Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
201. Keusilan Ayana



Agus menunggu di dalam kamar hotel yang sudah dijanjikan bersama dengan Ayana. Sekitar 1 jam lamanya dia terus menunggu kedatangan Ayana.


" Kenapa Ayana tidak datang-datang? Apakah dia mengerjaiku?" tanya Agus merasa kesal dan sudah bersiap untuk meninggalkan kamar hotel.


Ketika Agus sudah bersiap untuk pergi dari sana. Tiba-tiba saja terdengar suara bel.


" Ya ampun ternyata Ayana benar-benar datang? Apakah selama ini dia selalu melakukan hal seperti ini terhadap klien-kliennya?" Agus terlihat kecewa ketika dia berpikir bahwa Ayana menjual tubuhnya untuk bisa memuluskan proyek maupun tender perusahaannya.


" Ternyata kamu tidak sesuci kelihatannya!" Agus kemudian langsung membuka pintu itu.


Suasana kamar yang memang sengaja dibuat remang-remang. Sehingga membuat satu sama lain tidak bisa saling melihat secara jelas.


" Masuklah Ayana. Aku sudah menunggumu sejak tadi!" ucap Agus mempersilahkan Ayana untuk masuk ke dalam kamar tersebut.


" Apakah kita mau langsung saja ataukah mau pemanasan dulu?" tanya orang yang tadi masuk ke dalam kamar Agus.


Agus seketika mengerutkan keningnya ketika mendengarkan suara orang tersebut yang tidak tampak seperti Ayana.


" Ayana! Kenapa suaramu aneh?" tanya Agus bingung.


" Aneh bagaimana Om? Suara saya memang seperti ini!" ucap orang tersebut.


Agus yang mulai curiga dia pun mendekati saklar lampu besar untuk menghidupkan lampu supaya terang.


Betapa terkejutnya Agus ketika mendapatkan seorang banci yang sudah ada di dalam kamar itu. Sambil tersenyum kepadanya dan siap menerkam dirinya sambil tersenyum mengerikan.


" Ayana kurang ajar! Ternyata bener-bener dia mengerjaiku!" ucap Agus sambil lari dengan pontang-panting meninggalkan kamar hotel tersebut. Dengan nafas ngos-ngosan Agus bersembunyi di basemant hotel.


Terlihat banci tadi keluar dari lift. Kemudian dia menemui seorang wanita yang Agus tahu itu adalah Ayana.


" Bagaimana sis? Sukses gak?" tanya Ayana sambil tersenyum kepada banci yang dia sewa untuk mengerjai Agus.


" Sukses dong! Itukan keahlian eike gitu loh!" ucap banci tersebut dengan sangat bangga terhadap dirinya sendiri.


" Gue heran deh! Sama lu. Aih, kenapa sih suka banget ngerjain orang-orang yang suka berbuat aneh-aneh ke elu? Tinggal tinggalin aja dan nggak usah berhubungan lagi dengan orang seperti itu. Kenapa si repot-repot mengerjai mereka seperti ini? Aih sampai rela ngeluarin uang besar buat bayar gue!" ucap banci itu dengan suara seorang laki-laki.


Dia kemudian melepaskan semua aksesoris dan juga pakaian perempuannya dan kini dia telah berubah menjadi seorang laki-laki yang tampan dan mempesona.


Agus sampai kesulitan menelan salivanya sendiri ketika melihat perubahan banci tersebut dari menjadi seorang perempuan hingga menjadi seorang laki-laki tulen.


" Kekuatan sebuah make up sungguh luar biasa. Tadi terlihat percis seperti seorang wanita dan sekarang setelah make upnya dihilangkan. Baru terlihat bahwa dia seorang laki-laki!" ucap Agus lirih.


" Gue cuma mau ngasih pelajaran aja sama bisnisman model mereka yang suka banget memanfaatkan kekuasaan mereka untuk mendapatkan daging mentah yang gak halal buat mereka! Padahal di rumah pasti bininya sudah nungguin dia sempat-sempatnya dia bermain-main di belakang istrinya! Gue paling enag tau nggak sama laki model kayak gini!" ucap Ayana kesal.


" Nih bayaran lu! Lain kali kalau gue ketemu Bos model kayak gini lagi. Gue pasti pakai jasa loe lagi!" ucap Ayana sambil tersenyum dan menyerahkan sebuah amplop kepada laki-laki itu.


" Oke gue terima bayaran dari lo. Sekarang! Ayo ikut gue. Karena gue akan traktir lu sepuasnya!" ucap laki-laki itu sambil merangkul bahu Ayana dan kemudian membawa Ayana pergi dari basement hotel.


Agus yang melihat semua adegan itu seketika mengepalkan kedua tangannya. Agus merasa kesal melihat laki-laki itu merangkul bahu ayana dengan begitu mesra.


Agus pun kemudian keluar dari tempat persembunyiannya dan menuju mobil sportnya yang dia parkirkan tidak jauh dari mobil Ayana yang tadi parkir di sebelahnya.


" Aku harus protes pada Ayana. Kenapa dia melakukan itu padaku?" ucap Agus kesal.


