus mengembangkan pondokmu ini. Kiai Hamid sudah sepuh, pasti Nak Rasyid tidak akan diijinkan untuk mengelola pondok kamu ini" ucap Abah pelan sambil terus memperhatikan putranya.


" Tali Ilham tidak ingin berpisah dengan Kesya Abah" Ilham tampak menarik napas berat.


" Abah paham perasaan kamu nak, Abah juga pernah muda. Tapi kamu harus bisa mengontrol perasaan kamu itu, nanti Kesya merasa terbebani kalau kamu terlalu mengekang dia. Berikan dia kepercayaan dan kebebasan, supaya dia tidak merasa tertekan menjadi istri kamu" Abah menasehati Anaknya yang sedang bucin akut.


" Merpati kalau di genggam terlalu erat, akan lari karena tertekan bathinnya. Tetapi kalau mereka diperlakukan dengan kasih sayang, kemanapun mereka terbang, pasti tahu jalan pulang " Ilham manggut-manggut mendengarkan nasehat Abah.


" Sama dengan manusia juga. Kalau kamu terlalu mengekang mereka akan merasa tertekan dan akhirnya menderita, kalau sudah menderita pada akhirnya jadi benci yang tertanam dalam hati. Kalau pernikahan sudah berlapis benci, susah untuk jadi keluarga yang harmonis "


" Iya Abah, Ilham paham maksudnya Abah" Ilham bangkit dan berpamitan pada Abahnya untuk masuk ke kamarnya. Sampai detik ini, Ilham masih belum punya nomornya Kesya. Jadi dia hanya memandangi wajah Kesya yang dia jadikan wallpapers di ponselnya.


" Apa kamu akan lebih bahagia kalau aku tidak menyertaimu ke Mesir?" tanyanya sambil mendesah pelan. Sungguh keputusan yang sangat berat bagi Ilham.


Berpisah selama empat tahun dengan Kesya. Bagaimana dia akan sanggup melewati hari-hari berat itu? Hal yang menyakitkan adalah menahan rindu yang tak bertepi.


Ilham sungguh tidak tahu harus berbuat apa dengan pernikahannya nanti. Rasa cintanya pada Kesya sungguh besar, dia tidak ingin berpisah dengan istrinya itu. Tetapi pondoknya juga membutuhkan dirinya.


Sementara itu di rumah Kesya terjadi banyak kesibukan.Pernikahan Rasyid besok dan semua orang sibuk mempersiapkan semua keperluan untuk besok. Seserahan dan beberapa kue sudah di bungkus dengan cantik. Pakaian para pengiring juga sudah siap. Mobil dan juga akomodasi selama pesta di sana juga sudah siap.


Rasyid tampak gugup dalam rangka menghadapi hari besarnya besok. Walaupun hanya sebentar bertemu dengan Zahra, tapi Rasyid sudah terpikat dengan keanggunan Zahra. Dulu Rasyid sebenarnya pernah bertemu dengan Zahra, saat ada lomba tingkat nasional. Pada saat itu Rasyid menjadi juara pertama dan Zahra menjadi juara ke dua. Rasyid masih ingat pertemuan mereka dulu.


Tampaknya Zahra melupakan itu, atau juga masih mengingatnya. Nanti akan Rasyid tanyakan kalau sudah menikah dengan dia. Rasyid memandangi foto dirinya dan Zahra saat menerima piala dari gubernur pada tahun itu.


Rasyid sungguh tidak menyangka kalau ternyata sekarang wanita dalam foto itu besok akan menjadi istrinya. Rahasia Ilahi memang sungguh luar biasa. Dahulu mereka berfoto saat memenangkan lomba. sekarang mereka akan berfoto karena memenangkan hati masing-masing


Rasyid tertidur pulas tanpa sadar. Kesya masuk ke dalam kamar sang kakak, dan memandang foto yang menjadi wallpapers sang kakak.


" Ini foto kak Zahra bersama Kak Rasyid" Kesya menatapnya dengan intens. " Subhanallah, Masya Allah, ternyata mereka sudah pernah bertemu sebelumnya" Kesya sungguh tidak menduga akan ada keajaiban semacam ini dalam kehidupan sang Kakak.


Kesya keluar dari kamar Rasyid dan masuk ke kamarnya sendiri. Dia juga butuh istirahat. menyiapkan fisik untuk besok. Agar bisa menghadiri pernikahan kakaknya.


Keesokan harinya, semua keluarga berangkat ke Indramayu, ada 10 mobil yang mengiringi pengantin.Pihak keluar besar Rasyid dan juga Keluarga Ilham.


Ilham tadinya mau agar Kesya satu mobil saja dengannya. Tetapi di larang keras oleh Abah dan Uminya. Pernikahan mereka tinggal menghitung hari, sebaiknya di kurangi waktu bertemu. Agar nanti saat waktunya tiba akan ada perasaan rindu satu sama lain. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat biasanya setan selalu menggoda iman seseorang di saat-saat krusial begitu.


Ilham hanya menatap sendu pada Kesya. Kesya sebenarnya merasa kasihan juga dengan Ilham. Dia sungguh lelaki tangguh dan hebat. Sampai detik ini, dia masih belum juga meminta nomor ponselnya. Sungguh hebat sekali . Untuk hal satu itu, Kesya sangat takjub dengan Ilham. Dan merasa sangat bangga dengan kekuatan bathin calon imamnya itu.


Ada perasaan hangat dalam hatinya setiap memikirkan tentang Ilham." Semoga dia adalah lelaki yang akan membawaku ke surga MU ya Allah" doa Kesya di setiap malamnya. Kesya selalu melangitkan nama Ilham di penghujung sepertiga malamnya. Berharap dan berdoa agar pernikahan mereka selalu dilindungi dari hal buruk yang akan terjadi.


Mereka akhirnya sampai juga ke kediaman mempelai wanita. Penyambutan besar-besaran yang di lakukan sungguh membuat hati Rasyid sangat terharu. Air mata lolos di mata mamah Lastri. Kesya juga sangat takjub dengan penyambutan tersebut. Ribuan santri Kiai Hamid bersholawat dengan bunyi rebana. Sungguh sangat indah sekali.


Ilham menatap syahdu pada Kesya. Yang di balas dengan anggukan oleh Kesya. Mereka langsung masuk ke masjid pondok pesantren Kiai Hamid. Akad nikah akan dilaksanakan di sana. Kesya sebenarnya ingin menemani Zahra di kamarnya. Tetapi dia harus menemani kakaknya juga melalui hal besar dalam hidupnya. Saat matanya bertemu tatap dengan Ilham, Kesya langsung menunduk.


Ilham diam-diam mengambil foto Calon istrinya saat Kesya khusuk mengikuti prosesi ijab Qabul. Ilham merasa puas dengan hasil jepretan dirinya.


lalu diapun akhirnya fokus juga dengan acara pernikahan Rasyid.