
Mereka pun Kemudian bersiap-siap untuk berkunjung ke rumah Manda yang ada di Jakarta bersama dengan suaminya dan juga putranya.
Amanda tampak merasa serba salah menerima tamu terhormat seperti mereka yang datang jauh-jauh dari Dubai.
" Bagaimana kabarmu Amanda? Lama sekali kita tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi!" ucap Manda merasa bersalah kepada putrinya.
Amanda memeluk sang ibu dengan penuh kasih sayang ada kerinduan di dalam matanya ketika dia kembali bertemu dengan ibunya setelah hampir lebih dari 10 tahun mereka berpisah.
" Amanda baik-baik saja Mah. Lalu bagaimana dengan adik-adik?" tanya Amanda berusaha untuk bersikap biasa saja agar membuat ibunya tidak terlalu kaku ketika berbicara dengannya.
" Apakah mama baik-baik saja?" tanya Amanda dengan suara yang gemetar karena menahan rasa haru yang ada di dalam hatinya
Amanda menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada sang putri yang sudah sangat lama dia rindukan. Tetapi dia merasa malu untuk menghubungi Amanda atas perbuatan suaminya ketika Amanda dulu tinggal bersamanya. Suaminya yang selalu membuat Amanda tidak nyaman tinggal di rumah mereka sehingga memutuskan untuk tinggal di Dubai bersama dengan Nenek dan kakeknya dari ayah kandungnya.
Saat ini suami Manda tidak ada di rumah sedang bekerja di luar kota.
Andika dan Kesya memberikan waktu kepada Amanda dan juga ibu kandungnya untuk bisa bercakap-cakap secara leluasa.
Andika dan Kesya memilih untuk pergi ke perusahaan milik mereka yang ada di Jakarta sambil melakukan peninjauan mendadak.
Tampak kehebohan di perusahaan Abimana Group yang dipimpin oleh salah satu teman Andika ketika dulu dia berkuliah di Jakarta.
Abimana grup memiliki terlalu banyak perusahaan dan tidak mungkin bisa di handle oleh seorang Andika sendirian. Oleh karena itu banyak perusahaannya yang sudah dia percayakan kepada manajemen profesional. Di mana perusahaan tersebut merekrut para tenaga profesional yang ahli di bidangnya.
Andika sangat menghargai kepintaran para karyawannya dan dia sering memberikan banyak reward untuk para karyawan terbaik sehingga memicu persaingan positif di antara mereka.
CEO yang bertugas tampak tergopoh-gopoh ketika melihat Andika dan Kesya memasuki gedung perusahaan Abimana Group.
" Maafkan saya tuan karena tidak menjemput kedatangan anda!" ucapnya ketika dia menyambut Andika dan Kesya masuk ke dalam perusahaan.
" Tidak apa-apa. Santailah saja. Saya juga hanya sedang lewat saja kebetulan sedang bermain ke kenalan kami di Jakarta." ujar Andika menanggapi permintaan maaf sanksi yo yang berusia 32 tahun.
" Maafkan saya Nyonya kalau penyambutan perusahaan ini tidak terlalu berkenan di hati kalian!" ucapnya lagi dengan menundukkan kepalanya di hadapan Kesya.
" Tidak apa-apa, santailah! Kami juga kemari tidak ingin melakukan apapun. Hanya Ingin melihat-lihat saja!" ucap Kesya dengan santai tanpa merasa terganggu sama sekali melihat aktivitas para karyawan yang begitu sibuk di akhir tahun.
" Bagaimana kalau kita melihat Hotel Abimana grup yang ada di sini Pah? Bukankah kita sudah lama tidak menginap di sana?" tanya Kesya sambil melirik kepada suaminya.
" Tapi Papa ingin mencoba untuk meninjau dulu perusahaan ini. Apakah ada sesuatu hal yang harus diperbaiki atau tidak!" ucap Andika sambil tersenyum kepada istrinya.
Kesya tanpa berpikir dengan serius.
" Bagaimana kalau kita berbagi tugas?" tanya Kesya sambil menatap sang suami yang tampak bingung dengan maksud pertanyaannya.
" Saat ini kan Amanda dan juga Papa masih berada di kediaman Manda. Kita bisa berbagi tugas untuk meninjau beberapa perusahaan milik Abimana grup yang ada di Jakarta. Papa fokuslah dengan perusahaan ini Mama akan mencoba untuk datang ke hotel Abimana group yang ada di Jakarta Pusat. Mama akan datang ke sana sebagai pengunjung biasa bukan sebagai owner. Dengan begitu mama bisa menilai kinerja Hotel secara objektif." ucap Kesya sambil tersenyum kepada suaminya.
" Tapi Papa tidak tenang kalau membiarkan mama sendirian di hotel!" ucap Andika tanpa keberatan dengan usul dari istrinya.
Kesya hanya tersenyum mendengarkan perkataan suaminya yang tampak begitu khawatir dengan dirinya.
" Ayolah sayang. Aku hanya di hotel untuk memeriksa bagaimana kinerja para karyawan di sana. Aku tidak melakukan apa-apa dan itu tidak melelahkan sama sekali! Kau bisa konsentrasi untuk meninjau perusahaan ini dan mencari tahu kekurangan maupun kelebihannya. Sehingga tahun depan perusahaan akan ada perbaikan untuk menuju kesuksesan yang lebih gemilang dan memberikan manfaat untuk para karyawan maupun konsumen!" ucap Kesya berusaha untuk membujuk sang suami.
Andika tampak merasa sangat berat untuk melepaskan sang istri untuk pergi ke hotel milim Abimana group sendirian.
