Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
327. Semangat cucuku



Mendengar perkataan Amanda. Farhan benar-benar sangat bahagia sekali. Karena akhirnya cucunya bisa mengerti tentang pengorbanan dan juga penderitaan ibu kandungnya selama ini demi kebahagiaan Putri tercintanya.


Begitu sampai di rumah sakit. Amanda tercengang. Karena dia melihat ruangan ibunya yang kosong dan tidak ada apapun di sana. Semua barang Amanda sudah hilang dan tidak berbekas di sana.


" Ke mana Mama Kek? Mamaku tidak ada di sini." tanya Amanda merasa bingung.


" Mungkin dokter sudah mengizinkan ibumu untuk keluar dari rumah sakit. Ayo! Sekarang kita ke bagian administrasi saja bertanya kepada mereka." ucap Farhan sambil tersenyum kepada Amanda yang tampak gugup dan ketakutan kalau dirinya tidak akan bertemu lagi dengan sang Ibu tercinta.


Amanda sadar kalau dirinya selama ini selalu bersikap kasar terhadap ibu kandungnya sendiri. Karena pemahaman dirinya yang berbeda dengan sang ibu. Sehingga membuat mereka tidak bisa dipertemukan dalam satu frame bernama kebahagiaan.


Hati Amanda mencelos tubuhnya seketika lemas ketika mendengar bahwa Ibunya sudah keluar dari rumah sakit.


" Teleponlah Ibumu dan tanyakan padanya di mana dia tinggal sekarang." Ucap Farhan kepada Amanda memberikan solusi tentang masalah mereka saat ini.


Amanda kemudian mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi ibunya Tetapi dia tidak bisa melakukannya karena ternyata Ibunya sudah mengganti kembali nomornya.


Tetapi ada pesan yang dikirimkan oleh ibunya. Sebelum ibunya mengganti nomor telepon yang baru.


" Maafkan Mama Manda. Karena Mama yang selalu memberikan rasa malu kepadamu. Mama akan menghilang dari hidupmu mulai hari ini. Mama tidak akan membiarkan siapapun membuat kamu sedih dan malu karena memiliki Ibu seperti diriku yang tidak patut kau banggakan sama sekali! Berbahagialah anakku karena doa Mama akan selalu menyertaimu." Amanda seketika menangis di dalam pelukan Farhan yang membuat pria tua itu sedikit bingung melihat cucunya yang sekarang menangis histeris.


" Mama sudah pergi Kek. Hiks hiks. Mama meninggalkan Amanda lagi Kek. Mama tidak memaafkan Amanda kek. Hiks hiks! Mama tidak menginginkan Amanda lagi." Farhan menarik nafasnya dalam-dalam sungguh merasa Dilema sekali dengan jalan hidup ibu dan anak itu yang begitu terjal penuh dengan anak duri dan kesedihan.


Farhan kemudian menarik tangan Amanda. Agar mereka bisa kembali ke kediaman mereka. Kasihan juga Amanda kalau harus menangis di rumah sakit seperti itu dan menjadi tontonan banyak orang yang pasti mereka heran dengan mereka berdua.


Tanpa banyak protes Amanda menuruti keinginan kakeknya untuk pergi dari rumah sakit. Kembali ke mansion Abimana yang ada di Prancis.


Sudah satu minggu sejak kepergian ibunya. Amanda tidak berangkat ke kampusnya. Karena pikiran dan hatinya yang tidak tenang yang selalu membuat dia merasa bersedih dan tidak bahagia.


Farhan merasa sangat prihatin melihat putrinya yang selalu murung di dalam kamar.


Farhan kemudian menelpon Andika dan Kesya. Meminta kepada mereka berdua untuk datang ke Prancis. Supaya bisa menjenguk Amanda dan membuat Gadis itu kembali berseri hidupnya karena merasa ada yang mencintainya dan juga ada yang mau menghibur hatinya yang sedang sedih.


" Andika Apakah kau sedang sibuk?" tanya Farhan to the point ketika Andika mengangkat teleponnya.


" Iyalah. Papa Masa tidak tahu sih? Kesibukan seperti apa yang selalu mengejar hidup Andika selama ini?" tanya Andika sambil memijit pelipisnya yang terasa begitu pusing.


Kepala Andika pening dengan begitu banyak masalah di kantornya yang membutuhkan dirinya untuk ekstra berpikir keras demi para karyawannya yang menggantungkan hidup mereka di perusahaan Abimana grup.


" Apakah bisa kalau kau, Kesya dan Cakra datang ke Prancis? Saat ini Amanda benar-benar sangat membutuhkan dukungan kita semua. smSudah satu minggu lebih dia tidak berangkat ke kampusnya. Setiap hari Amanda hanya murung di dalam kamarnya. Papa benar-benar sangat khawatir dengan keadaannya Andika!" ucapan terdengar begitu sedih.


Terdengar Andika yang menarik nafasnya dalam-dalam. Farhan tahu kalau putranya pasti merasa terbebani dan keberatan dengan permintaannya.


" Baiklah Pah. Nanti sore Kami semua akan berangkat menuju Prancis." ucap Andika setelah diam selama beberapa saat lamanya membuat Farhan benar-benar merasa senang.


" Andika harus menyiapkan dulu keadaan di kantor. Agar tidak mendapatkan masalah ketika Andika berlama-lama di Prancis!" ucapan Andika di mengerti oleh ayahnya.


" Iya Andika. Tidak apa-apa. Papa akan menunggu kehadiran kalian di sini. Amanda Pasti sangat senang sekali mendapatkan surprise dari kalian." ucap Farhan senang sekali hatinya.


