Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
274. Ada-Ada aja Firman ini!



" Mas! Kamu masih di situ? Cepatlah datang ke mari! Karena ponselku sudah mau habis dayanya! Nanti tanya saja ke bagian administrasi atas nama Yuke untuk kamarnya. Ok?" tanya Laila.


" Oh ya sayang. Aku segera ke rumah sakit sekarang!" jawab Firman lemas karena gagal lagi dapat jatah bercinta dari sang istri tercinta yang lebih sibuk mengurus putri mereka dari pada dirinya.


Firman langsung pergi ke rumah sakit dan membawa semua kebutuhan yang diminta oleh Laila ketika tadi menelpon.


Firman tampak khawatir melihat keadaan putrinya yang tampak pucat dan rewel terus.


' Ya Allah! Maafkanlah hamba yang masih sempat-sempatnya ngambek karena istriku lebih repot mengurus putri kami yang sedang sakit. Sehingga dia melupakan kewajibannya sebagai istriku. Maafin Papa ya Sayang, karena Papa begitu kekanak-kanakan tadi!' batin Firman sambil mengecup kening Yuke yang tampak begitu menderita karena sakitnya.


Firman memijit bahu Laila yang terlihat begitu kecapean setelah seharian penuh mengurus Yuke yang sakit dan rewel terus.


" Terimakasih ya Mas. Karena kamu mau mengerti dengan semua yang terjadi dalam rumah kita!" ucap Laila dambil tersenyum kepada Firman.


" Ya sayang, gak apa-apa. Bagaimana pun Yuke tetap harus jadi prioritas untuk kita. Tapi nanti kalau Yuke sudah sembuh dan pengasuhnya udah datang, harus kasih double ya? Kita nanti honey moon sekalian ke Maldives ya sayang?" tanya Firman sambil tersenyum yang akhirnya malah dapat hadiah jitak kepala dari Laila.


" Anaknya lagi sakit masih sempat mikirin honey moon, ada-ada aja sih kamu Mas!" protes Layla sambil menatap tajam kepada Firman yang langsung nyengir dapat teguran istrinya tercinta.


" Ya maaf kan sayang. Aku hanya rindu sama kamu sayang. Adikku rindu dengan kesayangan dia yang hangat dan menggigit!" Laila langsung menghadiahi Firman sebuah cubitan di lengan nya.


" Kamu bicara apa sih Mas? Ya ampun ada anak kecil di sini Mas!" Laila melotot melihat Firman yang benar-benar sudah susah untuk ditolong otaknya yang selalu mesum.


" Maaf sayang, ini nih, efek rindu sama kamu sayang! Jadi ga fokus sama yang lain. Untung kalau lagi kerja di kantor tetap bisa fokus dan ga mikirin kamu terus, bisa berabe proyek Mas kalau hanya inget kamu kan ya?" tanya Firman sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal membuat Laila langsung memukul bahunya dengan pelan.


Laila kemudian meninggalkan Firman di sofa karena dia melihat Yuke yang terbangun dari tidurnya dan mulai rewel lagi.


Firman terus menatap istrinya yang begitu telaten merawat putri kesayangannya. ada rasa bangga dan haru yang dirasakan oleh Firman melihat putrinya yang sekarang hidup dan terus tumbuh besar.


Firman dulu sangat khawatir sekali ketika dulu Syafa pernah memberikan racun untuk membunuh Yuke karena kecemburuannya terhadap Laila. Mungkin karena kejadian itulah yang membuat Yuke sekarang jadi gampang sakit dan fisiknya menjadi lemah.


" Kamu mau makan apa sayang? Biar Mas pergi keluar sekalian mau beli rokok dan juga untuk makan malam kita!" ucap Firman sambil memeluk Layla yang sekarang sedang menggendong Yuke yang terus merengek karena merasakan sakit.


Laila menarik nafasnya dalam-dalam dia menatap suaminya yang tampak begitu lelah setelah seharian bekerja di luar.


" Cari yang ada di kantin rumah sakit saja Mas. Buar kamu tidak terlalu jauh pergi nya. Kasihan kamu pasti lelah kan? Karena sudah seharian kerja di kantor?" tanya Laila sambil mengelus pipi Firman dengan lembut yang auto tersenyum dengan perhatian sang istri.


" Nggak apa-apa sayang. Kan kamu juga capek seharian ngurusin Yuke yang sakit. Bahkan tadi malam kamu juga ga bisa tidur nyenyak karena Yuke yang rewel terus! Aku sih enak tidur dan bisa beristirahat semalaman, ga seperti kamu yang bahkan belum tidur pasti kan, dari tadi pagi?" tanya Firman merasa iba terhadap istrinya.


" Nggak apa-apa Mas. Kan nggak selalu juga Yuke rewel dan sakit seperti ini. Nanti sudah sembuh juga bisa tidur dengan tenang dan istirahat banyak-banyak!" ucap Laila sambil tersenyum kepada Firman.


" Ya sudah Mas pergi cari makan malam dulu ya sayang? Kamu tunggu di sini!" ucap Firman sambil mencium bibir Layla kemudian pergi meninggalkan ruangan juga untuk pergi mencari makan malam untuk mereka berdua.


Walaupun dia kecewa karena janji istrinya tadi siang harus batal lagi. Tetapi setidaknya Firman merasa bahagia karena keadaan Yoga sekarang sudah semakin membaik walaupun masih rewel dan suka menangis kalau malam.