" Para petugas dan karyawan di hotel itu masih muda dan tampan. Papa berat sekali untuk melepaskanmu ke sana sayang!" ucap Andika berusaha untuk jujur kepada istrinya.
Kesya tampak tertawa terbahak-bahak ketika dia mendengarkan pengakuan sang suami yang ketakutan dengan dirinya yang akan berurusan dengan para brondong tampan yang bekerja di hotel Abimana Group.
Edward sang CEO Abimana grup pusat tampak memperhatikan pasangan suami istri yang terlihat begitu harmonis dan romantis di matanya.
' Wah mereka sungguh luar biasa! Apakah aku juga bisa memiliki rumah tangga seperti mereka?' batin Edward sambil terus memperhatikan interaksi antara Andika dan Kesya yang tampak begitu mesra dan harmonis.
Kecantikan Kesya memancar dari setiap gerak-geriknya.
Pakaian panjang dan niqab yang digunakan oleh Kesya tidak mengurangi aura kecantikan Kesya yang luar biasa.
Edward yang belum memiliki Seorang Istri tanpa terpesona melihat seorang Kesya.
" Tutup mulutmu jangan sampai ada lalat masuk nanti!" ucapkan Dika sambil menepuk bahu Edward yang tampak terpesona ketika melihat Kesya.
" Maafkan saya!" ucap Edward gugup mendapatkan teguran dari Andika.
" Aku tahu kalau istriku tuh cantik dan mempesona! Akan tetapi kau tidak usah bermimpi untuk bisa mendapatkannya karena dia hanya milikku!" ucap Andika sambil menatap kepada Edward dengan tatapan garang dan menunjukkan daerah teritorialnya.
" Tidak saya dengarkan perkataan suamiku. Baiklah sayangku. Aku pergi dulu ke hotel Abimana Group ya? Kau kalau sudah selesai datanglah ke sana. Aku sekalian ingin beristirahat juga karena sangat lelah sekali seharian kita berada di mobil bukan?" ucap Kesya sambil mencium sang suami ketika dia berpamitan untuk meninggalkan perusahaan tersebut.
Akhirnya dengan terpaksa Andika pun mengizinkan sang istri untuk pergi ke hotel milik Abimana group. Karena bagaimanapun dia tidak bisa membiarkan sang istrinya kelelahan dan harus menahan rasa kantuk.
" Kau hati-hatilah sayang. Kalau ada apa-apa jangan lupa menghubungiku!" pesan Andika ketika sang istri meninggalkannya.
Andika kemudian mengikuti Edward untuk mengecek beberapa fasilitas perusahaan, maupun beberapa peraturan perusahaan yang menyangkut kesejahteraan para karyawan.
Pada jam 05.00 sore, Andika kemudian berpamitan kepada Edward untuk menyusul sang istri yang sudah pergi duluan ke hotel Abimana group yang jaraknya sekitar 2 jam dari perusahaan tersebut.
" Baiklah aku kembali dulu ke hotel. Kasihan juga Istriku kalau harus lama-lama menungguku di sana! Besok, kau tolong aku untuk mempersiapkan rapat dewan direksi dan juga para pemegang saham. Karena saya ingin bertemu dengan mereka selama saya berada di Indonesia!" perintah Andika kepada Edward yang langsung mengagendakan perintah yang diberikannya.
Setelah semuanya selesai Andika langsung pergi ke hotel Abimana group dan menemui Kesya yang tampak terlelap dalam tidurnya.
Kehebohan terjadi di mana-mana. Ketika melihat Andika yang tiba-tiba saja datang ke hotel tersebut.
Kesya datang hanya sebagai pengunjung biasa. Bahkan dia membayar untuk kamar yang dia tempati saat ini.
" Di mana istriku?" tanya Andika kepada manajer yang ditugaskan untuk mengelola hotel itu.
" Istri anda?" tanya sang Manager yang kebingungan karena dia memang belum pernah bertemu dengan Kesya sebelumnya.
" Ah sudahlah! Biarkan Aku mencari istriku sendiri. Sana, kau pergi! Kembalilah ke tempat kerjamu sekarang!" perintah Andika tanpa melirik sedikitpun kepada manajer yang tampak gemetar melihat dia marah.
" Pergilah sebelum aku menurunkan jabatanmu!" ancaman Dika kepada sang Manager yang langsung mengundurkan diri dari hadapannya.
Andika kemudian memanggil ponsel Kesya yang sejak tadi tidak juga diangkatnya.
" Ah Lebih baik aku bertanya ke resepsionis di mana kamar istriku sekarang!" Andika pun kemudian menemui resepsionis yang bertugas dan meminta kunci kamar cadangan untuk bisa masuk ke dalam kamar istrinya.
Begitu mendapatkan kunci cadangan Andika pun langsung masuk ke dalam kamar yang sudah dipesan oleh istrinya.
" Kenapa Kesya harus memesan kamar standar seperti ini? Bukankah dia bisa memesan kamar presiden suite? Sehingga kami bisa tidur dengan nyaman di kamar tersebut?" protes Andika ketika dia melihat sang istri tampak terlelap di atas ranjang.
" Tampaknya dia sangat kelelahan biarlah aku tidak akan mengganggunya." Andika kemudian memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah seharian berada di dalam mobil.
" Entah kenapa Kesya harus memesan kamar Standar class seperti ini. Kualitas amar ini benar-benar tidak sesuai dengan kriteria aku!" ucap Andika merasa tidak nyaman berada di dalam kamar itu yang hanya berukuran sedang tidak terlalu luas seperti kamar presiden suite yang biasa digunakan oleh Andika apabila dia sedang berada di Jakarta.