Sehingga membuat Andika harus datang ke Prancis untuk membereskan masalah itu. Sehingga tidak memberikan kerugian yang terlalu besar kepada pihak perusahaan Abimana group sebagai induk dari semua perusahaan itu yang di pegang oleh Amanda.


Setelah selesai menghubungi Andika. Farhan kemudian melihat keadaan cucunya yang tampak masih meringkuk di atas ranjang.


" Amanda kakek harus ke kantor banyak masalah yang kepending karena selama ini kakak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersamamu." ucap Farhan.


Amanda duduk dan melihat ke arah kakeknya dengan mata sembab.


" Maafkan Amanda ya kek yang sudah memberikan banyak sekali masalah untuk kakek. Besok Amanda janji, akan berangkat ke kantor dan melaksanakan kewajiban Amanda sebagai pimpinan di sana!" Farhan tersenyum mendengarkan perkataan cucunya.


" Sudah sayang tidak apa-apa. Kau yang penting sekarang sehat dan baik-baik saja. Hal itu lebih dari cukup untuk kakek! Kakak Kami sangat senang sekali kalau kau kembali ke kampus MU dan segera menyelesaikan kuliahmu agar kau bisa fokus dengan statusmu sebagai pimpinan dari perusahaan kita!" ucap Farhan sambil mengelus pucuk rambut Amanda dengan kasih sayang.


Amanda memeluk tubuh Farhan dengan lembut dia sangat bersyukur karena kakeknya yang selalu hadir dalam hidupnya dan memberikan banyak kekuatan untuknya.


" Terima kasih kakek untuk semua cinta dan kasih sayang kakek! Tanpa kakek, Amanda pasti tidak akan pernah sanggup melewati ini semua." Farhan mengangguk dan kemudian mencium kening Amanda.


" Sudahlah sayang kau jangan terlalu bersedih dengan kehidupan ini. Percayalah sayang. Skenario Tuhan itu jauh lebih indah daripada keinginan kita. Kita sebagai manusia hanya bisa menjalani kehidupan yang sudah digariskan oleh Tuhan untuk kita!" ucap Farhan sambil tersenyum kepada cucunya yang sudah mulai bangkit dan duduk di sampingnya.


" Amanda akan ikut dengan kakek. Sudah terlalu lama Amanda berada di rumah. Rasanya bosan juga Kek. Amanda butuh udara segar untuk membuat pikiran lebih jernih lagi!" Farhan terkikik mendengar perkataan cucunya yang sudah mulai bersemangat kembali.


" Kalau kau ikut bersama kakek, itu alamat kakek tidak akan bisa konsentrasi untuk bekerja. Pasti kakek malah lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol denganmu!" Amanda tersenyum ketika dia mendengarkan kelakar dari kakeknya yang selalu berhasil membuat dirinya merasa bahagia berada di sampingnya.


" Bagaimana kalau kita nanti makan malam mewah kek di restoran milik kita?" tanya Amanda dengan raut wajah berbinar-binar sehingga membuat Farhan merasa senang.


" Lihatlah kau masih di rumah saja sudah berniat untuk menculik kakekmu ini ke restoran. Bagaimana mungkin Kakek bisa bekerja kalau kau seperti ini terus Amanda?" tanya Farhan memasang wajah cemberut di hadapan cucunya yang langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi lucu sang kakek yang sangat dia sayangi.


" Ya sudah sayang. Cepatlah kau bersiap-siap. Kakek tunggu kau di bawah ya? Jangan lama-lama! Nanti Kakek meninggalkan kamu kalau kau membuat Kakek menunggu lama!" Uca Farhan melepaskan pelukan Amanda kemudian dia pun keluar dari kamar cucunya dan menutupnya dengan rapat.


Setelah Farhan meninggalkan kamarnya. Amanda pun langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dengan cepat. Karena dia tidak mau membuat kakeknya harus bosan menunggu dirinya.


Setelah selesai mandi dan berpakaian cantik. Amanda melihat tampilan wajahnya di depan cermin yang sekarang sudah mulai merona karena make up yang dia gunakan.


Farhan merasa bahagia melihat cucunya kembali tersenyum dan sekarang bersiap untuk ikut dengannya ke kantor mereka.


" Wah kakek senang sekali pergi bersama dengan gadis cantik sepertimu. Nanti kalau orang lain melihat kita berdua, Nanti pasti dikira kakek memiliki sugar baby yang begini cantik. Hahahaha!" kelakar Farhan sehingga membuat Amanda langsung melotot padanya dan langsung mencubit pinggangnya hingga sang kakek kesakitan dibuatnya.


" Kakek nih ada-ada saja! Sudah tua juga! Masih sempat-sempatnya mikirin tentang sugar baby segala. Nanti nenek di akhirat sana pasti akan mengamuk sama kakek dan tidak akan pernah mau bertemu kakek lagi selamanya!" ucap Amanda sambil memanyunkan bibirnya yang membuat Farhan merasa sangat lucu dan bahagia melihat cucunya akhirnya kembali bersikap cerah dan bisa melupakan kesedihan di hatinya.


" Kakek merasa senang karena sudah melihat senyummu kembali!" ucapan sambil mencium kening cucunya yang sangat dia rindukan senyumnya dan kebahagiaannya.


Sejak kepergian Manda di dalam hidup Amanda. Cucu kesayangannya setiap hari kerjanya hanya murung dan menangis di dalam kamarnya. Hal itu membuat Farhan menjadi sedih dibuatnya.


" Terima kasih kakek karena kakek selalu ada untuk Amanda! Amanda sayang sekali sama Kakek!" ucap Amanda.