" Tadi papa menelpon Mas. Katanya mau datang kemari untuk jenguk Yuke. Apa bisa menjemput Papa Mas?" tanya Laila ketika Firman sudah sampai di dalam ruangan.


Firman Meletakkan makanan yang tadi dia beli di luar untuk makan malam mereka bertiga. Walaupun makanan Yuke sudah disediakan oleh rumah sakit, tetapi Firman tetap membelikan camilan kesukaan putrinya. Agar putrinya bisa merasa senang sehingga proses kesembuhannya bisa semakin cepat.


" Ini sudah malam sayang. Biarkan besok pagi saja Mas jemput untuk datang kemari. Biar nanti Mas akan telepon Papa setelah kita makan!" ucap Firman sambil menatap istrinya.


Laila yang sedang menyuapi Yuke menatap Firman sejenak. Firman yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya, dia mulai fokus untuk makan.


" Telepon sekarang saja Mas kasihan Papa barangkali menunggumu!" ucap Laila pelan.


Firman pun kemudian meletakkan sendoknya, kembali kemudian mengambil ponsel yang dia letakan di atas nakal dekat ranjang Yuke.


" Assalamualaikum Pah, ini sudah malam banget Pah. Sebaiknya Papa istirahat saja di rumah. Besok pagi-pagi Firman akan jemput untuk menjenguk Yuke. Lagi pula Firman juga masih lelah Pah, tadi baru pulang dari kantor langsung kemari. Karena kepikiran sama Laila Pasti sangat berat untuk mengurus Yuke sendiri di sini." Ucap Firman berbicara kepada ayahnya di sebrang sana.


" Ya sudah Firman gak apa-apa kalau seperti itu. Sekarang yang penting kalian juga harus istirahat ya? Jangan sampai nanti ikutan sakit juga. Papa tunggu besok pagi di rumah ya? Karena sopir Papa sedang cuti, kemarin di telpon kalau cucunya sedang sakit di kampung. Ingin bertemu dengan kakeknya yang sudah lama tidak ketemu dengannya." ucap ayahnya Firman menerangkan kondisinya saat ini.


" Ini pengasuhnya Yuke juga mengundurkan diri karena mau di nikahkan oleh kedua orang tuanya di kampung. Jadilah dari kemarin Laila hanya sibuk mengurus anak sendiri. kasihan Laila Pasti sangat kecapean. Besok sekalian Papa pinta kepada pembantu di rumah untuk membantu Laila di sini. Supaya Laila besok bisa istirahat di rumah. Ok pah?" pinta Firman sambil melirik kepada Laila dengan senyum penuh kemenangan.


" Ya sudah, nanti Papa ajak pembantu Papah juga ke sana. Biar nanti bisa bergantian dengan Laila menjaga Yuke!" Firman sangat bahagia sekali mendengarkan kesediaan ayahnya untuk membawa pembantu yang ada di rumah mereka untuk membantu Laila untuk menjaga Yuke di rumah sakit.


" Ya sudah ya Pah Firman tutup dulu!" setelah itu Firman langsung meletakkan ponselnya kembali di nakas dan melanjutkan acara makan malamnya yang tadi sempat tertunda.


" Aku tahu deh modusnya kamu Mas, minta ke papah untuk bawa pembantu segala kemari untuk bantuin aku di sini. Itu biar aku bisa pulang ke rumah kan? Buat suruh urus adik kesayangan kamu kan?" tanya Laila menatap Firman dengan penuh tanda tanya.


Firman hanya tersenyum mendengarkan pertanyaan istrinya.


" Semuanya benar sayang. Tapi kan aku juga melakukannya demi kebaikan kita juga sayang!" ucap Firman sambil memeluk Laila yang sudah meletakkan juga di atas ranjang karena sudah mulai tertidur lagi setelah tadi meminum obatnya.


" Aku kan jadi malu sama Papah Mas! Di kira aku ga sanggup urusin anakku sendiri!" protes Laila kepada Firman yang tersenyum kepadanya.


" Tidak akan sayang. Papah itu gak akan mikir kayak gitu. Dia itu setiap hari lihat kamu urus cucu dan anak nya dengan baik. Papah gak akan mikir aneh tentang kamu sayang. Percaya sama Mas. Ok?" ucap Firman mencoba menenangkan Laila yang merasa gak enak dengan ayahnya Firman.


" Ya udah, ayo kita makan malam ya, lalu istirahat. Mas lelah sekali sayang, mau tidur nih!" ucap Firman kepada Laila.


" Setelah makan malam, kita sholat isya berjamaah ya Mas?" tanya Laila yang langsung di setujui oleh Firman tanpa banyak protes kepada sang istri tercinta.


Mereka berdua pun kemudian makan malam bersama dengan fokus. Karena mereka sama-sama lelah dan pusing setelah kerja dan urus anak seharian.


Setelah sholat isya Firman dan Laila tidur di bed tambahan yang di berikan oleh pihak rumah sakit demi keluarga pasien yang menginap di sana. Kamar Yuke VVIP jadi dapat fasilitas yang lengkap dan sangat nyaman di sana.


Firman dan Laila tampak pulas tidur sampai shubuh menjalang. Untung saja Yuke anteng setelah minum obatnya yang di berikan obat tidur agar bisa istirahat malam dengan lebih berkualitas bagi pasien maupun keluarga pasien yang menunggu di rumah sakit.