
Arman saat ini sedang berada di kamarnya dia kembali mengingat pertemuannya bersama dengan Syafa.
"Entah kenapa, aku rasanya seperti familiar dengan perempuan dan anak laki-laki itu. Di mana ya? Aku pernah melihat mereka?" Arman terus berbicara dengan dirinya sendiri mencoba mengingat di mana Dia pernah bertemu dengan Syafa maupun Rasya.
Waktu itu mereka bertiga pernah bertemu dalam acara pemakaman ibunya Firman. Hanya saja mungkin saat itu, suasana yang begitu ramai dan juga dia tidak terlalu fokus. Sehingga dia tidak memperhatikan Syafa maupun Rasya yang berada di sana.
Selain itu, saat itu fokus dari Arman adalah ayahnya dan juga Firman. Kakaknya yang baru dia kenal pada hari itu.
"Ah, sudahlah! Biarkan saja aku tidak peduli dengan dia. Toh, aku juga tidak akan pernah bertemu dia lagi. Ngapain Aku pusing-pusing mikirin orang asing!" akhirnya Arman memutuskan untuk tidur saja.
Besok dia harus banyak bekerja dan harus terus menjaga ibunya yang kadang-kadang suka kumat penyakitnya.
Tiba-tiba saja terdengar teriakan dari arah kamar ibunya Arman. Arman segera berlari karena merasa khawatir dengan keadaan ibunya.
Begitu sampai di depan pintu kamar ibunya. Arman langsung mendorong pintu itu dan segera memeluk ibunya yang saat ini sedang menangis tersedu-sedu.
"Ada apa Bu? Kenapa ibu malam-malam berteriak-teriak? Apakah ibu sakit?" tanya Arman terus, sambil menatap ibunya.
Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam hatinya. Ketika dia melihat kondisi ibunya yang terus saja semakin drop. Padahal dia sudah melakukan banyak usaha untuk membuat Ibunya bisa kembali sehat seperti orang lain.
"Apa bu? Kenapa ibu berteriak di tengah malam seperti ini?" Arman merasa sangat khawatir dengan keadaan ibunya yang kini menatapnya dengan Sendu.
"Arman, para makhluk itu terus mengajar ibu. Ibu sangat takut Nak!" ucap ibunya Arman dengan suara gemetar dan terus memeluk putranya. Sambil mengatakan kata-kata yang tidak dimengerti oleh Arman.
"Arman makhluk-makhluk itu ingin membawa Ibu dia menginginkan ibu untuk ikut bersama mereka!" ucap ibunya Arman terus merantau tidak jelas.
"Tenanglah, Bu! Arman sudah ada di sini! Arman akan menjaga ibu terus!" Arman sambil memeluk ibunya.
Arman memberikan obat ibunya. Setelah itu ibunya Arman terlihat tampak tenang. Dia terus menatap wajah putranya dengan penuh kasih sayang.
"Wajah kamu sangat mirip sekali dengan ayahmu. Mama sangat beruntung karena memiliki anak yang berbakti seperti kamu!" ucap ibunya Arman sambil mengelus pipi putranya yang selama ini selalu bersama dengannya.
"Arman, kau harus mendengarkan cerita tentang kedua orang tuamu. Agar nanti kau tidak penasaran." ibunya Arman tampak menerawang jauh ke masa lalu.
Masa lalu yang hampir puluhan tahun sudah berlalu dari masa sekarang. Masa di mana Dirinya pertama kali bertemu dengan ayahnya Arman.
"Ibu benar-benar jatuh cinta kepada ayahmu. Tetapi sangat sulit sekali untuk bisa menaklukan hatinya. Karena dia sangat mencintai istrinya dan juga putranya!" punya Arman terdiam sejenak tampak air mata menetes di kelopak matanya yang kini sudah keriput dan menua.
"Ibu melakukan segala cara agar bisa menaklukan ayah. Tetapi dia tetap keukeuh untuk setia kepada istrinya!" Dia menangis pilu. Sehingga Arman tanpa dia sadari, kini ikut menangis seperti ibunya.