Begitu sampai di diskotik yang dikunjungi oleh Ayana. Agus langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan istrinya yang tadi pergi bersama laki-laki yang telah mengerjainya di kamar hotel.


" Ternyata benar yang dikatakan oleh pamanmu. Bahwa kau memang gadis malam yang sangat liar!" ucap Agus kesal ketika dia melihat Ayana yang sedang berjoget begitu energic dengan laki-laki tadi sambil menenggak minuman keras.


" Begini kelakuanmu Ayana? Oh... pantas saja Bibimu sampai memaksaku untuk menikahimu. Pasti karena dia sudah sangat frustasii untuk mengendalikan kelakuanmu yang barbar dan liar itu!" ucap Agus dengan penuh perasaan kesal ketika melihat laki-laki tadi sekarang tampak sedang memeluk tubuh Ayana dengan begitu mesra.


Dengan perasaan jengkel Agus pun langsung mendekati Ayana dan langsung menariknya untuk meninggalkan diskotik itu.


" Eh lepaskan dia jangan sembarangan kau narik-narik orang!" ucap Edrick merasa kesal ketika melihat Ayana yang hampir saja jatuh ke dalam pelukannya tiba-tiba sudah dibawa pergi oleh Agus.


" Sialan! Gue udah berhasil menaruh obat perangsang sama Ayana. Eh malah orang lain yang panen! Sial!" rutuk Edrick yang kehilangan jejak Ayana dan juga Agus.


Ayana yang sudah mulai mabuk dia sama sekali tidak menyadari bahwa saat ini Agus sedang membawanya ke hotel yang tadi telah dipesan oleh Agus untuk pertemuan dengan Ayana. Namun gagal gara-gara Edrick yang mengacaukannya.


Ayana yang terpengaruh dengan obat perangsang sudah mulai bereaksi dan mulai kepanasan. Paksainnya mulai dia lempar ke sembarang arah. Membuat Agus tak mampu mengendalikan dirinya ketika melihat Ayana yang mulai naked di hadapannya.


Akhirnya malam itu menjadi malam pertama bagi Agus dan Ayana. Setelah pernikahan mereka 3 bulan lamanya berjalan namun hidup secara terpisah dengan yang lainnya.


" Aku harus segera meninggalkan hotel. Jangan sampai nanti Ayana mengetahui tentang identitasku!" ucap Agus. Setelah dia selesai membantu Ayana untuk melepaskan pengaruh obat perangsang yang telah diberikan oleh Edric kepada Ayana.


Sementara Ayana saat ini sedang tertidur pulas. Setelah aktivitas panasnya bersama Agus yang berlangsung lebih dari empat jam lamanya. Agus benar-benar menikmati malam pertamanya bersama Ayana.


" Walaupun Ayana sudah kehilangan mahkota berharganya sebagai seorang wanita. Akan tetapi aku bisa merasakan bahwa dia tidak pernah berhubungan badan dengan siapapun selama ini. Terlihat dari sikap dia yang malu-malu!" ucap Agus terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


Agus langsung masuk ke dalam kamarnya begitu dia sampai di penthouse miliknya.


Saat agus berendam di bathtub tampak Agus tersenyum begitu bahagia. Ketika dia mengingat kembali kebersamanya dengan Ayana malam ini.


" Dia adalah istriku. Aku berhak untuk memilikinya. Aku sama sekali tidak berbuat dosa dengannya!" ucap Agus terus mensugesti dirinya sendiri.


Setelah selesai mandi. Agus segera langsung masuk ke dalam kamarnya dan bersiap untuk tidur. Karena besok pagi-pagi dia harus menghadapi Ayana yang sudah bermain-main dengannya dengan mengirimkan seorang banci ke dalam kamar mereka.


Parahnya lagi banci tersebut ternyata ingin menjebak Ayana dengan memberikan obat perangsang kepada istrinya. Untung saja Agus datang tepat waktu sehingga Agus bisa menyelamatkan kehormatan Ayana dari pria brengsek itu yang akan menjebak Ayana.


" Aku harus menyelidiki pria tadi malam dan aku juga harus memberikan dia pelajaran. Karena dia sudah berani bermain-main denganku dan mencoba untuk menjebak istriku!" ucap Agus dengan sangat geram ketika dia mengingat betapa Ayana yang terlihat begitu menurut dengan laki-laki itu.


Ada perasaan cemburu di hati Agus ketika dia mengingat kembali Ayana yang dipeluk begitu mesra oleh Edrick.


" Apakah aku jatuh cinta kepada Ayana? Kenapa rasanya sakit sekali ketika melihat Ayana bersama dengan laki-laki banci itu!" ucap Agus merasa bingung dengan perasaannya sendiri.


" Aku harus mengkonfirmasi perasaanku ini kepada Ayana. Jangan sampai aku terus terombang-ambing seperti ini. Bagaimanapun bibinya Ayana telah mempercayakan Ayana kepadaku untuk membuat dia menjadi seorang wanita yang bertanggung jawab!" ucap Agus memutuskan untuk mulai berusaha dekat dengan Ayana untuk bisa mengkonfirmasi tentang perasaannya sendiri terhadap sang istri.