"Akhirnya Ibu nekat! Ibu memasang sebuah susuk di tubuh ibu. Untuk memikat ayahmu dan tertarik kepada ibu. Sehingga akhirnya ayahmu mau melakukan itu bersama ibu dan akhirnya terlahir lah kamu ke dunia ini. Saat ayahmu tahu bahwa ibu hamil, ayahmu lalu menikahi ibu secara siri. Tanpa sepengetahuan Istri pertamanya. Selama hampir setengah tahun, kami berdua memiliki hubungan yang sangat manis dan juga sangat romantis! Ibu saat itu sangat bahagia sekali karena berhasil memiliki ayahmu!" ibunya menangis lagi.
"Tetapi, entah apa yang dilakukan oleh istri pertamanya kepada ayahmu. Tiba-tiba saja, ayahmu berubah membenci ibu dan dia mulai meninggalkan ibu dan mulai mengacuhkan ibu. Sejak saat itu makhluk yang mendiami susuk yang digunakan oleh ibu. Mereka satu per satu mulai menyerang ibu. Sehingga membuat kewarasan Ibu menjadi berkurang. Mereka berusaha unyuk menguasai tubuh ibumu nak! Sebagai makanan untuk mereka karena mereka lama tidak diberikan sajen dan juga tumbal oleh ibu! Mereka meminta tumbal kalau ingin Ibu kembali sehat seperti dulu" ucap ibunya Arman.
Demi apapun yang ada di atas dunia ini. Arman saat ini benar-benar sangat terkejut. Mendengarkan pengakuan ibunya yang mengatakan bahwa dia telah memelet ayahnya dengan menggunakan susuk dan sekarang susuk itu sedang meminta tumbal kepada ibunya.
"Apa tumbal yang biasa Ibu berikan?" tanya Arman merasa penasaran.
"Ibu biasanya memberikan tumbal seorang anak laki-laki yang masih murni dan tidak pernah berbuat dosa!" Arman sampai menggelengkan kepalanya sangking tidak percayanya dengan apa yang pernah dilakukan oleh ibunya di masa lalu.
"Ibu harus tahu, apa yang dilakukan ibu di masa lalu itu adalah sesuatu yang sangat salah. Kita harus mengobati Ibu segera. Besok Arman akan mengantarkan Ibu ke ustadz yang bisa meruqyah. Kita harus meruqyah ibu dan membuang semua makhluk-makhluk jahat di dalam tubuh ibu!" ucap Arman dengan penuh keyakinan.
Tiba-tiba saja ibunya yang tadi sudah tenang sekarang dia berteriak-teriak lagi ketakutan.
"Pergilah kalian semua! Aku sudah tidak ingin berurusan dengan kalian lagi. Aku sudah lelah, dan aku juga sudah capek!" ucap ibunya Arman terus menatap kosong ke arah jendela yang ada di hadapannya.
( Jujur, Author sampai merinding ketika menulis bagian ini. Bagaimana dengan kalian, para reader sayang??? Apakah merinding juga? Kalau iya, berarti Author sukses membuat part ini)
" Tenanglah Arman pasti akan menolong Ibu!" Arman terus memeluk tubuh ibunya yang kini gemetar dan ketakutan.
"Arman, mereka mengatakan kalau sampai kita berani pergi menemui Ustaz untuk mengusir mereka. Maka malam ini mereka akan membunuh ibu dan mereka juga akan membunuhmu?" ucap ibunya dengan wajah ketakutan dan terus menatap Arman.
"Bu, sekarang dengarkan apa yang akan Arman katakan sama ibu. Mereka itu adalah makhluk-makhluk lemah yang tidak berdaya. Kita harus melawan mereka dengan keberanian dan kekuatan Allah. Ibu harus terus berdzikir dan ingat bahwa Allah akan selalu menolong kita. Jangan mau sekalipun terpedaya oleh tipu muslihat mereka, Bu! Mereka adalah mahluk terkutuk yang selalu menghembuskan ketakutan dan keraguan dalam diri kita!" ucap Arman sambil memeluk tubuh ibunya yang terus gemetar ketakutan.
Ya Allah merinding.....
Bulu kuduk Author seketika meremang semuanya..